Heartless 2

Heartless 2
Chapter 64


__ADS_3

🍁Tak perlu menjadi manusia hebat yang penting bermanfaat🍁


.


.


.


.


Tangannya mengepal melihat sang adik yang tersenyum sambil menangis. Ia tahu betul apa yang dirasakan adiknya saat ini.


Mata coklat tajamnya berkilat menatap Vincent yang tersenyum di depan sana seperti pasangan bahagia apa lagi saat membaca pikiran adiknya.


Berani kamu menyakiti adik aku maka aku akan membunuhmu detik itu juga, batin Mikhail dengan aura membunuh.


Xander yang merasa aura mencekam di sekeliling gereja langsung menatap Mikhail dengan tajam. Sesaat mata keduanya beradu seakan berbicara lewat tatapan mata untuk tak mengacaukan pernikahan Vincent dan Natasha.


"King" panggil Damon di sampingnya.


Mikhail menutup mata menetralkan emosinya dan berlalu keluar dari dalam gereja. Thomas yang sempat melihat putranya pergi berniat ingin menyusul tapi ditahan istrinya.


"Katakan" ucap Mikhail dengan suara dingin setelah sampai di luar gereja.


"Mr. Dev mengirim 4 sniper untuk membunuh tuan, nyonya, tuan muda Vincent dan nona muda King" ucap Damon sambil menunjukkan lokasi ke empat sniper tersebut.


"Bunuh mereka semua" titah Mikhail dengan tatapan membunuh.


"Baik King" ucap Damon sambil berlalu pergi.


"Perketat penjagaan hotel dan periksa setiap tamu yang hadir" ucap Mikhail menatap Teivel dengan tatapan dingin.


"Baik King"


"Suruh 2000 anak buahku turun berjaga dari radius 10 KM"


"Semua sudah di posisi masing-masing King"


"Bagaimana dengan keamanan hotel?" tanya Mikhail.


"Semua di urus oleh tuan muda pertama King"


"Suruh anak buah kita pantau keluarga besarku saja" ucap Mikhail dengan wajah datar dan dingin.


"Bagaimana dengan keluarga Wesly dan lainnya King?" tanya Teivel.


"Biarkan si bodoh itu yang mengurus mereka" Mikhail tersenyum smirk memikirkan Xander yang menurunkan pasukan Dark Dragon miliknya.


Kring.............


Mikhail memberi isyarat kepada Teivel untuk pergi. Melihat nama kekasihnya yang tertera di layar hpnya dengan cepat ia langsung menjawabnya.


"Khail apa maksudmu" sembur Clarisa dengan emosi dari seberang.


^^^"Kamu tahu jawabannya baby"^^^


"Apa maksudmu Khail? Kenapa kamu lakuin itu ke mereka semua?" tanya Clarisa tak habis pikir.


^^^"Itu balasan buat mereka karena sudah menyakiti kekasihku"^^^


"Tapi tidak dengan cara seperti itu Khail" dengus Clarisa.


^^^"Aku tidak perduli baby. Kamu itu milikku dan tidak boleh ada satu pun yang boleh mengusikmu" ucap Mikhail dengan suara tegas.^^^


"Tapi Khail"


^^^"Jangan membantah baby. Seharusnya kamu senang karena aku memberi mereka balasan kecil dan membiarkan nyawa mereka tetap ada" potong Mikhail dengan suara dingin.^^^


"Kamu menyebalkan Mikhail"


Mikhail terkekeh mendengar suara kesal kekasihnya dan ia yakin saat ini Clarisa pasti sedang mengerucut bibirnya karena kesal.


^^^"Jaga dirimu baby dan tunggu aku disana"^^^


"Kamu juga Khail dan jangan lupa makan"


^^^"Heemmm"^^^


Mikhail memutuskan panggilannya sepihak dan tersenyum sangat tipis melihat wajah kekasihnya yang menjadi wallpaper hpnya.


Sedangkan di dalam gereja Vincent sedari tadi merasa sangat kesal karena ulah saudara kembarnya Victor yang selalu mengganggunya hanya untuk berfoto.

__ADS_1


"Aku capek Vic! Kita harus siap-siap lagi buat resepsi nanti" hardik Vincent dengan kesal.


"Kamu memang menyebalkan twin" ketus Victor mencibir.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Vincent memutar matanya dengan malas melihat saudara kembarnya yang merajuk. Meski sudah dewasa tapi sifat Victor yang merajuk seperti anak kecil tidak pernah hilang.


"Nanti kamu bisa foto sepuasnya di hotel Vic" ucap Vincent yang membaut wajah Victor seketika berbinar.


"Yang benar twin" pekik Victor dengan senang.


"Heeemmm"


Victor tersenyum lebar sudah tak sabar ingin segera sampai di hotel. Rio yang melihat artisnya itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Katy itu ada biasmu disana kenapa tidak minta foto bareng" goda Bryan ke sang putri yang sedari tadi melirik Victor terus.


"Papa" kesal Katy dengan wajah merah padam karena malu.


"Sayang udah jangan goda putri kita lagi" ucap Elisa sang istri.


"Permaisuriku lihat wajah putri kita sangat lucu kayak tomat masak" goda Bryan.


"Mama marahin papa" adu Katy dengan bibir mengerucut ke sang mama.


Hahahaha..................


Tawa Bryan pecah melihat wajah sang putri yang mengundang pusat perhatian tamu. Wartawan yang masih berada di sana langsung mengambil foto mereka karena jarang sekali Raja Bryan Peterson tertawa lepas seperti itu.


Siapa dia kenapa wajahnya sangat mengemaskan, batin Victor yang terpesona dengan wajah merajuk Katy.


"VICTOR" teriak Rio tepat di kuping Victor hingga membuatnya kaget.


Bugh..............


"Aw! Sakit Vic" pekik Rio dengan kesal karena di pukul Victor.


"Rasain! Siapa suruh kamu teriak di kuping aku. Mana suara kamu jelek kayak tikus kejepit pintu" hardik Victor dengan kesal.


"Lagian kamu di panggil dari tadi tidak dijawab. Ya sudah aku teriak saja di kuping kamu" dengus Rio sambil mengelus kepalanya yang sakit.


"Bulan ini gaji kamu aku potong 50%" ketus Victor.


Victor berlalu pergi tak perduli dengan Rio yang terus protes tak ingin gajinya di potong. Chloe dan Xavier yang melihat keduanya hanya bisa menggelengkan kepala mereka.


~ Hotel Arthur ~


Saat ini Natasha dan Vincent sudah berdiri di atas pelaminan yang menyambut tamu hadirin yang ingin mengucap selamat.


Keluarga besar Natasha semuanya berbaur dengan para tamu, apa lagi tamu yang datang kali ini adalah tamu terhormat dan rekan kerja darii kedua belah pihak.


Wah akhirnya aku bisa melihat para pangeran tampan disini


Bibit tuan Wesly dan tuan Parker tidak diragukan lagi ya


Apa mereka semua itu manusia? Mereka semua seperti dewa yang turun ke bumi


Dari semuanya direktur Wesly dan presdir KM yang paling tampan


Ternyata presdir KM sangatlah tampan dilihat secara langsung


Bisik-bisik para tamu undangan membuat Xander dan Mikhail berdecak kesal. Keduanya sangat tidak suka dengan keramaian tapi khusus hari ini mereka harus berada disana lebih lama.


"Ka Mikhail foto bareng aku ya" ucap Max.


Mikhail tak menjawab tapi hanya menatap Max dengan lirikan tajam seperti memperingatinya untuk tidak mengajaknya berfoto atau apapun.


Max yang melihat lirikan tajam itu hanya bisa mengangguk kepalanya. Ia lalu menunjukkan sesuatu kepada Mikhail yang membuat wajah tampan itu tersenyum smirk.


"How much?" (berapa harganya) tanya Mikhail dengan cepat.


"Aku tidak butuh uang brother tapi aku butuh informasi orang di belakang perdana mentri Russel"


"Deal" ucap Mikhail sambil tersenyum menyeringai.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Max tersenyum lebar akhirnya bisa mendapat informasi mengenai orang di belakang perdana mentri Russel di Italia.


Ia ingin memberantas semua pengikut perdana mentri Italia dan melengserkan dia dari kursi perdana mentri, karena selama ini dia sudah banyak menggelapkan uang negara hanya untuk keuntungan pribadinya tanpa memikirkan rakyat yang menderita.

__ADS_1


"Apa yang kamu ambil dari putra mahkota Maxim?" tanya Xander dengan penasaran.


"Nuklir" jawab Mikhail dengan santai.


"Untuk apa?" tanya Xander dengan bingung.


"Meledakan perusahaan kamu" ejek Mikhail sambil berlalu pergi.


"Sialan bocah setan itu" maki Xander dengan kesal.


"Brother kenapa?" tanya Victor.


"Jangan minum wine lukamu belum sembuh Vic" ucap Xander dengan suara dingin dan tatapan tajam.


"Aku lupa brother" ucap Victor sambil terkekeh.


Victor lalu memeluk lengan Xander dan bergelayut manja meminta foto bersama kembarannya nanti tapi ditolak mentah oleh Xander.


Ia tetap kekuh membujuk sang kakak tapi tetap saja di tolak, Xander mengumpat kesal sambil memijit keningnya yang tiba-tiba sakit karena Victor tak melepas tangannya sedikit pun.


"Lepas Vic" ucap Xander dengan suara dingin.


"Tidak sampai brother setuju kita foto bareng" tegas Victor memeluk lengan sang kakak semakin erat.


David dan Luki menahan senyum geli melihat kelakuan Victor yang tak malu terus bergelayut manja di tangan Xander membuat semua mata memandang mereka.


Beruntung keduanya adalah adik kakak jika tidak para tamu pasti sudah salah mengartikan kelakuan keduanya yang seperti pasangan.


"Oke kita foto bareng" pasrah Xander pada akhirnya.


"Betul ya ka jangan ingkar janji" selidik Victor dengan tajam.


"Heemmm"


Victor melepas tangan Xander dan berlalu pergi seperti tak ada beban. Melihat hal itu Xander hanya bisa membuang napasnya dengan kasar dan memaki adiknya dalam hati.


Saat berjalan ingin mengambil minum Victor menyipitkan mata melihat Rio manajernya yang berdiri di sudut ruangan bersama seseorang sambil menunduk.


Karena penasaran ia berjalan menghampiri mereka dan sampai disana rahangnya mengeras melihat siapa yang sedang bersama dengan Rio dan apa yang mereka lakukan.


"Gunakan otak bodohmu itu Rio!" bentak direktur Cole.


"Maafkan saya direktur" ucap Rio.


"Kamu itu cuma manajer yang aku suruh untuk menjaga Victor dan seharusnya kamu tahu posisi kamu sialan" maki direktur Cole.


"Beraninya kamu pak tua!" hardik Victor dengan emosi.


"V......ic" ucap direktur Cole dengan terbata.


"Sudah aku bilang jangan mengusik orang aku pak tua!" bentak Victor.


"Vic ini tidak seperti yang kamu pikirkan" elak direktur Cole.


"Jangan kamu kira mata aku buta pak tua. Berani kamu mengusik orangku aku tidak segan-segan memotong kedua kakimu" ancam Victor.


Glek................


Direktur Cole menelan salivanya dengan susah mendengar ancaman Victor. Victor lalu beranjak pergi dari sana diikuti oleh Rio, sepanjang jalan Rio mengelap air matanya yang sedari tadi ditahan.


"Kamu itu memang bodoh!" bentak Victor.


"Hiks hiks hiks...........terima kasih Vic" ucap Rip dengan tulus.


"Lap ingusmu. Wajahmu sangat menjijikan Rio" ketus Victor sambil menyodorkan tisu.


Rio menerimanya dan tersenyum dengan tulus menatap Victor, dia sangat senang karena Victor membelanya di depan direktur mereka.


"Ingat kamu itu manajer aku dan jangan biarkan satu orang pun menginjak-injak harga dirimu" ucap Victor dengan suara tegas.


"Iya Vic aku akan mengingatnya"


"Bagus. Sekarang ambil makanan dan minuman buatku" titah Victor.


"Oke Vic"


Rio segera pergi meninggalkan Victor yang menatapnya sambil menggelengkan kepalanya. Tanpa Victor sadari ternyata ada seseorang yang mendekatinya sambil membawa pisau dari belakang.


Eeemmpp............eeemmppp.........


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue...............


__ADS_2