Heartless 2

Heartless 2
Chapter 97


__ADS_3

🍁Orang yang menghargai apa yang ia miliki lebih baik dari pada orang yang menghargai sebuah pujian dari orang lain🍁


.


.


.


.


Light ingin sekali melihat wajah emosi Xander saat melihat perbuatannya barusan di club miliknya tapi ia yakin itu tidak mungkin.


Sebelum pergi Light menurunkan kaca mobilnya lalu mengeluarkan kepala di jendela sehingga wajahnya terpampang jelas di bawah lampu jalan di persimpangan jalan.


Matanya melirik ke atas sambil tersenyum menyeringai selama 5 menit lalu kembali menutup kaca mobil dan berlalu pergi dari sana. Entah apa yang Light lakukan barusan hanya dia saja yang tahu.


~ XCX Hotel ~


Ah................


Suara ******* perempuan bergema didalam sana saat ia meliuk tubuhnya di atas tubuh kekar seorang pria.


Pria itu diam saja membiarkan wanita yang ia bayar itu untuk bekerja diatas tubuhnya hanya untuk kepuasan. Mata biru setajam pisau dan tatapan datar dari pria itu tidak mengurangi ketampanannya sedikit pun.


Ya orang itu adalah Xander yang sedang melampiaskan hasratnya dengan seorang model asal Amerika yang ia pilih malam ini.


"Heemmmm" geram Xander saat mencapai pelepasan hampir 2 jam lamanya.


"Pergi" usir Xander mendorong model yang baru saja melakukan malam panas bersama dia.


"Tuan muda Wesly apa pelayananku kurang memuaskan?" tanya model itu dengan sensual.


"B***h!" maki Xander dengan sinis.


"Aku memang seorang b***h tuan muda Wesly tapi itu hanya berlaku khusus untuk anda saja tuan" ucap model tadi dengan percaya diri sambil meraba dada Xander yang tertutup kemeja.


Grep.................aarrgghhh...........


Teriak model itu dengan kencang saat rambutnya tiba-tiba ditarik Xander ke belakang dengan kuat. Ia sejenak lupa kalau orang didepannya ini adalah orang yang sangat berbahaya.


"Kamu pikir karena sudah berc**ta denganku jadi kamu bisa memegang tubuhku yang berharga ini ja**ng!" bentak Xander dengan suara dingin.


"Maaf.......kan sa.....ya tuan mu.....da" ucap model tadi dengan terbata-bata.


"Asal kamu tahu! Punyamu itu sangat longgar dan tidak membuatku merasa puas" ejek Xander dengan mata berkilat tajam.


"Susah berapa banyak pria yang menyentuh tubuh ja***gmu ini. Aku menyesal memakai tubuh kotormu barusan" hina Xander kembali tak memikirkan perasaan orang didepannya.


Tes...........tes.........tes..........


Air mata model itu jatuh merasa sakit hati mendengar ucapan Xander barusan. Ia memang sering berganti pria tapi ia juga seorang wanita yang punya perasaan lemah jika dikatai seperti itu.


Xander tersenyum smirk melihat perempuan didepannya yang menangis. Tangannya yang kosong tiba-tiba memegang tangan model tadi yang meraba dadanya.


Krek................aarrgghhh...........


Jeritan kesakitan bergema didalam prisedent suit khusus saat Xander mematahkan kedua tangan model tadi.


Brugh...............Kring...............


Hp Xander berbunyi bersamaan dengan bunyi orang jatuh karena Xander mendorong model tadi dengan kuat hingga jatuh di lantai.


^^^"Katakan" ucap Xander dengan suara dingin.^^^


"Bos barusan ada masalah di club Heaven dan entah bagaimana polisi mengetahui hal itu dan sudah berada disana" ucap Luki memberitahu informasi yang baru saja Sandro beritahu.


^^^"Berengsek! Ke kamarku sekarang!" bentak Xander dengan suara tinggi.^^^


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Xander mematikan panggilannya sepihak dengan tatapan membunuh yang siap membunuh siapa pun saat ini.


"Bos" panggil Luki sambil menunduk saat masuk ke dalam president suit khusus Xander.

__ADS_1


"Singkirkan ja**ng kotor itu dari hadapanku" perintah Xander dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap Luki dengan patuh.


Sedari tadi saat masuk ia sudah kaget melihat model yang tadi ia bawa untuk menemani Xander sudah tak berdaya di lantai dengan keadaan yang mengenaskan.


Bagaimana tidak kedua tangannya patah dengan wajah belepotan membuat dia seperti nenek sihir.


"Katakan" ucap Xander dengan suara dingin setelah anak buahnya mengurus model tadi.


"Ada kasus pembunuhan yang terjadi di club Heaven barusan bos. Korbannya ada 8 orang perempuan yang ditemukan tak bernyawa lagi di kamar mandi perempuan bos dan berita tersebut sudah menjadi trending topik saat ini" papar Luki menjelaskan.


"Tarik semua berita barusan dan tekan perusahaan yang mempublishnya dengan kekuasan Wesly Group" perintah Xander dengan suara tegas.


"Baik bos" ucap Luki sambil berkutat dengan iPad ditangannya memberi perintah ke anak buahnya.


"Hubungi Sandro"


"Iya bos"


Dengan cepat Luki menghubungi Sandro sesuai perintah Xander dan pada panggilan ketiga barulah Sandro menjawab panggilannya.


"Halo tuan" ucap Sandro dengan sopan.


^^^"Jelaskan" ucap Xander dengan suara dingin.^^^


"Bos" kaget Sandro karena mengira yang menghubunginya adalah Luki.


"Kejadian di club tadi kami tahu saat para polisi datang menggerebek mengatakan jika ada terjadi kasus pembunuhan di sini bos. Awalnya kami melarang mereka masuk karena tidak membawa surat perintah tapi mereka memaksa dan memberitahu jika ada kasus pembunuhan disini bos, jadi saya membiarkan mereka masuk untuk membuktikan perkataan mereka dan entah bagaimana ternyata benar ada 8 orang perempuan yang terbunuh di dalam toilet bos" papar Sandro menjelaskan.


^^^"Apa tidak ada yang mencurigakan sedari tadi?" tanya Xander merasa ganjal dengan kejadian ini.^^^


"Tidak ada bos. Club beroperasi seperti biasa tidak ada yang mencurigakan bos"


^^^"Berikan semua rekaman cctv ke Luki"^^^


"Baik bos. Oh ya bos tadi ada note yang terselip disana dan aku berhasil ambil sebelum polisi mengambilnya. Mungkin saja ini bisa jadi petunjuk buat kita bos"


^^^"Kirimkan note itu ke aku dan bakar note itu setelah ini"^^^


"Baik bos"


Ting.............


"Bos ini pesan yang dikirim Sandro" ucap Luki sambil menyodorkan hpnya ke Xander.


Keningnya mengerut melihat foto berisi catatan yang dikirimkan oleh Sandro barusan yang ia temukan di TKP tadi.


...SIAPA SURUH KALIAN JADI BAGIAN DARI KELUARGA MEREKA...


Itulah kalimat yang tertera di kertas tadi yang membuat Xander harus berpikir dengan keras ingin mengetahui apa maksudnya.


"F**k" maki Xander setelah mengerti maksud dari pesan tersebut.


Rahangnya mengeras sudah bisa menebak siapa yang dimaksud orang itu dan jawabannya adalah keluarganya uncle dan aunty Parker.


Berengsek! Raja setan itu pasti sudah mwngetahui semua ini, batin Xander dengan aura membunuh.


Glek.................


Luki menelan salivanya dengan susah merasakan aura yang sangat menakutkan yang keluar dari tubuh Xander saat ini.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Meskipun merasa takut tapi ia tetap mengerjakan perintah Xander dan memeriksa semua rekaman cctv yang dikirim oleh Sandro barusan.


1 Jam kemudian


"Bagaimana?" tanya Xander yang sedati tadi diam menunggu Luki yang berkutat dengan laptopnya.


"Bos aku rasa ada yang ganjal dengan orang ini" ucap Luki sambil memberikan iPad kepada Xander.


Xander menerima iPad itu dan melihat apa yang ingin ditunjukkan oleh Luki. Dengan saksama ia menonton rekaman yang memperlihatkan seseorang di dalam mobil tepat di persimpangan jalan.

__ADS_1


"Apa yang dia lakukan disana?" tanya Xander dengan kening berkerut.


"Saat melihat rekaman itu saya mencari tahu tentang orang itu tapi anehnya informasinya tidak bisa ditemukan bos"


"Jam berapa dia berada disana?" tanya Xander dengan cepat.


"5 menit sebelum polisi tiba di club bos. Dia juga ternyata baru saja keluar dari club dan memarkir mobilnya disana bos" papar Luki menjelaskan.


Xander mengetuk jarinya di tangan sofa merangkai semua kejadian barusan dengan teliti.


"BANGSAT" maki Xander dengan rahang mengeras setelah berhasil merangkai semuanya.


Matanya berkilat tajam seperti monster yang siap membunuh mangsanya dengan senyum smirk di bibirnya setelah berhasil mengetahui siapa otak dibalik ini semua.


"Akhirnya kamu muncul juga bajingan" ucap Xander sambil tersenyum menyirangi.


"Cari data orang itu secepatnya" titah Xander dengan tatapan tajam.


"Baik bos" ucap Luki mengiyakan saja padahal tadi ia sudah mengatakan jika informasi orang itu sangat susah dicari.


"Besok! Aku mau masalah di club tuntas cukup sampai besok" ucap Xander dengan suara dingin.


"Baik bos"


Luki berlalu pergi dari sana meninggalkan Xander yang tersenyum smirk akhirnya berhasil mengetahui orang dibelik ini semua dan ia tak menyangka orang itu sendiri yang menunjukkan wajahnya.


"Jangan kamu pikir bisa menjatuhkanku hanya dengan masalah seperti ini" ucap Xander sambil terkekeh.


~ Jakarta, Indonesia ~


Mikhail sedang menatap suasana siang Jakarta dari apartemennya. Tak berselang lama Teivel dan Damon datang bersamaan.


"Apa bodoh itu sudah mengetahuinya?" tanya Mikhail dengan suara dingin.


"Sudah King" jawab Teivel.


"Damon perketat penjagaan mommy dan daddy"


"Baik King" ucap Damon.


"Damon suruh manusia hutan itu datang sekarang" titah Mikhail dengan suara dingin.


"Baik King"


"King apa anda yakin ingin menyuruhnya keluar dari markas?" tanya Teivel dengan cepat.


"Heemmm! Sudah waktunya dia bekerja! Hehehe" ucap Mikhail sambil terkekeh.


"Tapi King aku takut dia kembali bereksperimen gila lagi" protes Teivel yang mengetahui sifat orang yang sedang mereka bicarakan.


"Jangan membantah ucapanku" ucap Mikhail dengan suara dingin.


"Maafkan aku King" ucap Teivel sambil menunduk.


"Heemmm"


Ketiganya lalu membahas beberapa hal mengenai markas dan perusahaan karena mereka sedang merencanakan sesuatu untuk kehancuran Light.


"Khail" panggil Clarisa dengan suara lembut.


"Pergi" usir Mikhail dengan suara dingin.


"Baik King" ucap Damon dan Teivel dengan serentak.


Clarisa menunduk saat Damon dan Teivel melewatinya, ia merasa takut melihat tatapan keduanya yang sangat menakutkan meski lebih menakutkan tatapan Mikhail.


"Kenapa bangun. Heem?" tanya Mikhail sambil mencium kening Clarisa.


"Aku bosan tidur terus Khail" ucap Clarisa dengan wajah cemberut.


Grep...............


"MIKHAIL" teriak Clarisa kaget tiba-tiba saja ia di gendong Mikhail seperti koala.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue................


__ADS_2