
Aku tu mau lanjut nobel Istri butaku. tapi masih ada yg mau baca nggak ya.? secara novel HSGP ini udah mau tamat dan mau lanjut dakwa dirobek itu.. Tapi udah lama enggak jalan... Apa aku buat ditusuk baru aja ya...? Kalian ada yang mau baca nggak si nanti.?
.
...Kika tidak bisa mengubah takdir,kenapa tidak. mencoba menerima takdir dan memperbaiki takdir?.. NVS31...
.
Ketika perdebatan Rindu selesai ia memilih pergi dari ruangan itu.. namun ketika didepan..
Brak…
ia menabrak seseorang yang sedang membawa nampan yang berisi munuman dan beberapa kue membuat semuanya beramburan jatuh kelantai.. Rindu menatap makanan itu nanar dan menatap kedepan.
Digh.. ternyata itu ibunya Rinjani, itu membuat Rindu ataupun Rinjani diam dengan kakunya, Rinjani tang gugup dan Rindu yang menatapnya datar.
“Sorry..” Ujar Rindu bergumam lalu menunduk memunguti semua yang terjatuh. “Saya tidak sengaja.”Ujar Rindu lagi sembari memunguti serpihan kaca disana dengan cepat dan juga datar tanpa ada eskresi apapun. Rindu tau, seburuk apapun ibu kalian, ataupun ayah lalian, tapi berbakti kepada orang tua itu wajib hukumnya., abbi dan uminya berkata, sejahat apapun orang tuamu dia tetap orang tuamu, mau dia mau membunuhmu, memukulmu dan sebagainya. jadi hargai dia dan hormati dia.. mangkanya Rindu begini.
Rinjani gugup pun menunduk dan membantu Rindu memunguti kaca kaca yang terjatuh itu. “Maaf saya juga tidak tau kam kamu keluar dari sini tadi..”Ujarnya gugup, karena tadi ia mendengar percakapan mereka didalam alias nguping .
“Apa-apaan ini Rinjani..!!!” Teriak Nio yang berbarengan dengan yang lain dari dalam melihat semua yang rusak disana, mereka tadi kaget karena tiba tiba ada suara yang menggelegar dan juga merusak kuping mereka membuat mereka keluar tergesa gesa dan ternyata itu ulah Rinjani.
Rinjani Nampak gugup dan cemas yang berkelarutan dan berkepanjangan membuat ia menunduk takut. “Ma maaf tadi aku tidak melihat ada yang mau keluar.. jad jadi semuanya terjatuh… ma maaf aku aku ceroboh..”Gugupnya disana meremas tangannya sendiri. Rindu diam saja melihatnya.
Arhh,, rambut Rinjani ditarik membuat Rinjani meringis disana dan lagi,
Plak.. wajahnya ditampar dengan kuatnya membuat Rindu memejamkan matanya tak kuat, ada rasa sakit didadanya melihat itu.”Bersihkan sampai ini, atau kau harus menjilat lantai itu..!!! dasar perempuan tak tau diri..! bisanya Cuma bikin malu dan pusing saja..!!! brak...” Rinjani didorong sampai tersungkur oleg Nio suaminya disana.
Rindu diam menatapnya. Rinjani menatap Rindu dengan sedihnya namun Rindu menatapnya datar. Rindu harus apa? Apa ia harus menolongnya? Jikapun ia menolongnya apakah ibunya mau menyentuhnya?
Bukankah dulu ibunya mau membunuhnya karena membencinya? Rindu tidak munafik, ia benci bermain dengan permainan perasaan.
__ADS_1
Rindu disana berdri dikalah semuanya beres dan menatap Nio dan lainnnya datar tanpa melihat Rinjani yang sudah menangis disana. Ia melirik Rindu namun tak ada respon yang ia dapat membuat ia mengelus pipinya sedih.
Rindu diam disana lalu pergi. “Mau kemana kamu Rindu..!!! rumah ini sudah dipagar dan dijaga oleh banyak penjaga..! jangan coba coba untuk pergi kamu..!!” Teriak Gio disana namun diapikkan saja oleh Rindu yang memilih memasuki kamarnya saja. semuanya terlalu bingung untuk ia fikirkan.
Rinjani disana menangis sesegukan dibuatnya.
Brak.. Nio menendang perutnya membuat ia meriingis sakit dan mengusap perutnya sedih.”Sampah..!”Ujarnya teriak membuat Rinjani meringis dan bersedih disana. Ia melihat tiga lelaki itu pergi dari sana dengan sedih dan pilihnya. Ini bukan sekali dua kali, tapi setiap hari semenjak mereka menikah, sekalipun ia tak memiliki hari bahagia.
Rinjani cepat cepat membereskan semua yang sudah berantakan yang diberesi Rindu tadi dengan pilihannya lalu membawa nampan berisi sampah itu kebelakang. Sedih rasanya mengingat nasibnya begini.. ia memaksakan tersenyum dikalah bertemu Willy dijalanan menuju dapur.” kamu mau apa nak? Biar mama ambilin..”Ajunya kepada Willy dengan manisnya meski rasa sakit ditulang pipi dan perutnya belum lagi dikepalanya tapi ia tetap memberikan yang terbaik untuk anak laki lakinya itu.
Namun kenyatannya Willy sama sekali tak menjawabn, hanya menatap datar ibunya yang menuruutnya sok baik. Lalu ia mengambil makanan jadi dikulkas dan susu kotak yang seliter itu.. ia mengambil gelas mengabaikan ibunya yang mengikutinya itu.
"Willy.... "
Namun ketika Rinjani bicara lagi membuat kepalanya sakit.”Udah diem deh, brisik tau nggak..!!!” Tekanya membentak membuat Rinjani kaget dan terdiam.
Willy menatap ibunya tajam dan bergumam.”Bisanya nyusahin orang aja deh.. dasar mausia sampah..”Ujarnya disana,. Kebenciannya membesar entah kenapa, semenjak tau ibunya rela membunuh adiknya membuat ia merasa ibunya monster yang harus ia jauhi dan harus ia hindari, baginya ibunya kejam, bagaimana bisa seorang ibu membunuh anaknya sendiri.
Didi adalah panggulan Azwardi Abbinya Rindu.ya, mereka pernah sempat mau menikah dan Rinjani malah memilih ayah Rindu Nio sang pengusaha kaya Raya dan itu dihasut oleh orang tua Rinjani, Rijnaji tak mau hidup susah membuat ia menuruti kata orang tuanya. Namun pada kenyatanya harta yang ia kejar tak membuat ia bahagia, harta yang ia mau tak mampu membuat ia puas. Sekarang ia bagaikan tahanan yang berjuang mati matian untuk bertahan., “Rindu..Hiks hiks..”Ia memeluk lututnya sendiri lalu menangis.”Didi kenapa kamu masih buat dia hidup? Dan sekarang aku ngerasa semakin gagal buat hidup..”Gumamnya disana sedih.
Apakah ada rasa sayangnya pada Rindu? Maka jawabannya ada, hanya saja rasa gengsinya kepada takdir membuat ia tak bisa berkata jujur pada dirinya sendiri.
Didalam kamar ada Rindu yang menggenggam erat tangannya memikirkan umminya, ia menatap tajam kaca didepannya yang memantulkan wajahnya yang sudah basah dengan air karena air wudhu, ia berwudhu karena ingin mendinginkan hatinya. Buat kalian yang suka susah meredamkan amarah coba lah ambil wudhu ya. Insyallah akan lebih adem dan teruslah beristighfar supaya bagaimanapun keadaan kita kita berada didekat Allah, berserah diri kepada Allah..
“Dua minggu lagi Rey bakal kerumah abbi dan ummi buat ngelamar gue sebagaimana perjanjian kemarin..”Gumam Rindu menatap wajahnya disana lalu menghela nafas.
”Dan dalam waktu dua minggu mau enggak mau, gue harus keluar dari rumah yang kayak neraka ini..”Ia memejamkan erat matanya mengepal tanganya dikalah ingat wajah Rinjani yang kesakitan.
” Suka enggak suka, gue harus keluar.. dan gue harus temuin Rey sebagaimana janji gue. janji adalah hutang dan hutang harus gue bayar.. gue enggak mau nyakitin orang sebaik Rey demi orang orang yang udah nyakitin gue.. Rey enggak pantes dapet suatu hal yang nyakitin dia karena dia orang yang baik.”Gumam Rindu disana dengan nanarnya. Benar bukan?Rey orang baik dan ia harus dapat yang terbaik pula.
Rindu mengangguk menatap wajahnya lagi.”Oke rindu.. jalanin apa yang ada didepan loe selama dua minggu ini dengan baik, dan gue yakin loe pasti bisa dan bisa nemuin titik terang didalam hidup loe..!!!” Ujarnya yakin lalu mengusap wajahnya dengan lap disana dan menghela mafas. Ia mengenakan cadarnya lagi lalu memilih keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Dan dugh..
Dirumah ini spertinya memang tidak diajarkan sopan santun, bagaimana bisa dikamarnya sudah ada tiga orang laki-laki membuat Rindu mengusap dadanya yang terkejut melihat mereka yang ada duduk dishofa da nada yang tidur diatas kasur sembari memainkan game..”Eh Rindu hehe. Kami main disini engak apa-apa ya..”Ujar dari Rizky disana kepada Rindu dengan cengengesan, dia duduk diatas kasurnya disana sembari bermain game.
Lalu Rindu menatap Willy yang duduk diatas shofa disana yang dia dengan makanan dan susu satu liter disana. Ada Reksi yang juga mabar bersama Rizky membuat ia memijat kepalanya sakit.” Sini, gue udah bawain makanan buat loe, loe pagi tadi enggak jadi makankan gara gara kita?"’ tanya Willy disana membuat Rindu mendekatinya. Ya Rindu kapar..!
Rindu duduk didepan Willy menatap makanan yang berupa makanan sanwitc yang berisikan daging dan sayur yang Nampak lezat, ada lima buah dan susu disana membuat ia menatap Willy dengan tajamnya,.”Loe enggak kasih gue racunkan? “ Tanyanya disana dengan penuh curiga, bisa jadikan? Soalnya kan mrekakan musuh bebuyutan disana.
Willly malah menatap Rindu datar dikalah risky dan Reksi tergelak kencang.. “Keknya si enggak ada gunanya kalo gue ngeracunin loe? Gue bisa bunuh loe tanpa pakek cara yang semenjijikan itu… “ujarnya disana dengan datar dan dinginnya.
Rindu disana mengangguk dan mengambil sanwictnya disana dengan semangat. Ia tersenyum manis disana lalu mengambil susu dan menuangkanya digelas.”Ya bisa jadikan, secara kita saling musuhan dulu gara gara loe enggak terima gue bisa matahin tangan loe.. “Ujar Rindu terkekeh sinis.”dan gue makan ya, thanks.soalnya gue laper banget dari kemarin gue belum makan apapun..”Ujar Rindu jujur, ia hanya makan apel saja tadi malam hanya itu membuat ia tak bisa menahan peritnya sekarang. Pagi tadipun tak jadi makan hadeeee...
Willy disana menatap Rindu nanar dikalah Rindu memakan sanwicnya dengan membuka sedikit cela cadarnya.. ia bisa melihat Rindu yang makan penuh kehati hatian supaya auratnya tidak terlihat.”Memamg benet ya yang matahin tangan loe dulu itu Rindu kak?” Tanya dari Reksi dengan herannnya melihat Willy.
Willy diam disana menatap datar kembar yang meminta penjelasan tak tau harus jawab apa. “Ya gue matahin tangan dia karena dia yang ngajakin ribut sama temen gue, masa dia mau minta nonor telepon temen gue pakek acara maksa haha…”ujar Rindu menjawab tergelak disana membuat Willy menatapnya tajam. Rindu menatap Willy dengan alis terangkat.”Lah memang benerkan kata gue ?” Tanyanya membuat Willy mendengus kesal. Risky dan Reksi disana tergelak melihat wajah masam dari Willly.
“lucu banget ya keknya kalian yang musuhan tapi tiba tiba nyatanya kalian adik kakak yang terpisah haha. Dan bodohnya lagi bisa bisanya kalian dipertemukan dengan cara yang gokil kayak gitu.. untung kalian enggak pacaran ya, kalo kalian pernah pacaran gimana ya jadinya?” Tanya Reksi disana dengan kekehan.”Kita bikin film atau novel keknya ya dengan judul ‘Pacarku adalah kakak kandungku’ hahahaha..”Suara gelak tawa dari Reksi disana mengema bersamaan tawa Rizky.
“Menurut gue enggak ada yang lucu si..”Ujar Rindu disana membuat mereka diam.” karena bisa jadi orang yang kalian benci dimasa lalu adalah orang yang kalian paling cintain dimasa depan, dan orang yang kalian suka dimasa kini bisa jadi orang yang paling kalian benci dimasa depan. Apapun yang sekarang itu engak ada yang tau.. ya mangkanya jadi orang jangan jahat dan nggeselin, karena bisa jadi dimasa depan kalian minta bantuanya kepada orang yang kalian jatuhin.”Ujar Rindu disana membuat mereka diam.
Rindu meminum susunya disana dengan cepat.”Dulu gue punya temen, temen gue udah tiga tahunan, gue baik apapun yang gue punya gue kasih dan ketika dia minta bantuan ke gue gue tolongin.. tapi pas gue minta bantuan dikalah itu, tepatnya si gue sama temen gue yang lain lagi dihutan motor kita pecah BAN, Dan gue enggak bawa uang sama sekali, kita dorongin motor kita sampek bengkel dan kita butuh uang buat gue bayarin motor kan..”
“Disaat itu gue minta bantuan sama temen yang selalu gue tolongin, gue baikin, tapi nyatanya dia bilang dia enggak punya uang dan enggak bisa bantu padahal dia orang kaya dan besoknya gue. obat dia jalan dan bonar sama teman lain... . Itu ngebuat gue sakit hati banget jujur.. tapi enggak sampek disitu doang, gue minta tolonglah sama orang yang selama ini gue jauhin karena keteknya bauk dan juga penampilanya dia yang enggak banget, dan nyatanya gue langsung disamperin waktu itu juga dan langsung dibantuin dia. Malah dia bilangnya gini ‘ Enggak usah dibalikin, kan kita temenan, bukanya tugas temen itu buat diminta in bantuan dan direpotin?’ Sumpah disana gue spesies banget tau nggak.. parah gue malu. ”Ujar Rindu bercerita disana membuat Wily dan lainya menatap Rindu dengan semangat.
“Iya gila. Bener banget, dulu gue juga gitu., temen yang gue anggep baik nyatanya dia ngerebutin pacar gue dan ketika gue minta bantuan dia malah jauh dari gue dan pura pura kita enggak sedekat dan seakrab itu. Dan nyatanya temen gue yang gue enggak deket dan gue jauhin malah bantuin gue dan sekarang jadi teman terbaik dan terdekat gue..!!!” Ujarnya Rizky semangat bercerita rela menjauhi hapenya untuk bercerita.
“Apa lagi gue nih ya..!”Reksi disana menepuk dadanya sendiri dan bicara.” Dulu pas dijalanan ada tu cowo cowo tatoan kan yang buat gue ilfielan, nah gue kira mereka orang jahat dan tukang palak gitu.. dan gue suka banget tu ngehina mereka enggak baik. Namun nyatanya pas gue dulu jatuh dari motor malah dia yang bantuin gue disaat orang yang berpenampilan bagus dan juga sopan, mereka yang teriak teriak dan angkutin gue minta bantuan, mereka juga yang berhentiin mobil buat nyari pertolongan. Ada juga yang atur lalulintas supaya enggak macet. Gila siii., orang yang kita anggak jahat memang kadang adalah orang yang baik dan orang yang utama bantuin kita.”ujarnya disana semangat.
Willy diam saja mendengar cerita mereka yang gampang sekali akrab disana. ia tak tau harus bilang apa sekarang sedangkan Rindu malah tertawa diselah makannya.”Bener sii., kadang memang apa yang kita anggap baik belum tentu baik dan jahat belum tentu jahat. Mangkanya kita enggak boleh ngehina dan ngehejat orang mudah hanya karena pakaian dan juga keterbatasan miliknya dia.”Akunya Rindu mengangguk disana seru.
Willy menatap mereka dengan anggukan.”Ngo,mong-ngomong ternyata loe asik juga ya kalo diajak ngomong. Gue kita loe alergi sama cowo dan enggak enak diajak bicara kayak gini. pendiam gitu... Eh Nyatanya loe asik banget..!!” Ujarnya Reksi jujur disana.
__ADS_1
Rindu tergelak dan menjawab.” Gue si tergantung orangnya ya, secara kalian asik dan kita juga saudara kan, ngapain gue ngejahuin kalian, bukannya seharusnya kita saling menjaga satu sama lain ya? Jadi gue Cuma mau membiasakan diri gue buat nerima diri gue yang sekarang..”Jawab Rindu jujur. “Gue enggak bisa ngerubah takdir gue tapi gue bisa nerima takdir gue secara ikhlas..”itu membuat Willy dan lainya menatap Rindu haru.. dan disana metreka berjanji akan meindungi Rindu sebaik mungkin.