Heartless 2

Heartless 2
Chapter 127


__ADS_3

🍁Cinta sejati yang tulus itu bukan dari orang lain tapi itu semua dari diri kamu sendiri, karena ketika kamu mencintai dirimu dengan tulus barulah kamu bisa mencintai orang lain dengan tulus🍁


.


.


.


.


Berbeda dengan suasana di California saat ini di Jakarta lebih tepatnya di apartemen Puri Orchid. Mikhail menatap kekasihnya yang sedang berdiri di jendela apartemen melihat suasana di luar sana.


Ia tahu jika saat ini Clarisa bukan sedang menikmati pemandangan kota Jakarta di siang hari tapi sedang memikirkan para manusia biadab itu yang sudah menorehkan luka dan trauma dalam dirinya.


Grep………………


“Khail” pekik Clarisa dengan suara tinggi karena kaget.


“What do you call me baby?” (kamu memanggil aku apa sayang) tanya Mikhail dengan tatapan tajam dan suara dingin.


“Maaf hubby aku keceplosan karena kaget” jawab Clarisa dengan suara pelan.


“Biasakan untuk memanggil aku hubby baby. Dan untuk panggilan Khail lebih cocok saat kita di ranjang saja” goda Mikhail.


“Issh! Hubby” hardik Clarisa dengan mata melotot tajam mendengar ucapan kekasihnya yang sangat vulgar.


Hehehehe………………..


Mikhail terkekeh melihat wajah kekasihnya yang sedang kesal dan menurutnya itu sangat mengemaskan. Ia memeluk Clarisa semakin erat karena sejam lagi ia akan pergi ke Rusia bersama Damon sedangkan Teivel sudah berangkat ke Tokyo untuk misinya.


“Hubby” panggil Clarisa dengan suara lembut.


“Heeemmm” deham Mikhail sambil mengendus leher Clarisa.


“Aku ingin bicara serius hubby” ucap Clarisa yang merasa geli karena kelakuan kekasihnya itu.


“Katakan saja baby” ucap Mikhail dengan santai.


Phew……………


Clarisa membuang napasnya dengan pelan, karena ia yakin Mikhail tak akan melepaskannya dan terus melakukan kegiatan favoritnya untuk memberi tanda kepemilikannya di sekitar lehernya.


“Mereka menemuiku hubby” ucap Clarisa dengan napas berat.


“Aku tahu baby” balas Mikhail sambil membalik tubuh Clarisa sehingga keduanya berhadapan.


“Kenapa? Kenapa mereka bisa mengetahui dimana tempat aku bekerja hubby? Apa yang sebenarnya mereka inginkan dariku hubby?” tanya Clarisa beruntun karena sangat penasaran.


“Apa kamu ingin mengetahuinya baby?” tanya Mikhail dengan suara dingin.


“Iya hubby” jawab Clarisa dnegan suara tegas.


Mikhail lalu menuntun Clarisa ke ruang tengah agar mereka bisa duduk dan tak lupa memanggil Damon. Clarisa yang melihat Damon didepannya bergidik ngeri melihat wajah datarnya apa lagi mata merahnya itu.


“Jangan takut baby karena Damon tidak akan pernah menyakitimu melainkan dia akan melindungimu” ucap Mikhail yang membaca pikiran Clarisa.


“Heeemm” deham Clarisa sambil mengangguk kepalanya.


“Jelaskan” titah Mikhail dengan suara dingin sambil memeluk Clarisa dengan posesif dan memainkan jari tangannya.


“Seluruh keluarga Baker tidak mengetahui jika nona adalah anak yang pernah mereka buang. Kedatangan mereka ke King Diamond semata-mata karena ingin menemui Clarisa Eleanor karena ingin meminta maaf demi perusahaan mereka yang dibuat gulung tikar oleh King nona” papar Damon menjelaskan.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


“Hah! Mikhail” ucap Clarisa dengan kaget.


“Ckk!!” decak Mikhail dengan tatapan tajam tak suka mendengar ucapan kekasihnya itu.


“I mean hubby” (maksud aku sayang) ralat Clarisa dengan cepat.


“Iya nona” balas Damon dengan singkat.


“A while. Kenapa hubby membuat perusahaan mereka bangkrut lalu bagaimana dengan pekerja disana?” (sebentar) tanya Clarisa dengan cepat.


“Ckk!! Jangan memikirkan orang lain baby! Pikirkan saja dirimu saat ini” ketus Mikhail dengan suara dingin.


“Hubby jelaskan kenapa kamu membuat perusahaan mereka bangkrut” tegas Clarisa.


“King melakukan itu karena mereka sudah membuat nona mengalami trauma selama ini. Untuk perusahaan mereka sudah diambil oleh King hanya mendepak keluarga Baker dari perusahaan mereka sendiri nona” papar Damon menjelaskan lebih rinci.


Clarisa diam memikirkan semua penjelasan Damon tapi masih ada yang mengganjal di pikirannya, yaitu ia yakin kalau kekasihnya itu tidak akan melepas keluarganya begitu saja.


“Sesuai yang kamu pikirkan baby aku memang tidak melepaskan mereka” ucap Mikhail sambil tersenyum penuh arti.


“Apa yang kamu lakukan kepada mereka hubby?” tanya Clarisa dengan penasaran.


“Kamu akan tahu setelah kamu berhasil mengatasi traumamu baby” jawab Mikhail dengan suara tegas.


“Tapi”


“Aku tahu kamu masih memimpikan mereka setiap malam baby dan aku tidak mau kamu selamanya seperti itu” potong Mikhail dengan cepat dan suara tegas.


Clarisa diam tidak membantah lagi karena apa yang dibilang kekasihnya memang benar seperti itu, karena selama ini ia masih memimpikan semua kejadian di masa lalunya.


“Jika kamu sudah berhasil mengontrol traumamu aku akan membawa kamu bertemu mereka langsung baby” ucap Mikhail dengan suara lembut.


“Iya hubby”


“Hah! Kamu akan pergi hubby” lirih Clarisa dengan sendu.


Mikhail memberi isyarat kepada Damon untuk keluar karena ia tidak ingin Damon melihat kemesraan mereka. Clarisa sendiri menunduk tak ingin Mikhail melihat matanya yang sudah berkaca-kaca.


“Aku harus pergi untuk mengurus orang-orang itu karena jika tidak kamu dan keluargaku akan dalam bahaya seumur hidup baby” ucap Mikhail sambil mengangkat dagu Clarisa sehingga mata keduanya bertatapan.


“Hiks hiks hiks………………janji kamu akan pulang kan Khail” ucap Clarisa sambil menangis.


“I’m promise baby” (aku berjanji sayang) ucap Mikhail dengan suara tegas.


Grep………………


Clarisa memeluk kekasihnya dengan erat menahan tangisnya agar tidak semakin pecah sedangkan Mikhail yang tahu kekasihnya menahan tangis hanya bisa mengelus punggungnya menenangkan Clarisa kalau semuanya akan baik-baik saja.


“Persiapkan dirimu baby karena aku kembali ada sesuatu yang ingin aku katakan” ucap Mikhail dengan suara lembut.


“Baik hubby”


Cup……………………


Mikhail mencium bibir Clarisa dengan sangat lembut sebelum ia berangkat ke Rusia untuk menjalankan rencana besarnya untuk Light dan membuat orang yang selama ini mendukungnya keluar dari persembunyiannya.


~ Mansion Sean Rahardian ~


Saat ini Zelena sedang berada di mansion papanya Ares, karena ingin memberikan hadiah yang ia beli untuk papa kekasihnya saat di California sedangkan Ares ia sudah pergi ke perusahaan karena ada meeting penting.


“Bagaimana liburan kamu disana nak?” tanya Sean dengan suara lembut.


“Sangat seru dan menegangkan papa” jawab Zelena dengan cepat.

__ADS_1


“Menegangkan?” tanya Sean dengan wajah bingung.


Zelena lalu menceritakan apa yang terjadi selama mereka berada di California dari saat ia sampai di mansion utama keluarganya hingga pulang kembali ke Indonesia tanpa ditutupi sedikit pun.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Sean yang mendengar cerita Zelena hanya bisa tercengang tak menyangka jika anaknya dan kekasihnya akan mengalami hal seperti itu. Apa lagi saat keduanya dihadang musuh dan mereka hanya membawa anak buah sebanyak 30 orang.


“Kalian tidak kenapa-napa kan?” tanya Sean dengan cemas.


“Kita baik-baik saja pa dan ngak ada lecet atau apapun”  jawab Zelena dengan santai.


“Kamu ngak takut mengalami kejadian seperti itu nak?” tanya Sean dengan penasaran.


“Ngak pa. Lagian ada querido yang menjaga aku kok” jawab Zelena sambil tersenyum bahagia.


“Baguslah”


Sean bernapas dengan lega mendengar jawaban kekasih anaknya karena setahunya hanya sebagian perempuan saja yang bisa menerima keadaan kekasihnya yang selalu di buru musuhnya setiap saat karena bisnis.


“Nak Zelena apa kamu tahu identitas Ares yang sebenarnya?” tanya Sean dengan suara dingin.


Sebelum menjawab pertanyaan papa Sean, Zelena memutar kepalanya melihat keadaan di taman samping tempat mereka berada tak ingin ada yang menguping atau mendengar ucapan keduanya.


“Papa tahu juga ya identitas querido yang seorang mafia” bisik Zelena dengan suara pelan.


Eehhh…………


Sean kaget tak menyangka jika Zelena mengetahui latar belakang putranya yang selama ini hanya ia dan asisten Ares saja yang tahu. Ia yakin kalau Zelenalah yang bisa mengontrol emosi dalam diri anaknya itu.


“Papa tahu nak”


“Oh” balas Zelena dengan singkat.


“Kamu ngak takut?” tanya Sean dengan penasaran.


“Ngak pa. Lagian daddy aku dan keluarga besar aku juga seorang mafia” jawab Zelena keceplosan.


Eeehhh……………


Zelena menatap Sean sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal dan memberi isyarat untuk tidak memberitahu siapapun mengenai hal ini karena ini sangat rahasia.


Sean hanya mengangguk kepalanya karena memang ia sudah tahu latar belakang keluarga Wesly selama ini.


“Ternyata tamu papa perempuan cupu ini ya” ucap Daniella dengan sinis.


“Daniella!” bentak Sean dengan suara tinggi.


“Heh! Nenek lampir! Mata loe buta ya lihat gue yang cantik kayak bidadari gini dibilang cupu” hardik Zelena dengan nada angkuh.


“Apa loe bilang? Nenek lampir!” bentak Daniella.


“Iya nenek lampir. Muka loe itu udah kayak vampir cina yang pakai tepung sekilo belum lagi dandanan loe yang menornya kayak badut itu. Heran deh gue perusahaan mana sih yang bisa pakai model hancur kayak loe ini” ejek Zelena dengan sinis.


“Loe” tunjuk Daniella dengan rahang mengeras.


“Apa perusahaan naungan loe itu buta ya? Kalau gue CEO disana udah gue pecat model ngak jelas kayak loe karena hanya bikin perusahaan rugi banyak” hina Zelena dengan nada angkuh.


“Bangsat loe an***g” maki Daniella dengan suara tinggi.


Plak…………….


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue…………….


__ADS_2