Heartless 2

Heartless 2
Chapter 200


__ADS_3

🍁Apapun yang kamu minta dalam doa dengan sungguh-sungguh maka akan terjawab🍁


.


.


.


.


Jantung Clarisa seperti di tikam pisau membuat dia meremas dadanya yang sangat sakit. Wajahnya sampai memerah menahan rasa yang amat sakit.


Aaaarrghhhh..............


Teriak Clarisa kesakitan tidak kuat menahan rasa sakit di jantungnya. Napasnya satu-satu membuat dia kesusahan untuk bernapas.


Air mata Clarisa mengalir dengan deras memegang perutnya yang tiba-tiba keram bersamaan dengan jantungnya yang sangat sakit. Tubuhnya meringkuk di atas kasur menahan sakit yang amat sakit.


Ya Tuhan.......hiks hiks........hamba mohon selamatkan anak hamba.......hiks hiks hiks, batin Clarisa berdoa dalam hati sambil menangis.


"Sakit.......hiks hiks hiks.......tolo......ng" teriak Clarisa dengan napas satu-satu.


Hosh..........hosh............hosh...........


Napas Clarisa satu-satu merasa seperti tidak ada oksigen disekitarnya. Wajahnya semakin pucat membuat dia seperti mayat hidup.


"Hu.......bby" lirih Clarisa sebelum kesadarannya hilang.


~ Shadow Island ~


Duar................duar.............duar..............


Kilat menyambar di langit sebanyak 3 kali membuat semua orang di Shadow Island kaget bukan main. Apa lagi cuaca di luar sangat panas dan tidak ada tanda-tanda akan turun hujan.


"Tumben kilat di cuaca terik seperti ini" ucap Thomas berdiri di depan balkon lantai 3 melihat ke luar.


Valeria diam saja mendengar ucapan suaminya tidak perduli karena ia sedang membaca laporan masuk di laptop.


"Kejadian ini seperti waktu King lahir tuan besar" ucap Juan yang sedari tadi berdiri di sana sedang memberikan laporan mengenai markas mereka.


Deg.............deg.............deg.............


Jantung Valeria dan Thomas berdetak dengan cepat mendengar ucapan Juan barusan. Keduanya saling melirik seakan sedang memikirkan sesuatu yang sama.


Brak.................


Thomas dan Valeria menendang kursi didepan mereka sambil berlari pergi dari lantai 3 membuat Juan kaget. Meskipun begitu ia juga berlari mengikuti keduanya entah kemana.


Mata Juga melotot tempat yang mereka tuju yaitu ruang kesehatan di arah barat kastil. Dimana itu adalah tempat perawatan King, Marcel, dan Teivel.


"MARCEL ANAKKU" teriak dokter Lauren menggelegar dari dalam kamar rawat Marcel.


"BOS TEIVEL" teriak Luki bergema dari ruang rawat Teivel.


Perasaan Valeria dan Thomas semakin cemas memikirkan kondisi putra mereka. Apa lagi saat mendengar teriakan dokter Lauren dan Luki barusan, membuat keduanya semakin panik.


Brak.................


Valeria membuka pintu ruangan putranya dengan kuat mengagetkan Juan dan Thomas di belakangnya. Saat ketiganya masuk ke dalam air mata mereka jatuh melihat sosok di atas brankar yang sudah membuka matanya.


Mata merah Mikhail menatap ketiganya dengan tatapan tajam dan membunuh. Ketiganya berdiri mematung tidak bisa menggerakkan kaki mereka merasakan aura Mikhail yang sangat mencekam.


"Son...........hiks hiks hiks hiks" panggil Valeria sambil menangis.


Mikhail menutup mata mengontrol emosinya membuat ketiganya bernapas dengan lega.


Grep............


Valeria memeluk tubuh putranya dengan erat merasa sangat senang, akhirnya anaknya sadar juga dari koma selama 5 bulan lebih.


"Jangan tinggalin mommy lagi son.........hiks hiks hiks........mommy tidak bisa melihat kamu seperti ini lagi...........hiks hiks hiks" ucap Valeria sambil menangis histeris.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Mikhail diam tidak berbicara karena tubuhnya masih sangat lemah. Apa lagi selama 5 bulan ia tidak makan atau minum.


"A.......ir" ucap Mikhail dengan suara lemah.


"Honey lepaskan dulu putra kita. Sepertinya dia haus" ucap Thomas yang membaca gerakan bibir putranya.


Valeria melepas pelukannya lalu membantu putranya minum. Benar saja Mikhail menghabiskan satu botol air mineral hingga tandas, karena memang ia sangat haus saat ini apa lagi tenggorokannya kering.


"Mommy" ucap Mikhail tapi suaranya tidak keluar.


Mata Mikahil melotot saat tidak mendengar suaranya membuat Thomas dan Valeria jadi cemas. Mereka lalu menyuruh Juan memanggil dokter William untuk memeriksa keadaan Mikhail.


Sebelum Juan memanggil dokter William ternyata dokter William sudah datang. Ia dengan cepat datang menuju ruangan Mikhail saat mendengar teriakan dokter Lauren dan Luki tadi.


"Periksa anakku" ucap Thomas dengan suara tegas.


"Baik tuan besar" jawab dokter William.


Dokter William lalu memeriksa keadaan Mikhail dari ujung kepala hingga kaki. Tak lupa ia juga melakukan rontgen secara menyeluruh sebelum memberikan penjelasan kepada Valeria dan Thomas .


1 Jam kemudian


Mikhail sudah selesai di periksa dan saat ini ia sedang berada di ruang kesehatan ditemani kedua orang tuanya.


Valeria sedang menyuapi sang anak ditemani suaminya yang tidak akan pernah jauh dari sisinya. Ketiganya menatap dokter William dengan tatapan tajam membuat dokter William gugup.


"Katakan bagaimana kondisi anakku" titah Thomas dengan suara dingin.


"Setelah saya melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada King ternyata kondisi King sama persis seperti yang dialami oleh tuan muda pertama Kendrick tuan besar" papar dokter William menjelaskan.

__ADS_1


"Jadi maksudmu putraku bisu?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Benar master tapi itu bersifat sementara seperti yang dialami tuan muda pertama Kendrick" jawab dokter William.


"Pokoknya aku tidak mau tahu. Cepat sembuhkan putraku seperti dulu kalau tidak aku akan mematahkan lehermu itu!" bentak Thomas dengan emosi.


"Baik t.....uan besar" ucap dokter William dengan gemetar ketakutan.


"Waktumu 1 minggu buat anakku kembali bicara kalau tidak katakan selamat tinggal dunia" ancam Thomas tak main-main.


"Iy.....a tua......n besar" jawab dokter William dengan gugup.


"Pergi" ucap Valeria dengan suara dignin.


Dokter William segera beranjak pergi dari sana untuk melakukan apa yang di suruh Thomas. Ia tidak mau gagal dan kehilangan nyawanya dalam 1 minggu.


Setelah keluar dari ruangan Mikhail, dokter William lalu menuju ke ruangan Teivel dan Marcel untuk memeriksa keadaan mereka.


Tenyata kondisi mereka sama seperti King dan ia juga akan meminta bantuan kepada Marcel untuk membantunya.


"Son daddy senang akhirnya kamu sadar" ucap Thomas dengan bahagia.


"Ayok habiskan makananmu son" ucap Valeria kembali menyuapi Mikhail.


Mikhail menerima suapan dari mommynya tidak membantah meski saat ini matanya terus mencari sosok yang sangat ia rindukan.


Dimana istriku, batin Mikhail bingung.


Ingin bertanya tentang istrinya tapi kondisinya tidak memungkinkan. Apa lagi tubuhnya terasa sangat kaku dan kebas karena tidak di gerakkan selama 5 bulan lebih.


~ Mansion Vincent Wesly ~


Hiks...........hiks........hiks...........


Tangis Natasha pecah saat menerima telpon dari daddynya barusan. Air matanya mengalir dengan deras merasa sangat bahagia karena kakaknya sudah sadar.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Ya Tuhan terima kasih karena sudah membaut ka Mikhail kembali berkumpul bersama kami lagi, batin Natasha mengucap syukur.


Oek.........oek..........oek..........


Tangis baby Winter menggema didalam ruangan membuat Natasha seketika tersadar.


Ia lalu bergegas mengambil baby Winter dari box ranjangnya dan menepuk bokong anaknya dengan lembut agar tidak menangis lagi.


"Jangan menangis sayang" ucap Natasha dengan suara lembut.


Ia lalu menyusui baby Winter agar anaknya diam dan ternyata berhasil. Ternyata bayinya haus sehingga menangis.


"Aku cari-cari ternyata kamu disini honey" ucap Vincent yang baru pulang kerja.


"Bersihkan tubuhmu dulu honey baru cium anak kita" ucap Natasha dengan tegas saat suaminya ingin mencium sang anak.


"Kamu kenapa menangis honey?" tanya Vincent saat melihat mata sang istri yang sembab.


"Tidak apa-apa honey" jawab Natasha.


"Honey" ucap Vincent dengan suara tegas.


"Bersihkan tubuh kamu baru nanti aku ceritain honey" balas Natasha sambil tersenyum manis.


"Heemmm" deham Vincent.


Cup...............


Vincent mengecup bibir istrinya sebelum pergi ke kamar mereka untuk membersihkan diri. Melihat anaknya sudah kembali tidur, dengan perlahan-lahan Natasha menaruhnya di dalam box tempat tidur.


"Jaga baby Winter ya Lena" ucap Natasha menatap pengasuh anaknya.


"Baik nyonya" ucap Lena dengan sopan.


Natasha segera ke kamar mereka untuk menyiapkan baju buat suaminya. Meski sudah punya anak, tapi ia tidak membagi waktu untuk mengurus suami dan putri mereka.


"Sini aku bantu keringkan rambutmu honey" ucap Natasha saat suaminya keluar dri kamar mandi.


Vincent menyerahkan handuk kepada istrinya dan membantu dia mengeringkan rambut. Ia tersenyum manis melihat istrinya yang tetap mengurusnya meski sudah ada putri mereka.


"Terima kasih honey" ucap Vincent sambil memeluk pinggang sang istri.


"Sama-sama honey" balas Natasha sambil tersenyum manis.


Cup................


Vincent mencium bibir sang istri dengan lembut dan lama kelamaan berubah menjadi menuntut. Sore itu ia kembali membuat Natasha lelah melayaninya di ranjang.


"Terima kasih honey" ucap Vincent setelah mencapai puncak.


"Heemmm" deham Natasha merasa sangat lelah.


"Ayok kita mandi bersama honey" ajak Vincent segera mengendong istrinya.


Natasha diam saja membiarkan suaminya mengendong ia ke kamar mandi karena ia sudah tidak ada tenaga lagi.


"Katakan apa yang membuat kamu menangis tadi honey?" tanya Vincent dengan suara lembut.


"Ka Mikhail, ka Teivel, dan ka Marcel sudah sadar dari koma honey" jawab Natasha sambil menyandar di dada suaminya.


"Beneran?" tanya Vincent dengan kaget.


"Iya honey tapi kata daddy keadaan mereka seperti ka David yang mengalami bisu sementara" jawab Natasha dengan sedih.


"Jangan sedih honey. Aku yakin ka Mikhail akan segera bisa bicara kembali"

__ADS_1


"Heemm! Tadi kata daddy ka Mikhail akan bicara kembali dalam 1 minggu"


"Aku yakin daddy mengancam dokter William honey" tebak Vincent.


"Hehehehe! Kamu benar honey" balas Natasha sambil terkekeh.


Keduanya lalu kembali melanjutkan acara mandi mereka sambil bercanda. Tanpa Natasha sadari kalau ada masalah besar yang akan segera mendatanginya sebentar lagi.


~ Desa Wisata Cibiru Wetan ~


"HUBBY" teriak Clarisa tersadar dari pingsannya.


"Dek kamu ngak kenapa-napa kan?" tanya Delon yang kaget saat adiknya berteriak.


"Ka Galon.........hiks hiks hiks" ucap Clarisa sambil menangis.


Grep...................


Delon memeluk adiknya dengan erat yang sedang menangis. Ia merasa senang karena akhirnya adiknya sadar setelah pingsan selama 1 hari sejak ia datang.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Jangan menangis lagi dek. Kakak ada disini untuk loe" ucap Delon sambil mengelus kepalanya dengan lembut.


"Hubby" lirih Clarisa dengan suara lemah.


"Tenang ya. Kakak yakin presdir King akan segera sadar dan berkumpul bersama loe lagi dek" ucap Delon dengan suara lembut.


Hiks..........hiks..........hiks..........


Tangisan Clarisa semakin pecah mengingat suaminya. Apa lagi saat ini ia sangat ingin sekali memeluk suaminya dan mencium harum tubuhnya.


Hubby gue kangen, batin Clarisa dengan sedih.


~ Shadow Island ~


Mikhail memegang jantungnya yang terasa sangat sakit saat menjalani terapi otot di ruang latihan.


"King anda baik-baik saja?" tanya dokter William yang melihat Mikhail seperti menahan sakit.


Mikhail menunjuk jantungnya yang terasa sangat sakit membuat dokter William segera memeriksa kondisinya.


"King jantung anda baik-baik saja dan tidak ada masalah apapun" ucap dokter William menjelaskan dengan bingung.


Baby, batin Mikhail mengingat nama sang istri.


Rahangnya mengeras karena ia yakin sakit ini berhubungan dengan sang istri. Mata merahnya berkilat tajam menatap dokter William seakan ingin mencabik-cabiknya.


"Cepat sembuhkan tubuhku sebelum aku mencabikmu" ucap Mikahil dengan emosi meski tidak mengeluarkan suara.


"Ba........ik King" jawab dokter William yang membaca gerakan bibir Mikhail.


Glek.................


Berkali-kali ia menelan salivanya dengan susah merasa takut dengan aura Mikhail. Meski saat ini Mikhail belum bisa berjalan dan berbicara tapi auranya sangat menakutkan.


Wil sebaiknya kamu segera membuat obat yang aku suruh sebelum kamu mati di tangan King, batin Marcel menatap sahabatnya dengan kasihan.


1 Minggu kemudian


Sesuai waktu yang di berikan oleh Thomas akhirnya dokter William sudah selesai membuat ramuan obat untuk Mikhail, Marcel, dan Teivel.


"Son" ucap Valeria dengan syok.


Bagaimana tidak, saat ini Mikahil sudah bisa berjalan kembali dengan normal dan memeluk mommynya dengan erat.


"Mommy" ucap Mikahil dengan suara lembut.


"Hiks hiks hiks.........kamu sudah bisa bicara nak.......hiks hiks hiks?" tanya Valeria sambil menangis.


"Iya mommy. Aku sudah sembuh" jawab Mikhail.


"Anakku........hiks hiks hiks" tangis Valeria semakin pecah.


"Putraku" ucap Thomas dengan mata berkaca-kaca.


Grep..................


Mikhail memeluk daddynya dengan erat merasa bahagia karena bisa berkumpul kembali dengan keluarga. Meski saat ini hati dan pikirannya hanya tertuju pada istri dan calon anak mereka.


"Teivel siapkan jet aku" titah Mikhail dengan suara dingin.


"Baik King" jawab Teivel dengan suara dingin.


"Kamu mau kemana son?" tanya Thomas.


"Kembali ke kastil aku daddy" jawab Mikahil dengan suara dingin.


"Tapi kamu baru saja sembuh son. Daddy ingin merayakan kesembuhan kamu di mansion kami"


"Daddy sama mommy ke sana lebih dulu nanti aku menyusul. Aku harus melakukan beberapa hal dan menemui istriku sera mencari Damon daddy" ucap Mikhail dengan suara tegas.


"Oh iya mommy sampai lupa dengan menantu mommy. Ajak istrimu ke mansion kita ya nak" ucap Valeria berpikir menantunya ada di kastil sang anak.


"Heeemmm" deham Mikhail.


Mikhail berlalu pergi dari sana bersama Teivel karena Marcel akan pergi bersama keluarga mereka menuju California, memberi ramuan obat untuk David dan Xander.


Baby kamu ada dimana, batin Mikhail dengan gusar didalam jet.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue.................

__ADS_1


__ADS_2