Heartless 2

Heartless 2
Chapter 152


__ADS_3

🍁Yang terpenting saat menikmati hidupmu adalah menjadi bahagia🍁


.


.


.


.


Thomas dan Valeria kaget mendengar bunyi ledakan dari belakang mansion mereka yang sangat besar membuat bangunan di mansion ikut bergetar.


“Sister apa yang terjadi” pekik Yorla dengan suara menggelegar dari lantai satu.


“Rehan” panggil Thomas dengan suara menggelegar.


Rehan yang mendengar namanya di panggil bergegas masuk ke dalam mansion untuk menemui tuannya.


“Tuan” ucap Rehan dengan sopan.


“Apa yang terjadi Rehan? Ledakan apa barusan?” tanya Thomas dengan penasaran.


“Anak buahku sedang mengecek ke lokasi ledakan tuan” jawab Rehan dengan suara tegas.


Semuanya diam tak bertanya lagi karena yakin pasti tidak lama anak buah Rehan akan segera mengabari apa yang terjadi barusan.


“Bos” ucap anak buah Rehan dari seberang lewat halkie talkie.


^^^“Apa yang terjadi?” tanya Rehan dengan cepat.^^^


“Musuh kita menyerang menggunakan pesawat tempur tapi bos Juan dari markas mengirim rudal tepat waktu sebelum jet itu membom mansion bos” jawab anak buah Rehan dari seberang.


^^^“Suruh anggota kita perketat penjagaan dan siapkan mesin pendeteksi jet tak dikenali mendekat langsung tembak”^^^


“Baik bos”


“Apa mereka tidak tahu jika kediamanku sudah menjadi wilayah teritori dan tidak boleh ada pesawat yang melewati wilayahku tanpa seijinku” ucap Valeria dengan suara dingin.


“Sepertinya mereka ingin mencoba menyerang dari udara karena dari darat selalu gagal honey” balas Thomas.


“Rehan loe tahu apa yang musti loe lakuin kan” ucap Valeria dengan tatapan tajam.


“Iya master gue tahu” ucap Rehan dengan suara dingin.


Rehan segera pergi dari sana meninggalkan Valeria, Thomas, dan Yorla disana. Tak berselang lama Jesica dan Katy datang karena penasaran apa yang sedang terjadi.


“Aunty apa yang terjadi?” tanya Katy.


“Kita diserang musuh dari udara tapi sudah diatasi anak buah aunty” jawab Valeria dengan suara dingin.


“Kalian berdua masuk ke dalam kamar jangan pernah keluar” titah Yorla dengan suara tegas.


“Iya daddy, aunty” jawab keduanya dengan serentak.


Thomas menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan jalan pikir Katy keponakannya yang menganggap Yorla sebagai perempuan.


“Serangan mereka semakin menjadi honey” ucap Valeria dengan tatapan tajam.


“Aku akan menghubungi raja setan itu honey” ucap Thomas sambil menelpon putranya.


Thomas sudah menelpon Mikhail berkali-kali tapi tidak diangkat oleh putranya dan pada panggilan ke 7 barulah dijawab oleh Mikhail.


“Heemmm”


^^^“Kamu tahu kan kalau mansion daddy barusan diserang musuh dengan pesawat tempur?” tanya Thomas to the point.^^^


“Ya aku tahu daddy” jawab Mikhail dengan malas dari seberang.


^^^“Kalau kamu tahu kenapa kamu tidak memberi peringatan kepada kami dahulu Mikhail” hardik Thomas dengan suara tinggi.^^^


“Setidaknya aku mengirim rudal tepat waktu daddy jadi jangan menghakimiku” ucap Mikhail dengan suara tak kalah tinggi.

__ADS_1


^^^“Kamu memang raja setan berengsek”^^^


“Raja setan berengsek ini anakmu daddy. Ingat putra satu-satunya THOMAS PARKER” balas Mikhail menekan ucapannya.


^^^“Ckk!! Kalau kamu putraku seharusnya kamu mengabari kami lebih awal Mikhail!” bentak Thomas dengan sinis.^^^


“Seharusnya daddy tahu kenapa aku tidak mengabari daddy tentang serangan mereka, karena musuh kita belum bisa aku lacak keberadaannya dan bukan malah memarahiku! Apa daddy pikir aku bermain disini!” bentak kembali Mikhail dengan suara tinggi.


Plak………………


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Bunyi tamparan bergema didalam sana bersamaan dengan panggilan Mikhail yang sudah dimatikan sepihak dari seberang. Yorla menutup mulut kaget tak menyangka jika Valeria akan menampar Thomas.


“Honey” ucap Thomas dengan kaget.


“Kamu tahu apa yang sedang putraku tanggung saat ini? Dia sendiri harus berjuang untuk menjaga keselamatan kita semua, tapi kamu malah menyalahkan anakku berengsek!” bentak Valeria dengan suara menggelegar.


“Maafkan aku honey. Aku terbawa emosi” ucap Thomas dengan sesal.


“Jangan minta maaf ke aku tapi ke putraku” sarkas Valeria dengan suara dingin.


Valeria berlalu pergi dari sana diikuti Yorla meninggalkan Thomas sendiri. Ia lalu menghubungi Mikhail kembali merasa sangat bersalah sudah membentaknya.


“Kenapa?” tanya Mikhail dengan suara dingin dari seberang.


^^^“Daddy minta maaf son” lirih Thomas dengan tulus.^^^


Thomas terdiam tidak berkata apa-apa karena putranya juga diam dari seberang, membuat dia semakin gelisah takut tak dimaafkan oleh putranya itu.


“Jika memaafkan mudah buat apa ada polisi” ucap Mikhail setelah lama terdiam.


^^^“Son” panggil Thomas dengan suara memelas.^^^


“Aku akan memaafkan daddy tapi ada syaratnya”


^^^“Apa syaratnya?” tanya Thomas dengan penasaran.^^^


^^^“Tidak bisa” bantah Thomas dengan cepat.^^^


“Well! Kalau begitu aku tidak akan memaafkan daddy”


^^^“Bukannya kamu sudah punya pulau pribadimu sendiri kenapa masih ingin milik daddy?” tanya Thomas dengan curiga.^^^


“Aku hanya ingin menyiapkan sesuatu disana daddy” jawab Mikhail dengan ambigu.


^^^“Apa yang mau kamu siapkan?” tanya Thomas semakin penasaran.^^^


“Tempat peristirahatan terakhir buat daddy mungkin” jawab Mikhail.


^^^“MIKHAIL ZENO PARKER” teriak Thomas dengan suara menggelegar di lantai dua.^^^


“Aku tunggu berkasnya atas namaku dalam setengah jam daddy”


Phew……………….


Thomas membuang napasnya dengan kasar karena tak habis pikir dengan jalan pikiran anaknya yang selalu saja membuat dia naik darah. Valeria yang melihat suaminya dan putranya sudah kembali seperti biasanya tersenyum manis dari balik pintu kamar.


~ Galaxy Apartment ~


Xander saat ini menatap hpnya yang sedari tadi berbunyi dengan pesan di grup keluarga besarnya, yang membahas tentang kekasihnya karena mulut daddynya yang tidak bisa menjaga rahasia tentang masalah percintaannya.


“Menyebalkan” gumam Xander dengan suara dingin.


Ia segera keluar dari mobil setelah Luki membukakan pintu dan berlalu masuk ke dalam apartemen Galaxy menuju lantai 5. Xander berhenti tepat di depan pintu apartemen nomor 508 yang paling ujung.


Tok……………tok…..…….tok…………….


“Sebentar” ucap suara laki-laki dari dalam apartemen.


Ceklek………………

__ADS_1


“Cari sia…..” ucap seorang bocah 15 tahun yang kaget saat membuka pintu dan melihat sosok yang sangat ia kenali berdiri didepan apartemen mereka.


“Siapa Rey?” tanya seorang perempuan dari dalam yang sangat Xander kenali suaranya.


Deg……………..


Jantung Devina seakan ingin keluar dari tempatnya melihat sosok yang berdiri didepan pintu apartemen mereka. Tubuhnya gemetar masih dengan jelas mengingat apa yang terjadi semalam saat ia pulang kerja dari restoran Kenzi.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Kamu bocah pergi dengan mereka ke cafe depan karena aku ingin bicara dengan kekasihku” tunjuk Xander ke arah Hans.


“Hah! Kekasih” beo Rey dengan bingung.


Xander lalu melirik Luki memberinya isyarat untuk membawa Rey pergi dari sana karena dia ingin berbicara dengan Devina tanpa diganggu.


“Kak” ucap Rey menatap Devina dengan bingung.


“Kamu ikut mereka ya dek nanti kakak jelaskan semuanya sebentar” ucap Devina meyakini adiknya untuk ikut bersama anak buah Xander.


Setelah Rey pergi dari sana dengan cepat Xander masuk ke dalam sambil menutup pintu dengan keras membuat Devina melonjak kaget. Tanpa berkata apa-apa ia langsung menarik Devina ke pelukannya dan memeluknya dengan erat.


“Tuan” ucap Devina dengan suara pelan.


“Biarkan seperti ini sebentar sayang. Aku akan memberitahu diriku yang sebenarnya nanti” ucap Xander dengan suara lembut.


Devina diam tak membantah karena takut dimarahi oleh Xander apa lagi sampai menyakitinya seperti temannya semalam.


“Aku bukan pria ramah dan romantis. Aku yakin kamu sudah tahu latar belakang aku semuanya dan aku tidak perlu menjelaskan semuanya” ucap Xander dengan suara lembut sambil membawa Devina ke sofa.


Xander lalu memberitahu semua tentang dirinya tidak ada yang ditutupi, bahkan ia juga menceritakan tentang identitasnya di dunia bawah tanah dan apa yang ia lakukan dengan kelompoknya.


Devina sendiri diam mendengar semua ucapan Xander dan ia tidak menyangka jika seorang Xander Leonart Wesly adalah seorang ketua mafia nomor satu di dunia.


“Maaf jika aku membuatmu ketakutan semalam. Aku akui aku tidak suka melihat milikku di lirik orang lain” ucap Xander dengan jujur.


“Posesif” lirih Devina dengan suara pelan.


“Ya itulah diriku” jawab Xander dengan suara tegas.


“Kenapa tuan menyukaiku?” tanya Devina dengan suara lembut.


“Aku tidak tahu karena aku tidak punya alasan kenapa aku menyukaimu. Satu hal yang harus kamu tahu kalau jantung aku berdetak dengan cepat saat bersamamu dan ia hanya memilihmu” jawab Xander dengan suara tegas sambil menaruh tangan Devina di dadanya.


Tes………………


Air mata Devina jatuh tanpa sadar mendengar ucapan Xander yang sama persis dengan ucapan daddynya dulu saat ia bertanya kenapa daddynya menyukai mommynya.


“Jangan menangis karena hati aku sakit melihat kamu menangis sayang” ucap Xander dengan suara lembut sambil menghapus air matanya.


“Aku hanya orang kecil dan tidak pantas untuk di cintai…………..hiks hiks hiks” ucap Devina sambil menangis merasa insecure.


“Aku tidak perduli jika orang itu miskin atau kaya karena yang aku tahu hati aku memilih orang itu dan aku mengikuti kata hatiku” ucap Xander dengan suara lembut.


Hiks………………..hiks…………………hiks………………


Devina menangis histeris mendengar ucapan Xander yang tak ia sangka akan mendengar ucapan seperti itu dari orang paling kaya di dunia. Xander lalu memeluk Devina sambil mengelus kepalanya dengan lembut untuk menenangkannya.


“Tatap mata aku dan jawab pertanyaan aku” ucap Xander dengan suara tegas.


“Apa kamu mau menjadi kekasihku dan belajar bersama mencari tahu apa arti sebenarnya cinta itu denganku?” tanya Xander dengan suara tegas dan dingin.


Devina melihat langsung ke mata Xander mencari kebohongan dari setiap ucapan sedari tadi tapi tidak ada dan hanya ada kejujuran disana. Ia lalu mengangguk kepalanya sebagai jawaban untuk pertanyaan Xander barusan.


Cup…………….


Xander mencium bibir Devina dengan sangat lembut meluapkan semua kebahagiannya lewat ciuman karena pernyataan cintanya di terima oleh Devina.


Tanpa Xander sadari ternyata ada beberapa orang yang mengintainya dari depan apartemen menunggu apa yang sedang dilakukannya disana.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue………………..


__ADS_2