
🍁Aku menahan kecewa, pertemuan yang harusnya penuh tawa rupa hanya tersimpan dalam angan-angan🍁
.
.
.
.
Marcel sebenarnya tahu jika sedari tadi Kein menatapnya dengan selidik tapi tidak dihiraukannya karena menurutnya Kein bukan tandingnya.
“Apa kamu ingin mencobanya?” tanya Marcel sambil tersenyum lebar.
“Tidak perlu” ucap Kein dengan cepat karena merasa jijik harus memakan binatang melata itu.
“Ayolah coba saja. Ini sangat bagus loh buat stamina tubuhmu” tawar Marcel dengan ucapan manis.
“Tidak terima kasih!” tolak Kein dengan suara tegas tak mau dipaksa.
Brak…………..
Tiba-tiba Erich mengebrak meja didepannya membuat Kein dan Marcel kaget dan langsung melihat kearahnya ingin tahu apa yang membuat Erich sampai mengebrak meja.
“Beraninya kamu ingin memberikan hewan kesayanganku kepada makhluk rendahan ini” hardik Erich dengan suara menggelegar dan tatapan membunuh menatap Marcel.
“Maafkan saya Lord. Saya bersalah” ucap Marcel dengan sopan sambil menunduk.
“Ini peringatan pertama dan terakhir untuk kamu” ucap Erich memperingatinya.
“Iya Lord! Terima kasih atas kemurahan hati Lord” balas Marcel sambil memuji Erich membuat Erich semakin besar kepala dan sombong.
Dasar pak tua sialan! Beraninya dia menghardik aku. Ckk!! Dia pikir aku takut dengan tua bangka yang bau tanah kayak dia, batin Marcel dengan kesal.
Marcel tersenyum smirk memikirkan ide licik di kepalanya untuk membalas Erich dan tanpa Erich sadari.
Dengan cepat Marcel menaburkan sesuatu di pakaian Erich saat ia pergi dari sana dan beruntung posisi cctv berada didepan pintu, sehingga tidak merekam apa yang dilakukan oleh Marcel barusan.
“Marcus waktumu dua hari lagi untuk memberikan apa yang aku inginkan” ucap Erich dengan suara tegas saat sampai didepan pintu.
“Baik Lord saya tahu” ucap Marcel dengan sopan.
Erich bergegas pergi bersama Kein meninggalkan Marcel sendirian di ruang makan. Ia berbalik ke belakang melihat piring bekas makan Erich yang bersih tak meninggalkan satu potong daging disana.
Hehehehe! Pak tua sialan! Malam nanti kamu akan menikmati hadiah dari aku, batin Marcel sambil tersenyum lebar.
Waktu pun berlalu dengan sangat cepat dan tanpa terasa malam pun tiba. Erich yang baru saja selesai melakukan ritualnya segera masuk ke dalam kamar pribadinya untuk tidur.
Beberapa jam pun berlalu dan tiba-tiba saja Erich membuka matanya merasa tubuhnya sangat panas dan gatal. Ia bergegas bangun dan segera menggaruk tubuhnya dengan kuat karena gatal ditubuhnya semakin menjadi.
“KEIN” teriak Erich dengan suara menggelegar dari dalam kamarnya.
Kein yang kebetulan baru saja selesai mengecek latihan anak buah Erich di belakang kastil, segera berlari masuk ke dalam kastil saat mendengar teriakan Lordnya. Sedangkan Marcel ia tersenyum lebar didepan jendela saat mendengar teriakan Erich barusan.
Aku penasaran bagaimana reaksi racun terbaruku, batin Marcel sambil tersenyum smirk.
Brak………….
“LORD APA YANG TERJADI” ucap Kein dengan suara tinggi saat membuka pintu kamar Erich tanpa mengetuknya terlebih dahulu karena panik.
“Panas! Cepat bawakan aku air berengsek” maki Erich dengan suara tinggi.
“Ah! Iya Lord” jawab Kein dengan cepat.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Kein menghidupkan lampu dan mengambil air minum buat Erich di atas nakas yang tak jauh dari ranjangnya. Saat ia berbalik ingin memberikan Erich air minum matanya seketika terbelak melihat apa yang terjadi kepada Lordnya.
Prang………………
Saking kagetnya ia sampai tak sadar menjatuhkan gelas air minum yang dipegangnya hingga berserakan dilantai dan hal itu membuat Erich semakin meradang dan membentaknya.
“Manusia rendahan! Apa kamu itu tidak bisa bekerja dengan baik manusia hina!” bentak Erich sambil menghinanya.
“Lord t…..ubuh an……….da” ucap Kein dengan terbata-bata tak perduli dengan hinaan Erich barusan.
“Apa maksud kamu sialan? Cepat bawakan aku obat gatal dan air bangsat” maki Erich dengan emosi.
“Ah! Panas! Kenapa sangat gatal” ucapnya lagi sambil menggaruk badannya yang terasa sangat gatal dan panas.
Kein tak melakukan apa yang disuruh oleh Erich melainkan bergegas mengambil kaca dan berdiri didepan Erich agar ia bisa melihat apa yang terjadi dengan tubuhnya saat ini.
Aaarrgghh……………
__ADS_1
Teriakan Erich bergema di seluruh penjuru kastil saat melihat tubuhnya lewat cermin dan kaget melihat apa yang terjadi kepadanya saat ini.
Bagaimana tidak tubuh Erich penuh dengan bentol-bentol nanah yang sangat banyak dan juga luka yang bernanah akibat ia mengaruknya barusan.
Siapa saja yang melihat penampilannya sekarang akan muntah, karena merasa jijik begitu pula dengan Kein yang sedari tadi menahan mualnya agar tidak muntah dihadapan Erich.
“APA YANG TERJADI KEPADAKU? PANGGIL DOKTER SEGERA KESINI BERENGSEK!” bentak Erich dengan suara menggelegar didalam kamar.
“Baik Lord” ucap Kein segera pergi dari sana karena sudah tak tahan lagi mualnya.
Hoek………………hoek………………hoek……………..
Kein memuntahkan semua isi perutnya didalam kamar mandi karena sudah tidak bisa menahannya lagi. Sedangkan Marcel ia bersiul seperti tidak ada beban sama sekali dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
~ Jakarta, Indonesia ~
Setelah 20 jam akhirnya Clarisa tiba juga di Jakarta yang sudah ditunggu oleh Eksel sebagai pengawalnya selama ia di Indonesia.
“Selamat datang nyonya” ucap Eksel dengan sopan sambil menunduk karena tahu status Clarisa sekarang.
Sedangkan Dio yang mengawal Clarisa sedari markas utama tidak mengenalinya lagi, karena penampilan Clarisa sudah berbeda jauh dari sebelumnya dan ia berpikir jika Kingnya pergi bersama perempuan yang datang bersamanya.
Clarisa tersenyum manis membalas ucapan Eksel dan bergegas masuk ke dalam mobil untuk membawanya ke apartemen.
“Tugas loe udah selesai. Biar gue yang ambil alih dari sini” ucap Eksel kepada Dio.
“Oke ka” ucap Dio segera masuk kembali ke dalam jet untuk pergi ke Thailand melakukan misi yang diberikan papanya.
“Men” panggil Clarisa kepada Eksel.
“Iya nyonya” balas Eksel yang sudah terbiasa dengan nama panggilannya dari Clarisa.
“Suruh kedua kakak aku ke apartemen besok jam 09:00 pagi ya” titah Clarisa dengan suara lembut.
“Baik nyonya”
“Kamu sudah dengar dari suamiku kan kalau aku akan bertemu dengan papaku?” tanya Clarisa dengan cepat.
“Sudah nyonya. Besok setelah bertemu dengan kedua kakak nyonya saya akan membawa nyonya menemui mereka” jawa Eksel dengan suara dingin.
“Mereka? Maksud kamu siapa Men?” tanya Clarisa dengan bingung.
“Besok nyonya akan tahu” jawab Eksel dengan singkat.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
~ Mansion Ares Rahardian ~
Tepat pukul 01:00 dini hari Ares tiba di mansion bersama dengan Gery karena baru pulang tugas dari luar negeri. Pak Tio yang mendengar kedatangannya sudah berdiri menyambut tuannya didepan pintu mansion.
“Selamat datang tuan” ucap pak Tio dengan sopan sambil menunduk.
“Heeemmm! Siapkan kamar tamu untuk Gery” titah Ares dengan suara dingin.
“Baik tuan” ucap pak Tio dengan patuh.
Aku yakin sebentar lagi tuan akan murka setelah masuk ke dalam kamar, batin pak Tio.
Ares segera naik ke lift menuju lantai dua dan saat Gery akan pergi menuju ke kamar tamu dengan cepat pak Tio memegang tangannya untuk tidak pergi.
“Ada apa pak Tio?” tanya Gery dengan suara dingin.
“Sebaiknya tuan Gery jangan tidur dulu karena sebentar lagi tuan akan mengamuk” jawab pak Tio dengan suara tegas.
“Maksud pak Tio? Apa yang sudah terjadi selama kami pergi?” tanya Gery dengan cepat merasa ada sesuatu yang terjadi selama mereka pergi.
“PAK TIO” teriak Ares dengan suara menggelegar dari lantai dua sebelum ia menjawab pertanyaan Gery.
Keduanya bergegas naik ke lantai dua untuk menemui Ares yang sudah terbakar emosi diatas sana. Bagaimana tidak saat ia pulang ia tidak mendapati Zelena didalam kamar dan juga semua pakaian dan barang miliknya tidak ada didalam lemari.
“Iya tuan” ucap pak Tio dengan sopan setelah sampai didepan pintu kamar tidur Ares.
“Dimana Zelena?” tanya Ares dengan suara dingin dan tatapan membunuh.
“Maaf tua….n! N….ona Zelena pergi membawa sem….ua barang miliknya tuan” jawab pak Tio dengan gugup melihat tatapan Ares yang sangat mengerikan.
Prang………….prang……..….prang…………….
Ares menghancurkan semua barang diatas sana membuat pak Tio dan Gery berdiri mematung, tak berani menegur atau menahannya karena tahu Ares tidak bisa dikontrol jika sedang dalam keadaan emosi.
“Bangsat loe semua! Kenapa loe ijinin kekasih gue pergi anj**g” maki Ares dengan emosi didepan wajah pak Tio.
“Ma…..afkan saya tuan” ucap pak Tio dengan terbata-bata merasa sangat takut.
__ADS_1
Arrgghh…………..
Bugh….....bugh………..bugh………..bugh…………..
Ares berteriak sambil memukul pak Tio dengan brutal melampiaskan semua emosinya saat ini karena tak mendapati kekasihnya saat pulang.
Sedangkan Gery ia sedang sibuk mencari dimana Zelena dan akhirnya ia pun tahu setelah Hans mengabari keberadaan Zelena.
“Nona Zelena berada di mansionnya tuan” ucap Gery dengan cepat.
“Ckk!! Siapkan mobil gue” titah Ares dengan suara dingin.
“Baik tuan” ucap Gery sambil berlalu pergi tapi sebelum itu ia mengangguk kepalanya kepada pak Tio yang sudah terkapar tak berdaya dilantai.
Pak Tio menutup mata merasa lega setelah kepergian Ares dan Gery dan beruntung Gery memberitahu lokasi Zelena dengan cepat sebelum ia mati ditangan Ares tadi.
“Mi amor” gumam Ares dengan rahang mengeras sambil menggenggam stir mobil dengan erat dan melajukan mobil sportnya dengan kecepatan tinggi.
~ Mansion Utama Wesly ~
Saat ini semua keluarga besar Wesly sedang membahas hasil lab Victor yang berhasil diteliti oleh Lili di ruang keluarga.
Tanpa mereka semua sadari ternyata orang suruhan Kein yang menyamar berdecak kesal karena Lili berhasil menemukan penyebab Victor muntah darah.
Setidaknya kalian tidak akan pernah mendapat obat penawarnya, batin pelayan itu sambil tersenyum puas.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Kevin.
“Kita secepatnya harus mendapat penawarnya sebelum racun itu semakin ganas uncle” jawab David dengan suara dingin.
“Lili apa kamu tidak bisa membuat penawarnya?” tanya Chloe dengan tatapan sendu.
“Aku tidak tahu aunty karena itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan aku juga harus meneliti racun itu sebelum membuat penawarnya aunty” jawab Lili dengan rasa bersalah karena tidak bisa membuat penawarnya.
Hiks……………hiks…………hiks……………..
Tangis Chloe pecah didalam sana memikirkan nasib putra bungsunya yang ternyata terkena racun yang sangat mematikan dan berbahaya.
“Aku ke kamar dulu” ucap Victor yang sedari tadi diam saja.
Rio, Vincent, Leon, dan Henry segera mengikutinya karena tahu saat ini pasti ia sedang terpukul, setelah mengetahui apa yang terjadi kepadanya dan mereka berempat yang akan menghibur Victor agar ia tidak frustasi.
“Hubby aku mohon selamatkan putra bungsu kita……….hiks hiks hiks” pinta Chloe sambil menangis menatap suaminya.
“Kamu tenang ya baby. Putra kita Victor akan sembuh” ucap Xavier dengan suara tegas.
“Benar yang dikatakan daddy mommy. Aku janji Victor akan sembuh mommy” tambah Xander dengan suara tegas.
“Aku tahu siapa yang bisa menolong Victor” ucap Natasha.
“Siapa baby?” tanya Thomas dengan penasaran.
“Ka Marcel daddy” jawab Natasha dengan cepat.
“Ah! Dokter gila itu ya? Kenapa aku tidak mengingatnya bukankah dia ahli membuat virus?” tanya Kevin dengan semangat.
Ehheemm………………
Deham Valeria membuat Kevin menggaruk kepalanya yang tak gatal merasa malu karena sudah membicarakan Marcel dengan buruk didepan ayahnya.
“Jangan hiraukan aku Kevin karena apa yang kamu bilang tentang putra sulungku barusan itu semua fakta” ucap Rehan yang tak marah atau emosi mendengar nama putranya disebut.
“Maafkan aku Rehan” ucap Kevin dengan tak enak hati.
“Iya Kevin” balas Rehan sambil tersenyum.
Rahel menatap suaminya dengan sinis merasa kesal karena sifat suaminya yang tidak menjaga ucapannya, begitu juga dengan Lili yang menatap daddynya kesal membuat Kevin hanya bisa tersenyum cengir saja.
Tiba-tiba mereka semua dikagetkan dengan bunyi helikopter di landasan helipad diluar sana, membuat mereka semua segera keluar untuk melihat siapa yang datang.
“Wow!!! Helikopter yang sangat keren” decak Henry yang baru pertama kali melihat helikopter yang sangat keren didepannya.
Xander menyipitkan matanya melihat inisial KM diujung helikopter merasa bingung dengan kedatangan Mikhail kesini.
“Raja setan itu” ucap Thomas dengan emosi beranjak maju menuju putranya setelah melihat inisial putranya itu di badan helikopter.
“Mommy sepertinya sebentar lagi akan ada kekacauan” ucap Natasha.
“Biarkan saja lagian ini bukan mansion mommy” balas Valeria dengan santai membuat semua pasang mata disana langsung menatapnya dengan kaget.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
__ADS_1
To be continue………………..