
Sudah lima hari semejak syarat yang Rindu ucapkan membuat Habib sekarang semangat dalam belajar agama, ia mendatangkan para ahli dalam agama, ia juga belajar mengaji dan selalu mendengar murota meskipun sedang bekerja, supaya terbiasa katanya.
Sedangkan Dokter Rey pun sama. Hanya saja proses yang dokter Rey lakukan masih panjang, ia belum masuk islam, tapi ia harus belajar dari tittik noll, mulai dari pengertian Syahadat. Yang ia baru tau jika Syahadat adaah kunci syurga. Selagi manusia bersyahadat maka ia akan masuk syurga. Namun yang menjadi pertanyaannya. Apakah orang yang bersyahadat tapi tak menjalankan syariat masih masuk syurga? Maka jawabannya Insyaallah,
Tapi ia diibaratkan baju. Semakin banyak manusia melakukan kesalahan maka semakin kotor pula ia. Bagaikan baju saja semakin banyak noda dibaju, maka semakin susah dan semakin lama kita membersihkan dosa kita, namun dada juga noda membandel bukan? Yang sangat sulit untuk dihilangkan? Sama seperti syahadat, ada noda yang sangat susah dihilangkan, yaitu Syirik, mempercayakan sesuatu selain Tuhan. Dan juga Kufur atau juga rasa tak bersykur, sebab dua hal ini adalah penyakit yang sangat susah diobati dan dibersihkan dosanya.
“Mami perhatiin kamu suka banget sii Bib saat makan pagi baca buku agama, kamu mau jadi ustadz sekarang ya?” Tanya Nina heran pada Hbaib yang duduk sembari membaca buku, bukan buku, melainkan Al-Qur an. Habib memang begitu, ia akan meningalkan Al-Qur;’an saat ia masuk kedalam kamar mandi saja.
“Bener mami.. anak kita kayaknya dimasukin jin islam deh. Apa kita ajak rukiya aja ya mi..” Ujar Panji seikit khawatir, sebab perubahan Habib itu sangat melonjak tinggi, siapapn akan curiga dan mengagapnya aneh, atau manusia meningal rangai saja.
“Doain aja mi pi...” Ujar Habib menutup bacaannya lalu fokus makan, disana juga ada Yohan, Hendrawan dan juga Nayla, ada Ify dan Dilan juga.
“Ada yang kakek mau bicaraain saa Nayla, bisakan?” Suara Yohan membuat mereka menatapnya dan Nayla, semuanya bahkan berhenti mengunya karena terkejut.
“ Ada apa Kek?” Tanya Nayla takut. Pasalnya wajah Yohan sang kakek sangat serius.
__ADS_1
Sedangkan Rindu yang baru saja masuk kedalam semabr5i memberikan buah yang baru saja ia kupas pada Habib. Habib memang meminta buah buahan dipagi hari untuk dijadikan salad buah, sebenarya bukan Rindu yang mengupasnya, tapi bik Yanti, sebab Rindu tak bisa membuka buah mangga dan juga buah melon, katanya Rindu tak bisa tipis jika membuka buah, jadi rugi..
“Rindu makan bareng yukk.” Ujar Yohan dengan Rindu. saat Rindu mau menolak Yihan sudah biacara tegas.” Saya tidak menerima penolakan..!!”
“Cih.. kayak dinovel aja sii..!”! Gumam Ify dan Nayla. Sedangkan Rindu tak mau banyak jawab langsung duduk disampingnya Ify., sebab memang sudah beberapa hari ini mereka sangat baik dengan Rindu, makan selalu diajak, selalu diajak duduk dan juga selalu diteraktir jika jalan-jalan. Rindu sudah dianggap keluarga oleh mereka. Apa lagi Hendrawam, sebab ia sudah mengangap Rindu ananya sendiri karena tragedi keluarganya. Tak salahkan?
Yohan menghela nafas.” Nayla akan kakek jodohkan dengan anak kakek, sebab tragedi malam kemarin membuat kakek harus menikahkan kamu secepatnya..!!” Ujarnya tak mau dibantah.
“Apaan sii kek. Nayla ngak mau Kek. Apa’an sii kek..!!” Ujar Nayla membuat mereka juga mendadak bungkam.
Nayla meletakkan garpu makannya secara kasar.” Ei. Hidup tu engak sebagus yang kakek pikirin. Kalo dinovel hidup kita bakal bahagia karena perjodohan, enggak kek, enggak. pokoknya Nyala enggak mau..” Ujarnya membentak.
“Menurut kamu dengan keadaan kamu yang sudah seperti itu ada yang mau nerima kamu ha?!!!” Suara Yohan tak kalah membenta.” Anak teman kakek juga sama kayak kamu, jadi kalian sama-sama mempunyai keadaan yang sama. Jadi kamu nurut saja ini yang terbaik untuk kamu Nayla..!!!” Ujarnya lagi.
“Nayla enggak mau Ke... Engak..!! Lagian cucu temen Kakek juga enggak bakal mau terima Nay kan? “ Ia mulai menangis terisak lalu memilih pergi dari sana.
__ADS_1
“Nayla..!!!” Teriak kakek Yohan kencang.” Jauhi Fera dan Susan... dia yang bikin kamu hancur, jadi jangan sampai kamu lebih hancur lagi. Jika kamu masih main dengan mereka, kakek bakal buang kamu dari keluarga ini..!!” Bentaknya lagi membuat Semua orang bungkam.
Nayla tetap kekeh dengan larinya. Ia tak melihat kebelakang dan terus saja mencari tujuan. Rindu yang duduk saja dari tadi menghela nafas, ia diajak makan atau nonon drama sii? Dari tadi belum ada yang makan tapi sudah dikasih tontonan. Rindu tak suka melihat aib orang lain.
Yohan melirik Rindu sendu..” Terimakasih Rindu. andai saja dulu kamu tdiak membantu Nayla. Saya tidak tau apa yang akan terjadi padanya. Terimakakasih..!!” Ujarnya lagi dengan sendu..
Rindu menganguk “ Sama-sama kek..!!” Ujarnya lembut. tak ada alasan untuk Rndu mengelak atau berkata manis. Rindu bukan sosok yang suka mengulur waktu tak berguna, awal-awalnya merendah diri dan mengatakan itu kewajiban sema, sama umat muslim, toh ujunng-ujungnyan juga menerima terimakasih orang lain, sama saja bukan intinya?
Yohan terngat dimana malam itu, tragedi malam itu, yang hampir merenggut kehormatan Nayla memuat siapapun sangat sedih mengingatnya.
On Flashback..
Rindu dijam yang hampir tengah malam seperti ini masih diam dikamarnya, tepatnya ia ada dibalkon kamarnya sembari menatap kebawah, tubuhnya ia sandarkan dikursi yang empuk disana, kursi yang tergantung bagaikan sarang burung ituloh, yang bisa jadi ayunan, ia bahkan sering ketiduran disana saking asiknya menghafal...
Namun hari ini masih pukul sepuluh malam ia tak bisa tidur membuat ia membaca buku perjalanan hidupnya Asia istrinya Fir’aun. Ia sangat menyikai buku ini, sunguh..!!! Disini diajarkan tentang pria yang sangat jahat bukan? Tapi ia masih tetap menuruti keinginan Asiya yang ingin mengangkat nabi Musa sebagai ananya. Soo, disini diajarkan sosok pria yang mencintai istrinya meskipun ia jahat sekalipun, sosok Firaun yang setia dan mementingkan kebahagiaan istrinya. Salahkah jika Rindu menafsirkan berbeda dari tafsiran orang lain? rindu memang begitu, ia suka menafsirkan yang fositifnya saja meskipun itu disisi jahat sealipun.
__ADS_1
Namun samar-samar ia melihat sosok Nayla yang mengendap-endap keluar menuju gerbang dengan baju kurang bahan... Rindu menutup bukunya lalu menegakkan pungungnya untuk memperjelaskan matanya, ia mengucek matanya lalu menatap Nayla lebih jelas, ternyata penglihatanya benar, itu Nayla..!! Baju Dres Mini., yang panjangnya hanya sejengkal tangan dewasa, pungung mulusnya terekspos dan juga belahan dada rendah. warna baju? Warnanya warna salem membuat ia sangat manis, namun yang Rindu tak habis pikir, bagaimana bisa ia menggunakan baju sepende itu, jika ia nunging, sudah Rindu pastikan jika celana dalamnya akan terpampang. bukan hanya itu. Jika ekali tarik saja sudah pasti bajunya sobek ahhkk Padahal ia orang kaya masa beli baju kurang bahan?