
🍁Jadilah seperti air putih yang sangat sederhana tapi sangat berarti🍁
.
.
.
.
Dengan kesal Teivel mulai membersihkan kandang buaya peliharaan Mikhail yang berjumlah 5 ekor. Mulutnya sedari tadi terus mengutuk Damon karena ia yakin ini semua kerjaannya yang mengadu kepada Mikhail sehingga ia disuruh bekerja seperti ini.
“Awas kamu berengsek” gumam Teivel dengan kesal.
~ Wesly Hospital ~
Suasana didepan ruang operasi terasa sangat mencekam saat ini dimana Natasha ditemani Alex, Jason, Kino dan beberapa pengawal Vincent dan Natasha disana menunggu operasi Vincent.
Hiks…………hiks………hiks………….
Tangisan Natasha terdengar sangat pilu disana membuat mereka yang berada disana juga ikut merasakan kesedihan yang dialami olehnya.
Ya Tuhan, hamba mohon selamatkan suamiku! Ampunilah hamba-Mu yang sangat berdosa ini karena hanya pada-Mu hamba membawa semua permohonan hamba, batin Natasha berdoa dalam hati.
Tak………tak……….tak………….
Bunyi langkah kaki terdengar di lorong rumah sakit membuat pandangan Alex dan lainnya seketika menatap ke arah suara.
Mati kita, batin Alex bergidik ngeri melihat aura yang keluar dari orang didepannya.
“Dimana anakku?” tanya Xavier dengan suara dingin dan aura membunuh.
“Hubby……hiks hiks hiks………Vincent anak kita” lirih Chloe dengan histeris.
“Mommy……..hiks hiks” panggil Natasha dengan berderai air mata saat mendengar suara yang ia kenali.
“Apa yang terjadi dengan Vincent Nata? Kenapa Vincent bisa tertembak?” tanya Chloe dengan panik.
Hiks………..hiks……………hiks………
Natasha tak bisa menjawab pertanyaan mertuanya dan hanya bisa menangis histeris mengingat kejadian yang menimpa suaminya barusan hingga harus masuk rumah sakit.
Chloe sendiri sudah menangis histeris di pelukan suaminya memikirkan anaknya yang saat ini berjuang didalam sana, apa lagi mereka belum mengetahui kondisi Vincent sebelumnya dan hanya tahu ia terkena tembakan saat melakukan misi penyelamatan Natasha.
Tak berselang lama seluruh keluarga Wesly sudah hadir bersama David dan orang tuanya tak lupa keluarga uncle Kevin juga turut hadir. Sedangkan kedua orang tua Natasha mereka datang paling akhir.
Valeria memeluk putrinya yang berdiri dengan tubuh gemetaran sambil menangis saat ia datang. Thomas yang melihat putri kesayangannya seperti itu juga ikut menangis.
“Aku takut mommy. Ini semua karena aku mom” bisik Natasha sambil menangis pilu.
“Semua akan baik-baik saja baby. Ini semua bukan salah kamu sayang” ucap Valeria sambil mengelus puncak kepala putrinya dengan lembut.
Melihat kedua wanita yang sangat ia sayangi menangis membuat Thomas memeluk keduanya dengan erat sambil mengucapkan kata-kata penguatan untuk putrinya yang sangat terpukul.
Ceklek………
“Lili bagaimana keadaan Vincent?” tanya Chloe dengan cepat saat pintu ruang operasi terbuka.
“Lili” panggil Natasha dengan wajah khawatir.
Lili menatap mereka satu per satu sambil mengambil napas dalam sebelum memberitahu kondisi Vincent setelah operasi barusan.
“Operasi ka Vincent berhasil” ucap Lili dengan sekali tarikan napas.
Huh……….
“Terima kasih ya Tuhan” ucap Chloe dengan lega.
“Katakan Lili” desak Natasha yang menangkap ada sesuatu yang buruk mengenai suaminya.
Semua mata seketika memandang Lili saat mendengar ucapan Natasha barusan yang secara tak sadar mengatakan jika kondisi Vincent saat ini buruk.
“Katakan sayang” ucap Kevin sambil mengangguk kepalanya agar memberitahu semua informasi Vincent baik atau buruk.
__ADS_1
Phew……….
Lili membuang napasnya dengan kasar sebelum mengatakan sesuatu yang ia yakin akan membuat mereka semua terguncang.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“Operasi ka Vincent memang berhasil. Tapi akibat tembakan tadi jantung ka Vincent harus dipasang ring karena tembakan tadi melubangi jantungnya dan secepatnya harus mencari pendonor jantung yang cocok jika tidak nyawa ka Vincent dalam bahaya” papar Lili menjelaskan keadaan Vincent saat ini.
“TIDAK” teriak Natasha dengan histeris dengan tubuh gemetaran.
Hiks……….hiks………hiks………….
Seketika tangis Chloe, Zelena, dan Victor bergema disana mendengar ucapan Lili barusan. Mereka tak menyangka jika Vincent akan mengalami hal seperti ini.
Plak…………
Bunyi tamparan bergema di depan ruang operasi membuat semuanya kaget bukan main tak menyangka jika Zelena akan menampar Natasha barusan.
“Princess hentikan” ucap Xander dengan suara tinggi.
“PUAS KAMU NATASHA! PUAS KAMU BUAT KAKAK AKU SEPERTI INI” teriak Zelena dengan emosi.
“Maafkan aku………….hiks hiks hiks…….maaf……..hiks hiks hiks”
“MAAF KAMU BILANG. MAAFMU ITU TIDAK BISA MEMBUAT KEADAAN KAKAK AKU SEPERTI SEMULA SIALAN!” bentak Zelena menggelegar.
“Kalau saja kamu dengar ucapan kakak aku dan tidak mengikut egomu itu mungkin kakak aku tidak akan seperti ini” tambahnya dengan suara bergetar.
“Hiks hiks hiks hiks…………..maafkan aku………hiks hiks……..maafkan aku………hiks hiks…….maaf” ucap Natasha sambil menangis histeris dan berlutut meminta maaf.
“Tenangkan diri kamu princess” ucap Xander sambil memeluk Zelena yang sudah menangis tersedu-sedu.
“Aku akan membunuhmu jika twin tak selamat. Aku tidak perduli jika kamu itu istri dan orang yang di cintai oleh twin” ancam Victor dengan suara dingin dan tatapan membunuh.
“Ya bunuh aku jika suamiku kenapa-napa. Aku tidak perduli jika harus mati ikut bersama suamiku” hardik
Natasha dengan suara menggelegar.
“NATASHA!” bentak Thomas dengan suara tinggi.
“DIAM. INI BUKAN WAKTUNYA MENYALAHKAN SATU SAMA LAIN KARENA YANG LEBIH PENTING ITU KESELAMATAN VINCENT SEKARANG!” bentak Xander dengan aura membunuh di sekitar sana.
Semuanya diam saat mendengar bentakan Xander barusan yang sangat menakutkan. Para dokter dan suster yang berada disana tak berani menegur mereka karena membuat keributan apa lagi mereka adalah pemilik rumah sakit ini.
~ Mansion Utama Parker ~
Mikhail tersenyum menyeringai menonton semua kejadian di rumah sakit Wesly saat ini. Meski ia tak pergi tapi ia tetap memantau semua kegiatan yang terjadi di sana saat ini.
“King nona Clarisa sudah tiba di Indonesia” ucap Damon sambil menatap informasi yang di kirim Eksel.
“Heemmmm”
Mikhail mengambil hpnya dan langsung menghubungi video call Clarisa detik itu juga dan pada panggilan kedua panggilannya langsung di jawab Clarisa.
“Khail” ucap Clarisa sambil tersenyum manis dari seberang.
^^^“Heemmm”^^^
“Kenapa aku tadi tidak boleh semobil dengan Rinso dan pak Kurus?” tanya Clarisa dengan bingung dari seberang.
^^^“Aku tidak suka mobil aku dinaiki oleh orang asing” jawab Mikhail dengan suara dingin.^^^
“Tapi nanti mereka bilang apa Khail”
^^^“Jangan pedulikan ucapan orang lain baby”^^^
“Tapi Khail” ucap Clarisa yang langsung di potong Mikhail.
^^^“Aku tidak suka kamu berdekatan dengan laki-laki lain selain aku baby” potong Mikhail dengan suara dingin.^^^
“Heemmm”
^^^“Besok akan ada yang ingin bertemu denganmu baby. Aku peringatkan jangan pernah bertemu dengan mereka atau berbicara dengan mereka” titah Mikhail dengan suara tegas.^^^
__ADS_1
“Siapa Khail?” tanya Clarisa dengan cepat.
^^^“Kamu akan tahu besok baby” jawab Mikhail dengan suara dingin.^^^
“Ckk!!” decak Clarisa dengan bibir mengerucut seperti bebek.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Mikhail sendiri terkekeh melihat wajah cemberut sang kekasih yang sangat mengemaskan meski penampilannya saat ini cupu tapi di mata Mikhail ia terlihat sangat imut.
^^^“Oh besok kamu akan menerima hadiah di kantor baby” ucap Mikhail dengan suara lembut.^^^
“Hadiah? Aku dapat hadiah dalam rangka apa Khail?” tanya Clarisa dengan penasaran.
^^^“Kamu akan tahu besok baby. Jaga diri kamu disana baby dan ingat semua peringatan aku” jawab Mikhail dengan suara dingin.^^^
Ia langsung mematikan panggilan sepihak tak menunggu jawaban Clarisa karena melihat ada notifikasi gambar pencuri di laptopnya. Ia tersenyum smirk melihat ada yang ingin membobol data perusahaan pusatnya.
“Sepertinya akan ada yang mati lagi” ucap Mikhail sambil tersenyum menyeringai seperti iblis.
~ Mansion Utama Wesly ~
“Kenapa brother bawa kami pulang ke mansion?” tanya Zelena dengan kesal.
“Biar kamu dan Victor tidak membuat keributan di sana” jawab Xander dengan suara dingin.
“Seharusnya yang brother bawa pulang itu Natasha bukan kami. Karena dialah twin harus seperti ini!” bentak Victor dengan suara tinggi.
“Ya benar apa kata brother Vic. Brother itu kakak kami bukan Natasha” tambah Zelena dengan suara tak kalah tinggi.
Xander menutup mata mengontrol emosinya agar tidak memukul kedua adiknya yang tidak mengerti keadaan saat ini. Pak Max yang berdiri di tak jauh dari mereka sedang melakukan video call bersama dengan kepala keluarga di mansion utama Wesly.
“Kenapa brother lebih bela perempuan itu yang sudah membuat saudara kita seperti ini? Apa dia itu adik brother?” tanya Victor dengan emosi.
“BROTHER ITU PILIH KASIH” teriak Zelena dengan suara menggelegar.
Seketika mata Xavier terbuka dengan tatapan seperti singa lapar menatap keduanya. Udara disana berubah dalam sekejap membuat semuanya bergidik ngeri merasakan aura membunuh yang sangat kuat dari seorang Xander Leonart Wesly.
“S**t” maki David yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
“SURUH SEMUA PELAYAN KELUAR DARI MANSION SEKARANG” teriak David dengan suara menggelegar.
“Keluar semuanya” titah pak Max dengan suara tegas.
Apa yang terjadi? Kenapa semuanya jadi panik?, batin Victor bertanya-tanya.
“Brother” lirih Zelena dengan tubuh gemetaran membuat Victor melihat ke arah kakak mereka.
Deg………..
Jantung Victor berdetak dengan cepat melihat wajah kakak tertuanya yang sudah mengelap dipenuhi dengan aura membunuh. Ia baru saja sadar jika ia dan adik perempuannya sudah membangunkan monster kejam dalam diri kakak mereka.
“Br….oth…..er Vic” panggil Zelena dengan gemetaran.
Victor menggelengkan kepalanya melihat adiknya dan berkata lewat tatapan matanya kalau mereka sudah membangunkan monster dalam diri kakak mereka.
Bugh…………prang…………….
“BROTHER VIC” teriak Zelena menggelegar saat melihat tubuh Victor yang di pukul dengan kuat hingga terpental ke belakang mengenai meja.
Bugh……….bugh………….bugh…………
Aaarrrgghh……..
Victor berteriak kesakitan saat tubuhnya di tendang dan di pukul berulang kali oleh Xander. Zelena sendiri menangis meraung-raung meminta untuk Xander untuk berhenti tapi tak di gubris olehnya.
“Hiks hiks hiks……..brother please……….hiks hiks……….maafkan kami. Jangan pukul brother Vic lagi……hiks hiks” pinta Zelena dengan bercucuran air mata.
Plak……...…aarrgghhh…….
“MI AMOR” teriak Ares menggelegar yang baru saja datang dan melihat kekasihnya di tampar oleh Xander.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
__ADS_1
To be continue………..