Heartless 2

Heartless 2
Chapter 190


__ADS_3

🍁Kadang galau itu bukan tentang percintaan tapi karena sedih melihat diri sendiri yang belum membahagiakan orang tersayang kita yang semakin menua🍁


.


.


.


.


Bagai disambar petir tubuh Mikhail menegang mendengar apa yang diucapkan istrinya barusan. Bukan hanya Mikhail saja yang kaget tapi semua yang berada disana juga dibuat kaget.


Xander dan David syok mengetahui Mikhail menghamili perempuan didepannya. Padahal dia belum menikah, tanpa mereka berdua tahu kalau ternyata Mikhail sudah menikah sejak 4 bulan yang lalu.


Mikhail menatap istrinya yang juga menatapnya sambil menangis. Dadanya naik turun karena baru saja berteriak didepan suaminya.


Melihat suaminya yang hanya berdiri tidak berkata apa-apa, membuat Clarisa mengambil kesimpulan kalau Mikhail tidak suka dengan kabar kehamilannya.


"Teri ayok kita pergi" ajak Clarisa dengan suara serak karena sedang menangis.


"Baik nyonya" ucap Teivel tak membantah karena memang perintah Kingnya tadi menyuruh membawa Clarisa pergi dari sana.


Teivel memapah Marcel dan pergi dari sana diikuti Clarisa yang masih menangis. Ia merasa suaminya tidak suka dengan berita kehamilannya.


Kamu tenang saja nak mommy akan merawatmu tanpa daddy kamu, batin Clarisa dengan sakit.


Deg..............


Jantung Mikhail berdetak dengan cepat membaca pikirkan istrinya. Mata merahnya berkilat marah tidak suka dengan apa yang dipikirkan istrinya.


"BERHENTI DISITU CLARISA ELEANOR PARKER!" bentak Mikhail dengan suara menggelegar.


Clarisa mematung mendengar namanya dipanggil. Tubuhnya bergetar hebat merasa takut tapi entah kenapa perasaan emosi dan kesal didalam dirinya membuat dia terus berjalan tidak mengindahkan perintah suaminya.


"AKU BILANG BERHENTI CLARISA ELEANOR PARKER" teriak Mikhail kembali dengan suara menggelegar.


Wush..................


Clarisa berbalik melempar sepatunya ke arah sang suami merasa sangat kesal, tapi beruntung di silih Mikhail dengan cepat sebelum sepatu itu mengenainya.


"BUKANNYA TADI KAMU YANG SURUH AKU PERGI LALU SEKARANG KAMU SURUH AKU BERHENTI SIALAN!" teriak Clarisa dengan emosi.


Saking emosinya urat-urat lehernya sampai terlihat membuat semua kaget tidak menyangka ada orang yang berbicara seperti itu dengan seorang King Mikhail.


Wush................


Mata Clarisa melotot melihat suaminya yang sudah berdiri didepannya. Ia tidak menyangka Mikhail akan secepat itu seperti menghilang saja dan muncul didepannya.


"Baby" panggil Mikhail dengan suara lembut.


Karena masih kesal dengan suaminya Clarisa malah memukul suaminya dengan brutal melampiaskan kekesalannya.


Bugh..........bugh...........bugh...........


"Aku benci sama kamu........hiks hiks hiks" hardik Clarisa sambil menangis histeris.


Mikhail membiarkan saja istrinya memukulnya karena tidak sakit sama sekali. Ia lalu dengan cepat memeluk Clarisa dengan erat sambil mengelus kepalanya dengan lembut.


"Maafkan aku baby. Ingat bayi kita didalam perutmu" ucap Mikhail dengan suara lembut.


"Kamu tidak menyukai anak ini kan?" tanya Clarisa dengan sesegukan.


"Siapa bilang! Dia adalah darah dagingku dan anak dari wanita yang sangat aku cintai jadi bagaimana mungkin aku tidak menyukai anak aku sendiri baby" jawab Mikhail dengan suara tegas.


"Tapi kamu diam saja tidak mengatakan apa-apa saat aku memberitahumu kalau aku hamil" ucap Clarisa sambil mendongak kepalanya menatap sang suami.


"Itu karena aku kaget tidak menyangka akan menjadi daddy sebentar lagi baby" ucap Mikhail dengan jujur.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Clarisa tersenyum manis melihat suaminya yang ternyata bahagia mendengar kabar kehamilannya. Entah kenapa saat melihat mata merah sang suami ia tidak takut malah sangat menyukainya.


"Aku menyukai warna matamu ini hubby" ucap Clarisa dengan tatapan penuh cinta.


"Tapi ini adalah mata seorang monster kejam baby" balas Mikhail.


"Aku rasa tidak hubby. Ini adalah mata suamiku yang sangat aku cintai bukan monster kejam. Aku tahu ada sisi monster dalam diri suamiku tapi aku tidak takut karena suamiku sangat mencintaiku begitu juga dengan anak-anak kita nanti" ucap Clarisa dengan suara tegas.


Cup..................


Mikhail mencium bibir istrinya dengan lembut tidak menyangka istrinya akan berkata seperti itu. Keduanya tidak perduli dimana mereka saat ini dan malah memperlihatkan keromantisan mereka.


"Aku merindukan tunanganku" ucap Xander yang merindukan Devina.


"Sama bos. Entah kenapa aku ingin sekali mencium bibir Lili sekarang" ucap David.


"King aku sudah sampai" ucap Maxim lewat earpiece.


^^^"Bagaimana?" tanya Mikhail dengan suara dingin setelah melepaskan ciumannya.^^^


"Hati-hati king karena dari satelit aku mengatakan ada bom aktif yang sangat banyak dibawah gunung berapi di belakang kastil Ka" ucap Maxim dengan suara tegas.


^^^"Heemm! Kirimkan koordinat kita ke markas utama agar mommy dan daddy bisa kirim bantuan ke sini" titah Mikhail dengan suara dingin.^^^


"B........aik" suara Max tidak jelas dari seberang.


^^^"Halo Max. Halo" panggil Mikhail tapi tidak ada balasan.^^^


Mikhail menatap Damon memberinya perintah untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Sedangkan Xander dan lainnya lalu menghampiri Mikhail.


"Apa yang dia lakukan?" tanya Xander dengan bingung menunjuk Erich.

__ADS_1


"Uhh! Menjijikan" ucap Marcel dan David dengan jijik melihat apa yang dilakuan Erich.


Tubuh bagian kiri Erich meleleh sepeti lilin membuat dagingnya berjatuhan. Apa lagi darahnya yang berbau busuk membuat semuanya menutup hidung tak tahan dengan bau tersebut.


"Gunakan masker kalian semua" titah Xander dengan suara menggelegar melihat rumput disekitar Erich menjadi kering terkena darah muntahan Erich.


"Marcel apa darahnya mengandung racun?" tanya Mikhail dengan suara dingin.


"Iya King" jawab Marcel dengan tegas.


"Lalu bagaimana dengan kita. Apa kita akan terkena racun itu saat menghirup udara yang sudah tercampur racun kakek tua itu?" tanya David dengan panik.


"Apa yang dibilang tuan muda Kendrick benar Marcel?" tanya Teivel dengan tatapan tajam.


"Ya tapi tidak untuk kita karena kalian semua sebelum datang sudah mendapat suntikan penawar racun itu dari King" jawab Marcel.


"Ah! Syukurlah" ucap keduanya dengan serentak.


"King ada yang tidak beres" lapor Damon sambil memperlihatkan iPadnya yang tiba-tiba kehilangan jaringan.


"Berengsek!" maki Mikhail dengan emosi mengetahui apa yang terjadi.


Matanya dan Erich bertatapan saat Erich tersenyum menyeringai. Ia lalu melepas pelukannya dan tiba-tiba sudah berdiri didepan Erich.


Xander yang melihat apa yang dilakuan Mikhail berlari menujunya takut sesuatu yang buruk terjadi padanya.


"Dimana pemicunya sialan!" bentak Mikhail dengan suara tinggi.


"King apa yang terjadi?" tanya Xander dengan bingung.


"Hehehehe! Kalian akan mati disini" ucap Erich sambil terkekeh.


Bugh..............bugh...........bugh.......


Mikhail dan Xander memukul Erich seperti bola tidak memperdulikan tangan mereka yang terkana darah dan daging Erich yang berjatuhan.


Erich malah tertawa tidak merasakan sakit mendapat pukulan dari keduanya. Ia senang karena saat ia mati ternyata ada anak musuhnya yang juga akan mati bersama dengan dia.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Dreettt................


Tanah di pulau itu bergetar seakan ada yang ingin keluar dari dalam tanah. Melihat hal itu Mikhail dan Xander langsung bersiaga.


"Apa yang terjadi?" tanya Xander dengan bingung.


"Cari benda kecil dengan tombol merah di tubuh pak tua itu" jawab Mikhail dengan suara dingin.


"Hah! Untuk apa?" tanya Xander dengan bingung.


"Orang itu menutup semua komunikasi di pulau ini dengan alat pemutus jaringan. Entah apa yang akan dilakukannya hanya dia saja yang tahu" jawab Mikhail dengan cepat.


Xander tak bertanya apa-apa dan segera mencari tombol yang dimaksud Mikhail di tubuh Erich tapi tidak menemukannya.


Crash................aaarrgghh............


Teriak Erich kesakitan saat Mikhail memotong pergelangan tangan kanannya. Matanya berkilat tajam melihat tombol kecil yang sudah hancur seperti ditusuk benda tajam.


"KALIAN TIDAK AKAN SELAMAT DARI PULAU INI MANUSIA HINA" teriak Erich dengan suara menggelegar.


"Bangsat!" maki Xander dengan emosi.


Bugh..............bugh...........bugh...........


Xander menghajar Erich dengan brutal merasa sangat emosi. Mikhail menatap ke sekeliling merasa tanah disekitar mereka semakin bergetar.


"Damon bawa istriku pergi dari sini" titah Mikhail dengan suara tegas.


"Baik King" jawab Damon.


Mikhail menatap istrinya yang juga sedang menatapnya dengan takut. Ia mengangguk kepalanya untuk mengikuti Damon pergi dari sana.


"HARI INI KALIAN AKAN LIHAT KEHEBATAN SEORANG ERICH JEMS TURNER DIMUKA BUMI INI" ucap Erich dengan senang.


Mikhail dan Xander melotot melihat tubuh Erich yang tiba-tiba membesar. Matanya kanannya sampai copot keluar karena tubuhnya yang terus membesar.


Duar.................


Seketika bunyi ledakan besar menggema disana membuat pulau itu bergetar. Jantung Clarisa berdetak kencang melihat ledakan tersebut dengan syok.


"HUBBY" teriak Clarisa dengan suara melengking.


"King! Bos!" teriak David, Marcel, dan Teivel dengan serentak.


Hiks.............hiks............hiks...........


Air matanya mengalir dengan deras melihat ledakan barusan ditempat suaminya berdiri. Ia berlari ingin pergi mencari suaminya tapi tubuhnya di tahan Damon.


"Hiks hiks hiks.........lepaskan aku mau melihat suamiku Dora..........hiks hiks hiks.......lepaskan sialan!" bentak Clarisa sambil menangis histeris.


"Disana berbahaya nyonya. Sebaiknya kita bergegas pergi" ucap Damon dengan suara dingin.


"Tidak! Aku mau mencari suamiku!" bentak Clarisa dengan emosi.


Duar.................duar...........duar.........


Suara ledakan bergema di bagian utara pulau, melihat hal itu dengan cepat Damon mengendong Clarisa dan melompat menghindar tanah didepannya yang tiba-tiba terbelah.


Marcel, Teivel, dan David yang ingin mencari Mikhail dan Xander harus mengurungkan niat mereka melihat tanah yang tiba-tiba terbelah.


"Ah! Sial" maki David dengan kesal.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" tanya Marcel dengan bingung.


"Pulau ini akan meledak" jawab Damon dengan santai.


"APA!" pekik mereka berempat dengan kaget.


"Kita harus mencari King dan tuan muda pertama Wesly sebelum pulau ini hancur lebur" ucap Teivel.


"Tidak perlu" jawab Damon dengan suara dingin.


"Berengsek! Apa maksudmu sialan? Apa kamu ingin meninggalkan King disini?" tanya Teivel dengan emosi.


"Lihat itu" tunjuk Damon ke arah depan tak menggubris pertanyaan Teivel.


Mereka semua menatap ke arah yang ditunjuk Teivel tapi hanya ada asap gelap saja. Tiba-tiba mereka berempat melompat kegirangan melihat dua sosok yang sedari tadi mereka khawatirkan.


"King" ucap Teivel dan Marcel serentak.


"Bos" panggil David dengan senang.


"Hubby" teriak Clarisa dengan suara bergetar.


Hub...................


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Xander dan Mikhail mendarat didepan David dan lainnya. Dengan cepat David dan Clarisa memeluk tubuh Xander dan Mikhail merasa lega.


"Jangan tinggalkan aku hubby" ucap Clarisa dengan suara lembut.


"Never baby" jawab Mikhail dengan suara tegas.


"Bos kamu menakutiku" lirih David.


"Hehehehe! Kamu sepeti perempuan saja" ejek Xander sambil terkekeh.


"King" ucap Teivel dan Marcel.


Mikhail melepaskan pelukan istrinya dan memeluk kedua orang kepercayaannya. Damon pun turut ikut memeluk Kingnya meski ia bingung apa yang sedang ia lakukan.


"King kita harus pergi sekarang" ucap Damon dengan tegas.


Setelah memindai sekeliling ternyata ada nuklir aktif yang sebentar lagi meledak dari gunung berapi dibelakang sana.


Mikhail mengendong istrinya dan segera berlari pergi dari sana menghindar tanah terbelah karena getaran ledakan yang silih berganti terjadi.


Mereka semua berlari dengan cepat dengan panik untuk segera keluar dari pulau itu. Marcel yang memang tidak bisa berjalan di gendong Damon dan berlari keluar dari sana.


Selang 20 menit tiba-tiba mereka semua berhenti berlari sambil memegang apapun disekitar sana karena gempa bumi.


Duar.......................


Semuanya memandang ke belakang melihat gunung yang meletus dengan ledakan cukup besar.


Wush.............


Semua terpental jauh tiba-tiba angin kencang berhembus karena ledakan barusan. Mikhail memeluk istrinya dengan erat tak ingin istrinya terbentur sesuatu.


"Apa kita akan selamat?" tanya Marcel dengan tubuh bergetar melihat cahaya kuning yang sangat terang di langit.


Padahal belum malam tapi seketika pulau tersebut gelap gulita. Mereka dengan cepat berlari keluar dari sana karena tahu sebentar lagi ada sesuatu yang berbahaya akan terjadi.


"Hubby" ucap Clarisa dengan takut yang sudah berada didepan suaminya digendong seperti koala.


"Jangan takut baby kita akan keluar dari sini dengan. selamat" ucap Mikhail dengan suara tegas.


Meski ia tidak tahu apa mereka akan selamat dari sini atau tidak. Apa lagi ledakan nuklir barusan semakin mendekati mereka.


"DAMON" teriak Mikhail sambil mengangguk kepalanya memberi isyarat.


Damon mengangguk kepalanya menjawab isyarat dari Mikhail. Entah apa yang mereka bicarakan hanya keduanya saja yang tahu.


Duar..................


Aaaarrghhh..............


Ledakan besar tiba-tiba menghantam mereka semua. Suara teriakan kesakitan bergema di pulau itu membuat siapa saja yang mendengarnya akan merasa takut.


Semua kapal selam milik Mikhail, senjata serta mobil yang mereka bawa tadi hancur berkeping-keping terkana dampak ledakan tadi.


Mikhail menatap istrinya yang ia lindungi didalam pelukannya dengan senyum manis. Clarisa yang membuka mata melihat apa yang terjadi sampai menangis histeris sebelum ia menutup mata.


Cup..............


Mikhail mencium bibir istrinya sambil menutup hidung sang istri untuk tidak menghirup gas beracun dari ledakan tadi.


"Pergi sekarang Damon. Kembali ke kastil dan kirim GPS kami lewat tempat rahasiaku" titah Mikhail dengan suara lemah.


"Baik King" ucap Damon dengan mata merah yang semakin meredup.


Wush..................


Damon berlalu pergi dari sana memakai jet tempur Mikhail yang dikirim Res dari kastil. sebelum pergi ia menyuruh Res mengirim lokasi Mikhail ke markas pusat.


~ Shadow Island ~


Prang.............prang.........prang...........prang.......


Tiba-tiba 4 gelas jatuh bergema di taman samping kastil dengan posisi berbeda membuat semua orang didalam sana kaget.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue..............


__ADS_2