
πSebuah permata tidak akan dapat dipoles tanpa gesekan, demikian juga seseorang tidak akan sukses tanpa tantanganπ
.
.
.
.
Natasha memilih membaca laporan perusahaan yang di kirim Mila di iPad tak ingin terlalu larut dalam pemikirannya apa lagi sampai mengingat kembali ucapan dokter waktu itu.
Sedangkan di ruang pertemuan saat ini Vincent tengah membahas masalah yang terjadi di club belakangan ini.
"Jadi bagaimana bos?" tanya Kino.
"Malam ini aku akan turun langsung dan lihat apa yang sebenarnya terjadi sehingga banyak sekali korban narkotika yang pingsan di club aku" ucap Vincent dengan tatapan tajam.
"Aku penasaran siapa yang berani mengedarkan narkoba di club milikmu dude" ucap Alex sambil mengetuk dagunya dengan jarinya.
"Yang pastinya orang itu sengaja berbisnis di sana" tambah Jason.
"Aku setuju dengan ucapan Jason bos. Bukannya semua orang di negeri ini tahu siapa pemilik club Heaven yang tersebar di daratan Amerika" ucap Angga yang sedari tadi diam.
"Bagaimana kalau malam ini kita jebak dia bos" usul Kino.
"Boleh juga ide Kino dude. Bagaimana menurutmu?" tanya Alex sambil menatap Vincent yang sedang berpangku tangan diatas meja.
"Angga malam nanti suruh anak buah kita yang di bengkel untuk menyamar menjadi pembeli narkoba" ucap Vincent dengan suara dingin.
"Baik bos"
"Alex dan Jason kalian berdua seperti biasa pergi ke club dan menuju tempat biasa"
"Oke dude" jawab keduanya dengan serentak.
"Kino dan Reza atur anak buah kita di pintu masuk dan pintu keluar di bagian belakang jangan biarkan orang yang mencurigakan lewat begitu saja" titah Vincent dengan suara dingin.
"Apa kami perlu meminta koordinasi dengan penjaga club bos?" tanya Kino.
"Tidak perlu karena mereka tidak akan menghalangi kalian"
"Baiklah bos"
"Ingat malam ini apapun yang terjadi jangan sampai kita kehilangan jejak mereka dan yang terpenting jaga diri kalian jangan sampai terluka" ucap Vincent dengan suara tegas.
"Baik bos, dude" ucap mereka semua serentak.
Vincent lalu membubarkan pertemuan mereka dan bergegas naik ke lantai dua untuk melihat istrinya. Alex dan Jason yang tahu jika ada Natasha di sana memilih pergi ke tempat latihan untuk berlatih sebelum nanti malam mereka menjalankan rencana mereka di club Heaven.
"Sudah selesai?" tanya Natasha saat mendengar pintu dibuka.
"Ayok kita pulang honey soalnya nanti malam aku akan pergi ke club untuk menangkap orang yang berbisnis narkoba di sana" ajak Vincent sambil mengulurkan tangannya ke Natasha.
Natasha hanya menatap datar tangan suaminya dan tidak menggubrisnya malah memilih untuk berjalan sendiri tidak ingin bersama dengan Vincent.
Vincent tersenyum getir melihat tangannya yang masih menggantung karena tidak direspon oleh istrinya barusan.
Ingat Vincent perlakuan kamu dulu itu tidak mudah dilupakan, batin Vincent dengan nanar mengingat perlakuannya di masa lalu kepada istrinya.
~ Mansion Utama Wesly ~
Vincent memilih pulang ke mansion dari pada di apartemen karena malam ini ia akan pergi ke club mengurus pengganggu disana jadi ia tidak ingin istrinya sendirian saja di apartemen.
...π π π π π...
"Bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya Chloe saat keduanya sampai di mansion.
"Baik mommy" ucap Natasha sambil mencium Chloe di pipi seperti biasa.
"Baguslah kalau kamu sudah sehat. Oh ya besok mommy dan mommy kamu ingin ke rumah aunty Mira apa kamu mau ikut" tawar Chloe.
"Kayaknya aku tidak bisa mommy karena besok aku harus ke kampus dan setelah itu akan ke perusahaan untuk meeting bulanan mom" ucap Natasha sambil mengingat kegiatannya besok.
"Jangan terlalu memaksa bekerja sayang. Mommy tidak ingin kamu sakit"
"Aku hanya ke perusahaan untuk meeting mommy tidak akan lama disana"
"Baiklah. Vincent besok kamu antar istrimu kemana pun ia pergi jangan biarkan dia sendiri saja" tegas Chloe menatap putranya yang sedari tadi diam.
__ADS_1
"Pasti mommy"
"Ya sudah kalian segera bersihkan diri lalu turun buat makan malam"
"Oke mommy" balas Vincent sambil mengandeng Natasha menuju lantai dua kamar mereka.
Seperti ucapannya tadi jika ia akan pergi ke club malam nanti dan sebelum pergi ia berpamitan kepada daddynya dan menitip Natasha selama ia pergi.
Victor yang baru saja pulang dari Italia melihat mobil kembarannya yang baru saja keluar dengan kening berkerut.
"Vic aku pulang dulu ya nanti besok jadwal kamu istirahat jadi kamu bebas mau lakuin apa saja" ucap Rio dengan wajah mengantuk.
"Suruh pengawalku untuk antar kamu jangan bawa mobil sendiri" titah Victor.
"Kamu memang artisku yang paling pengertian VIc" ucap Rio sambil mengangkat kedua jempolnya.
"Ckk!! Jika dapat sesuatu baru kamu puji aku" decak Victor dengan sinis.
Hehehehehe..................
Rio hanya terkekeh saja membalas ucapan Victor yang memang seperti itu kenyataannya tapi ia sangat bersyukur karena selama ini Victor sudah sangat baik kepadanya.
Meski kadang membuatnya pusing tujuh keliling seperti dua hari yang lalu saat mereka syuting film terbarunya di Italia.
"VICTOR ROLANDO WESLY" teriak Chloe bergema dari lantai dua saat Victor sampai di tangga.
"Mommy belum tidur?" tanya Victor sambil memamerkan giginya.
"Beraninya kamu bawa nama adikmu hanya untuk bisa bertemu dengan putri Katy. Lihat apa akibatnya dari perbuatanmu itu" hardik Chloe dengan tatapan tajam.
"Itu bukan salah aku mommy. Lagian siapa suruh mereka mau aja aku bodohi" bantah Victor tak mau disalahkan.
"Dasar anak nakal. Karena kelakuanmu kakakmu harus meminta maaf ke uncle Bryan dan aunty Elisa hanya karena ulah kamu yang buat keributan dan menghancurkan istana mereka" hardik Chloe dengan suara tinggi.
Bugh...........bugh............bugh...........bugh..........
"Aw aw! Mommy hentikan. Itu bukan salah aku mommy tapi mereka" teriak Victor dengan menggelegar saat ia langsung disambut pukulan dari sang mommy saat sampai di lantai dua.
"Pokoknya mommy tidak mau tahu mulai besok kamu bersihkan kolam renang dan potong seluruh rumput di taman belakang" tegas Chloe.
"APA! AKU TIDAK MAU" teriak Victor dengan suara tinggi.
"Berani kamu sama mommy"
"Ingat jangan lari dari tugas kamu besok Vic" ucap Chloe memperingati anaknya.
"Ckk!!" decih Victor berlalu pergi dengan wajah menggerutu.
Cup...........
Meski sedang kesal ia kembali ke tempat sang mommy dan mencium pipinya karena sudah hampir sebulan mereka tak bertemu dan hanya berkomunikasi saja lewat hp.
Xavier memeluk pinggang istrinya dengan posesif sambil mengusap pipinya menghapus bekas ciuman anaknya tadi.
"Hubby" ucap Chloe sambil memutar malas matanya.
"Kamu milikku baby" tegas Xavier.
...π π π π π...
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan bulan sudah berganti dengan matahari yang menerangi bumi dengan sinarnya yang hangat membuat semua makhluk hidup siar melakukan aktifitas hari ini.
Tapi tidak dengan Clarisa yang sedari tadi diam saat mereka baru saja keluar dari hotel hingga saat ini.
~ Galaxy Company ~
Darius turun dari mobil diikuti oleh Riana dan Clarisa yang akan mendaftarkan diri untuk memamerkan desain rancangan perhiasan mereka di pameran yang digelar oleh Galaxy Company hari ini.
"Apa semua berkas kalian sudah lengkap?" tanya Darius sebelum pergi ke meja pendaftaran.
"Sudah pak" ucap Riana dengan semangat.
"Sudah pak" ucap Clarisa dengan suara pelan dan terdengar lemah.
"Apa kamu sakit Clarisa?" tanya Darius.
"Tidak pak saya baik-baik saja" jawab Clarisa.
"Jika sakit katakan saja karena saya tidak ingin kamu kenapa-napa disini" ucap Darius dengan suara tegas.
__ADS_1
"Baik pak"
Ketiganya segera berlalu menuju meja pendaftaran untuk menyerahkan berkas pendaftaran mereka, tak lupa memasukan desain rancangan mereka sendiri ke komputer khusus yang telah disiapkan oleh petugas untuk menjaga kerahasian data desain dari setiap pelamar.
Selesai mendaftar ketiganya bergegas masuk ke dalam ruang tunggu untuk menunggu hingga waktu peluncuran desain mereka dipublikasi, yang akan di nilai oleh semua tamu pengunjung di aula Galaxy Company yang sudah dibuat menjadi tempat pameran perhiasan nanti.
3 Jam kemudian
Pendaftaran pameran desain akhirnya di tutup dan 10 menit lagi aula untuk pemeran desainΒ jewelry akan dibuka untuk umum. Setiap pengunjung bisa menilai desain mana yang akan paling bagus dan bisa memberikan vote ke desain yang mereka pilih.
"Clarisa kamu ganti desain kamu" ucap Darius dengan cepat saat melihat desain Clarisa yang di tampilkan di layar lcd di ruangan tersebut.
"Iya pak. Maaf aku tidak memberitahu pak Darius terlebih dahulu dan maaf jika desain aku yang ini kurang memuaskan" lirih Clarisa sambil menunduk.
"Apa yang kamu bilang Clarisa. Desain kamu yang ini jauh lebih bagus dari desain kamu yang pertama" pekik Darius dengan suara tinggi.
"Ka Clarisa benar kata pak Darius. Menurut aku desain kakak yang ini sangat indah ka" tambah Riana.
"Syukurlah" ucap Clarisa dengan suara pelan.
"Desain kamu yang ini sangat bagus dan sangat menarik perhatian semua orang" puji Darius.
"Terima kasih pak"
~ Kingdom Apartment ~
Sedangkan di ruangan kerja Mikhail di penthouse kening Mikhail mengerut melihat desain jewelry Clarisa dan entah kenapa ia merasa desain Clarisa yang ia pamerkan saat ini seakan memberitahu isi hatinya saat ini.
"Broken heart" ucap Mikhail membaca nama desain milik kekasihnya.
Seperti artinya desain Clarisa kali ini adalah kalung berbentuk love dengan retakan di seluruh bentuk hati tersebut, dengan perpaduan warna hitam di desainnya dan warna merah di retakannya. Pilihan warna yang tepat yaitu hitam berpadu merah membuat desain Clarisa sangat menarik perhatian.
Apa lagi sepasang anting yang menjadi pasangan kalung itu semakin menambah kesan mewah dan elegan dari desain kalung tersebut dimana rantai kalungnya itu juga berwarna hitam, membuat desain Clarisa semakin menarik.
"Dimana kekasihku?" tanya Mikhail dengan cepat.
"Nona Clarisa berada di ruang tunggu bersama peserta lainnya KIng" jawab Damon.
"Pantau terus kekasihku"
"Baik King"
Tok............tok.............tok.............
...π π π π π...
Damon berlalu menuju pintu dan membukanya setelah melihat siapa yang datang dari sensor matanya tak perlu menunggu Mikhail menekan tombol pintu untuk terbuka, karena sidik jari Damon sudah terpasang di gagang pintu yang memiliki teknologi sensor khusus.
"King" ucap Teivel setelah berada didalam ruangan Mikhail.
"Heeemmm"
"Barusan tuan besar mengirim pesan jika King diminta untuk hadir di acara malam nanti bersamaan pengumuman pemenang pameran hari ini" papar Teivel menjelaskan pesan Thomas tadi.
"Ckk!! Menyebalkan" decak Mikhail dengan kesal.
"Beritahu pak tua itu aku akan datang tapi 5 menit saja" tambahnya lagi dengan suara tegas.
"Baik King"
"Apa kamu sudah menjalankan perintah aku semalam?" tanya MIkhail dengan suara dingin.
"Semuanya sudah siap sesuai perintah King" jawab Teivel dengan cepat.
"Good. Malam nanti jangan ada yang menggangguku" ancam Mikhail.
"Baik King"
Teivel segera keluar dan memantau pekerjaannya di luar tidak ingin menganggu Mikhail yang sedang sibuk membuat sesuatu bersama Damon didalam sana.
Sudah sebulan seluruh pekerjaan Mikhail ia yang hendel karena Mikhail dan Damon sedang membuat sebuah program untuk rencana mereka seminggu lagi.
"King sudah 100% complete" ucap Damon sambil menunjukkan laptopnya ke hadapan Mikhail.
"Akhirnya aku tidak perlu bersembunyi lagi dan membuat sialan itu terkoceh! Hehehe" ucap Mikhail sambil terkekeh.
Damon diam saja karena tidak tahu harus menjawab apa karena ia hanya akan menjawab jika ada yang bertanya lebih dulu atau mendapat perintah dari Mikhail untuk berbicara menggantikannya.
Mikhail menutup laptop dan berlalu keluar untuk istirahat sejenak karena dari semalam ia belum tidur sama sekali, dan ia harus tampil memukau malam nanti untuk rencana yang ia siapkan bagi kekasihnya itu tepat ulang tahunnya nanti pas tengah malam.
__ADS_1
...π π π π π...
To be continue.................