
πBerusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah untuk menjadi manusia yang bergunaπ
.
.
.
.
Mendengar ucapan sang mommy mau tak mau keduanya harus mengerjakannya. Chloe sudah menyuruh pak Max agar tak membiarkan pelayan atau penjaga membantu keduanya.
"Ini semua gara-gara brother" ucap Zelena sambil memanyunkan bibirnya.
"Udah jangan manyun gitu bibirnya nanti berubah persis mulut bebek deh princess" ucap Victor sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ihh! Brother Vic" pekik Zelena dengan kesal.
Hahahahaha............
Victor tertawa puas berhasil menjahili adiknya itu, ia sangat puas jika selalu membuat wajah cantiknya menjadi cemberut. Apa lagi bibirnya yang manyun seperti bebek dan pipi bakpaonya, membuat Victor menjadi semakin gemas.
Meski sedang kesal Zelena tetap mengerjakan pekerjaannya, berbeda dengan Victor yang malah menghancurkan tambah tanaman bunga milik Chloe.
"Ya ampun Victor" pekik Chloe dengan mata melotot.
"Kenapa mom?" tanya Victor dengan santai.
"Ini apa maksudnya hah?" tanya Chloe dengan wajah merah padam menahan emosi.
"Loh tadi kan mommy nyuruh buat tanam kembali bunga mommy yang hancur nah itu udah Victor tanam kembali, lalu masalahnya dimana mom"
"Ini bukan tanam kembali tapi kamu malah bikin tambah rusak Victor" ucap Chloe dengan suara tinggi.
Hah..........
Victor menggaruk tengkuknya yang tak gatal mendengar ucapan sang mommy. Zelena yang penasaran lalu melihat apa yang sudah kakaknya lakukan.
Matanya hampir melotot keluar melihat tanaman mawar sang mommy yang semakin hancur. Ia menggelengkan kepalanya melihat sang kakak dengan kasihan, ia yakin sebentar lagi mommynya akan berubah menjadi singa betina.
"Poor brother Vic" (kasihan kakak Vic) ucap Zelena dengan wajah iba.
Bugh.......bugh.......bugh......bugh........
Chloe memukul Victor dengan sapu karena tak tahan lagi dengan kelakuan anaknya itu, Victor tak menyangka ia akan mendapat pukulan dari mommy.
"Aaaarrghhh! Mommy udah dong sakit badan Victor" teriak Victor kesakitan.
"Biarin supaya kamu itu lebih pintar dikit" hardik Chloe.
"Awww! Mom sakit sudah jangan pukul Victor lagi mom! Aaawww.......awww" teriak Victor menggelegar di taman belakang.
"Ayo mom terus pukul biar brother Vic tambah pintar" teriak Zelena mendukung sang mommy.
Xavier yang mendengar ucapan putrinya hanya menggelengkan kepalanya. Sore itu mansion Xavier kembali di penuhi teriakan Victor, Zelena, dan Chloe.
~ Markas Xavier ~
Sampainya di markas Xander dan David langsung di sambut oleh uncle Ken dan uncle Sam. Kedua orang ini adalah orang kepercayaan dari Xavier yang menjaga markas selama ini.
"Selamat datang bos muda" ucap Sam dan ken serentak.
Xander tak membalas ucapan keduanya dan langsung berjalan masuk. Semua anak buah Devil Dragon memberi hormat saat melihat kedatangan bos muda mereka, aura berkuasa seketika menguar di seluruh penjuru markas.
"Dimana dia?" tanya Xander.
"Orang itu berada di ruang tahanan bos muda" ucap uncle Ken.
"Bawa ke ruang interogasi"
"Baik bos muda"
Ken lalu menyuruh anak buahnya untuk membawa orang yang tadi dibawa oleh saudara mereka di perusahaan Wesly. Tanpa sepengetahuan masyarakat jika tim keamanan Wesly Group adalah anak buah Devil dragon.
...π π π π π...
__ADS_1
"Siapa kalian lepaskan aku" teriak seoang pria yang diseret paksa oleh anak buah Ken.
Brugh.............
Pria itu terjatuh di lantai karena di dorong anak buah Ken dengan kasar, ia meringis menahan sakit di sikunya yang robek. Belum lagi tubuhnya yang penuh luka akibat pukulan orang bertopeng tadi.
"Siapa kalian kenapa kalian menangkapku?" tanya Igos.
"Jadi ini tikus yang ingin bermain denganku" ucap Xander dengan senyum menyeringai menatap mangsanya.
Mendengar suara di depannya Igos langsung melihat ke arah suara. Tubuhnya seketika gemetar melihat sosok yang sedang berpangku kaki di depannya sana sambil tersenyum smirk.
Aura kekuasan menguar di dalam sana membuat semuanya menunduk tak berani mengangkat kepala mereka. Mereka tahu saat ini jiwa monster Xander sedang mencari mangsa.
"D....ir......ektur" ucap Igos dengan gemetaran.
"Kamu tahu hal yang paling aku benci di dunia ini?" tanya Xander dengan suara dingin.
"Tidak dire......ktur"
"Pengkhianat" ucap Xander dengan suara dingin dan tatapan matanya tajam seperti elang.
Glek..........
Igos menelan salivanya dengan susah melihat tatapan tajam Xander, bulu kuduknya merinding melihat tatapan itu yang seakan ingin mencabiknya. Tanpa ia sadari tubuhnya semakin gemetaran melihat tatapan mata Xander.
Xander bangun dan melangkah menuju sebuah meja panjang yang berisi bermacam-macam benda tajam. Melihat hal tersebut Igos semakin ketakutan dan merasa jika hidupnya hanya sampai hari ini saja.
"Ikat dia" ucap Xander dengan suara dingin.
"Direktur tolong ampuni saya, direktur tolong ampuni saya kali ini" teriak Igos.
"Tidak ada ampunan untuk seorang pengkhianat dalam hidupku" ucap Xander dengan suara dingin.
Srek........srek........srek......srek......
Arrrghhh..........
Teriak Igos saat wajahnya di tusuk Xander dengan p***u mainannya. Mendengar jeritan kesakitan Igos semakin membuat Xander lebih semangat lagi untuk bermain dengan mangsanya.
Srek............
Aaarrrggghhhh..........
Jeritan panjang Igos hingga tewas membuat Xander menghentikan aksinya. Ia tertawa puas melihat hasil karyanya, David yang sudah baisa melihat kekejaman Xander hanya menatapnya dengan datar.
Sedangkan Ken dan Sam keduanya bergidik ngeri melihat kekejaman Xander yang tak berbeda jauh dengan Xavier. Xander membuka jas dan kemeja yang sudah penuh dengan darah.
Ia lalu bergegas pergi menuju ruangan pribadinya untuk membersihkan diri sebelum pulang. Sedangkan anak buahnya membersihkan mayat Igos dan membuangnya ke peliharaan Xander di belakang markas.
"Bos" panggil David setelah melihat Xander sudah selesai mandi.
"Heemmmm"
"Hacker itu ditemukan tewas tertembak di pelabuhan" ucap David membaca informasi dari tim keamanan Wesly Group.
"Cari alamat rumahnya" ucap Xander dengan emosi.
"Rumahnya hangus terbakar semalam bos"
"Berengsek" teriak Xander.
Ia yakin jika orang di belakang hacker itu yang sudah membunuhnya. Dengan begitu mereka bisa membuat pencarian anak buah Xander menemui jalan buntu.
"Perketat penjagaan keluargaku David"
"Baik bos"
"Siapkan juga mansion dan anak buah untuk princess"
"Maaf bos tapi bos besar sudah menyiapkan semuanya untuk nona muda"
"Kalau begitu suruh pengawal bayangan kita 2 orang untuk princess" ucap Xander dengan suara tegas.
...π π π π π...
__ADS_1
David kaget mendengar ucapan Xander tentang pengawal bayangan kelompoknya. Itu adalah kelompok bayangan yang di ketuai oleh Xander selama ini dan tidak ada satu orang pun yang tahu.
"Apa bos yakin ingin memanggil mereka kesini?" tanya David dengan cepat.
"Suruh 2 orang saja David, apa telingamu itu tuli" hardik Xander dengan suara tinggi.
"Maaf bos"
"Suruh bocah kaca mata tadi untuk mencari tahu siapa yang mengawasiku di cafe tadi"
"Baik bos"
Xander menaruh kedua tangan di dagu memikirkan musuh mereka yang belum jelas siapa mereka. Apa lagi ia harus mengupas tuntas masalah adik bungsunya yang tak main-main.
Melihat sudah jam 19:00 malam Xander dan David akhirnya pulang ke mansion. David mengantar Xander ke mansion Xavier lebih dulu baru ia pulang ke mansion sang daddy.
~ Basecamp VK ~
Saat ini Vincent sedang bersama dengan sahabat dan anggota geng motornya di basecamp mereka yang bernama VK atau Vincent Keandre. Ia yang membangun basecamp ini untuk anggota geng motornya.
"Wajah tampan kamu kenapa Vin?" tanya Alex sahabat Vincent yang baru datang.
"Biasa" ucap Vincent dengan suara dingin.
"Brother kamu sadis juga ya" ucap Alex bergidik ngeri.
"Heemmmm"
Tak lama seorang perempuan berdandan menor memakai pakaian seksi menghampiri mereka. Dengan tak tahu malu ia langsung duduk di sebelah Vincent sambil memeluk lengannya.
"Babe kamu kok tidak ada kabar selama 2 hari" ucap Ana dengan manja.
Ya perempuan itu adalah Ana kakak sepupu Liliana anak Kevin dan Rahel. Semua anggota geng tahunya Ana adalah kekasih Vincent tapi ternyata tidak, yang tahu siapa Ana yang sebenarnya hanyalah Alex dan Jason.
Ana adalah orang yang sangat di benci oleh Xander dan David. Karena keduanya tahu tentang siapa sebenarnya Ana dan apa yang sudah ia lakukan dulu hingga membuat keluarga Xavier dan Thomas hampir saling membunuh.
"Lepas" ucap Vincent dengan suara dingin.
"Babe bahu aku ngilu" ucap Ana dengan wajah kesakitan.
Vincent menahan rasa kesalnya di tempel terus oleh Ana setelah mendengar ucapan Ana yang mengeluh sakit. Ia tak bisa menolak Ana jika sudah berbicara tentang bahu kirinya yang ngilu, itu akan membuatnya merasa bersalah sedari dulu.
"Ana kalau kamu sakit mending kamu ke lantai dua aja buat baring-baring" ucap Jason.
"Babe" ucap Ana bertanya kepada Vincent.
"Kamu ke atas saja" ucap Vincent.
"Baiklah babe, aku ke atas ya" ucap Ana dengan senang.
Ana berlalu pergi dari hadapan ketiganya, melihat hal tersebut Vincent menghembuskan napasnya dengan kasar. Entah kenapa saat berdekatan dengan Ana ia sangat jijik tapi tak bisa menghindar karena kejadian 9 tahun lalu.
"Berengsek" umpat Vincent sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Hahahaha! Tenang dude kita bakal bantuin kamu buat bisa jauh dari Ana" ucap Alex sambil terkekeh.
"Heemmm"
Jason dan Alex sangat tahu sifat Vincent yang risih di dekati oleh Ana. Apa lagi jika ada Zelena mereka akan selalu siap menonton pertunjukan yang selalu menghibur jika keduanya bertemu.
Ting..........
Twin Victor
"Twin pulang nanti singgah apartemenku ya ambil laptopkuπ"
My Princess
"Brother Vin pulang nanti singgah beli pembalut merek XXX yang biasa aku pakai yaπ€"
"Kata brother Vic dengan pizza jumbo pakai toping complete ya brother Vin"
Vincent membaca pesan kedua adiknya dengan kesal karena di perintah seperti pembantu. Padahal keduanya bisa menyuruh pengawal untuk membeli tapi ini malah menyuruhnya.
"Dasar adik laknat kalian berdua" umpat Vincent dengan ketus.
__ADS_1
...π π π π π...
To be continue.................