
🍁Hargailah apa yang kamu miliki saat ini. Ingat, kebahagian tak akan pernah datang kepada mereka yang tidak menghargai apa yang telah mereka miliki🍁
.
.
.
.
Sampainya mereka di markas Xander segera masuk dengan langkah tegap tak membalas ucapan sambutan anak buahnya sedari masuk dari pintu gerbang hingga ke dalam sana.
Saat akan naik ke lantai dua menuju ruangan pribadinya ia melihat keberadaan adiknya Victor, Henry, dan Leon yang juga berada di markas.
Xander menatap David memberi isyarat lewat gerakan matanya yang menunjuk ke arah ketiganya yang baru saja keluar dari ruang latihan menembak. David yang mengerti isyarat bosnya segera bergegas menemui ketiganya untuk bertanya.
“Kakak” pekik Leon dengan senang melihat kedatangan kakaknya David.
“Sedang apa kalian disini?” tanya David dengan suara dingin.
“Kita lagi berlatih ka. Kebetulan kita tidak melakukan apa-apa jadi kita latihan saja di markas” ucap Leon.
“Benar yang di bilang ka Leon ka David. Aku tadi diajari uncle Ken dan uncle Sam menembak di ruang latihan menembak” pekik Henry dengan antusias menceritakan apa yang ia lakukan.
“Tuan muda ketiga apa anda juga ikut berlatih?” tanya David dengan suara dingin karena tahu Victor tidak suka berlatih bela diri.
“No. Aku hanya bosan saja di mansion tidak melakukan apa-apa jadi aku ikut saja ka Leon ke sini ka David” jawab Victor dengan wajah cemberut.
Sedari kemarin ia tidak bisa bekerja karena wajah dan sekujur tubuhnya yang masih memar sehingga tidak bisa melakukan photoshoot. Ia hanya akan berdiam di mansion atau apartemen saja karena tak bisa keluar dengan wajah seperti itu.
David yang sudah tahu alasan kedatangan ketiganya segera bergegas menuju ke lantai dua menyusul Xander dan Luki yang sudah duluan ke sana.
Sedangkan ketiganya menatap David dengan tatapan aneh karena David hanya datang untuk bertanya saja kenapa mereka ada disana.
“Kita mau ngapain lagi ya” ucap Leon dengan malas.
“Aku tidak tahu” ucap Henry dengan wajah cemberut.
“Kita ke basecamp twin saja bagaimana” ajak Victor.
“Mereka tidak akan mengijinkan kita masuk karena Vincent membuat peraturan jika orang luar di larang masuk kecuali anggota gengnya saja” ucap Leon yang sudah kesana tadi pagi tapi tak diijinkan masuk.
“Twin memang aneh” dengus Victor dengan wajah cemberut.
“Tuan muda sekalian” ucap Ken sambil membungkuk sopan didepan ketiganya.
“Kenapa uncle Ken?” tanya Leon.
“Tuan muda sekalian silahkan ikut saya” ucap Ken dengan sopan sambil berbalik pergi.
Ketiganya saling melirik dan bertanya apa yang terjadi tapi tak ada yang tahu, karena sangat penasaran ketiganya segera mengikuti uncle Ken yang berjalan lebih dahulu menuju ke arah belakang markas.
Apa ini? Kenapa perasaan aku tidak enak ya, batin Leon.
Bukannya ini jalan menuju kandang Sera, batin Victor yang tahu arah jalan ini.
“Ka kita mau dibawa kemana sih?” tanya Henry dengan penasaran.
“Aku tidak tahu bocah” jawab Leon.
Ceklek………….
__ADS_1
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Ken membuka pintu didepannya mengagetkan ketiganya yang berdiri tercengang disana melihat apa yang ada dibalik pintu yang baru saja di buka oleh uncle Ken.
“Apa maksudnya ini uncle Ken?” tanya Victor dengan tatapan tajam.
“Bos memberi perintah agar tuan muda sekalian membersihkan kandang Sera sekaligus berlatih bersamanya” ucap Ken dengan santai.
“APA” pekik ketiganya dengan serentak kaget.
“Silahkan tuan muda” ucap Ken mempersilahkan mereka untuk masuk.
“Aku tidak mau” bantah Victor dengan suara tinggi.
“Aku juga. Aku datang kesini untuk berlatih bukan untuk membersihkan kandang Sera” ucap Henry dengan cepat.
Ken hanya tersenyum mendengar ucapan Victor dan Henry yang menolak mentah-mentah perintah dari Xander. Leon yang melihat uncle Ken hanya berdiri diam saja merasa ada yang tidak beres.
“Jika kalian tidak mau boleh saja. 1 Minggu kalian didalam kandang Sandra dan teman-temannya”ucap Xander dengan suara dingin lewat mikrofon.
“S**t” maki Victor dan Leon dengan kesal.
“Kami akan membersihkan kandang Sera ka” ucap ketiganya dengan serentak.
Xander tersenyum menyeringai dari ruang pribadinya melihat ketiganya yang memilih membersihkan kandang Sera dibandingkan bersama Sandra dan teman-temannya selama 1 minggu.
“Mereka pikir bos akan membiarkan mereka bertiga didalam kandang Sandra” ucap David sambil terkekeh.
“Well! Itu bisa saja jika mereka tetap kekuh menolak” ucap Xander dengan suara dingin.
“Memangnya ada orang yang membiarkan adiknya tidur di kandang buaya? Jika ada orang itu pasti sudah gila” ucap Luki bergidik ngeri melihat kandang Sandra dari monitor cctv.
“Ada 1 orang di dunia ini yang melakukan hal seperti itu” ucap David dengan suara tegas.
“King Mikhail” jawab Xander dengan suara dingin.
Eeehhh…………..
Luki tercengang mendengar ucapan Xander barusan yang memberitahu nama orang yang tidak punya hati dan memiliki sisi kekejaman yang sangat kejam dalam dirinya. Ia tak bisa membayangkan menjadi adiknya dari seorang King Mikhail.
King pasti sudah gila, batin Luki bergidik ngeri memikirkannya.
~ Mansion utama Wesly ~
Saat ini Natasha sedang duduk di samping brankar Vincent menunggu Vincent sadar sesuai ucapan ka Marcel yang mengatakan jika hari ini ia akan sadar tapi sampai sekarang belum juga ada tanda-tanda suaminya akan sadar.
“Kapan kamu bangun Vincent………..hiks hiks hiks………..maafkan aku yang belum bisa jadi istri yang baik buat kamu………hiks hiks hiks” lirih Natasha sambil menangis.
Natasha menunduk sambil menangis menyesali semua perbuatannya selama ini kepada suaminya dan tanpa ia sadari ternyata jari tangan Vincent baru saja bergerak dan matanya perlahan-lahan terbuka.
Vincent mengerjap matanya beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya yang terasa sangat silau. Sayup-sayup ia mendengar suara orang menangis dari sampingnya yang sangat ia kenali.
“Ho…..ne…….y” panggil Vincent dengan suara sangat pelan.
Deg……………
Jantung Natasha berdetak dengan cepat mendengar suara yang sangat ia kenali. Perlahan-lahan ia mengangkat wajahnya berharap apa yang ia dengar barusan bukan hanya ilusi saja.
Tes……………..
Air matanya mengalir dengan deras saat matanya bertatapan dengan mata Vincent yang sudah terbuka. Vincent menatap istrinya sambil tersenyum manis tak menyangka istrinya yang akan menjaganya saat ini.
__ADS_1
“Ho……ne……y” panggil Natasha dengan sesegukan sambil berderai air mata.
Deg…………
Jantung Vincent berdetak dengan cepat mendengar panggilan istrinya yang untuk pertama kali memanggilnya honey. Ia tak menyangka akan mendengar panggilan itu dari istrinya.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Natasha dengan cepat memeluk suaminya meluapkan kebahagiannya karena suaminya sudah sadar setelah melewati operasi pencangkokan jantung kemarin dulu.
Setelah puas memeluknya dengan cepat Natasha menghubungi Marcel dan seluruh anggota keluarga memberitahu jika Vincent sudah sadar.
“Anakku………….hiks hiks hiks” panggil Chloe sambil menangis melihat putra keduanya sudah sadar.
“Mommy” ucap Vincent dengan suara pelan.
Chloe memeluk Vincent sambil menangis diikuti suaminya yang ikut memeluk keduanya. Hari itu semua keluarga besar merasa sangat bahagia karena Vincent sudah sadar dan tinggal menjalani pengobatan saja.
~ Mansion Light ~
“Berengsek kalian semua” teriak Light dengan emosi mengingat kejadian waktu di rumah sakit.
Beruntung Ray melempar gas asap agar mereka bisa kabur jika tidak ia sudah mati disana. Ia juga tak menyangka jika kemampuan bela diri Valeria tidak bisa dianggap remeh meski ia sudah berumur.
“Sudah daddy peringatin kamu waktu itu son. Lihat apa yang kamu dapat dari keras kepalamu!” bentak Dev dengan suara tinggi.
“Maaf daddy”
“Kamu itu pikir tidak sih kalau tindakan kamu itu bisa membuat adikmu dalam bahaya Light” hardik Dev dengan emosi.
“Maafkan kecerobohanku daddy” ucap Light mengaku salah.
Phew…………….
Dev membuang napasnya dengan kasar tak tahu harus berkata apa lagi karena sejak Light kembali ia sudah memarahinya habis-habisan karena tindakan bodoh putranya itu.
“Kita kembali ke Rio malam ini juga” ucap Dev dengan suara tegas.
“Tidak bisa daddy. Aku akan pergi bersama dengan Lina” bantah Light dengan tatapan tajam.
“Kalau begitu kita harus pindah dari sini malam ini juga”
“Memangnya kenapa tuan?” tanya Ray dengan bingung.
“Aku yakin Xander Wesly sudah mengetahui lokasi kita. Apa lagi ledakan beberapa hari yang lalu itu adalah peringatan ke kita kalau mereka sudah tahu lokasi persembunyian kita saat ini” papar Dev menjelaskan.
“King sialan” maki Light dengan tatapan penuh kebencian.
“Lalu dimana kita akan pergi daddy?” tanya Light dengan cepat.
“Ke tempat yang tidak akan pernah mereka duga jika kita akan berada disana” ucap Dev sambil tersenyum menyeringai.
Light menatap daddynya dengan bingung karena belum mengetahui maksud ucapannya barusan. Dev lalu membisikkan tempat dimana mereka akan pergi dari sini.
“Aku setuju daddy! Hehehe” ucap Dev sambil terkekeh.
Light bergegas mengambil laptopnya dan melakukan beberapa coding program sebelum mereka pergi dari sana.
Tanpa Light sadari ternyata di laptopnya ada terpasang chip yang sangat tipis yang menempel langsung dengan laptop membuat mereka tak ada yang menyadari.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
__ADS_1
To be continue………………