Heartless 2

Heartless 2
Chapter 69


__ADS_3

🍁Saat kamu kehilangan semuanya jangan pernah menyerah dan berputus asa ingatlah kamu masih memiliki Allah yang senantiasa ada buat kamu🍁


.


.


.


.


Thomas, Kevin, dan David segera pergi dari sana karena tidak ada yang dibahas lagi. Sedangkan Xander ia masih berada disana karena ada sesuatu yang harus ia bahas dengan daddynya.


"Jangan sungkan minta bantuan daddy jika kamu kesulitan son" ucap Xavier dengan suara lembut.


"Oke dad"


"Apa kamu yakin tidak akan minta bantuan kepada Mikhail?" tanya Xavier dengan tatapan tajam.


"Daddy know about me dad" (papa tahu tentang aku) tegas Xander dengan suara dingin.


"Heeemmm"


"Urusan Vincent aku serahkan ke daddy dan mommy"


"Oke son daddy tahu. Kamu jangan pikirkan mereka karena mereka akan tinggal di sini sampai Vincent wisuda baru mereka pindah ke mansion Vincent" papar Xavier.


"Suruh dia mulai besok memimpin VK company dad" ucap Xavier dengan wajah datar.


"Heemmm"


"Kalau perlu suruh dia buat kerja sama dengan perusahaan istrinya dad" Xander tersenyum penuh arti menatap Xavier.


"Sambil menyelam minum air! Huh" ucap Xavier sambil terkekeh.


"Ada peluang kenapa tidak di manfaatkan dad" balas Xander sambil tersenyum menyeringai.


Keduanya terkekeh memikirkan apa yang mereka bicarakan barusan. Tanpa keduanya sadari ternyata semua pembicaraan mereka di ketahui oleh Mikhail di kamar pribadinya.


~ Kastil King ~


Kastil milik Valeria akhirnya berubah nama menjadi Kastil King karena kastil ini sudah menjadi milik Mikhail.


Hahahaha................


Mikhail tertawa melihat apa yang dibicarakan oleh Xander dan uncle Xavier di ruang kerja uncle Xavier. Damon yang setia berdiri di sampingnya hanya diam menunggu perintah sang King.


"Kalian pikir aku akan membiarkan kalian bisa masuk dengan gampang ke perusahaan sweety" ejek Mikhail sambil tersenyum sinis.


Jari tangannya bergerak dengan lincah di atas keyboard mengirim email ke tangan kanan Natasha yang berada di OlivTech perusahaan milik Natasha yang bergerak di bidang desainer dan produksi body mobil, motor, kapal, dan pesawat.


"Berapa sahamku di perusahaan sweety?" tanya Mikhail dengan suara dingin.


"40% persen King"


"Milik sweety"


"35% dan sisanya milik penanam saham yang lainnya King"


Jari tangannya mengetuk meja sambil memikirkan apa yang ingin ia lakukan di perusahaan milik adiknya, sekaligus membuat perusahaan Vincent susah untuk bekerja sama dengan mereka.


"Apa ada kabar terbaru dari loser dog itu?" (anjing pecundang) tanya Mikhail dengan aura membunuh.


"Untuk saat ini mereka tidak melakukan pergerakan apapun King. Tapi tangan kanan loser dog beberapa kali menemui pemilik club terkenal disana" papar Damon sambil memberikan iPad berisi informasi tentang Ray tangan kanan Light.


"Tujuannya?" tanya Mikhail dengan cepat.


"Mereka mengirim seseorang untuk mendekati Ana sahabat ular tuan muda ketiga untuk menghancurkan pernikahan nona muda King"


"Hehehehe! Jadi mereka ingin fokusku terpecah kepada sweety dan saat itu mereka bisa masuk untuk menghancurkan aku" tebak Mikhail sambil terkekeh.


"Sepertinya begitu King"


"Manusia bodoh! Pantas saja anjing lebih pintar dari dia" maki Mikhail dengan sinis.


"Apa kita perlu bergerak King?" tanya Damon sambil tersenyum menyeringai.


"Biarkan mereka. Aku ingin lihat seberapa licik pemimpin mereka yang pecundang itu"


"Baik King"


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


Damon segera pergi setelah melihat isyarat tangan Mikhail yang menyuruhnya pergi. Ia ingin beristirahat karena sudah 3 hari ia belum tidur sama sekali karena mengurus semua pekerjaan dan pernikahan adiknya.


"Clarisa" lirih Mikhail menatap foto wallpaper Clarisa yang dia ambil sebelum datang.


Tangannya bergerak dengan lincah menekan angka 1 di papan tombol yang sudah dia atur sebagai panggilan cepat ke nomor Clarisa.


"Halo" ucap suara lembut dari seberang.


^^^"Baby" panggil Mikhail dengan suara dingin tapi lembut.^^^


"Khail"


^^^"Heemmm"^^^


"Aku sedang bersiap akan berangkat ke cafe Khail"


^^^"Alihkan ke panggilan video baby" ucap Mikhail dengan cepat.^^^


Tak berselang lama wajah cantik Clarisa terpampang nyata di layar hpnya. Wajahnya belum dipoles apa-apa tapi sudah sangat cantik apa lagi warna mata Clarisa yang sangat indah.


^^^"Biarkan aku menikmati wajah cantik kekasihku 5 menit lagi"^^^


"Kha...il" pipi Clarisa merona mendengar ucapan Mikhail barusan.


Mikhail terkekeh melihat wajah merona sang kekasih yang sangat mengemaskan dari seberang sana. Ada rasa hangat di hatinya melihat senyuman manis Clarisa dan wajah ayunya.


^^^"Jangan pernah berdekatan dengan laki-laki disana baby"^^^


"Aku tahu Khail. Memangnya siapa yang mau dekat dengan gadis cupu sepertiku" ucap Clarisa tak percaya diri.


^^^"Kamu itu cantik di mataku baby dan hanya kamu perempuan yang paling cantik selain mommy aku" tegas Mikhail dengan tatapan tajam.^^^


"Khail"


^^^"Heeemmm"^^^


"Kapan kamu kesini?" tanya Clarisa dengan wajah sendu.


^^^"Nanti" jawab Mikhail asal karena ia belum tahu kapan akan ke Indonesia.^^^


"Oh" ucap Clarisa dengan lesu dari sana.


Entah kenapa Clarisa sangat rindu kepada Mikhail dan sangat ingin berdekatan dengannya, meski awalnya ia sangat takut kepada Mikhail tapi hatinya tak pernah berbohong.


Deg..............


Jantung Mikhail berdetak dengan cepat membaca pikiran Clarisa disana. Dengan cepat ia mematikan panggilannya sambil menormalkan detak jantungnya yang seperti sedang maraton.


"Clarisa" gumam Mikhail dengan suara yang amat lembut.


Perlahan-lahan mata itu mulai tertutup meninggalkan sang kekasih yang berada di Indonesia dengan hati bertanya-tanya.


~ Jakarta, Indonesia ~


Seharian Clarisa mengerjakan pekerjaannya sebagai pelayan cafe dengan tak bersemangat dan sering melamun.


Sejak kejadian pagi tadi Clarisa terus kepikiran dengan Mikhail karena mematikan panggilannya dengan sepihak.


Ingin mengirim pesan ke Mikhail bertanya kenapa panggilannya di matikan tapi dia tak berani. Apa lagi mengingat status perbedaan mereka yang sangat jauh berbeda.


Clarisa loe itu ngak boleh jatuh hati ke dia karena kalian itu sangat jauh berbeda, batin Clarisa menyakinkan dirinya.


Tapi hatinya tak searah dengan otaknya karena hatinya terus berkata jika ia sudah jatuh dalam pesona seorang Mikhail Zeno Parker.


Aarrgghhh.............


Ingin sekali Clarisa berteriak sekencang mungkin mengeluarkan semua kegundahan di hatinya tapi lagi-lagi ia hanya bisa berteriak menjerit dalam hati.


"Hey cupu! Cepat beresin meja nomor 5" hardik Joy seniornya di cafe mix.


"Baik ka" ucap Clarisa dengan patuh.


Ia bergegas menuju ke meja nomor 5 dan membersihkan gelas dan piring di atas meja tak lupa mengelap meja agar kembali bersih dan siap dipakai.


Tring..................


Lonceng di depan pintu berbunyi menandakan ada pengunjung yang datang. Semua mata seketika tertuju kearah perempuan cantik yang baru saja masuk.


Clarisa tak memperdulikan siapa yang baru saja datang karena menurutnya itu tidak penting dibandingkan kerjaannya saat ini.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


"Permisi" panggil perempuan tadi dengan suara lembut dari arah belakang sambil menepuk pundak Clarisa.


"Iya" jawab Clarisa berbalik melihat siapa yang menepuk pundaknya barusan tapi dengan cepat ia menunduk kembali.


"Apa betul nona yang bernama Clarisa Eleanor Baker?" tanya perempuan itu.


"Maaf nama saya Clarisa Eleanor tidak memakai Baker" jawab Clarisa membetulkan namanya.


"Oh maaf saya lupa hal itu nona. Maafkan saya" ucap perempuan di depannya merasa bersalah tapi ada senyum tipis di bibirnya dan hal itu dilihat oleh Clarisa.


"Maaf nona apa saya mengenal anda? Kalau tidak ada yang ingin dibicarakan saya mohon pamit karena saya sedang bekerja" ucap Clarisa dengan suara lembut sambil menunduk.


"Jam berapa pekerjaan nona selesai? Soalnya saya ingin membicarakan sesuatu dengan nona"


"Jam 4 sore nona"


"Baiklah nona kalau begitu saya akan kembali kesini tepat jam 4 setelah anda selesai bekerja"


Clarisa belum menjawab ucapan perempuan tadi tapi ia sudah berlalu pergi, membuat Clarisa bengong melihat orang yang tadinya datang sangat sopan sekali tapi saat pergi ia seperti orang yang berbeda.


~ Mansion Ares ~


Zelena tengah tertidur setelah membaca novel di perpustakaan milik Ares sedari tadi siang. Ia yang tak punya kegiatan apa-apa memilih membaca novel di dalam sana hingga tertidur pulas.


Hpnya berbunyi sedari tadi di sampingnya tapi tak membuatnya terbangun. Nama Querido❀ tertera jelas di layar hpnya hingga panggilannya berakhir.


Pak Tio yang sedang duduk di depan ruang perpustakaan segera mengangkat hpnya yang berbunyi ada panggilan video dari tuannya.


^^^"Halo tu.." ucapan pak Tio terpotong mendengar teriakan emosi dari seberang sana.^^^


"DIMANA KEKASIH GUE SEKARANG" teriak Ares menggelegar dari seberang sana.


^^^"Nona berada di perpustakaan sedari siang tuan"^^^


"Apa! Lalu kenapa dia ngak jawab panggilan gue!" bentak Ares dengan suara tinggi.


^^^"Maaf tuan saya tidak tahu"^^^


"Periksa Zelena sekarang bangsat" maki Ares.


^^^"Baik tuan" ucap pak Tio dengan sopan meski dimaki oleh Ares.^^^


Ceklek...........


Pak Tio mengarahkan kameranya menjadi kamera belakang saat membuka pintu perpustakaan. Wajah cantik Zelena yang sedang tertidur pulas langsung terlihat di layar hp Ares.


Phew...............


Pak Tio mengarahkan kameranya kembali seperti semula sambil menutup pintu dengan pelan agar Zelena tak terbangun. Ia bisa mendengar helaan napas sang tuan dari sana.


"Biarkan dia tidur jangan mengganggunya"


^^^"Baik tuan"^^^


"Sebentar lagi Gery akan mengantar gaun Zelena. Beritahu MUA untuk melayani wanitaku dengan baik" tegas Ares memperingati pak Tio.


^^^"Baik tuan. Tapi maaf tuan tadi nona Zelena sempat berbicara jika ia tidak ingin di rias oleh MUA karena ia cukup handal merias diri tuan" papar pak Tio yang mengingat ucapan Zelena tadi siang.^^^


"Heeemm! Suruh 2 pelayan membantunya"


^^^"Baik tuan"^^^


"Jam 18:30 aku akan menjemputnya jadi suruh Zelena bersiap lebih awal"


Sebelum pak Tio menjawab ucapan Ares ternyata panggilannya sudah dimatikan lebih dulu oleh Ares sepihak.


Waktu berlalu dengan sangat cepat dan tepat sesuai ucapannya jam 18:30 mobil Ares akhirnya tiba di mansion.


Sebelum pulang tadi ia sudah membersihkan diri terlebih dahulu di apartemen agar menghemat waktu untuk menjemput pujaan hatinya di mansion.


"Dimana Zelena?" tanya Ares denan suara dingin.


"Nona Zelena sebentar lagi turun tuan" jawab pak Tio.


Ares memilih menunggu Zelena di ruang keluarga sambil memainkan hpnya membalas pesan sang papa yang menanyakannya dimana.


Tak.........tak.........tak........tak........


Bunyi sepatu high heels bergema menuruni tangga membuat tatapan Ares menatap ke asal suara.


Deg............

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue...............


__ADS_2