Heartless 2

Heartless 2
Chapter 131


__ADS_3

🍁Bertahan lebih susah dari pada berjuang untuk mendapatkannya karena jika kita tidak bisa mempertahankannya maka itu akan terlepas dari genggaman kita🍁


.


.


.


.


Bugh………..bugh…………bugh…………bugh…………


David menghajar Light dengan brutal memberinya pelajaran karena sudah membuat daddynya koma waktu itu. Setelah puas menghajar Light ia lalu menuju Ray dan Dev menghajar keduanya tak memberi mereka kesempatan untuk mengambil napas.


“Ini akibat kalian sudah mengusik keluargaku berengsek!” bentak David dengan suara tinggi.


Bugh………………bugh…………….bugh…………….


David kembali menghajar ketiganya bergantian meluapkan emosinya. Tak berselang lama Xander datang dengan wajah dingin dan aura membunuh, membuat semua disana bergidik ngeri merasakan aura Xander.


Mereka yakin sebentar lagi ketiganya akan mendapat hukuman yang tidak akan pernah mereka bayangkan.


“Minggir” ucap Xander dengan suara dingin.


David menghentikan pukulannya saat mendengar ucapan bosnya. Luki lalu memberinya handuk untuk mengelap tangannya yang ada bekas darah dari ketiga orang yang mereka tangkap tadi.


“Jadi ini wajah orang-orang yang ingin menghancurkan keluarga besarku ya” ucap Xander dengan suara dingin sambil memilih alat yang akan ia pakai untuk bersenang-senang.


“Apa kamu senang dengan hadiah-hadiah dariku selama ini?” tanya Light sambil tersenyum menyeringai.


“Ckk!! Dia menggali kuburannya sendiri” decak Luki sambil menggelengkan kepalanya melihat Light.


“Senang?” tanya Xander sambil menatap Light sekilas.


“Aku tidak senang! Malah menikmatinya karena aku bisa bersenang-senang dengan orang yang mengusik keluargaku. Dan ya aku mendapat 3 paket dalam sekali tangkap” ucap Xander sambil tersenyum menyeringai.


“Ah! Lebih tepatnya 4 paket” ucap Xander sambil tersenyum penuh arti.


“4” gumam Light dan lainnya dengan bingung.


Crash……………


Bunyi hentakan cambuk di lantai mengagetkan Light, Ray, dan Dev. Mereka menelan saliva dengan susah melihat cambuk yang dipegang Xander. Belum lagi bagian ujungnya terdapat pisau-pisau kecil tajam yang membuat Ray semakin bergetar ketakutan.


“Let’s play the game” (ayok mulai permainannya) ucap Xander sambil tersenyum menyeringai.


Crash………crash…….crash…………..crash…………..


Aarrrgghhh………..


Teriak Dev menggema saat Xander mencambuknya hingga ku**tnya sobek terkena mata pisau di bagian ujung cambuk. Ray bergetar hebat melihat hal itu merasa ketakutan apa lagi melihat punggung tuan besarnya yang penuh dengan luka cambukan.


“Berengsek kamu Xander! Jangan melukai daddy aku sialan” teriak Light dengan emosi.


“Bagaimana Light Clayton? Bagaimana rasanya melihat keluargamu terluka didepan mata kamu sendiri?” tanya Xander dengan suara menggelegar.


“Lepaskan daddy aku. Bunuh aku saja tapi jangan sakiti daddy aku” pinta Light dengan tatapan tajam.


“Ah! Sayang sekali aku tidak bisa memenuhi permintaan kamu karena daddy angkat tercintamu ini juga ikut menyakiti keluargaku” ucap Xander dengan wajah mengelap.


Grep……………..


“Lepasin daddy aku berengsek” hardik Light saat Xander menjambak rambut daddynya hingga wajahnya terangkat ke atas.

__ADS_1


Sret………….sret………………..


“TIDAK! BAJINGAN KAMU XANDER WESLY” teriak Light bergema.


Wajahnya merah padam saat Xander melukai kedua pipi daddynya dengan pisau kesayangannya. Darah segar mengalir dengan deras dari kedua pipi Dev membuat ruangan tersebut berbau anyir.


Xander terkekeh melihat Dev yang pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Light sendiri seperti kesetanan menarik tangannya dari rantai besi ingin sekali menghajar Xander.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Bangunkan dia” titah Xander dengan suara dingin.


Byur………….


Hosh………hosh……….hosh………hosh…………..


Napas Dev satu-satu saat Christian menyiramnya dengan air dingin membuat ia seketika tersadar dari pingsan. Tubuhnya bergetar hebat merasa sangat kesakitan di sekujur tubuhnya karena lukanya yang terkena air dingin barusan.


“Sudah sadar pak tua” ejek Xander dengan suara dingin.


“Mon…….ster! Kam…..u itu mon…..ster bu….kan manus….ia” ucap Dev dengan terbata-bata.


“Hehehehe! Baru tahu kamu pak tua kalau aku ini jelmaan monster” ucap Xander sambil terkekeh.


Glek………….


Dev menelan salivanya dengan susah melihat tatapan Xander yang menatapnya dengan wajah dingin dan entah kenapa ia merasa seperti sedang ditatap tajam oleh seekor monster besar bermata biru.


Sret………….sret…………


Aarrggghh……………


Jeritan kesakitan bergema saat kedua tangan Dev dite**s oleh Xander membuat Light ikut berteriak didalam sana. Air matanya mengalir dengan deras melihat daddynya seperti itu. Matanya berkilat tajam menatap Xander penuh kebencian.


“Lina” ucap Ray dan Light dengan serentak kaget melihat Lina didepan sana.


“Akhirnya paket keempat sampai juga” ucap Xander sambil tersenyum menyeringai.


Hiks…………….hiks………..hiks……………hiks……………


Suara tangisan Lina bergema didalam sana melihat keadaan daddynya yang sudah sekarat. Dev menatap putri angkatnya dengan senyum paksa melihat putri angkatnya ternyata masih hidup.


Xander memberi isyarat kepada David untuk melakukan sesuatu kepada Lina. David berjalan menuju ke arah Lina sambil tersenyum menyeringai, membuat Ray yang melihatnya berteriak kesetanan meminta David untuk tidak menyakiti kekasihnya.


Plak……………plak…………….


“Berengsek. Jangan berani menampar kekasihku sialan” maki Ray dengan suara tinggi.


Hehehehe………………..


David terkekeh melihat ketiganya yang menatapnya dengan emosi karena menampar Lina. Kembali ia menampar Lina dengan kuat berkali-kali hingga wajah Lina bengkak dan luka di sudut bibirnya.


“Hentikan son! Masih ada waktu untuk bermain dengan mereka” ucap Xavier dengan suara dingin yang datang bersama Albert.


“Aku belum puas daddy” ucap Xander dengan suara dingin sambil menatap tajam daddynya.


“Akan lebih seru jika kita bisa menyiksa mereka lebih dulu sebelum mereka mati son” ucap Xavier sambil tersenyum menyeringai.


“Boleh juga ucapan daddy! Hehehehe” balas Xander sambil terkekeh.


David lalu menyuruh anak buahnya untuk memasukkan mereka ke dalam sel tahanan dan jangan mengobati luka mereka, cukup di beri makan saja biar mereka bisa merasakan penderitaan sebelum mereka mati.


“Apa mommy tahu daddy datang kesini?” tanya Xander dengan suara dingin saat mereka sudah berada di ruangan pribadinya.

__ADS_1


“No” jawab Xavier dengan singkat.


“Katakan apa tujuan daddy kesini” ucap Xander dengan tatapan tajam menatap daddynya.


Xavier tersenyum bangga melihat putranya karena putranya ini bisa menebak kedatangannya pasti ada maksud. Ia selama ini sangat bangga kepada putranya karena menuruni sifat dan kepekaannya dalam menghadapi sesuatu.


“Kamu memang putraku”


“Ckk!! Of course i’m your son daddy not uncle Albert son” (tentu saja aku putramu daddy bukan putra paman Albert) ketus Xander dengan sinis.


Hehehehe………………..


Xavier terkekeh melihat sifat putranya yang angkuh sepertinya dulu sebelum mengenal istrinya, meski sifat angkuhnya masih terbawa hingga kini dan menurun ke ketiga putranya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Don’t waste my time daddy” (jangan membuang waktuku papa) ucap Xander dengan suara dingin.


“Uncle Thomas barusan menelpon daddy dan uncle memberi tahu jika Mikhail mengirim asisten keduanya Teivel untuk mengawal mereka mulai detik ini” ucap Xavier dengan suara dingin dan tegas.


“Untuk apa tuan besar? Bukannya aunty Valeria dan uncle Thomas sudah punya pengawal mereka masing-masing?” tanya David dengan bingung.


“Mana uncle tahu” jawab Xavier sambil mengangkat bahunya.


“Akan ada hal besar yang akan terjadi nanti dan itu semua hanya King sialan itu saja yang tahu” ucap Xander dengan suara dingin.


“Hal besar apa tuan muda?” tanya Albert dengan cepat.


Xander mengangkat kedua bahunya menjawab pertanyaan uncle Albert tidak tahu karena memang dia juga tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya.


“Sepertinya hanya King yang mengetahui hal ini” ucap Xavier dengan suara dingin.


“Ckk!! Sialan itu” decak Xander dengan sinis mengingat nama Mikhail yang selalu membuatnya emosi.


“David mulai sekarang perketat pengawalan untuk semuanya” titah Xavier dengan suara dingin.


“Baik tuan besar” jawab David dengan sopan.


“Suruh adikku Victor dan lainnya pulang malam ini juga” ucap Xander dengan suara tinggi.


“Baik bos” ucap David dengan patuh.


Brak……………….


“Luki” hardik Xander dengan tatapan tajam seakan ingin menelannya hidup-hidup.


Luki bergidik ngeri mendapat tatapan Xander dan ia merutuk kebodohannya tadi karena masuk tidak mengetuk pintu dulu. Semuanya menatap Luki dengan tajam membuat dia menelan salivanya berkali-kali.


“Maafkan saya bos. Tapi ada berita penting yang mau saya sampaikan” ucap Luki dengan suara tegas meski jantungnya sedang berdetak dengan cepat karena gugup.


“Katakan” titah Xander dengan suara dingin.


“GPS tuan muda ketiga dan lainnya hilang di pulau pribadi nyonya besar bos. Tuan muda ketiga dan lainnya ternyata mengelabui para pengawal disana dan pergi dari pulau pribadi nyonya besar tanpa dikawal pengawal bos” papar Luki menjelaskan.


“Apa” pekik keempatnya dengan kaget.


Brak……………..


Meja didepan Xander seketika patah bagi dua dengan wajah mengelap menguarkan aura membunuh didalam sana.


Xavier melirik Luki memberinya isyarat untuk keluar karena ia yakin sebentar lagi putranya akan mengamuk dan hanya mereka bertiga yang bisa mengimbanginya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue……………..


__ADS_2