
🍁Kadang menjauh dari seseorang itu lebih baik, bukan karena tidak mencintainya lagi tetapi kita menjauh dari rasa sakit🍁
.
.
.
.
Lama ia berpikir mengenai kecurigaan Rio tapi hasilnya nihil, ia tidak menemukan kejanggalan dari semuanya tentang sang adik yang saat ini berada di Spanyol.
Deg……………..
Jantung Light berdetak dengan cepat memikirkan sesuatu yang mungkin bisa menjawab pemikiran mereka. Apakah Lina memang sedang berliburan di Spanyol atau tidak?
“Berikan hp aku” ucap Light dengan cepat.
“Hp tuan ada di depan tuan” balas Rio dengan heran menatap tuannya itu.
Eehhhmm…………..
Light berdeham untuk menormalkan rasa malunya kepada Rio karena meminta hpnya tapi hp miliknya berada tepat di depannya. Rio sendiri sebenarnya ia ingin menertawai kelakuan tuannya itu, tapi ia tahan karena tidak ingin mendapat bogem mentah dari Light.
My Sister
“Dimana kamu menaruh cerutu yang kamu hadiahkan untukku baby?”
Light menunggu pesannya barusan tak lama pesannya sudah terbaca dan sedang mengetik. Ia dengan cemas menunggu balasan dari sang adik.
Ting………..
My Sister
“Aku menaruhnya di ruang kerja brother”
^^^“Ah! Ya aku ingat baby”^^^
“Itu tandanya brother sudah mulai pikun! Kekekeke”
Prang………………
Bunyi pecah melengking didalam sana mengagetkan Rio yang sedari tadi berdiri di samping kiri Light. Beruntung Light melempar gelas ke arah kanan jadi tidak mengenainya.
“Berengsek kalian semua! Beraninya kalian menculik adikku bangsat” maki Light dengan emosi karena ia tidak merokok dan Lina tak akan pernah memanggilnya brother.
“APA” teriak Rio dengan kaget mendengar ucapan Light barusan.
“Kita telah dibodohi oleh King sialan itu. Pantas saja tidak ada yang berduka saat kebakaran itu” ucap Light sambil menggertak gigi.
“Jadi dimana Lina sekarang tuan? Apa dia baik-baik saja tuan?” tanya Rio dengan cemas.
Light tidak berkata apa-apa karena memang ia juga tidak tahu dimana keberadaan sang adik, tangannya dengan cepat bermain di atas laptop mencari keberadaan sang adik dan Mikhail.
Aku yakin Mikhail sudah membaca semua pergerakanku, batin Light menerka.
Tanpa keduanya sadari ternyata ada sosok bayangan hitam di bagian atas mansion yang tertutup kegelapan dan tidak akan ada satu orang pun yang bisa mengetahui keberadaannya, sedang menatap keduanya dengan tatapan tajam.
Bayangan itu segera mengirim pesan kepada Damon mengenai apa yang baru saja ia lihat dan dengar di bawah sana.
Ya bayangan itu adalah X yang pengawal gelap Mikhail, yang sedang melakukan tugas dari Mikhail untuk memantau setiap pergerakan Light di mansionnya sendiri.
“F**K you King sialan” maki Light dengan emosi karena gagal mencari tahu keberadaan adiknya.
Ia yakin Mikhail pasti sudah memblokir semua pergerakannya didalam dunia cyber karena Mikhail sangat jago dalam dunia hacking. Apa lagi ia mendapat julukan The King of Shadow dalam dunia maya saat ini.
“Tuan” panggil Rio dengan wajah khawatir dan cemas memikirkan Lina kekasihnya.
“Satu-satunya cara kita bertemu langsung dengan mereka untuk membuat King sialan itu mengatakan dimana adikku” ucap Light memberikan ide.
“Daddy tidak setuju son” ucap Dev dengan suara tegas yang baru saja datang.
__ADS_1
“Lalu apa daddy punya rencana lain? Saat ini King sialan itu memblokir semua pergerakan aku di dunia maya dan mengunci semua datanya dad” ucap Light dengan suara tinggi.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Dev menatap putra angkatnya dengan tatapan tajam tak pernah setuju dengan apa yang putranya tadi katakan.
“Pasti ada cara lain Light” ucap Dev dengan suara dingin.
“Cara apa dad? Apa daddy ingin menunggu sampai Lina tidak bernyawa lagi baru kita bergerak?” tanya Light dengan suara tinggi.
“Jaga ucapanmu son” hardik Dev dengan suara tinggi.
“Aku mengatakan yang sebenarnya daddy. Satu-satunya cara saat ini adalah kita menyerang mereka secara muka-muka”
“Tapi itu sangat beresiko son” lirih Dev dengan cemas.
“Aku tidak perduli daddy karena keselamatan adikku lebih penting” balas Light dengan suara tegas.
Phew…………….
Dev membuang napasnya dnegan kasar melihat putra angkatnya yang kekuh ingin menyerang musuh mereka langsung saat ini. Light sendiri tidak memikirkan konsekuensi lainnya dan hanya memikirkan adiknya.
Light segera menyuruh Rio menyiapkan anak buah mereka untuk berangkat ke rumah sakit Wesly menemui musuh terbesar mereka yaitu Valeria Anastasia Parker – Kusumo.
~ Jet KM ~
Damon segera melapor apa yang baru saja X kirim mengenai informasi dari Light dan rencana mereka saat ini.
Mendengar hal itu Mikhail seketika tertawa tak menyangka jika Light akan bertindak bodoh seperti itu, tapi ia yakin Light kali ini akan lolos dari kedua orang tuanya.
“Biarkan saja si bodoh itu mengurus dia! Hehehe” ucap Mikhail sambil terkekeh.
“King bukannya saat ini nyonya dan tuan berada disana juga” ucap Teivel.
“Mereka tidak bodoh seperti si bodoh itu. Tapi daddy aku kayaknya akan ketularan bodoh mereka jika tidak bersama mommy” balas Mikhail dengan santai.
Kasian sekali nasib tuan yang selalu di katai King, batin Teivel merasa iba.
Teivel seketika menunduk tak mau mendapat amukan dari Kingnya karena tahu pasti saat ini Kingnya sedang kesal, entah apa yang membuatnya kesal.
“Dimana Marcel?” tanya Mikhail dengan suara dingin.
“4 jam lagi baru dia tiba di California King”
“Ah! Berarti dia akan melewatkan pesta tersebut! Hehehe” ucap Mikhail sambil terkekeh.
~ Wesly Hospital ~
Saat ini semua keluarga besar Wesly sedang berada di ruangan rawat Vincent menjenguk keadaan Vincent yang semakin menurun karena jantungnya yang semakin lemah.
“Hiks hiks hiks…………….brother Vin akan baik-baik saja kan mom?” tanya Zelena sambil menangis.
“Doakan kakakmu agar bisa sembuh princess” jawab Chloe dengan lirih.
Ia juga tidak tahu apakah anaknya akan bertahan sampai mendapat donor jantung yang baru atau tidak. Ia hanya menyerahkan semuanya kepada Tuhan, meski saat ini hatinya sebagai ibu sangat hancur melihat kondisi putranya seperti ini.
“Anak kita akan selamat baby” ucap Xavier memeluk istrinya.
“Kalian semua kenapa?” tanya Leon yang sedari tadi penasaran melihat wajah Xander, Victor, Ares, dan kakaknya David lebam.
“Semalam ka Xander menghajar mereka” jawab Zelena dengan sesegukan.
“Princess. Mi amor. Nona muda” ucap keempatnya serentak dengan tatapan tajam menatap Zelena.
“Kenapa kalian lihat aku kayak gitu? Aku kan bicara sesuai kenyataan” ucap Zelena dengan cepat.
“Lebih baik kamu diam saja princess” ucap Victor dengan kesal.
“Kenapa brother Vic nyuruh aku diam?” tanya Zelena dengan wajah polos.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
__ADS_1
Henry yang masih penasaran dengan jawaban Zelena menatap mereka bergantian, David yang melihat hal tersebut hanya memutar malas matanya karena tahu sebentar lagi si bocah akan berulah.
“Kalau di pukul ka Xander kenapa wajah ka Xander juga babak belur?” tanya Henry dengan penasaran.
“Di hajar sama daddy” jawab Zelena dengan cepat.
“Princess” ucap Victor dengan tatapan tajam.
"Kenapa sih brother Vic?" tanya Zelena dengan wajah cemberut.
"Mi amor" panggil Ares sambil menggelengkan kepalanya untuk Zelena tak berbicara lagi.
"Cih!!" decih Zelena dengan wajah cemberut sambil memanyunkan bibirnya kesal.
Tahan Ares loe ngak boleh gegabah, batin Ares yang menahan godaan ingin memeluk kekasihnya dari kemarin.
"Ka Xander beneran dipukul uncle Xavier?" tanya Henry dengan penasaran.
"Bocah kamu diam saja deh" hardik Victor dengan tatapan tajam.
"Banyak bertanya bisa memperpendek umur Henry" ucap Xander dengan suara dingin sambil menatap Henry dengan tatapan tajam.
Glek.............
Gila! Tatapan ka Xander sangat menakutkan, batin Henry sambil menelan salivanya dengan susah.
"Son" ucap Xavier menegur putranya untuk menekan auranya yang mulai keluar.
"Heemmm" deham Xander sambil menutup mata mengontrol emosinya.
Suasana kembali sunyi di antara para anak-anak membiarkan para orang tua berdiskusi untuk mencari donor jantung yang cocok buat Vincent.
Tiba-tiba mata Xander terbuka dengan tatapan tajam menatap ke arah kaca depan. Aura membunuhnya seketika menyeruak membuat suasana didalam sana terasa sangat mencekam.
"Querido" lirih Zelena yang bergetar merasakan aura kakaknya seperti kemarin.
"Bos" ucap David yang juga merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
Dor.............prang..............
"Menjauh dari kaca" hardik Xander dengan suara tinggi yang sedang memeluk adiknya Victor yang tadi hampir terkena tembakan tadi.
Beruntung Xander menarik Victor dengan cepat sebelum peluru tadi mengenai kepalanya. Sedangkan Victor ia saat ini bergetar hebat tak menyangka akan mengalami hal seperti itu.
"Kendalikan dirimu Vic" ucap Xander dengan suara tegas.
"Victor kamu tidak kenapa-napa kan nak?" tanya Chloe dengan cemas.
"Mommy jangan kesini. Tetap disana bersama daddy" tegas Xander.
"Daddy urus disini. Kamu urus disitu" ucap Xavier dengan suara tegas.
"Hemmmm! David" panggil Xander dengan suara dingin.
"Luki dan lainnya berjaga di luar ruangan ini dan di luar sana tidak ada musuh satu pun bos" ucap David.
Xander menatap sekelilingnya dengan waspada, sedangkan David menyuruh adiknya untuk berlindung di belakang Ares karena ia tahu kemampuan Ares tidak perlu di ragukan lagi.
"Natasha" pekik Valeria dengan cemas.
Brak.............
"Mommy" lirih Natasha dengan gemetar saat pintu ruangan Vincent dibuka dengan kuat oleh Valeria.
"Long time no see Mrs. Parker. Ah! Lebih tepatnya Queen Black Shadow" ucap Light sambil tersenyum menyeringai dan duduk di sofa samping brankar Vincent.
"Kamu" tunjuk Valeria dengan tatapan membunuh menatap Light.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue....................
__ADS_1