Heartless 2

Heartless 2
Chapter 105


__ADS_3

🍁Kadang satu kesalahan membuat kita begitu mudah melupakan kebaikan-kebaikan yang telah kita nikmati setiap hari🍁


.


.


.


.


"King" ucap Damon yang stand by di tepi laut.


"BAWA DOKTER KE PENTHOUSE SEKARANG" teriak Mikhail menggelegar setelah keluar dari laut.


Damon tak berkata apa-apa dan segera mengikuti Mikhail dari belakang sambil mengirim sensor pesan ke dokter pribadi Mikhail untuk membawa dokter perempuan ke penthouse sekarang.


Teivel yang melihat kedatangan Mikhail dengan wajah panik sambil mengendong Clarisa segera menghidupkan helikopter.


Baru kali ini melihat seorang King Mikhail merasa khawatir terhadap orang lain selain nyonya besar mereka yaitu Valeria mommy kandung Mikhail yang sangat ia sayangi bahkan keluarganya yang lain tidak ia pedulikan jika mereka dalam keadaan sedih.


Kamu harus bertahan baby. Aku tidak mengijinkan kamu meninggalkan aku, batin Mikhail dengan cemas.


~ Kingdom Apartment ~


Mikhail turun dari helikopter di helipad apartemen Kingdom dan segera pergi ke penthouse yang satu lantai di bawah helipad.


Sampainya di penthouse dokter pribadi Mikhail yang juga anak buahnya sudah stand by dengan seorang dokter perempuan sesuai perintah Damon barusan.


"King" panggil Marcel dokter pribadi Mikhail sambil tersenyum manis.


Ceklek............


Mikhail masuk ke dalam penthouse setelah Damon membuka pintu diikuti dokter perempuan tadi dan saat Marcel ingin masuk ia langsung di tahan oleh Damon.


"Come on Damon biarkan aku masuk juga" (ayolah) protes Marcel mencoba merayu Damon.


"Anda dilarang masuk oleh King ke dalam penthouse" ucap Damon sambil tersenyum.


"Kenapa? Memangnya aku ini virus apa makanya aku di larang masuk?" tanya Marcel dengan bingung.


"Kamu memang bukan virus Marcel tapi kamu itu rajanya virus" ejek Teivel yang baru saja datang.


"Apa kamu bilang bangsat" hardik Marcel sambil menunjuk Teivel yang sedang menatapnya dengan sinis.


Damon tak memperdulikan keduanya dan segera menutup pintu, lalu menyusul Mikhail yang sudah berada didalam kamar utama menemani Clarisa yang sedang di periksa oleh dokter.


"Katakan" ucap Mkhail dengan suara dingin.


"Sepertinya nona ini sedang stres dan terlalu banyak pikiran tuan makanya pingsan. Saya anjurkan jangan membuat nona ini semakin stres dan tolong di perhatikan makannya karena nona ini sepertinya tidak makan dari kemarin tuan" papar dokter Zoe.


"Apa ada yang berbahaya?" tanya Mikhail dengan tatapan tajam.


"Tidak ada tuan. Nanti jika infusnya habis sudah bisa dilepaskan dan saat nona sadar tuan bisa memberinya makanan yang mudah dicerna agar tidak membuat lambungnya perih"


"Damon" panggil Mikhail dengan suara dingin.


"Dokter silahkan" ucap Damon mempersilahkan dokter Zoe untuk keluar.


Dokter Zoe tak bertanya apa-apa dan segera keluar melihat isyarat tangan Damon untuk keluar karena ia tahu siapa orang yang berbicara dengannya barusan.


"Apa yang sebenarnya terjadi sama kamu baby dan kenapa kamu sampai tidak makan?" gumam Mikhail dengan suara pelan sambil mengelus tangan Clarisa dengan lembut.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Melihat dress Clarisa yang basah di bagian bawahnya, dengan sekali tarikan Mikhail berhasil menarik dress tersebut dari tubuh Clarisa karena ia ingin menganti baju Clarisa dengan pakaian kering.

__ADS_1


Deg...........


"DAMON BAWA KEMBALI DOKTER ITU" teriak Mikhail menggelegar didalam kamar meski kamarnya kedap suara masih bisa di dengar oleh Damon karena sensor pendengarannya yang sangat tajam.


Mikhail kaget bukan main melihat lengan kiri Clarisa yang di balut perban dengan bekas darah yang sangat banyak masih terlihat jelas disana. Ia tadi tak tahu jika lengan Clarisa terluka karena Clarisa memakai dress berlengan panjang dan tebal.


Tok...........tok...........tok.............


Mikhail menutup tubuh Clarisa dengan kain menyisakan lengan kirinya saja untuk di periksa dokter, tapi sebelum itu ia meneliti tubuh Clarisa apa masih ada luka lainnya sebelum ia membuka pintu kamar untuk Damon dan dokter Zoe.


"Periksa lengan kekasihku" perintah Mikhail dengan suara tinggi.


"Baik t.....uan" ucap dokter Zoe dengan terbata-bata karena gugup.


Saat dokter Zoe membuka perban di lengan kiri Clarisa seketika aura didalam sana berubah menjadi sangat mencekam. Mikhail menatap luka di lengan Clarisa yang sangat dalam dan masih terlihat baru apa lagi lukanya tidak diobati hanya di balut perban saja.


Selesai membersihkan dan mengobati luka Clarisa, dokter Zoe segera pamit pergi tak lupa memberikan resep obat kepada Damon agar bisa ditebus.


Prang..........prang...........prang...........prang.......


"Z KELUAR" teriak Mikhail dengan menggelegar setelah menghancurkan penthouse.


Wush...............bugh.................prang.............


Z membentur meja kaca di belakangnya saat Mikhail membantingnya dengan kuat tak ada balas kasihan sama sekali. Teivel dan Marcel yang mendengar suara benda pecah didalam sana bergidik ngeri tahu jika saat ini King mereka sedang emosi dan jangan menganggunya jika masih sayang dengan nyawa mereka.


~ Blue Ocean Apartment ~


Natasha dan Vincent sudah berada didalam kamar mereka di apartemen Blue Ocean setelah pulang dari Galaxy Company tadi.


Vincent memeluk istrinya dari belakang sebelum tidur dan ia bersyukur karena Natasha tak menepis tangannya atau menghindarnya lagi.


"Honey" panggil Vincent dengan suara lembut.


"Heeemmm"


"Heeemmm" deham Natasha menjawab pertanyaan suaminya.


“Aku ikut ya honey”


“Bukannya kamu sedang sibuk dengan proyek terbaru kamu” ketus Natasha.


“Tapi” ucap Vincent yang langsung di potong Natasha.


“Aku tidak ingin ditemani sama kamu. Kalau kamu ingin pergi juga ke Korea pergi saja sendiri” potong Natasha dengan suara dingin.


Vincent diam tak membalas ucapan istrinya yang sudah berbicara dengan nada seperti itu menandakan ia tidak ingin ditemani olehnya. Natasha yang berbicara dengan nada dingin merasa hatinya sangat sakit.


Maafin aku suamiku tapi lebih baik kamu jangan ikut karena aku tidak ingin kamu kenapa-napa selama disana, batin Natasha.


Kepergian Natasha besok ke Korea karena ada saingan bisnisnya yang ingin menghancurkan perusahaannya dan ia harus turun tangan langsung untuk mengurus semua itu.


Sebenarnya ia bisa memberitahu hal ini kepada kakaknya untuk mengurusnya, tapi Natasha tidak ingin membuat kakaknya repot karena sedang mengurus musuh mereka yang saat ini sedang mengintai mereka.


Tanpa Natasha sadari ternyata keputusannya untuk diam dan tidak memberitahu masalahnya kepada keluarganya adalah keputusan yang fatal karena bisa saja musuh mereka akan menggunakan kesempatan itu.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Tak terasa hari berlalu dengan sangat cepat dan saat ini Vincent baru saja mengantar istrinya ke bandara untuk berangkat ke Korea Selatan. Vincent memilih pergi ke perusahaan Wesly Group untuk bertemu dengan kakaknya yang tadi menyuruhnya datang.


~ Wesly Group ~


“Beritahu kedatangan aku” ucap Vincent dengan suara dingin setelah sampai didepan meja sekertaris kakaknya.


“Baik tuan muda kedua” ucap sekertaris utama.

__ADS_1


Ceklek……


“Tuan muda kedua silahkan masuk” ucap Luki yang membuka pintu ruangan Xander.


Vincent tak berkata apa-apa dan segera masuk ke dalam ruangan sang kakak dan ternyata disana ada ka David dan juga ka Leon, yang entah kenapa ia juga berada disana. Melihat kedatangan adiknya Xander segera menyuruhnya untuk duduk di sofa dengan isyarat mata.


“Ka Leon juga disini?” tanya Vincent dengan suara dingin.


“Di suruh ka Xander kesini” ucap Leon.


“Oh”


“David” ucap Xander dengan isyarat kepala.


David mengangguk kepalanya mengerti apa yang dimaksud oleh Xander barusan. Ia lalu melihat Vincent dan Leon adiknya bergantian dengan tajam seakan ingin menelan mereka hidup-hidup.


“Malam nanti kalian berdua akan menjalankan misi yang sangat penting” ucap David dengan suara tegas.


“Misi apa ka? tanya Leon.


“Memberantas keluarga tiri tuan besar Wesly”


“Apa” pekik Leon dengan kaget.


“Brother apa maksud ini semua? Apa daddy mengetahui rencana ini?” tanya Vincent menatap kakaknya dengan tajam.


“Tuan besar sudah mengetahuinya tuan muda kedua” jawab David mewakili Xander.


“Aku bertanya sama brother bukan ka David” ketus Vincent.


“Bos sedang tidak ingin berbicara dan aku yang mewakilinya” tegas David dengan tatapan tajam.


Leon menendang kaki Vincent untuk tidak membantah ucapan kakaknya, karena semua yang mereka suruh sudah dipikirkan matang-matang dan pastinya ada alasan kenapa keluarga tiri Wesly harus dihancurkan.


“Brother biar bagaimanapun mereka itu masih keluarga tiri kita dan tidak seharusnya mereka di bunuh” protes Vincent dengan tatapan tajam menatap Xander.


“Lalu apa kita yang harus dibunuh mereka” ucap Xander dengan suara dingin.


Deg……….


Jantung Vincent berdetak dengan cepat saat mengerti maksud kakaknya yang ingin menghabisi keluarga tiri mereka. Melihat hal itu Xander tersenyum sinis mencemooh sang adik karena pikirannya tidak bisa berpikir luas.


"Baiklah aku akan melakukan misi itu" ucap Vincent dengan suara tegas.


David lalu memberitahu keduanya mengenai misi yang akan mereka kerjakan nanti malam dan apa saja yang tidak boleh mereka lakukan nanti.


Baru saja selesai menjelaskan misi kepada keduanya tiba-tiba hp David berbunyi ada panggilan masuk dari kekasihnya.


^^^"Halo"^^^


"Hiks hiks hiks.......ka David.........hiks hiks hiks hiks"


^^^"Kamu kenapa sayang?" tanya David dengan panik mengagetkan Leon dan Vincent yang baru kali ini mendengar David memanggil orang diseberang sana dengan sebutan sayang.^^^


"Mansion daddy ka..........hiks hiks hiks"


^^^"Tarik napas dulu dan atur napas kamu baru bicara sayang"^^^


"Mansion daddy barusan terbakar ka"


^^^"APA" teriak David dengan kaget.^^^


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue...............

__ADS_1


__ADS_2