
πTerkadang kita diuji bukan untuk menentukan kelemahan kita, tetapi untuk menemukan kekuatan kitaπ
.
.
.
.
Tok..........tok.........tok.........tok........
Marco tersentak dari pemikirannya saat ada yang mengetuk jendela mobilnya. Ia berbalik melihat siapa yang mengetuk, dengan cepat ia membuka pintu untuk orang tersebut.
"Maaf ya udah buat kamu nunggu lama" ucap Ana dengan suara lembut.
"Tidak apa-apa baby. Meski lama aku akan setia menunggumu" ucap Marco sambil mengedipkan sebelah matanya.
Blush................
Pipi Ana merona mendengar gombalan Marco barusan. Melihat hal itu Marco tersenyum menyeringai dalam hati karena sangat mudah membohongi Ana.
Gadis bodoh mau aja di kadalin, batin Marco sambil tersenyum manis.
"Jangan mengombali aku Marco! Aku itu bukan cewek gampangan seperti yang selama ini dekat dengan kamu"
"Aku hanya seperti ini kepada kamu saja baby" ucap Marco dengan suara tegas.
Glek...............
Ana menelan salivanya dengan susah mendapat tatapan tajam dari Marco yang mengatakan kalau apa yang dia bilang itu semuanya benar.
Ganteng banget tatapan Marco, batin Ana dengan decak kagum.
Marco yang seorang pemain wanita tahu jika saat ini perempuan di depannya itu sedang terpesona akan ketampanannya.
Tak mau membuang waktu dengan cepat Marco menarik tengkuk Ana dan menciumnya dengan kasar dan menuntut.
Mata Ama terbelak melihat apa yang dilakukan oleh Marco barusan. Ingin mendorongnya tapi ciuman Marco yang sangat memabukkan membuat Ana terbuai dan membalas ciuman Marco.
Aarrghhh.........
Teriak Ana tiba-tiba ia ditarik Marco dan mendudukkannya di atas pangkuannya. Marco mencium bibir Ana dengan rakus sambil tangannya menggerayangi tubuhnya.
Ahh........
Des***n Ana bergema di dalam mobil saat tiba-tiba Marco memasukkan miliknya dengan sekali hentakan ke milik Ana. Marco tersenyum smirk menatap Ana yang ternyata sudah tak perawan lagi.
Bit*h, batin Marco sambil menaik turunkan pinggang Ana dengan cepat mencari kepuasan.
Keduanya seakan lupa dimana mereka berada saat ini. Beruntung saat ini parkiran kampus sangat sepi jadi tidak ada yang melihat fenomena mobil bergoyang.
"Kamu sangat nikmat baby" ucap Marco setelah menyemburkan lahar panasnya di perut Ana.
"Heemmm" deham Ana karena kehabisan tenaga.
"I need your help" (aku butuh bantuan kamu) ucap Ana setelah beberapa saat.
"Apapun aku akan membantumu baby"
"Thank's Marco" ucap Ana sambil tersenyum manis.
"Heemmmm! Lalu apa yang harus aku lakukan baby?" tanya Marco dengan suara lembut.
"Menghancurkan pernikahan seseorang" jawab Ana sambil tersenyum smirk.
"Maksudnya?"
"Aku mau kamu mendekati gadis ja***g itu dan buat dia dan suaminya bertengkar. Kalau perlu buat mereka pisah" papar Ana dengan santai.
"Jadi maksudmu aku jadi orang ketiga di pernikahan mereka begitu?" tanya Marco dengan suara dingin.
"Iya" jawab Ana sambil menatap Marco dengan tajam.
"Apa kamu pikir aku ini laki-laki murahan? Jadi bagimu aku itu hanya mainan?" hardik Marco dengan suara tinggi membuat Ana kaget.
"Bukan begitu maksud aku baby. Tenang dulu baby aku hanya ingin kamu menganggu mereka saja dan buat pernikahan mereka hancur" ucap Ana dengan suara lembut.
"Ckk!!"
"Baby please. Aku sangat membenci perempuan jal**ng itu karena dia sudah merebut sahabatku yang kusukai dari kecil" ucap Ana dengan tatapan penuh kebencian.
"Hold on. Apa ini mengenai sahabatmu Vincent Wesly?" tanya Marco.
"Heemmm" jawab Ana sambil mengangguk kepala.
...π π π π π...
__ADS_1
Marco menatap Ana dengan tatapan dingin tapi tidak dengan hatinya yang senang bukan main mengetahui siapa targetnya.
Tanpa aku bersusah payah mendekatimu ternyata kamu sendiri yang meminta aku mendekati kamu, batin Marco.
"Lalu apa yang aku dapat jika membantumu baby?" tanya Marco.
"Aku sepenuhnya" jawab Ana dengan percaya diri.
"Deal baby" bisik Marco sambil mencium telinga Ana.
Tanpa aku membantumu juga aku bakal dapat kamu ja**ng, batin Marco sambil tersenyum smirk.
~ Kos Healing ~
Clarisa menatap mata bengkaknga di depan kaca sambil membuang napas dengan kasar. Semalam entah sampai jam berapa ia menangis dan tertidur di lantai.
Phew................
"Gue udah kayak orang Jepang" lirih Clarisa dengan senyum getir.
Hari ini ia sudah harus ke kampus untuk mengambil jadwal perkuliahannya di semester yang baru. Setelah itu ia akan pergi bekerja di cafe di sore hari.
Setelah mengompres matanya dengan es, Calista bergegas bersiap untuk ke kampus. Tiba-tiba hp Clarisa berbunyi sedari tadi entah siapa yang mengirimnya pesan.
Dengan cepat Clarisa mengambil hpnya yang berada di atas nakas dan melihat siapa yang mengirimnya pesan.
Hah............
Clarisa tercengang melihat notifikasi dari salah satu laman gosip yang dia ikuti selama ini. Jantungnya berdetak dengan cepat membaca berita gosip tentang Mikhail.
...Pewaris bisnis VA Corp yaitu presdir KM ternyata berkencan dengan model asal Spanyol Bela Milano putri tunggal pengusaha properti asal Spanyol....
Tes..........
Air mata Clarisa mengalir dengan deras membaca berita tersebut. Hatinya seperti diremas kuat dan sangat sakit lebih dari kemarin.
"Ternyata loe sama aja kayak laki-laki lain Mikhail.............hiks hiks hiks" ucap Clarisa sambil menangis memukul dadanya yang terasa sakit.
2 Jam kemudian
Puas mengeluarkan semua isi hatinya Clarisa bergegas kembali mengompres matanya dengan es karena ia harus ke kampus.
Selesai bersiap Clarisa bergegas menuju ke kampus tak lupa mematikan hpnya karena tak ingin membaca informasi mengenai kekasihnya yang hanya membuatnya sakit hati.
~ Universitas Karya Bangsa ~
Sampainya di kampus ternyata Clarisa berpapasan dengan Zelena yang baru saja datang. Karena terlalu memikirkan Mikhail membuat Clarisa berjalan tak ada semangat sambil menunduk.
Zelena mengerutkan keningnya melihat sahabatnya yang tak menjawab panggilannya. Padahal keduanya hanya berjarak 4 langkah saja.
"Kenapa tuh anak? Apa dia kesambet ya?" tanya Zelena dengan bingung.
Tin.............tin...............tin.............
"Arrgghh" teriak Zelena kaget mendengar klakson di belakangnya.
Ia berbalik menatap mobil di belakangnya dengan kesal sambil memanyunkan bibirnya ke depan terlihat seperti bebek.
Zelena memutuskan bergegas menuju ke fakultas tak ingin menggubrisnya. Tanpa ia tahu ternyata orang di dalam mobil tadi tersenyum dengan manis.
"Loe makin tambah cantik Zelena" ucap Demian sambil tersenyum manis.
Ternyata orang di dalam mobil adalah Demian Rahardian saudara tiri Ares yang sejak dulu sudah memendam rasa kepada Zelena sejak masih SMA.
"Kenapa loe harus jadi kekasih kakak gue Lena" lirih Demian sambil mencengkram stir mobil dengan kuat.
"Bangsat" maki Demian sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
...π π π π π...
Setelah mengambil jadwal kuliahnya Zelena lalu bergegas menelpon Clarisa tapi nomornya tidak aktif.
"Risa loe dimana sih" ucap Zelena dengan cemberut.
Ehhh............
Zelena terbengong melihat sosok yang sedari tadi dicarinya ternyata baru saja lewat di depannya. Dengan cepat ia menarik tangan Clarisa hingga ia berbalik ke belakang.
"Lele?"
"Loe itu budek ya! Tadi gue manggil loe di parkiran loe tuli ya" ketus Zelena dengan kesal.
"Loe manggil gue Lele? Gue ngak dengar tadi?" tanya Clarisa dengan wajah polos.
"Ckk!! Loe itu aneh banget deh Risa"
"Gue ngak aneh Lele! Gue itu normal" ucap Clarisa dengan cepat.
__ADS_1
"Serah loe deh. Kantin yuk lapar nihbgue" ajak Zelena.
"Ayok"
Keduanya lalu bergegas menuju ke kantin dan tanpa Zelena sadari ternyata dari tadi ada yang memfotonya dengan diam-diam.
Bahkan mereka dengan mudah mengelabui penjaga gelap dan pengawal Zelena karena mereka menyamar menjadi mahasiswa.
"Loe pesan apa Risa?" tanya Zelena setelah tiba di kantin.
"Bakso sama air mineral aja"
"Oke bentar"
Zelena beranjak memesan makanan buat keduanya dan saat mereka pergi Clarisa kaget mendengar ucapan seniornya yang membicarakan tentang geng 4G.
Ternyata ucapan Mikhail tak main-main. Dia membalas mereka hanya karena gue, batin Clarisa bergidik ngeri mendengar ucapan seniornya tentang geng 4G.
"Nih pesanan loe" ucap Zelena menyadarkannya dari pemikirannya.
"Makasih ya Lele"
"Sama-sama"
Keduanya lalu menyantap makanan mereka dengan diam dan sesaat Zelena mengerutkan keningnya mendengar ucapan seniornya dan beberapa orang tentang geng 4G.
"Risa loe tahu gosip yang mereka bicarakan?" tanya Zelena dengan cepat.
"Gue tadi baru dengar waktu loe mesan makanan" jawab Clarisa.
"Ngak nyangka gue! Ternyata Gres dan teman-temannya itu sugar baby. Padahal mereka itu anak orang kaya loh" papar Zelena tak habis pikir.
"Heeemmm"
"Gue penasaran siapa sih yang udah sebarkan berita tentang mereka? Itu orang pasti dendam banget sama mereka secara bukan cuman mereka aja yang di balas tapi keluarga mereka juga"
Uhhukk..........uhhukkkk........uhhukk.......
"Aduh Risa loe kayak bocah aja yang lagi makan! Makan itu pelan-pelan dong jadi keselak kan" dengus Zelena.
"Sorry gue kaget tadi"
"Emang loe kaget kenapa?" tanya Zelena dengan penasaran.
"Sama ucapan loe tentang keluarga 4G"
"Oh gue kirain apaan"
"Emang keluarga mereka kenapa Lele?" tanya Clarisa dengan cepat.
"Mereka bangkrut hanya dalam semalam"
"Apa" pekik Clarisa dengan suara kencang.
"Aduh Risa loe itu kenapa sih dari tadi? Kuping gue sakit tahu" kesal Zelena sambil mencebik bibirnya.
"Ya maaf Lele gue kan kaget"
"Kaget aja loe terus. Kalau gue jantungan loe musti tanggung jawab"
"Jangan ngomong kayak gitu Lele"
"Ckk!!" decak Zelena dengan kesal.
Clarisa hanya tertawa saja memamerkan giginya dengan santai. Keduanya lalu melanjutkan makan mereka sambil berbicara.
Ting................
Zelena mengambil hpnya yang berbunyi dan ternyata ada pesan dari kakaknya Xander.
Brother Xander
"Princess nanti kamu ambil berkas perusahaan di Shine Company"
^^^"Buat apa brother?"^^^
"Mulai minggu depan kamu pantau perusahaan yang ada di Indonesia"
^^^"Tapi brother aku tidak tertarik sama perusahaan"^^^
"Itu akan menjadi milikmu nanti dan jangan membantah princess"
^^^"Baiklah brother"^^^
Zelena menatap malas pesannya yang sudah dibaca sang kakak dengan kesal. Pasalnya ia tidak ingin terjun ke perusahaan tapi malah disuruh belajar tentang perusahaan.
Ah! Malas banget gue ngurus perusahaan, batin Zelena dengan kesal.
__ADS_1
...π π π π π...
To be continue................