Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Kebenaran


__ADS_3

..."Melihat ke atas sebagai motivasi bukan untuk jadi rendah diri dan melihat ke bawah agar lebih bersyukur bukan untuk menjadi sombong."...


"Ada yang berkata manusia hanyalah segumpal Tanah, ada yang bilang segumpal darah dan ada yang bilang setetes mani. Lantas mana yang harus kita percayakan?” Tanya ustad Fatih disana dengan para jamaahnya disana membuat sosok seongok manusia yang menatapnya dengan diam.” Bahkan ada yang bilang kita itu tanah yang kota injak ini..”


“ Kenapa terlalu banyak istila untuk kita?” Tanya ustad Fatih disana membuat siapapun gugup. “ Dan jawaban nya adalah, manusia memang sekecil itu.. serendah Mani dan segumpal darah yang disatukan dengan daging maka terjadikan system pertulangan menjadikan kita seongok manusia.. Itu proses terjadinya manusia didalam rahim seorang ibu.. Hanya istilah ya... ”


“Lalu bagaimana dengan segumpal tanah? Ya kita memang terbuat dari tanah karena kita cucunya nabi Adam.. nabi adam dibuat oleh Allah SWT mengenakan tanah.. kalian tau? Tanah tempatnya dimana? Dibawah bukan?”Tanyanya membuat semua orang mengangguk.


“Dan yang sekarang menjadi pertanyaan baru.. Manuisa terbuat dari mani yang kotor tapi bertingkah dan menjadi sombong sampai lupa asal muasal menjadi terbentuknya dirinya?” Tanyanya membyat semua oreang terdiam.


” Menyalahkan kulit yang hitam dan memuja kulit yang putih sedangkan itu bukanlah ketentuan manusia tapi ketentuannya Allah.. lantas yang dihina dan yang dibeda bedakan itu siapa? Manusia apa Tuhan yang menciptakannya?|’ Tanyanya membuat semua orang diam lagi.


“Dan yang terakhir. Selalu mendongak padahal Allah selalu menyuruh kita menunduk dan melihat diri kita., siapa diri kita? Dan jangan terlalu khufur degan apa yang kita punya sampai lupa kita dari tanah dan mengatakan diri kita langit.. jangan, sebab semakin merasa tinggi diri kita semakin rendah juga kenyataan diri kita... kedua hal membuat orang orang yang paling miskin, miskin diakhirat kelak..” Ujarnya lagi membuat Sososk lelaki disana semakin menunduk..


Disana ada sosok Habib yang menatapnya diam karena sudah satu minggu ini ia melakukan pengajian rutin untuk memahami kesalahannya. Memahami dimana letak kekuranganuya dan memahami tentang dirinya. Sampai dirinya merasa jika dirinya memanglah bersalah.. Benar kata Rindu. Jika menyadarkan diri itu bukan tentang kita memberikan suatu kebenaran, tapi memberikamn realita untuk orang lain supaya orang lain mampu menyadarkan diri sendiri.. kembali lagi balik dipribadi masing masing.


Sosok Fatih.. Sosok yang mengajak Habib untuk hijrah cukup prihatin melihat Habib yang awalnya dingin sekarang menjadi pendiam dan juga sendu. Kadang ada rasa ingin menyalahkan Rindu, tapi apa yang harus ia salahkan? Karena memang setiap perempuan itu akan memilih lekalaki terbaik. sebagaimana kata pepatah. ‘Wanita akan menjadi ratu apabila ia bersama lelaki yang tepat. Bagaimanapun keadaan dan kondisinya..’


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dilain sisi ada Gio yang menatap Rey dengan mengerjab.. ia tak tau harus bilang apa? Apa bilang Rindu sudah meningeal?” Hamm..’'Gumamnya membuat Rey menatapnya dengan guratan Tanya.” Rindu sudah tidak ada disini, dia kabur semalam..”Ujarnya disana membuat Rey mengernyit.


“Bohong..!!” Ujaran Rasyid membuat Gio menatapnya tajam.” Rindu memang gadis pemberontak tapi dia tidak akan pernah kabur dari masalah. Dia kuat dan dia bukanlah pengecut..!”Ia sangat kenal dengan adiknya. Bagaimana bisa adiknya dituduh menjadi manusia sepengecut itu. Rindu memanglah sosok yang suka melawan atau menjawab atau tidak suka dengan orang tuanya. Namun ia bukanlah sosok pembangkang yang rela kabur kaburan.


Gio mendelik dan mendatarkan eskpresinya..” Hm kau jika percaya tidak pernah bicara keras seperti itu. Karena pada buktinya Rindu memanglah kabur dan meninggalkan rumah ini tanpa pamit. Jika kau tidak percaya maka priksalah rumah ini..” Ujar Nio memotong ucapan ayahnya membuat Gio mengangguk.


Rey antara percaya atau tidak. Ia menatap Gio karena tau jika ada yang disembunyikan., lalu menatap Nio yanbg menatapnya dengan sendu namun mata yang sedikit membengkak. “ Saya juga tikar percaya.. bisakah kalian bicarakan dimana Rindu? Jikapun Rindu sudah pulang atau kabur semalam pastinya ia sudah memberi kabar kepada kami..” Kata Rey masih menjaga sopan santunnya.

__ADS_1


“Kami tidak berbohong.. Rindu pergi malam tadi, dia kabur dan tidak meningalkan pesan apa-apa. Mungkin dia hanya menyembunyikn diri, siapa tau besok ia akan ketempat pernikahan kalian..”Ujar Nio dengan datar.. namun dilubuk hatinya ada pertanyaan tentang Rindu. Apkah Rindu maish hidup atau tidak?


Dokter Rey menghela nafas.. sedangkan rasyid memgepalkan tangannya.. “ Dulu Rindu pernah berkata.. dia tidak akan pernah lari dari segala masalah meskipun nyawa taruhannya. Karrena dikalah Tuhan memberikannya masalah pastikanlah ada solusinya.. dan jikapun kalian membohongi kami, kami tetap akan mempercaianya karena Rindu mempercayai kalian..”Ujarnya sopan.


“Jika jkalian tidak percaya silahkan cek saja rumah ini. Kami tidak berbohong karena memang ini rumah kami sudah tidak ada Rindu.. Semuanya lihatlah..?” Ujarnya Nio disana meyakinkan membuat Rey disana menghela nafas dan mengangguk.


Rey dan Raysid pun bangklit “Baiklah.. kami akan memeriksa sendiri..”Ujarnya membuat mereka percaya.. mencari Rindu dirumah yang sebesar ini tidak lah muda, jikapun ada Rindu tapi pastilah mereka tidak akan bertemu. Dam pasti disini ada ruang tersmebunyi batin Rey. Tapi karena mau mencobapun ia tetap mencari dan juga mencari.. ia tak tau harus apa selain berjalan dan mengingatkan Rindu.


Sampai lorong lorong ia cari namun Rindu tidak ada, sampai disatu kamar yang tak lain kamar Rindu membuat ia tertegun.. ini aroma Rindu, aromah baju Rindu yang ia hafal membuat ia masuk.. Gio bahkan kaget dibuatnya.. Rey disana menghela nafas ketika membalikan kain selimut diatasi kasur berdarah disana membuat ia menghela nafas dan tangan yang bergetar. Rasyid masih diam menatap Rey dan juga Rey yang mulai diam dengan mata yang berkaca kaca..


Rey duduk disana dan yakin Rindu tidak ada disini, “ Ada apa? Tidak mau cari ditempat lain?” Tanyanya disana oleh Gio lalu masuk. Apakah ia sudah ketahuan karena sudah membunuh Rindu? Apakah Rey kesurupan dan sebagainya?


Rey menggeleng disana dan menghela nafas.” Jika Rindu tidak ada disini karena kabur maka aku dan Rasyid akan pergi..” Ujarnya.. dan itu membuat Gio dan Nio tersenyum, diikuti dengan empat penjaga mereka.


“Tapi karena kalian adalah keluarga kandungnya Rindu.. saya ingin bertanya, apakah selama Rindu disini kalian membawakan dan memberiikan dia obat atau.semacamnya?” Tanyanya “Karena saya liat ditasnya Rindu kemarin obatnya tertinggal bersama dengan handphonenya.. apakah disini dia diurus secara baik?” Tanyanya menahan dadanya yang nyeri. Itu darah hitam yang artinya Rindu memuntahkan darah dan tidak meminum obatnya secara baik. Dan jika itu benar-benar terjadi lantas bagaimana keadaan Rindu sekarang?


Rey disana meremas tangannya dikain itu dibuatnya karena amarahnya yang memuncak sekaligus rasa takut yang menjadi jadi.. itu membuat Raysid dan lainya tidak paham. “ Kalian memang benar benar.. mengambil Rindu secara paksa dan tidak bertanya apapun kebutuhan Rindu? Kalian tau apa yang kalian lakukan ini mampu membuat Rindu mati?!!!” Tanyanya membentak membuat semua oran diam.


Rey bangkit dan menatap Nio tajam.” Apa yang Rindu suka makanan disini? Dan saya yakin kalian tidak mengurus Rindu secara baik disini yak an? Iya kan..!”Bentaknya disana membuat Gio dan Nio terkejut.. mereka bahkan mundur dibuatnya.


Rey mengusap kepalanya dna menggigit kukunya. Menghela nafas namun jatuh air matanya.” Kalian tau. Rindu mengidap penyakit kanker hati stadium akhir.. dan ginjalnya rusak.. belum lagi paru parunya yang sudah terganggu.. apa yang kalian fikirkan tentang Rindu? Apa yang kalian lakukan kepadanya..”Tanyanya membuat siapapun terkejut.


“ Apa yang kamu katakana Rey? Kamu bicara apa si? Rindu sehat..!!” Bentak Raysid disana tak percaya. " Kamu sendiri tadi yang mengajarkan saya supaya saya tidak berbobong, supaya saya tidak menyalah gunakan arti berb—“


“Saya tidak berbohong Rasydi.,..!”Teriaknya kuat diruangan mengema itu .


"Tepatnya sudah enam bulan yang lalu ia mengidap penyakit itu.!!” Ujarnya membentak disana.” Dan saya memaksanya untuk melakuklan operasi meskipun saya tau kanker yang ia idap adalah jenis kangker ganas.. Saya tau..! Tapi dikalah itu ia masih memiliki kesempatan yang lebih besar dibandingkan sekarang..! dan saya yang merawatnya selama ini, kamu pikir saya tidak tau apa apa tentang Rindu..!”TlBentaknya membuat Raysid terdiam disana memegang dadanya. Rasa tak percaya menggerayangi dadanya.

__ADS_1


“ Dia pergi berobat dengan saya sendirian tanpa keluarga,. Ketika saya Tanya dimana keluarganya maka ia menjawab jika keluarganya jauh.. dan pada akhirnya saja tau jika dia diusir Karena kasus ingin membunuh orang dikampus.. saya tau.. “ jar Rey disana.


“Dan asal kalian tau, disana Rindu berjuang mati matian, dikalah ia dikhianati oleh temannya, hampiur diperkosa dua kali, ia bahkan masuk rumah sakit karena matanya hamper dicolok oleh rekan kerjanya.. saya tau semuanya..!! bahkan kami memiliki anak angkat yang kami hidupi bersama.”Ujarnnya disana.


Rey mengusap air matanya dan berkata. “ Dia bahkan rela kerja dicaffe diwaktu pagi dan mengajar bahasa inggris diwaktu malam, dia kerja dengan Habib karena ingin membiayai obat yang ia minum, karena ia ingin anak angkatnya bisa hidup dipesantreen dengan layak dan memiliki ilmu yang cukup.. dia bekerja dan melupakan sakitnya demi orang lain, bukan demi dirinya snediri.. tapi disini..!” Ia menatap Gio tajam dan.


Bugh..


"Tuan..!!” Teriak orang dikalah Rey memukul pipinya dan Rey ditarik oleh pelayan disana..


Brugh.. Brug.. Rey mengamuk dan menendang siapapun yang menariknya.. ia bahkan juga memukul Nio dan Gio berkali kali. Rasa sakit dan semuanya terbalaskan disana.. sedangkan Raysid terdiam disana mendengarkannya.


Rey terdiam disana ketika Gio dan lainnya lumpuh. Gio diam dan tak membalas karena terlalu shok.. apakah darah yang tertulis dipuisi itu darah Rindu?


Rey disana memgusap matanya dan juga menarik Gio berdiri membuat Gio disana menatapnya tajam. “ Dan kamu malah tak memberikanya obat... kamu tau jika umurnya hanya dihitung bulan saja? Kamu tau jika rambutnya sudah rontok? Kamu tau jika kulitnya sensitip? Jika kau tampar saja maka itu akan berdarah dan terinfeksi? Kau tau? Ia bahkan tidak boleh lagi minum susu sembarangan jika tidak ia akan merasakan gagal dalam beberapa system yang lainnya? K.. atau jangan jangan kau membiarkanya karena kau membencinya?!!”Tanyanya Rey disana.


Gio disana diam menengarkanya.” Bahkan aku tidak pernah mendapatkan perempuan sebaik Rindu..! ketika semua orang menyuruhku membenci ayahku yang seorang tak bertanggung jawab, ia malah memberiku saran untuk mencintai ayahku dan memberi waktu untukku bicara. Ketika semua orang akan menerima bantuan dikalah sakit dan jika dikasihi uang akan menerimanya, maka dia tidak dengan alasan tidak mau ada hutang dan takiut matinya nanti akan dipersulitkan. Apakah kau zetega itu kepada manusia seperti Rindu pak? Apakah kau tega sekejam itu..!”Teriaknya disana kuat terasa putus asa. Dia seorang dokter jadi tau bagaimana sakitnya pengidap sakit kangker namun tidak meminum obat, meminum obat saja masih sangat sakit apalagi yang tidak meminumnya dan berobat?


Nio disana kaget dibuatnya. Lalu bagaimana dirinya yang suka menampar pipi Rindu? Bagaimana dirinya yang menarik rambut Rindu? Apakah itu berakibat fatal? Kenapa rasanya semuanya begitu menyakitkan? Padahalkan dirinya biasa saja ketika ayahnya membunuh Rindu? Kenapa? Ada apa dengan dirinya yang mendadak tidak Rela Rindu pergi, ia merunduk menatap kelantai karena wajah yang melebam karena dipukul oleh Rey.


Matanya menatap kertas putih dibawah kolong kasusr membuat ia mengambilnya dan disana kertas yang berdarah membuat ia merasakan nyilu didadanya.. itu tinta atau darah? Tapi itu beda.. dan tulisanya adalah sebuah puisi..


... ‘ Jika malam tidak diharapkan bagi penikmat siang seharusnya mereka tau., Jika tidak ada malam maka dunia akan mencarir... dan jika penunggu besi merasa membenci panas, maka berhenti bermain api.. dan jikapun ayah membenci seorang anak perempuan, itu salahkan Tuhannya, karena yang menghendaki dirinya lahir sebagai seorang perempuan atau seorang laki laki itu bukanlah dirinya sendiri. Tapi Tuhan.. dan jika keluarga tak mau menerimaku, maka pulangkan aku kepada Tuhanku..’...


Putaran kalimat Rindu mengiang dikepalanya. “ Ayah tidak menyukai anak perempuan ? tidak apa-apa. Aku akan diam, jika ayah bunuh aku saja aku diam. Karena aku tau jika dilubuk hati seoang ayah ada setitik rasa dengan anaknya dan akan menyesal dikalah anaknya telah tiada. Dan jangan sampai ayah menjadi salah satu ayah yang me,nyesal didunia ini”


Gio diam memegang dadanya.. kenala ia lemah? Bagaimankah tadi malam ia mau Rindu mati? Tapi mendneg5ar ucapan Rey mebuat jantungnya meradang, menghangus terbakar, bagai tak mampu berkata jika dirinya kembali benar,,, kata kata Rindu amsih memancar bersinar dikepalanya

__ADS_1


...’ Jikapun aku melawan aku bukanlah pemenangnya bukan? Dan jikapun aku memberontak bukan berarti akulah yang paling kuat. Tapi aku lemah karena aku tau. Jika lemahku kepada orang tuaku lebih muliya dibandingkan aku harus bertingkah.. aku tidak meminta disayang, tapi aku hanya minta, tolong berhenti menyatikinya. Karena aku tidak mau kalian menyesal disuatu saat nanti..” Itulah membuat matanya pecah.. berkaca kaca...


__ADS_2