Heartless 2

Heartless 2
Chapter 182


__ADS_3

🍁Status sosialmu memang tinggi tapi sayang mulutmu menunjukkan seberapa rendah dirimu🍁


.


.


.


.


Hampir 1 jam lebih Vincent berkutat di dapur markas membuatkan sandwich untuk semua saudaranya.


Victor dan lainnya yang mencium bau harum dari keju dan minyak zaitun seketika mendadak lapar. Mereka sudah tidak sabar ingin mencicipi masakan Vincent.


"Makanannya sudah selesai" ucap Vincent sambil menaruh sepiring sebesar berisi sandwich di atas meja.


Tak berapa lama pak Max datang bersama pelayan membawa salad dan juga minuman untuk mereka semua, karena tadi Vincent juga sempat membuat salad menjadi makanan pendamping sandwich.


"Wah ka Vincent terima kasih ya" ucap Katy dengan suara lembut.


"Ayok cobain. Jika tidak enak jangan dimakan" balas Vincent.


"Iya ka" balas Katy.


"Vin sumpah ini enak banget. Rasanya persis dengan sandwich buatan aunty Chloe" puji Leon dengan jujur.


"Baguslah jika rasanya enak" ucap Vincent.


"Ah! Enak banget twin. Kamu memang TOP banget" puji Victor sambil mengangkat kedua jempolnya.


"Cepat habiskan jangan mengeluh lapar lagi" balas Vincent.


"Oke twin"


"Ka Vincent ini sangat enak" ucap Henry.


"Benar yang di bilang Henry ka. Rasanya sangat enak ka" tambah Lili.


"Baguslah jika rasanya enak" ucap Vincent.


Vincent lalu menyuruh pak Max untuk menyimpan beberapa sandwich dan salad buat istrinya. Tak lama Xander dan David yang sudah selesai membahas penjagaan keamanan di markas segera menghampiri mereka.


"Kalian sedang makan apa?" tanya David dengan suara dingin.


"Ka ayok cobain sandwich dan salad buatan Vincent. Rasanya sangat enak ka" ajak Leon.


"Beneran rasanya enak?" tanya David dengan selidik.


"Beneran ka. Coba aja kakak makan" jawab Leon.


"Rasanya sangat enak sayang" ucap Lili mendukung ucapan Leon.


"Brother ayok cobain juga" ajak Victor.


Pak Max lalu menyiapkan piring untuk keduanya dan memberikan sandwich serta salad untuk mereka. Pada gigitan pertama wajah keduanya terkejut merasakan rasa sandwich yang sangat enak.


"Rasanya enak seperti buatan mommy" puji Xander sambil menatap Vincent.


"Aku dapat resep dari mommy brother jadi rasanya pasti sama" balas Vincent sambil tersenyum lebar.


"Heemmm"


"Rasanya sangat enak tuan muda kedua" puji David.


"Makasih ka David" balas Vincent.


Selesai makan mereka semua lalu berbincang di ruangan santai di lantai dua. Victor yang tidak melihat keberadaan Maxim segera bertanya kepada Katy.


"Sweety dimana kakakmu?" tanya Victor dengan suara lembut sambil mengelus kepala Katy.


Blush...............


Seketika wajah Katy merah padam merasa sangat malu di panggil sweety oleh Victor. Henry yang melihat hal itu langsung menggoda Victor.


"Wah ternyata ka Victor sama Katy pacaran ya" ucap Henry dengan cepat.


"Syut! Jangan keras-keras bocah nanti semua orang tahu" balas Victor sambil tersenyum lebar.


"Aw aw aw! Hatiku berdebar-debar" pekik Henry dengan dramatis.


"Langkahi dulu Maxim baru kamu bisa pacaran dengan Katy Vic" ucap Vincent.


"Itu mah kecil twin" balas Victor dengan sombong.


"Aku rasa tidak Vic. Kita semua tahu kok kalau Maxim dan uncle Bryan tidak menyukaimu jadi jangan bermimpi Vic" ejek Leon.


Brugh..............


"Vic" hardik Leon dengan mata melotot saat Victor melemparnya dengan kotak tisu.


"Lebai baik ka Leon diam saja deh! Tidak usah membuat aku kesal!" bentak Victor dengan kesal.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Semuanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Victor dan Leon yang seperti tikus dan kucing jika bersama.


"Menurutku ucapan Leon ada benarnya juga Vic" tambah Vincent.


"Twin jangan ikutan deh" sarkas Victor dengan kesal.


"Apa yang dibilang Leon dan Vincent memang benar Vic" ucap Xander dengan suara dingin.


"Brother" lirih Victor dengan bibir mengerucut.


"Jika kamu memang benar-benar mencintai Katy maka buktikan ke daddy dan kakaknya" titah Xander dengan suara tegas.


"Aku akan membuktikan ke mereka ka dan aku juga akan mendapat restu dari mereka" balas Victor dengan suara tegas.


"Good"


"Tapi sebelum itu kamu harus menyatakan perasaanmu kepada Katy tuan muda ketiga" bisik David tak mau membuat Katy semakin malu.


"Itu sudah pasti ka" balas Victor sambil tersenyum lebar.


"Kakak kalian lagi bicarakan apa?" tanya Henry dengan penasaran.

__ADS_1


"Ckk!! Mau tahu aja kamu bocah" decak Victor dengan kesal.


"Ka Victor nyebelin" pekik Henry dengan kesal.


"Henry" ucap Lili memperingati adiknya untuk tidak berbicara seperti itu.


"Ckk!!" decak Henry dengan kesal.


Mereka semua tertawa melihat wajah Henry yang sangat jelek jika sedang kesal. Tiba-tiba Xander bangun berdiri mengagetkan mereka semua dengan tatapan berkilat tajam.


"Brother ada apa?" tanya Victor dan Vincent serentak.


"Kalian semua jangan berkeliaran diluar" titah Xander dengan suara dingin.


"Memangnya kenapa brother?" tanya Vincent dengan bingung.


Duar..............duar..........duar...........


Mereka semua seketika kaget mendengar bunyi ledakan yang bergema dari luar sana. Bahkan tembok di markas ikut bergetar saat terjadi ledakan.


Xander dan David bergegas pergi ke ruang kontrol di lantai tiga ingin melihat apa yang terjadi. Sedangkan yang lainnya seketika panik dan bingung ingin melakukan apa.


"Natasha" pekik Vincent dengan suara tinggi mengingat istrinya berada di dalam kamar.


Vincent segera berlari menuju kamarnya untuk melihat keadaan istrinya. Sampainya didalam kamar ia langsung di sambut wajah panik dan cemas sang istri di atas ranjang.


"Kamu baik-baik saja honey?" tanya Vincent dengan khawatir.


"Aku baik-baik saja honey. Apa yang terjadi?" tanya balik Natasha.


"Aku belum tahu honey. Brother baru saja pergi memeriksa" jawab Vincent.


Vincent lalu mengajak istrinya keluar untuk berkumpul bersama keluarga mereka. Sampai di ruang santai semua keluarganya sudah berada di sana.


"Sayang ayok sini duduk sama mommy" panggil Valeria.


"Apa yang terjadi mommy?" tanya Natasha.


"Jangan terlalu dipikirkan baby. Ingat kandunganmu" jawab Valeria.


"Benar apa kata mommy Valeria sayang. Ibu hamil tidak boleh terlalu banyak berpikir" tambah Chloe sambil mengelus kepala menantunya dengan lembut.


"Iya mommy"


"Kamu baik-baik saja kan nak?" tanya Chloe ke Devina.


"Aku baik-baik saja mommy" jawab Devina.


Chloe memeluk Devina menenangkannya karena tahu pasti Devina kaget dengan hal seperti ini. Sedangkan Victor ia memeluk Katy mengatakan untuk tidak khawatir.


"Daddy dipanggil ka David" ucap Leon yang baru saja datang dari ruang kontrol.


"Jaga mommy dan adikmu son" ucap Albert.


"Heemm" deham Leon dengan malas.


"Baby aku ikut Albert. Kamu dan anak-ank disini ya" ucap Xavier dengan suara lembut.


"Iya hubby" jawab Chloe sambil tersenyum manis.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Apa yang terjadi son?" tanya Xavier dengan suara dingin.


"Mereka berhasil mengetahui keberadaan kita daddy" jawab Xander dengan tatapan berkilat tajam.


"Berapa jumlah mereka?" tanya Xavier.


"Belum tahu daddy" jawab Xander.


"Bagaimana mereka bisa mengetahui lokasi kita? Apa ada penyusup disini tuan muda pertama?" tanya Albert dengan penasaran.


"Aku belum tahu uncle tapi yang pasti kita sudah kecolongan saat ini" jawab Xander dengan aura membunuh.


"Bagaimana penjagaan di luar sana?" tanya Thomas.


"Anak buahku sedang menghadang mereka uncle agar tidak bisa sampai masuk ke dalam markas" jawab Xander dengan suara dingin.


"Heemmm"


"David beritahu Christian untuk membom mereka dan hancurkan jet tempur mereka" titah Xander dengan suara dingin.


"Baik bos" balas David.


"Jangan lupa suruh anak buah kita dalam markas untuk berjaga mengelilingi markas" titah Xavier dengan suara tegas.


"Sudah aku perintahkan bos besar"


"Heemmm"


Kring................


Hp Thomas berbunyi ada panggilan masuk dan saat melihat nama Damon ia segera menjawab ya.


^^^"Ada apa Damon?" tanya Thomas membuat semua disana langsung menatapnya.^^^


".........."


^^^"Apa kamu yakin?" tanya Thomas lagi.^^^


"............."


^^^"Baiklah. Jaga putraku disana" titah Thomas dengan suara tegas.^^^


Thomas menahan emosinya melihat panggilannya yang dimatikan sepihak oleh Damon dari seberang sebelum menjawab ucapannya barusan.


"Damon sialan" umpat Thomas dengan kesal.


"Uncle kenapa?" tanya David dengan bingung.


Phew.............


Thomas membuang napasnya dengan kasar mengontrol emosinya sebelum memberitahu mereka mengenai apa yang dikatakan Damon barusan.


"Jumlah mereka ada 5000 orang di luar sana" ucap Thomas dengan suara dingin.

__ADS_1


"Apa" pekik David, Albert, dan Kevin dengan serentak kaget.


"Sial!" umpat Xander dengan kesal.


"David cari orang itu karena ditasnya terdapat alat pelacak" titah Thomas sambil memperlihatkan foto orang yang barusan dikirim Damon.


"Berengsek!" maki David dengan emosi.


Ia bergegas keluar dari sana segera mencari orang yang diberitahu uncle Thomas tadi. Ia tidak menyangka kalau anak buah mereka ternyata kecolongan sehingga membuat musuh mereka mengetahui lokasi mereka.


Setelah menemui orang tersebut dan menghancurkan alat pelacak itu ia bergegas kembali ke ruang kontrol.


Duar............duar..........duar...........


Dor........dor.......dor...........dor..........dor........


Aaarrgghh............


Bunyi ledakan bergema dengan suara tembakan yang bersahut-sahutan dari pihak musuh dan pihak Devil Dragon.


Suara jeritan kesakitan diluar sana membuat para wanita bergidik ngeri merasa ketakutan. Berbeda dengan Valeria yang santai dan menikmati suara jeritan itu.


Valeria lalu pergi ke lantai 4 untuk melihat sekeliling dan memantau pergerakan musuh mereka kali. Ia juga ingin berbicara dengan putranya yang pasti sudah mengetahui hal ini.


Saat sampai di lantai 4 Valeria dengan jelas melihat suasana di luar markas yang sangat mengerikan dengan asap dan kobaran api yang berkobar-kobar didalam hutan.


"Ini tidak bisa dibiarkan" gumam Valeria tak mau pihak mereka gugur.


Bukan tanpa alasan karena ternyata banyak dari pihak Devil Dragon sudah merenggang nyawa, akibat ledakan dari musuh mereka yang belum mereka ketahui itu siapa.


Ia lalu menelpon putranya Mikhail untuk berbicara apa yang ia pikirkan sedari tadi, dan pada panggilan ke tiga barulah putranya menjawab panggilannya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Mommy" ucap Mikhail dengan suara dingin dari seberang.


^^^"Apa yang terjadi sama kamu son?" tanya Valeria dengan khawatir mendengar suara sang anak.^^^


"Ada apa mommy menelpon aku?" tanya balik Mikhail dengan suara dingin.


phew.............


Valeria membuang napasnya dengan kasar mendengar ucapan sang anak yang berbalik bertanya kepadamu.


^^^"Apa semuanya baik-baik saja disana?" tanya Valeria dengan suara lembut.^^^


"Heemmmm"


^^^"Mommy yakin kamu sudah mengetahui kondisi mommy dan lainnya saat ini" ucap Valeria.^^^


"Yeah i know mommy"


^^^"Mommy berencana membawa keluarga besar kita ke sana karena disini sudah tidak aman son. Mommy tidak mau mereka mati sia-sia karena kita son" ucap Valeria dengan suara lembut.^^^


"Aku tunggu kedatangan kalian disini mommy tapi tidak ada pelayan satu pun yang boleh ikut" ucap Mikhail dengan suara dingin dari seberang.


^^^"Terima kasih son"^^^


"Iya mommy"


Mikhail lalu mematikan panggilannya sepihak, melihat hal itu Valeria bergegas kembali ke dalam untuk memberitahu semua itu.


Sampainya di lantai dua Valeria menatap semuanya dengan kening berkerut melihat seperti ada ketegangan.


"Honey" panggil Valeria kepada suaminya.


Thomas memeluk pinggang istrinya dan menyuruh dia untuk diam mendengar apa yang ingin dikatakan oleh Christian.


"Jadi berapa pihak kita yang kehilangan nyawa Christian?" tanya Xander dengan suara membunuh.


"Hampir 3000 orang bos" jawab Christian.


"Fu*k you" maki Xander dengan suara tinggi.


"Lalu bagaimana dengan pihak musuh?" tanya Xavier dengan cepat.


"Terisa 500 orang saja bos besar tapi" ucap Christian yang dipotong Albert.


"Tapi apa Christian" potong Albert.


"Pihak musuh dalam jumlah besar sedang menuju kesini setelah salah satu anak buah kita mengetahui pesan rahasia yang mereka kirim di sana bos" jawab Christian dengan cepat.


"Bunuh 500 orang itu sekarang" hardik Xander dengan suara menggelegar.


"Baik bos" ucap Christian segera berlalu.


"Uncle Ken siapkan pasukan kita untuk menyambut musuh kita yang sedang kesini" titah Xander dengan suara tegas.


"Baik bos"


"Aku sendiri yang akan turun tangan melawan mereka" ucap Xander dengan suara tegas.


"Daddy tidak mengijinkan son" ucap Xavier tak setuju.


"Jangan menghalangi aku daddy" ucap Xander dengan tatapan berkilat tajam.


"Baiklah tapi ingat jangan sampai kamu terluka son"


"Heeemmm"


Sebelum Xander pergi ia menghampiri kekasihnya dan mencium bibirnya didepan semua keluarga besarnya.


Mata Devina melotot kaget melihat apa yang dilakuan oleh kekasihnya barusan. Wajahnya merah padam seperti kepiting rebus merasa sangat malu.


"Aku titip kekasihku daddy" ucap Xander dengan tatapan tajam.


"Jangan khawatir. Daddy akan menjaga mereka seperti adik-adikmu" balas Xavier dengan suara lembut.


Xander dan David segera pergi dari sana dan David sebelum pergi ia juga melakukan hal yang sama ke Lili membuat Lili melotot tajam merasa kesal.


Aura Xander menguar dia seluruh markas membuat semua orang merinding ketakutan merasakan aura Xander yang sangat menakutkan.


Kalian akan aku habisi karena sudah berani menganggu ketenangan aku dan keluargaku, batin Xander dengan tatapan membunuh.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue.............


__ADS_2