Heartless 2

Heartless 2
Chapter 123


__ADS_3

🍁Menegur jangan sampai menghina, mendidik jangan sampai memaki, meminta jangan sampai memaksa, dan memberi jangan sampai mengungkit🍁


.


.


.


.


“Suruh semua anak buah kita untuk bersiap pergi dalam 1 jam” ucap Light sambil tersenyum menyeringai.


“Baik tuan. Tapi bagaimana dengan Lina tuan?” tanya Ray dengan cemas.


“Kita akan mendapatkannya. Aku yakin King sialan itu tidak akan melenyapkan adikku” ucap Light dengan tatapan tajam.


“Jangan remehkan seorang Presdir King Mikhail son” ucap Dev memperingati anaknya.


“I know dad” (aku tahu papa)


“Urusan Lina kita pikirkan setelah pergi dari sini” titah Dev sambil beranjak pergi dari ruang kerja Light.


Light menatap kepergian daddynya dengan tatapan datar dan dingin memikirkan sesuatu yang menganggu pikirannya sejak kejadian di rumah sakit. Apa lagi ia masih mengingat ucapan Valeria yang mengatakan jika wajahnya seperti orang yang ia bunuh di markas mereka.


Semoga apa yang aku pikirkan salah, batin Light dengan gusar.


~ Markas I Black Shadow ~


Aaarrgghh…………..


Suara jeritan bergema didalam sana bersamaan dengan Mikhail yang menusuk pisau kesayangannya tepat di jantung Mega. Semua anggota keluarga Baker kaget bukan main melihat kekejaman Mikhail yang seperti monster kejam.


Jason dan Delon yang duduk di kursi bergetar ketakutan melihat aksi Mikhail yang baru pertama kali mereka melihat aksi pembunuhan secara langsung di depan mata mereka.


“MAMA” teriak Lovely bergema saat melihat mamanya tidak bernyawa lagi.


“Hah! Aku belum puas” ucap Mikhail menatap Sandi Baker sambil tersenyum menyeringai.


“Ja……ngan bunuh aku. Jan…..gan bun……uh aku” ucap Sandi dengan gemetar ketakutan.


Hehehehe……………….


Mikhail terkekeh melihat Sandi yang ketakutan saat menatapnya, bahkan ia sampai kencing di celana. Teivel dan Damon yang melihat hal tersebut tersenyum smirk menatapnya dengan tatapan sinis.


“Cambuk keempatnya” titah Mikhail sambil duduk kembali di kursi kebesarannya.


Damon memberi isyarat kepada 4 orang anak buah mereka untuk mencambuk keempatnya sesuai perintah Mikhail barusan.


Crash………..crash……….crash………..crash………….


Aaarrgghhhh………………..


Bunyi cambukan bersahutan dengan suara jeritan keempatnya membuat Jason dan Delon semakin gemetar ketakutan tak sanggup melihat hal itu. Damon lalu membisikkan sesuatu di telinga Mikhail membuatnya segera pergi dari sana.


Damon lalu memberi isyarat kepada Teivel untuk menghendel mereka semua disini. Teivel yang mengerti isyarat Damon hanya mengangguk kepalanya menjawab isyaratnya.


“Kurung mereke berempat di sel tahanan dan buang mayat wanita tua itu ke peliharaan King” titah Teivel dengan suara dingin.


“Baik bos” ucap anggota Black Shadow serentak.

__ADS_1


“Bagaimana dengan mereka berdua bos?” tanya salah satu anggotanya sambil menunjuk Jason dan Delon.


“Pulangkan ke mansion mereka”


“Baik bos”


“Tunggu” ucap Jason memanggil Teivel yang hendak berlalu pergi dari sana.


Teivel berbalik menatap Jason dengan tatapan tajam seakan memberitahunya untuk tidak membuang waktunya dengan pertanyaan bodoh.


“Siapa orang itu?” tanya Jason dengan gugup melihat tatapan tajam Teivel.


“Presdir KM” jawab Teivel dengan suara dingin.


Deg…………………


Jantung Jason berdetak dengan cepat mendengar nama tersebut yang sudah tidak asing lagi di telinganya meski ia belum pernah melihat wajah asli Mikhail, karena kebanyakan foto Mikhail yang beredar di dunia maya kebanyakan hanya sebagian wajahnya saja.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Apa yang kalian lihat tadi tetap didalam otak kalian saja. Jika sampai hal ini terdengar di luar sana maka hari itu juga adalah hari terakhir kalian bernapas di bumi” ancam Teivel memperingati keduanya.


Jason dan Delon mengangguk kepala mereka paham dengan maksud Teivel barusan dan keduanya memang sudah berjanji, tidak akan menceritakan kejadian ini kepada siapa pun biar itu menjadi rahasia mereka saja.


Sedangkan Mikhail saat ini ia sedang bersama Damon dalam mobil menuju ke apartemen karena dokter Clarisa sudah sampai tapi Clarisa belum sadarkan diri.


“King ada pesan dari asisten kedua tuan muda pertama Wesly yang memberitahu jika tuannya ingin berbicara dengan anda” lapor Damon yang membaca pesan dari Luki.


“Hubungi si bodoh itu” ucap Mikhail dengan suara dingin.


“Baik King”


“Halo” ucap Xander dari seberang.


^^^“Ada apa?” tanya Mikhail dengan suara dingin tak basi-basi.^^^


“Aku mau seluruh informasi sialan itu” jawab Xander dengan suara tak kalah dingin.


^^^“Apa anak buahmu tidak bisa mendapat informasinya?” tanya Mikhail dengan suara mengejek.^^^


“Kamu tahu jawabannya King”


Hehehehe……………….


Mikhail terkekeh membalas ucapan Xander dan ia yakin saat ini pasti Xander sedang menahan emosinya karena ia permainkan.


“Mikhail” desis Xander dengan suara tegas.


^^^“Bodoh” umpat Mikhail dengan sinis.^^^


“F**k” maki Xander yang tak bisa menahan emosinya lagi.


^^^“Damon akan kirim dalam 5 menit lagi dan sebaiknya kamu bergegas jalankan rencanamu itu sebelum terlambat”^^^


Mikhail mematikan panggilan sepihak setelah mengatakan hal tersebut. Ia terkekeh membayangkan wajah kesal dan emosi Xander disana karena panggilannya sudah ia matikan apa lagi ia memberi klue yang tak ia mengerti.


“Bodoh! Sebaiknya kamu bergerak sekarang” ejek Mikhail yang menatap informasi dari X di mansion Light saat ini.


~ Puri Orchid Apartment ~

__ADS_1


Sampainya di apartemen Mikhail menatap dokter Luisa dengan tatapan dingin yang sedang berdiri didepan apartemen sambil menunduk memberi hormat ke Mikhail.


Dokter Luisa lalu ikut masuk ke dalam apartemen setelah melihat isyarat Damon untuk mengikuti mereka. Sampai didalam apartemen Mikhail bergegas masuk ke dalam kamar melihat kekasihnya yang masih tertidur pulas.


Ia lalu keluar dan duduk di sofa di ruang tengah sambil menatap tajam dokter Luisa, yang berdiri didepannya dengan gemetar merasa takut dengan aura yang keluar dari tubuh Mikhail yang sangat mengintimidasi.


“Katakan” ucap Mikhail dengan singkat dan wajah datar.


“Saya sudah melihat rekaman cctv yang di kirim tuan Damon presdir. Setelah melihat rekaman tersebut saya mengambil kesimpulan kalau pemicu trauma nona Clarisa karena ayahnya sendiri presdir” papar dokter Luisa menjelaskan.


“Jadi aku harus membunuh orang itu” ucap Mikhail dengan santai membuat dokter Luisa kaget.


“Uhm! Maaf presdir tapi saya tidak tahu. Menurut saya lebih baik nona Clarisa di jauhkan dari pemicunya dulu sambil kita terus melakukan terapi kepada nona Clarisa agar membantunya bisa mengendalikan emosinya presdir” usul dokter Luisa.


“Berapa kali terapi yang harus dilakukan kekasihku?” tanya Mikhail dengan suara dingin.


“Maaf presdir tapi saya belum bisa pastikan berapa kali nona Clarisa harus terapi hingga sembuh, karena kasus nona Clarisa sudah terlalu lama dan nona Clarisa sendiri yang bisa mengatasi traumanya dengan mengendalikan emosi dalam dirinya presdir” ucap dokter Luisa dengan suara tegas.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Padahal dalam hatinya ia sangat ketakutan melihat reaksi Mikhail yang hanya diam saja tak menjawab ucapannya barusan. Ia takut jika Mikhail tidak menerima penjelasannya barusan dan dipastikan detik ini juga ia hanya akan tinggal nama.


“Mulai besok kamu mulai sesi terapi dengan kekasihku. Laporkan semua perkembangan terapinya” titah Mikhail dengan suara tegas.


“Baik presdir”


“Damon” ucap Mikhail memberi isyarat.


Damon lalu mempersilahkan dokter Luisa untuk keluar dari sana. Sampai di luar ia langsung menyuruh anak buahnya mengantar dokter Luisa ke apartemennya yang juga satu apartemen dengan Clarisa.


~ Bandar Udara Soekarna Hatta ~


Setelah balasan jam akhirnya jet pribadi Ares mendarat di landasan pribadinya di bandar udara Soekarna Hatta. Ia keluar dari jet sambil mengendong Zelena yang sedang tertidur lelap karena waktu sudah menunjukkan pukul 02:00 dini hari.


“Mansion” ucap Ares dengan suara dingin.


“Baik tuan” ucap Gery sambil membuka pintu mobil untuk Ares.


Didalam mobil Ares terus memangku Zelena tak membiarkannya duduk di kursi sampingnya, sedangkan Gery ia menatap pesan yang baru masuk dari anak buahnya.


“Tuan Mr. Yakimo sudah mengibarkan bendera perang untuk melawan kita” ucap Gery.


“Biarkan saja mereka datang karena gue akan sambut mereka” ucap Ares dengan suara dingin.


“Dia bekerja sama dengan Steven Chin untuk menyerang perusahaan kita di Singapura tuan”


“Suruh orang kita disana untuk bersiap dan selalu waspada” titah Ares dengan suara tegas.


“Baik tuan”


“Mulai besok perketat semua pengawalan keluarga besar gue dan juga perusahaan. Kirim anak buah kita buat menyusup didalam geng mereka”


“Baik tuan”


Ares mengepal kedua tangannya sudah tak sabar ingin membalas Mr. Yakimo karena sudah berani bermain-main dengannya. Ia tidak akan pernah melepas musuhnya yang sudah berani mengusiknya atau miliknya.


Tunggu saja pembalasan gue bangsat, batin Arsen dengan tatapan membunuh.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue…………..


__ADS_2