Heartless 2

Heartless 2
Chapter 139


__ADS_3

🍁Bahagiakanlah orang yang menemanimu disaat sudah dan tinggalkan orang yang hanya ada disaat kamu sukses🍁


.


.


.


.


Air mata Clarisa mengalir dengan deras memikirkan nasibnya dan ia sudah tidak tahu harus berbuat apa. Ingin keluar dari sana tapi ia takut ditangkap oleh orang-orang itu apa lagi ia sudah tidak punya tenaga untuk berlari lagi.


Dor……………dor………………


Bunyi 2 tembakan bergema disana membuat Clarisa kaget bukan main, ia menutup mulut agar suaranya tidak keluar takut jika itu adalah orang yang tadi mengejarnya.


Tak………….…tak………….tak………………..


Bunyi langkah kaki terdengar semakin mendekat ke arahnya membuat Clarisa semakin bergetar ketakutan. Tiba-tiba langkah kaki berhenti tepat di samping kontainer tempat ia bersembunyi sedari tadi.


Krek………………aarrgghh…………….


Bunyi kontainer yang bergeser membuat Clarisa berteriak kaget, dan saat matanya melihat orang didepannya yang sangat tinggi berdiri didalam kegelapan karena menghalangi lampu membuat Clarisa semakin ketakutan.


“Hiks hiks hiks………………..tolong jangan bunuh gue…………….hiks hiks hiks…………gue mohon jangan bunuh gue” pinta Clarisa sambil menangis histeris memohon.


Grep…………………


“Jangan” teriak Clarisa tiba-tiba tangannya ditarik kuat oleh orang didepannya membuat dia berdiri dan berada dalam dekapan.


“Baby” bisik suara yang sangat dikenali Clarisa.


“Khail………hiks hiks hiks hiks” tangis Clarisa pecah mendengar suara orang yang ia pikirkan sedari tadi.


Ia menangis tersedu-sedu melihat orang yang datang menolongnya, Mikhail membuang napas dengan lega karena datang tepat waktu saat baru turun dari jet pribadinya dan mendengar laporan Damon.


Mengenai kekasihnya yang dikejar orang tak dikenal sedang Eksel dan lainnya dihadang musuh saat di tengah perjalanan.


“Mere…..ka ing……in mencu……….likku hubby” lirih Clarisa mengadu dengan suara terbata-bata.


“Kamu sudah aman baby” ucap Mikhail dengan suara lembut sambil mengelus kepala Clarisa dengan lembut.


Mikhail lalu mengendong Clarisa keluar dari sana dan saat sampai di luar mata Clarisa melotot melihat ada 2 mayat yang bersimbah darah karena peluru tepat di kepala mereka.


Saat matanya menangkap keberadaan sang sopir seketika tubuhnya gemetar ketakutan.


“Khail……….hiks hiks hiks…….dia orang yang ingin menculikku………..hiks hiks hiks” ucap Clarisa sambil menunjuk sang sopir.


“Nona maafkan saya. Tapi saya di kurung di gudang kampus saat menunggu nona dan saya tidak terlibat dengan orang yang ingin menculik anda” ucap sang sopir dengan suara tegas.


“Khail” panggil Clarisa dengan suara bergetar.


“Dia berkata jujur baby. Lihat orang itu dia memakai topeng kulit sehingga wajahnya seperti sopir kamu” tunjuk Mikhail ke mayat di depannya.


Clarisa melepas pelukannya dan berbalik melihat orang yang ditunjuk oleh Mikhail barusan dan benar saja wajahnya persis dengan sang sopir dan tak lama Damon merobek kulit orang itu sehingga wajah asli terlihat.


Ishhh…………….


Clarisa meringis membuat Mikhail menatapnya dengan tajam dan saat melihat kakinya seketika wajahnya mengelap, membuat udaranya disana terasa menipis dan membuat semua anak buahnya bergetar ketakutan begitu pula dengan Clarisa.


“F**k” maki Mikhail dengan suara menggelegar.


Bugh………………bugh……………….bugh………….


Mikhail menendang kepala kedua mayat itu hingga hancur membuat Clarisa seketika muntah tak kuat melihat semuanya itu. Dengan sekali hentakan Mikhail mengendong Clarisa membawanya pergi dari sana.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Didalam mobil Mikhail merobek kain batik yang digunakan oleh Clarisa hingga sebatas paha membuat Clarisa sangat malu karena mereka bersama dengan sopir dan Damon disana.


“Khail” panggil Clarisa dengan suara pelan.


“Diam” ucap Mikhail dengan suara dingin dan tegas membuat Clarisa seketika menunduk.


Mikhail menekan tombol sekat didepannya agar sopir dan Damon tidak melihat Clarisa yang memakai pakaian sangat pendek dibelakang sana karena dirobek olehnya barusan. Ia lalu membersihkan luka di kaki Clarisa dengan air agar tidak infeksi.


~ Puri Orchid Apartemen ~


Sampainya di apartemen Clarisa segera diobati oleh dokter Luisa yang sudah diberitahu oleh Damon untuk menunggu mereka di apartemen.


Setelah selesai mengobati lukanya Clarisa lalu membersihkan diri yang dibantu Mikhail karena kakinya tidak boleh terkena air dulu.


“Apa kamu sudah mengantuk baby?” tanya Mikhail dengan suara lembut.


“Belum Khail dan terima kasih sudah datang tepat waktu menolongku hubby” jawab Clarisa dengan suara lembut.

__ADS_1


Cup……………


Mikhail tak mengatakan apa-apa malah mencium bibir Clarisa dengan lembut membuat Clarisa kaget, karena belum terbiasa dengan ciuman kekasihnya yang tiba-tiba saja.


“Selamat buat kelulusanmu baby” ucap Mikhail sambil melepas ciumannya.


Clarisa meraba lehernya yang terasa dingin karena baru saja Mikhail memakaikannya kalung saat menciumnya. Ia melihat Mikhail sambil tersenyum tulus dan memeluknya dengan erat.


“Terima kasih hubby” ucap Clarisa dengan bahagia.


“Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan ke kamu baby” ucap Mikhail sambil mengendong Clarisa keluar dari kamar.


Keduanya segera keluar dari apartemen dan naik lift menuju rooftop dan sampai di rooftop Clarisa bingung melihat seluruh kota dalam keadaan gelap.


Tiba-tiba saja matanya seakan ingin keluar dari tempatnya melihat tulisan yang berjejer rapi saat lampu tiba-tiba menyala.


“Hubby ini” ucap Clarisa dengan kaget tak bisa melanjutkan kalimatnya saat berbalik ke belakang melihat Mikhail yang sudah berlutut satu kaki sambil menunjukkan cincin black heart yang ia desain sendiri.


“Aku bukan pria romantis dan aku ini egois dan dingin kepada semua orang tapi tidak untuk dua wanita yang aku cintai dalam hidupku yaitu mommy aku dan kamu baby. Satu-satunya wanita yang sudah berhasil menggetarkan hati dingin aku selama ini dan membuat aku mengerti apa itu cinta. Baby apa kamu mau ingin mengajari aku tentang cinta yang sebenarnya dengan sebuah ikatan sakral dan membangun keluarga kecil kita sendiri? Will you marry me Clarisa Eleanor” ucap Mikhail dengan suara lembut dan tulus dari hatinya.


Tes……………..


Aira mata Clarisa mengalir tak bisa berkata apa-apa membuat Mikhail sudah berpikir berbagai kemungkinan dan jawaban apa yang akan diberikan oleh Clarisa, apa lagi ia sangat sadar jika ia bukan pria romantis seperti kebanyakan orang.


“Yes i will” ucap Clarisa sambil mengangguk kepalanya.


Grep………….


Mikhail menarik Clarisa ke dalam pelukannya dan langsung mencium bibirnya dengan rakus meluapkan semua kebahagiannya saat ini. Bunyi kembang api meledak di langit membuat Clarisa merasa sangat senang malam ini.


Ia tidak akan berpikir berkali-kali untuk menerima lamaran Mikhail apa lagi selama ini hanya Mikhail yang selalu memberikannya kenyamanan dan kekuatan untuk bisa tegar menghadapi begitu banyak drama dalam hidupnya.


“I LOVE YOU BABY” bisik Mikhail setelah ciuman keduanya terlepas.


“I LOVE YOU TOO HUBBY” balas Clarisa dengan suara lembut dan senyum tulus.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Malam itu Clarisa senang bukan main tak menyangka akan dilamar oleh kekasihnya hingga ia tersenyum sampai ia tidur. Melihat hal itu Mikhail tersenyum hangat lalu mencium keningnya sebelum keluar menemui Damon.


“Kamu sudah sampai?” tanya Mikhail menatap Teivel.


“Iya King bersama dokter sialan itu” ucap Teivel sambil menunjuk Marcel yang tersenyum lebar melihat Mikhail.


“Semuanya sudah siap King” jawab Teivel dengan cepat.


“Damon kamu sudah bereskan orang-orang itu yang ingin menculik kekasihku?” tanya Mikhail dengan tatapan tajam.


“Sudah King” jawab Damon dengan suara dingin.


“Bawa mereka masuk” titah Mikhail dengan suara dingin.


Tak lama Eksel datang sambil membawa dua orang pria yang hanya memakai baju tidur saja. Keduanya menelan saliva melihat sosok yang sangat mereka kenali duduk berpangku kaki didepan sana dengan wajah datar dan dingin.


“Presdir King” ucap Jason dengan suara gugup.


“Besok aku akan menikahi kekasihku” ucap Mikhail dengan suara dingin.


“Apa” pekik keduanya dengan kaget.


Mikhail menatap keduanya dengan tajam membuat keduanya langsung menunduk, merutuk kebodohan mereka yang melupakan sedang berbicara dengan siapa.


“Aku tidak butuh persetujuan kalian dan hanya ingin memberitahu kalian karena kalian berdua itu kakak bodoh kekasihku” ucap Mikhail dengan sinis.


“Kami tahu presdir. Kami hanya minta tolong bahagiakan adik kami dan jangan membuat dia menangis lagi” pinta Jason dengan tulus.


“Heemmm” deham Mikhail dengan suara dingin.


Keduanya lalu dibawa pergi oleh Eksel setelah Mikhail memberinya isyarat untuk membawa mereka pergi. Sedangkan Mikhail berlalu masuk kembali ke kamar dan mengendong Clarisa keluar karena mereka akan berangkat malam ini juga.


3 Hari kemudian


Saat ini Xander sedang berada di ruang kerja daddy mereka di mansion utama membahas kejadian yang sudah berlangsung selama 3 hari berturut-turut.


“Apa mereka itu geng dari luar kota lagi daddy?” tanya Xander dengan alis sebelahnya terangkat.


“Iya son dan daddy bingung kenapa mereka hanya menyerang mansion saja dan tidak dengan perusahaan kita?” tanya Xavier dengan kening berkerut.


“Itu yang masih membuat aku bingung daddy” jawab Xander dengan suara dingin.


“Apa Teivel masih mengawal uncle Thomas?” tanya Xavier.


“Tidak lagi daddy. Tadi aku baru berbicara dengan uncle dan katanya sudah 5 hari Teivel sudah kembali menjadi asisten King daddy” jawab Xander dengan cepat.


Keduanya diam memikirkan apa maksud serangan orang ini yang menyerang mereka setiap hari di waktu yang sama, dan hanya di mansion mereka saja sedangkan perusahaan dan bisnis mereka tidak diserang musuh mereka.

__ADS_1


Tok………….tok……………..tok……………..


“Daddy” ucap Vincent yang masuk bersama Victor setelah mengetuk pintu ruang kerja daddy mereka.


“Tumben kalian berdua kesini?” tanya Xander dengan kening mengerut.


“Kami juga ingin tahu apa yang brother dan daddy bicarakan” jawab Vincent dengan ketus.


Xander hanya menatap adiknya dengan wajah dingin tak membalas ucapannya barusan. Keempatnya lalu berbicara mengenai penyerangan-penyerangan selama 4 hari berturut-turut.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Brother?” panggil Vincent.


“Heemmm” deham Xander sambil membalas pesan David.


“Apa brother tahu tentang topeng ini?” tanya Vincent sambil menunjukkan gambar yang dikirim Alex barusan.


“Dari mana kamu dapat gambar ini Vin?” tanya Xander dengan tatapan tajam saat melihat topeng yang sangat dikenalinya.


“Ada apa brother? Apa orang-orang bertopeng itu berbahaya?” tanya Victor dengan cepat.


“Kenapa son?” tanya Xavier dengan suara dingin.


“Vincent” ucap Xander dengan suara dingin dan tegas.


“Aku barusan di kirim foto itu oleh Alex brother saat dia melewati Galaxy Company dan V&T Hotel brother” jawab Vincent.


“****” umpat Xander dengan suara tinggi.


Ketiganya saling melirik dan bertanya apa yang terjadi dengan Xander tapi tidak ada yang tahu. Xavier menatap putra sulungnya dengan tatapan tajam yang juga dibalas Xander dengan tak kalah tajam.


“Apa mansion uncle Thomas juga diserang daddy?” tanya Xander dengan suara dingin.


“Sepertinya tidak karena uncle Thomas tidak memberitahu jika mansion mereka diserang son” jawab Xavier.


“Victor hubungi uncle Thomas sekarang” titah Xander dengan suara tegas.


“Oke brother” balas Victor dengan cepat.


Victor segera menelpon uncle Thomas tapi panggilannya tidak diangkat oleh uncle Thomas. Hingga panggilan ketiga barulah panggilannya di jawab.


“Halo” ucap suara perempuan dengan suara lembut dari seberang.


Ehhh…………….


Victor dan lainnya kaget mendengar suara perempuan yang menjawab panggilan uncle Thomas dan berbeda sekali dari suara aunty Valeria.


“Apa uncle berselingkuh daddy” bisik Vincent kepada Xander.


Bugh…………


“Daddy” pekik Vincent dengan kesal saat kepalanya di pukul Xander.


“Jangan bicara aneh-aneh kamu Vin” ancam Xander memperingati putra keduanya.


“Ckk!!” decak Vincent dengan kesal.


Xander memberi isyarat kepada Victor untuk meladeni orang diseberang sana dan menanyakan kenapa hp uncle Thomas berada di dia.


^^^“Kamu siapa? Kenapa kamu yang menjawab telpon uncle Thomas?” tanya Victor dengan suara tegas.^^^


“Ka Victor” ucap suara lembut dari seberang sana membuat Victor kaget karena mengenali suara ini.


^^^“Katy” ucap Victor dengan kaget.^^^


“Iya ka ini Katy. Uncle Thomas yang nyuruh aku jawab panggilan kakak karena uncle sedang menemani aunty Valeria bermain dengan kedua kesayangan aunty” ucap Katy menjelaskan.


^^^“Oh gitu ya. Aku pikir kamu itu selingkuhan uncle” ucap Victor sambil terkekeh.^^^


“Ishhh! Ka Victor” ucap Katy dengan suara merajuk kesal dari seberang.


Hehehehe……………


Victor terkekeh mendengar suara merajuk Katy dari seberang tanpa sadar jika saat ini ketiga orang didepannya sedang menatapnya dengan dingin karena ia lupa apa yang hendak ia lakukan.


Eeehhmmm……………..


Victor seketika tersadar saat mendengar dehaman kakaknya Xander yang sedang menatapnya dengan wajah dingin dan datar seakan ingin menelannya hidup-hidup.


Mati kamu Victor, batin Victor sambil menelan salivanya dengan susah.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue……………

__ADS_1


__ADS_2