
Namun ketika Willy mau pergi dari sana ia tertegun lalu menatap sang adiknya lagi..
ia kembali dudik dan berkata.”Kamu saja yang keluar, sebab tadikan kamu yang membawa Rindu pastinya kamu yang jadi incaran bukan aku.”Ujar Willy disana karena entah kenapa otak bodohnya itu sekarang mendadak berfungsi secara baik.. itu membuat sosok disampiungnya itu menghela nafas sembari berfikir sebentar dan mengangguk. Jika dipikir-pikir memang benar si.
Ia melihat plastik hitan berisihkan sampah didepan mereka yang panjang dan besar membuat ia mengangguk.. ia mendekati Willy dan menyerahkan Rindu supaya duduk.. tangannya yang terlepas itu sudah menuh dengan darah milik Rindu.” Baiklah.. tapi tolong bawa Rindu secepatnya dan selamatkan dia.”Ujarnya berharap.
Willy disana mengangguk dan memeluk Rindu.
"Pasti..”Ujarnya membuat sosok Reksi disana cepat cepat melihat kedepan, tanpa pikir lagi ia mengambil pelastik itu dan menyelusup.. Wily melihat suadaranya itu dengan tatapan nanarnya dan bersyukur karena saudaranya itu tetap mendukungnya..
Reksi berlari menjauh dan mendekati para penjaga tadi membuat penjaga yang tadinya mencari merekapun melihatnya dan menunjukan arah kayu ditanganya.”Itu dia... cepat kejar..”Teruaknya kuat membuat Reksi yang memang sudah lelah itu berlari menuju arah lain.. ia harus kuat demi Rindu membuat ia memaksakan diri..
Willy disana menghela nafas dikalah suara mereka sudah menggema, ia melihat Rindudeengan sendu dan bergumam.”Kamu pasti bisa kembali hidup..”Ujarnnya maksi sekarang merasakan lendiri ditanganya yang tak lain adalah darah milik Rindu...
ia segera bangkit dan melihat disekitar,. Apakah sudah aman atau belum? Dan ternyata sudah aman membuat ia berlari menuju lain arah dimana Reksi tadi berlari.
Ia berlari dengan hati hati membawa Rindu yang Nampak kian mendingin dan memucat, darahnya masih menetes dan juga membeku membuat Wily disana tidak kuat dan mendekati rumah yang didekatnya itu..
Namun..
Ciiiit...
Saking lelahnya ia berlari ia tidak melihat mobil yang ingin menyebrang membuat ia tertegun dan memeluk Rindu erat membelakangi mobil.. namun syukurnya mobil itu berhenti tepat dan tidak menyenggol Willy..
Pemilik mobilpun keluar dan menegur Willy.” kamu kamu tidak apa-apa nak?” Tanyanya.
Willy disana membalikamn tubuhnya dan ternyata dia salah satu pendeta yang sering berada digreja didepan sana membuat Willy mendekatinya.” Tolong... Tolong saya... tolong adik saya..”Ujar Willy memelas kepadanya membuat ia melihat Rindu dengan terkejut.
Ia pun berkata.”Iya cepat masuk kedalam mobil, kita kerumah secepatnya.. dia harus ditangani secepatnya..”Ujarnya membuat Willy disana mengangguk dan masuk.. disana ternyata ada dua birawati membuat Willy diam dan masuk. Disana birawati itu melihat Rindu terkejut dan melihat Willy tak kalah terkejut..
Disana pendeta tadipun memintab dua birawati memberikan tempat yang lebih luas untuk Willy dan Rindu. Rindu dipangku oleh Willy membuat tempatnya cukup..
Bbrttret... Willy menyobek bajunya sampai kaos terdalamnya terbuka membuat mereka disana terkejut. Willy disana dengan cepat mengusap punggung Rindu yang berdarah dan mengusap wajah Rindu..
__ADS_1
Ia melihat darah diwajah Rindu dan mengusapnya, ternyata darah itu sudah kering membuat jantungnya terasa sakit.. sangat sakit bagaikan teritis...
” Arhhh.. bodoh...bodoh.. bodoh..”Teriaknya memukul kepalanya sneidri membuat birawarti dan pendeta pun menenangkanya. Willy tidak bisa mengopntrol diri..
Penddeta itu pun menghentikan mobil mereka disuatu greja kecil dan berkata.” Disini kita punya dokter dan perawat dari birawati.. jadi kita disini saja., karena jika harus kerumah sakit saya takut dia tidak bisa diselamatkan,.”Ujarnya membuat Wiilly mengangguk saja dan mengikuti kemana mereka mengajaknya..
Ya memang kesini jaraknya hanya sepuluh menit jika harus kerumah sakit maka harus memakan waktu lebih dari setengah jam, belum laagi macet mungkin.. apalagi sekarang tengah malam membuat pendeta itu harus berfikitr jerni untuk sosok yang ia bantu...
Willy disana memukul dadanya yang sesak itu dan berkata.”Tolong adik saya.. tolong..”Ujarnya membuat yang disana pilih.. pendeta itupun menyabarkan Willy dan memberikan pencerahan menyuruh Willy untuk berdoa.. barulah Willy berdoa dan duduk..
Disana para birawati yang dari perawatpun membantu dokter untuk membersihkan luka luka Rindu, membuka bajun dan juga banyak hal lainnnya.. namun disana tidak ada alat yang canggi, namun ada infus dan juga alat untuk membersihkan luka dan bakteri.. mereka melakukan suatu hal yang seadanya saja.
Sudah hampir dua jam mereka disana membuat Willy menggigil disana dan menatap Rindu. Tak tidur memikirkan adiknya.. lalu keluarkah birawati disana dan dokter membuat ia bangkit dan mendekat. Pendeta tak juga tidur membantu dan menemani Willy tadi.”Bagaimana keadaan adik saya dok?” Tanyanya disana dengan cepat.
Dokter pun menatap pendeta membuat pendeta mengangguk.” Adik tuan cukup lemah.. kita harus melakukan penambahan darah.. Ia kekurangan darah karena terlalu banyak mengeluarkan darah dari tusukan diarea punggungnya.. tapi kita tidak ada stoknya..”Ujarnya disana membuat Willy disana mengangguk.
Willy disan menyodorkan tangannya dan berkata.”Dok tolong ambil darah saya sebanyak yang dokter mau, tapi tolong selamatkan adik saya.. saya kakaknya dan saya yakin darah kami sama.. tolong..”Ujarnya disana membuat ia bingung. Masalahnya alat disini.
Namun tak ada pilihan lain membuat ia melakukan tes secara manual dan juga beberapa alat.”Baiklah...mari ikuti saya.. disini ada kelinik kecil untuk masyarakat.. ayo ikut.’"Ujarnya dan cepat pergi kekelinik didekat rumah mereka untuk meminjam alat dan mengenakan alat disana.. Willy ikut saja dan berusaha untuka diknya selamat... ya.. disana terpisah dari greja namun milik dari greja tersebut dna gratis bagi maysarakat miskin dan dibayar secukupnya untuk masyarakat yang beruang untuk membantu anak yatim dna perkembangan klinik.
Disisi lain ada Reksi yang dikejarpun tidak lagi kuat.. dan..
ciiittt.... mobil kakekknya berhenti didepannya membuat ia berhenti dengan nafas yang naik turun, tak tau bau busik sampah yang ia bawah tapi ia harus kuat,ia bahkan tak msncium arimah apapun karena khawatirnya oada Rindu.. ia melihat kakeknya keluar dan menatapnya tajam lalu menatap sampah ditanganya..”Kau rupahya kenipu kaki....Dimana gadis itu?” Tanyanya membentak disana membuat siapapun akan terdiam dan meremang karena takut. Namun beda dengan Reksi..
Reksi disana tersenyum dnegan kekehanya, meksi baju yang basah karena keringat, tangan penuh darah dan bauh busuk menyengat.. Ia membuang sampah itu kesampingnya membuat penjaga yang mengejarnya tadi terkejut. Ternyata mereka tertipu kah? Reksi disana menatap kelain arah dan berkata.”Dia sudah dibawa oleh kak Willy..”Ujarnya santay lalu pergi.
“Kurang ajar..!”Teriak Gio disana membuat Reksi disana terdiam karena kakkenya sangat marah.”Dimana Willy sekarang katakana,...! kalian sudah menjadi pebangkang rupanya ya..!! Dan kau menentangku hanya karena gadis tidak berguna itu..!”teriaknya kuat membuat Reksi disana menatapnya tajam.
“Kamu kejam..!”Teriaknya kepada kakeknya kuat membuat Gio juga yang terdiam.”kamu tau jika Willy tidak bisa hidup dengan senyuman selama ini karena adiknya menghilang dan dibuang, kamu tau jika Willy sudah melakukan tugasnya yang sudah ia janjikan jika Rindu sudah pulang kepada kita.. bahkan ia menyelesaikan skripsinya hanya dalam satu minggu hanya untuk membahagiakan Rindu dan bekerja diperusahaan..”Teriaknya kuat dengan air mata yang jatuh. Ia tau bagaimana saudaranya berjuang untuk Rindu.. Tapi sekarang apa? apa yang ia dapat?
“Dia yang pemalas dan suka mabuk maukan, dan kamu tau? Karena Rindu pulang ia tak memijak lagi tempat laknat itu, bahkan merokokpun ia tidak lagi karena ia tidak mau adiknya tambah membencinya.. ! Ia juga memutuskan semua hubungannya dengan gadis diluar sana... sampai ia mau kalian perbudak dikantor menjadi salah satu calon kandidat CEO Masa depan mengabaikan keinginanya menjadi Pilot sekalipun.. karena kalian..!!”Bentaknya membuat Gio disana diam.
“Dan kejamnya kalian malah membunuh Rindu, sumber kebaahagiaan dan juga majunya anak kalian, kalian hukum kehancuran Willy kepada Rindu padahal kalian sendiri yang menghancurkan mental anak-anak kalian.. Bahkan jika dia diminta dia mungkin tidak akan mau dilahirkan dikeluarga kita...! saya bahkan sampai bertanya kepada kalian, APAKAH KALIAN PUNYA HATI ATAU TIDAK..!”Teriaknya dengan membentak..
__ADS_1
Gio disana tertegun dibuatnya. Reksi Disana terkekeh dibuatnya lalu mendekati Gio dan berkata.”Bahkan hanya dalam satu mingu Rindu mampu membuat kami yang tikar pernah pulang ini selalu bisa pulang dan berkumpul.. masihkah anda berfikir Rindu perusak? Dan kau tau pesanya kepada kami ketika kami mengatakan kami membencimu kakek?” Tanyanya disana didepan Gio.
“Dia mengatakan jika kami harus menghormatimu meksipun kamu bejad, kamu jahat,. Kamu pemabuk, kamu keras, kamu hiks hiks--..”
Reksi disana menangis tak tahan dengan ucapanya.” Kamu menyakiti kami sekalipun, karena katanya meski bagaimanapun kalian orang tua kami, kalian hanya ingin kami bahagia... sampai pada ketika kami yang mau merubah hidup kami yang begini menjadi mampu menerima kalian, mampu membawa cinta kami yang hilang untuk kalian.. tapi sekarang SEMUANYA SIRNAH, SRMUANYA HANCUR.. DAN SMEUANYA LENYAP,.,!” Teriaknya disana kuat..”Dan yang membuatnya itu adalah kalian..!!!|’”Teriaknya lagi membuat semua orang menatapnya piluh.
“ Bahkan Rindu tidak pernah berkata kepada kami jika Rinjani setiap memberinya susu dikamar adalah susu dari campuran obat alias racun kobra yang mampu melumpuhkan otak. Ia bahkan tersenyum dan memuji ibunya dan berkata jika ibunya orang baik padahal ia tau ibunya mamu membunuhnya. Dan saya tau jika hal itu otaknya adalah Kamu..! Rindu tau semua itu tapi tdiak pernah mengatakan hal itu.. ia membuang susu itu diWC, Apakah kau fikir Rindu bodoh..! iyyayaaaya dia bodoh karena masih mampu menghormati mansuia baj1ngan seperti kalian.. manusia br3ngsek.. !”Teriaknya lag dan mendorong kakeknya. Ia sudah muak menyimpan semua ini, ia tau Karena ia mengecek CCTV Rindu selama ini, dan ia tau ketika Rindu meneliti susu itu dan ketika ia selidiki ternyata Rinjani disuru kakek mereka dimeja makan.. itu bisa mereka lihat diCCTV Rumah juga..
Gio disana melihat Reksi dengans endunya."’Pulang../!”Teriaknya kuat dan mendorong cucunya..
“Tidak mau..! aku tidak mau pulang kerumah laknat itu... jika adikku sampai terjadi apa-apa.. kalian yang akan aku hukum.. kalian yang akan aku bunuh..!!”Teriak Reksi nanar disana dan memberontak.. urat tangan dan lehernya bahkan keluar.
“Reksi kakek pulang sekarang..!”Teriaknya Gio disana membuat penjaga disana menarik Reksi dan menyuntiknya dengan obat bius. Sampai Reksi disana melemah.. dan berkata.” Kalian jahat.. Kalian kejam..”IUjarnya membuat Gio menatap arah lain. Sudah tak tahan menahan tangis ternyata air mata nya jatuh juga.. apakah benar yang dikatakan Reksi? Itu membuat ia cepat cepas masuk kemobil dan mencari kebenarannya.. ia harus tau..
"Cepat kalian temukan Dimana gadis itu dan Willy... !"Teriaknya membuat mereka kembali mencari Willy dan Rindu.
Disisi lain ada Reon yang bangun dari pingsannya membuat ia menatap kesembarang arah diruangan ini. disampingnya ada Nio juga yang pingsan membuat ia merintih ingin memegang kepalanya yang sakit. Ingatan ingatan tentang tragedy tadi muncul membuat ia mengerang dan berteriak..”Rindu.. lepas..!”Teriaknya kuat.
Karena tangan, kakinya ditu diikat dan juga bagian tubuhnya bahkan diikat dengan kasur membuat ia tak bisa bergerak..”Lepas kan kau.. Rindu..!! kalian biadab.. kalian kejam..Tolong lepaskan saya..!”Teriaknya disana membuat penjaga didepan sana mengusap air mata mereka.. tau bagaimana piluhnya ucapan itu... ucapan yang serak sekaligus parau ...
“Argghhh Rindu.. jika ada terjadi apa apa dengan anakku akan ku pastikan semua orang hancur... Hancur bagaikan saya.. akan ku bunuh semua orang yang ada... lepaskan saya..!”Teriaknya disan aparah membuat penjaga disana tak tahan melihat Reon yang begitu. Ingin sekali mereka melepaskannya tapi mereka harus apa? Mereka hanyalah pelayan yang dibayar bukan manusia yang membayar.
Mengingat Rindu menyelamatkanya membuat Reon disana menahan hatinya.. masih ingat dirinya bagaimana Rindu marah dikalah ia dijatuhkan, masih ingat ketika Rindu tersenyum dan mengatakan ‘Aku sayang ayah’ padahal keadaanya sangat parah membuat ia semakin menerang dan memberontak sampai menggemah disana bagaikan orang gila..
Disana ada Nio yang ikut terbangun karena bisingnya suara Reon membuat ia menatap kakaknya itu terkejut dan meriingis.. sampai ingatan akan Rindu juga terulang karena ucapan Reon yang memaki semua orang membuat ia tercenang dan tertegun.. kenapa? Kenapa Reon begitu mencintai anaknya?
Bukankah mereka baru kenal? Lalu berkata kepada kakaknya.”Diam kak.. jangan begini, jika tidak kita tidak akan dilepas..!”Teraknya serak.
Reopn menatap adiknya tajam dan berteriak tak kalah kuat.”Kamu tidak tau bagaimana Rindu, kamu ayah yang bodoh.. kamu tidak pantas menjadi ayahnya.. berikan Rindu padaku, jangan biarkan dia pergi Nio.. “Teriaknya disana membuat Nio tertegun disana.
Tidak ada jawaban dari Nio yang disana menatap nanar kakaknya itu.. bisakah kakaknya itu diam dan tidak berteriak? Tapi tak mampu ia pungkiri jika hatinya sekarang sangat sakit dan mengkhawatirkan Rindu.. jika dipikir pikir Rindu mungkin sudah mati bukan? Secara itu sudah terjadi beberapa waktu yang lalu jikapun ia kesana sekarang ia tidak akan mampu menyelamatkan Rindu yang sudah kehabisan darah?
.
__ADS_1
.
Aduh guys maaf ya rencanaya Rindu dan Rey bertemu hari ini. sepertinya sedikit diundur ya... soalnya ada part yang harus aku selesiakan supaya nanti enggak ada yang nanya keadaan ayah dan suaudaranya Rindu.. wkwk..