Heartless 2

Heartless 2
Chapter 170


__ADS_3

🍁Waktu tidak dapat menyembuhkan rasa sakit jika kamu tidak belajar bagaimana melepaskannya🍁


.


.


.


.


Mikhail turun dari helikopter dengan aura wibawa membuat semua disana tercengang dengan aura seorang King Mikhail. Matanya melirik Damon memberi isyarat untuk mencari keberadaan pelayan yang sudah meracuni Victor dan lainnya.


“MIKHAIL ZENO PARKER!” teriak Thomas dengan suara menggelegar.


Hehehehe……………


Mikhail terkekeh mendengar teriakan daddynya dan tahu apa yang membuat daddynya seperti itu. Semua karena pernikahannya yang mendadak dan belum menunjukkan wajah istrinya kepada kedua orang tuanya.


“Long time no see daddy. Bagaimana keadaan daddy?” (lama tidak bertemu papa) tanya Mikhail sambil tersenyum smirk.


“Menurutmu bagaimana raja setan?” tanya Thomas dengan gigi gemeletuk sambil menatap putranya dengan emosi.


“Menurutku daddy terlihat baik” jawab Mikhail dengan santai.


“Kamu memang raja setan sialan!” bentak Thomas dengan emosi.


Dor………………..


Bunyi tembakan bergema disana membuat semuanya kaget tak menyangka jika Thomas akan menembak Mikhail yang langsung dihindari Mikhail dengan santai. Sedangkan Valeria dan Natasha keduanya duduk dengan santai seakan itu hal biasa.


“Val kenapa loe diam saja?” tanya Chloe dengan bingung.


“Mereka bukan anak kecil lagi” jawab Valeria dengan santai.


Eeeehhhh…………….


Chloe tercengang mendengar ucapan Valeria yang sangat santai dan tidak perduli dengan apa yang barusan dilakukan oleh suaminya.


“Tembakan daddy sudah tidak tepat sasaran lagi. Sepertinya daddy sudah mulai tua” ucap Mikhail dengan nada mengejek.


Bugh………………bugh…………bugh………………


Thomas menyerang Mikhail dengan pukulan bertubi-tubi tapi berhasil dielak Mikhail dengan santai seperti sedang berjalan dan tidak merasa takut atau apapun.


Brugh……………prang…………..


Semuanya kaget saat Mikhail memukul daddynya di perut hingga terpental mengenai pot dibelakangnya. Mikhail tak perduli jika orang yang ia pukuli barusan adalah daddynya sendiri meskipun begitu ia tetap membantu daddynya bangun


“Daddy sangat lemah” sarkas Mikhail dengan tatapan mengejek.


“Ckk!!” decak Thomas dengan sinis mendengar ucapan putranya itu.


Keduanya lalu berjalan bersama seperti tidak ada yang terjadi padahal barusan keduanya sudah membuat semua orang syok.


Mikhail tersenyum smirk melihat Damon yang mengangguk kepalanya memberitahu jika ia sudah mengetahui dimana penawar racun itu berada.


“Sudah selesai mainnya? Tumben tidak ada kerusakaan parah?” tanya Valeria dengan suara dingin.


“Honey” ucap Thomas dengan mata melotot memperingati istrinya untuk tidak membuka aib keluarga mereka disini.


“Itu karena daddy sudah tua mom” ucap Mikhail dengan suara dingin.


“Tutup mulutmu raja setan” hardik Thomas dengan suara tinggi.


“Itu memang fakta daddy”


“Kamu” tunjuk Thomas dengan emosi.


“Cih!” decih Mikhail dengan tatapan sinis menatap daddynya yang sedang emosi.


Valeria lalu menarik suaminya ke dalam karena tidak mau keduanya kembali berkelahi karena ini bukan saat yang tepat. Semuanya kembali masuk kedalam tapi tidak dengan Damon yang berjalan menuju ke arah paviliun belakang.


“Kemana Damon?” tanya Xander yang sempat melihat Damon pergi kearah belakang.


“Jika penasaran kamu ikuti saja dia” jawab Mikhail dengan suara dingin dan wajah datar.


Tenang Xander jangan sampai terpengaruh dengan raja setan ini, batin Xander.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Mikhail tersenyum smirk membaca pikiran Xander membuat Xander semakin berdecak kesal melihat Mikhail. Keduanya saling menatap mengeluarkan aura kekuasaan didalam sana membuat semuanya menelan saliva dengan susah.


“Son” ucap Xavier dengan suara tegas memperingatinya untuk mengontrol auranya.


“Heeemmm” deham Xander sambil menutup mata mengontrol emosi dalam dirinya.


Sedangkan Mikhail ia santai saja karena memang aura tubuhnya seperti itu sedari dulu persis seperti mommynya. Semuanya diam sambil menatap Mikhail yang duduk sambil berpangku kaki tak perduli dengan lainnya.


“Cih!” decih Thomas dengan kesal yang melihat kelakuan putranya sedari dulu tidak pernah berubah masih saja menyebalkan dan arogan.


Raja setan menyebalkan! Untung saja kamu itu anakku jika tidak aku akan melemparmu ke kandang Pita, batin Thomas.


“Mommy” panggil Mikhail sambil tersenyum menyeringai menatap daddynya.


“Kenapa son?” tanya Valeria.


Thomas menatap putranya itu dengan mata melotot memperingatinya untuk tidak mengadu kepada istrinya tentang apa yang ia pikirkan barusan.


Mikhail terkekeh melihat reaksi daddynya yang memintanya untuk tidak mengadu, karena mommynya akan menghukum daddynya tidur di luar.


“Mommy kalau” ucap Mikhail yang langsung dipotong daddynya.


“Mikhail bukannya kamu datang kesini karena ingin memberitahu kami sesuatu son” potong Thomas dengan cepat karena tahu apa yang ingin diucapkan putranya itu.


“Honey biarkan putra kita menyelesaikan ucapannya” ucap Valeria sambil menatap suaminya dengan tajam


“Iya honey” ucap Thomas dengan patuh.


Mikhail terkekeh melihat daddynya yang tidak bisa berkutik saat mommynya berbicara. Sedangkan yang lainnya seperti penonton yang sedang menonton perdebatan ketiganya.


“King dimana dokter pribadimu?” tanya Xavier dengan suara dingin.


“I don’t know” (aku tidak tahu) jawab Mikhail dengan santai.


“Son katakan dimana Marcel karena hanya dia yang bisa menyembuhkan Victor dan lainnya” ucap Thomas dengan suara tegas.


"Daddy bisa menelponnya dan tanya dia dimana” balas Mikhail dengan acuh.


“Mikhail” hardik Thomas yang emosi dengan kelakuan putranya itu.


“Kita tidak punya banyak waktu King” ucap Xander dengan tatapan membunuh


“Cih! Memangnya aku perduli” decih Mikhail dengan sinis.


Prang……………dor……………..


“XANDER LEONART WESLY!” bentak Xavier dengan suara menggelegar.


“PUT DOWN YOUR GUN TEIVEL!” (turunkan pistolmu Teivel) bentak Thomas dengan suara tinggi.


Semua disana kaget saat Xander melempar vas bunga kearah Mikhail yang di silih olehnya, bersamaan dengan Teivel yang juga menembak Xander karena tidak terima Kingnya diperlakukan seperti itu.


“Ckk!! Jadi kamu bisanya bersembunyi di belakang peliharaanmu itu” decak Xander dengan senyum mengejek.


Hehehehe…………..


Mikhail terkekeh mendengar ucapan Xander barusan dan seketika aura didalam sana berubah menjadi sangat mencekam.


“Semuanya pergi dari sini” teriak Valeria menggelegar saat merasakan aura psycopath putranya.


Mata Mikhail seketika berubah menjadi merah padam sama persis dengan punya Damon. Henry, Lili, Leon, Victor, Vincent, dan Rio yang baru pertama kali melihat hal itu syok sampai tak bisa mengerakkan kaki mereka.


Apa ini? Kenapa badan aku tidak bisa digerakkan, batin Henry dan lainnya.


Raja setan itu sudah tak bisa dikontrol, batin Thomas.


Jadi ini aura seorang King Shadow, batin Xander.


Wush………………..


Bugh……………..bugh……………bugh……………..


Mikhail tiba-tiba menghilang dan berdiri tepat didepan Xander dan langsung menghajarnya dengan brutal. Xander yang belum siap harus mendapat pukulan bertubi-tubi dari Mikhail, tak berselang lama ia pun membalas pukulan Mikhail.


Prang…………….prang………………prang…………………

__ADS_1


Bugh……..bugh……bugh………..bugh……….bugh….…


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Bunyi pecahan menggema didalam sana membuat ruangan keluarga seperti sedang diterpa badai dahsyat barusan. Melihat hal itu Xavier dan Thomas saling melirik dan memberi isyarat untuk menghentikan keduanya.


Grep………..


“HENTIKAN SON” hardik Xavier dan Thomas dengan serentak sambil memeluk kedua putra mereka.


“Lepaskan aku daddy!” bentak Mikhail dengan suara tegas dan dingin.


“Lepas daddy! Lepas! Aku akan memberi pelajaran kepada sialan itu” hardik Xander dengan suara tinggi.


“Ckk!! Ingin memberi pelajaran kepadaku sialan? Coba kamu lihat siapa yang sekarang lebih banyak terluka” sarkas Mikhail dengan tatapan mengejek.


Xander menatap tubuhnya dan juga Mikhail dengan teliti dan tak menyangka jika dia yang paling banyak terluka sedangkan Mikhail hanya terluka disudut bibirnya.


“Ckk!!” decak Xander dengan kesal.


Semuanya berdiri mematung tak berani mengeluarkan suara sedikit pun, apa lagi saat melihat mata merah Mikhail yang sangat menakutkan. Mikhail tersenyum menyeringai melihat pelayan suruhan Kein yang mematung saat melihatnya.


Ia berjalan dengan langkah panjang menghampiri pelayan itu membuat semuanya menatapnya dengan bingung.


“T….uan” ucap pelayan itu dengan terbata saat Mikhail berdiri tepat didepannya.


“KEMATIAN MUTLAK UNTUKMU” ucap Mikhail dengan suara berat yang terdengar sangat mengerikan.


Deg…………….


“Hentikan son” teriak Valeria dan bergegas lari menuju anaknya untuk menghentikannya tapi ditahan suaminya.


Sret……………….sret…………….sret…………………….


Aaarrggghh………………..


Teriak pelayan tadi dan semuanya saat badan pelayan itu dicabik-cabik oleh Mikhail didalam sana. Para mommy disana selain Valeria seketika pingsan tak sanggup melihat apa yang sedang dilakukan Mikhail.


Thomas menghela napas dalam melihat perbuatan putranya yang sama persis dengan istrinya jika jiwa psycopath mereka muncul.


Prang………………..


Semua kaca didalam mansion tiba-tiba pecah membuat Xavier hanya pasrah sana melihat semua itu, yang sama persis dengan apa yang dilakukan oleh Valeria waktu itu.


Mommy dan anak sama-sama gila, batin Xavier.


Damon lalu menghampiri Victor membuat Victor mundur karena takut melihat tatapan Damon yang sama persis dengan Mikhail.


“Jangan mendekat sialan” teriak Victor dengan suara tinggi.


“Hey! Apa yang mau kamu lakukan kepada saudaraku berengsek!” bentak Vincent dengan suara menggelegar.


Aww……………


Damon tak berkata apa-apa dan langsung menyuntik Victor dilehernya sehingga ia berteriak kesakitan berpikir Damon akan membunuhnya.


“Aku tidak mati?” tanya Victor sambil memegang lehernya bekas suntikan barusan.


“Untuk saat ini anda belum mati tuan muda ketiga” jawab Damon sambil tersenyum lebar menatapnya.


Mata Victor melotot mendengar ucapan Damon barusan yang dibalas senyum lebar Damon seperti tidak terjadi apa-apa. Mikhail menyisir rambutnya ke belakang dengan jari sambil berbalik tersenyum menyeringai menatap Xander.


“Apa yang kamu lakukan kepada adikku bangsat?” tanya Xander dengan suara tinggi.


“Saya menyuntik tuan muda ketiga dengan penawar racun yang diberikan oleh pelayan itu tuan muda pertama” jawab Damon dengan suara dingin sambil menunjuk pelayan yang sudah tercabik-cabik dilantai.


“Jadi” ucap David yang sudah paham apa yang sebenarnya terjadi saat ini.


“Dia adalah pelayan yang menyamar” jawab Damon.


“Fu*k” maki Xander dengan emosi.


“Setidaknya aku bergerak ada hasilnya bukan hanya berdiri diam saja seperti kamu” ucap Mikhail dengan suara dingin dan tegas.


Ia lalu pergi dari sana diikuti Damon dan Teivel serta kedua orang tuanya karena ada sesuatu yang ingin mereka tanyakan.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue…………..


__ADS_2