
🍁Anak adalah anugerah yang diberikan Tuhan dalam sebuah keluarga jadi cintailah anakmu seperti kamu mencintai dirimu sendiri🍁
.
.
.
.
Bukan hanya itu saja Xander juga mem***ng tubuh Ray menjadi beberapa bagian dan pada puncaknya ia mene**s kepala Ray membuat Lina berteriak histeris sambil menangis melihat kekasihnya yang sudah tewas mengenaskan didepan matanya.
“Uncle Ken suruh orang yang selama ini menikmati tubuh jal**ng itu kesini” titah Xander dengan suara dingin.
“Baik bos”
Tak berselang lama ada sekitar 12 orang anak buah Xander menghadapnya karena selama ini merekalah yang selalu menikmati tubuh Lina.
“Kalian yang selama ini menikmati tubuh ja**ng itu?” tanya Xander dengan suara dingin.
“Iya bos” ucap mereka semua dengan serentak.
“Lakukan sekarang seperti yang biasa kalian lakukan didepan mata kakaknya” titah Xander sambil tersenyum menyeringai menatap Light.
“Ehh! Maksud bos?” tanya mereka semua dengan kaget.
“Apa kalian itu bodoh” hardik Xander dengan suara tinggi.
“Maafkan kami bos” ucap mereka semua dengan serentak.
“Lakukan” titah Xander dengan suara dingin.
Kedua belas orang itu berjalan mendekati Lina yang sedang di rantai tak jauh dari Light. Melihat hal itu Light panik bukan main karena yakin pasti adiknya akan digilir.
“Jangan mendekat! Pergi kalian! Pergi!” teriak Lina dengan histeris.
“Tenang saja baby karena sebentar lagi kamu akan mendesah seperti biasanya” ucap salah satu dari mereka sambil tersenyum smirk.
Arrrghhh…………….
“LEPASKAN ADIKKU SIALAN” teriak Light.
“Kakak tolong aku………….hiks hiks hiks…………..kakak” lirih Lina sambil menangis histeris.
Jeritan Lina bergema didalam sana membuat Light berteriak kesetanan melihat adiknya di perkosa didepan matanya dan ia tidak bisa menolong atau membantu adiknya.
Air matanya mengalir dengan deras merasa hancur melihat adiknya yang berteriak meminta tolong kepadanya tapi ia tidak bisa menolongnya.
“Masih mau bungkam?” tanya Xander sambil tersenyum penuh arti.
“Monster! Kamu itu bukan manusia an***g” hardik Light dengan suara tinggi.
“Ah! Ternyata kamu tidak mengenal orang dibelakangmu juga ya” tebak Xander membuat Light kaget bukan main karena tebakan Xander benar.
Xander tersenyum smirk melihat wajah kaget Light dan ia merasa sudah membuang-buang waktunya untuk menginterogasi orang yang selama ini hanya dijadikan boneka saja oleh orang dibelakangnya.
“Selesai nikmati tubuh ja***g itu buang dia bersama sialan itu ke kandang Pita” titah Xander dengan suara dingin.
“Baik bos” jawab anak buahnya dengan patuh.
“Berikan hukum cambuk ke sialan itu hingga mereka selesai” ucap Xander sambil menunju Light yang syok menatap adiknya.
“Baik bos”
Xander berlalu pergi dari sana menuju ruangannya untuk membersihkan tubuhnya sebelum pulang ke mansion, tapi ia urungkan saat membaca pesan dari kekasihnya.
“Kita pulang ke mansion” titah Xander dengan suara dingin.
“Apa bos tidak ingin membersihkan tubuh dulu?” tanya Luki dengan penasaran.
“No” jawab Xander dengan singkat.
~ Mansion Xander Wesly ~
__ADS_1
Sampainya di mansion ia segera masuk ke dalam mansion membaut semua pelayan menunduk tak berani bertanya apa yang terjadi dengan tuan mereka.
Rey yang berada di ruang keluarga kaget bukan main melihat tubuh Xander yang penuh dengan darah tapi diabaikan oleh Xander.
Prang…………………
Bunyi benda pecah bergema dari lantai dua membuat Rey dan para pelayan segera berlari naik ke atas untuk melihat apa yang terjadi.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Sampai di lantai dua ternyata asal suara pecahan tadi berasal dari Devina yang menjatuhkan gelas minumnya saat melihat kekasihnya datang dengan tubuh penuh darah.
“Sa…..yang apa yang terjadi sama kamu?” tanya Devina dengan gemetar dan kaget melihat Xander.
“Bersihkan ini semua” titah Xander dengan suara dingin dan menarik Devina masuk ke dalam kamarnya.
Pak Tio segera menyuruh pelayan membersihkan pecahan gelas tadi dan menyuruh Rey untuk kembali ke ruang keluarga, tidak usah mengkhawatirkan tuan mereka dan kakaknya.
Sedangkan didalam kamar Devina sudah menangis merasa takut jika Xander terluka atau apa, membuat Xander mengulum senyum dengan geli melihat eskpresi kekasihnya yang ternyata sangat mengemaskan.
“Sudah jangan menangis sayang aku baik-baik saja” ucap Xander sambil menghapus air mata Devina.
“Baik-baik kamu bilang! Ini darah Xander” ucap Devina dengan suara tinggi.
“Ya aku tahu sayang” balas Xander dengan santai.
“Kamu tidak terluka kan sayang?” tanya Devina dengan cemas.
“Aku baik-baik saja sayang dan tidak ada luka satupun di tubuh aku” jawab Xander sambil mengecup bibir Devina sekilas.
“Hah! Lalu ini darah siapa kalau bukan kamu sayang?” tanya Devina dengan kaget.
“Ini darah musuh aku yang barusan aku beri hukuman di markas sayang” jawab Xander dengan jujur.
“Kamu tidak membunuh mereka kan sayang?” tanya Devina dengan selidik.
“Menurutmu sayang?” tanya balik Xander sambil melepaskan kemejanya yang penuh dengan darah.
“Kamu tahu aku melakukan itu karena apa sayang dan jangan terlalu di pikirkan” ucap Xander dengan suara lembut sambil memeluk Devina dengan erat.
“Ya aku tahu sayang. Tapi aku mohon jaga keselamatanmu di luar sana sayang” pinta Devina dengan suara lembut.
“Ya sayang”
Cup………………..
Xander mencium bibir Devina dengan lembut dan menuntut membuat Devina sampai kewalahan harus membalas ciuman kekasihnya itu.
Setelah ciuman keduanya terlepas Xander segera membersihkan diri dan menemani Devina ke apartemen lamanya untuk mengambil surat-surat penting milik mereka yang diminta oleh sekolah Rey.
~ Markas Utama Black Shadow ~
Pagi ini setelah Clarisa membersihkan tubuhnya, ia segera meminta suaminya untuk mengajaknya berkeliling menjelajahi markas utama sang suami yang baru pertama kali ia lihat.
“Wah ini sangat besar dan indah hubby” pekik Clarisa saat Mikhail mengajaknya naik ke lantai 11 untuk melihat markasnya secara keseluruhan.
“Apa kamu suka disini baby?” tanya Mikhail sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.
“Suka hubby. Aku pikir markas kamu itu akan seperti bangunan tua yang terbengkalai didalam hutan yang sangat menyeramkan” jawab Clarisa dengan polos.
Hehehehe…………….
Mikhail terkekeh mendengar ucapan istrinya yang memikirkan markas utama mereka seperti di film-film horor yang selama ini ia tonton.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“Apa ini pulau pribadimu hubby?” tanya Clarisa dengan penasaran.
“Ini memang sudah menjadi milikku baby tapi awalnya ini milik mommy. Mommy orang pertama yang membangun markas ini dan saat itu hanya ada 3 lantai saja tapi sejak aku menjadi ketua disini aku merubah kastil ini menjadi seperti sekarang baby” jawab Mikhail menjelaskan.
“Aku tidak sangka jika mommy mertuaku itu seorang ketua mafia hubby”
“Bukan mommy saja tapi daddy juga seorang mafia baby”
__ADS_1
“Jadi daddy mertua juga seorang mafia hubby?” tanya Clarisa dengan kaget.
“Heeemmm” deham Mikhail sambil mengangguk kepalanya.
Ia lalu mengajak Clarisa untuk berkeliling melihat pulau Shadow dengan mobil jeep, tapi sepanjang jalan Clarisa mengerutkan keningnya tidak melihat satu penduduk pun disana.
Kenapa ngak ada satu orang pun yang gue lihat selama dari markas ya, batin Clarisa dengan bingung sambil menatap sekeliling.
“Ckk!!” decak Mikhail karena lagi-lagi istrinya berpikir dengan bahasa yang tidak ia mengerti.
“Kenapa hubby?” tanya Clarisa dengan bingung.
“Sudah aku bilang baby jangan berpikir dengan bahasa Indonesia” jawab Mikhail dengan suara dingin.
“Loh memangnya kenapa hubby?” tanya Clarisa dengan bingung.
“Aku tidak suka” jawab Mikhail dengan ketus.
Eehhh…………
Clarisa bingung sendiri dengan jawaban suaminya yang tak masuk akal tapi saat ia ingin bertanya lagi ia mengurungkan niatnya saat melihat wajah kesal suaminya.
“Hubby” panggil Clarisa dengan suara lembut.
“Heemmm” deham Mikhail
“Kenapa tidak ada satu pun penduduk disini hubby? Sedari keluar dari markas kamu, aku tidak melihat seorang pun disini?” tanya Clarisa dengan cepat.
Mikhail tak menjawab ucapan istrinya dan malah menghentikan mobil dan mengajak Clarisa turun lalu berjalan menuju ke suatu tempat. Clarisa diam saja mengikuti suaminya yang akan membawa dia kemana.
Sret………………..
“Woah” decak Clarisa dengan kagum saat Mikhail menyibak tanaman liar di dinding batu.
Ia tak bisa pungkiri dengan apa yang ia lihat saat ini dimana ada air terjun di balik dinding batu itu di kelilingi dengan bunga liar yang baru pertama kali ia lihat selama hidupnya dan itu sangat indah.
“Hubby ini sangat indah” ucap Clarisa dengan decak kagum.
“Aku tahu kamu akan menyukai ini baby” balas Mikhail sambil memeluk pinggang istrinya dengan posesif.
“Apa itu dalam hubby?” tanya Clarisa sambil menunjuk air terjun di depan sana.
“Lumayan baby” jawab Mikhail dengan suara lembut.
Mikhail lalu menuntun istrinya menuju balik air terjun dan masuk ke dalam membuat Clarisa semakin berdecak kagum melihat apa yang ada dibalik air terjun. Terdapat banyak sekali batu kristal yang berkilauan membuat gua didalam sana tidak gelap.
“Baby” ucap Mikhail dengan suara serak sambil memeluk tubuh Clarisa dari belakang.
“Kenapa hubby?” tanya Clarisa yang masih terpesona gua itu.
“I want you baby” (aku menginginkanmu sayang)
“Ehh! Disini hubby?” tanya Clarisa dengan kaget sambil berbalik menatap suaminya.
Glek………….
Ia menelan salivanya dengan susah melihat tatapan mata Mikhail yang sudah terbakar hasrat dan ia yakin jika menolaknya pasti suaminya itu tidak akan melepaskannya.
“Tapi pelan-pelan hubby” ucap Clarisa dengan suara pelan dengan wajah memerah karena malu.
Mikhail tersenyum lebar mendengar ucapan istrinya dan tak membuang waktu keduanya kembali bersatu didalam sana.
Entah sampai berapa kali Mikhail melakukannya karena Clarisa tertidur pulas setelah melayani napsu suaminya yang tak ada habis-habis.
~ Wesly Hospital ~
Lili kaget membaca hasil lab milik Victor setelah berkali-kali ia menelitinya dan menghabiskan waktu hampir 22 jam di lab.
“Pantas saja dokter Juan tidak bisa mendeteksi racun didalam tubuh Victor karena sudah menyatu dengan darah dan sangat susah sulit untuk diidentifikasi racun ini jika tidak dilakukan berulang kali” ucap Lili dengan syok.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue………………….
__ADS_1