
“Lo ngapain kerumah gue?” Ia mengalihkan pembicaraan.
Gevan menepuk jidadnya.” Gue tadi sii mau balikin tas lo. Tadi ketinggalan dimobil gue. gue udah ketok rumah lo berkali-keli tadi, tapi pintu rumah lo kebuka, ditambah tadi gue denger lo teriak, karena itu gue nyelonong masuk aja.” Jawabnya.
Rindu baru ingat jika ia sedari tadi tak memegang tas ataupun Handpone. Tapi ia bersyukur barang itu ketingalan, apakah ini juga rencana Tuhan untuknya? Atau pertolongan dari Tuhan, karena ia tahu jika Diva dan Meme sudah merencanakan hal jahat untuknya. Ia baru sadar mengapa ia tidur seperti mati tadi, itu pasti karena ia minum obat tidur, dengan keanehan kunci dibawah pot. Minuman yang sedikit terasa aneh. Aah, mengapa ia begitu bodoh.
“Hoy... Lo ngak kesurupankan?”Gevan membuyar lamunan Rindu.
Rindu menggeleng.” Enggak. Lo pulang aja, udah malem.” Ucap Rindu.
“Gue nginep aja. Gue takut kejadian tadi keulang lagi, buar gue jagain lo Rin.” Ucap Gevan tegas.
Rindu pun takut sebenarnya. Tapi mereka bukanlah mahrom.” enggak bisa Gev. Nanti apa kata orang.”
“Gini aja. Gue bakal pulang kalo gue
udah bantuin lo buat ngobatin luka lo.” Tawar Gevan yakin.
“Tap—“
“Pleace Rin. Tolong dong jangan keras banget kepala lo..! Lo butuh orang lain.” potong Gevan tegas. Rindu itu batu tak mau mendengarkan orang lain.
Rindupun mengiyakan saja. Sedangkan Gevan mulai tersenyum. Ia mulai membuka perban dipelipis Rindu yang sudah berwarna merah. Ia membersikan dengan air hangat terlebih dahulu lalu membersikan dengan alkohol, ia juga memberi obat merah dan salep, lalu menaruh perban kembali. Rindu merisi tapi tak berteriak. membuat Gevan malu, dia saja berteriak, kok Rindu tidak? Ahh, apakah dia terlalu lemah. Bahkan melawan dua orang tadi saja ia tak mampu, sedangkan Rindu hanya menghabiskan beberapa menit saja.
”Makasih ya Gev..” Rindu dan Gevan sekarang sudah berada didepan rumah. Gevan sudah mau pulang membuat Rindu mengantarnya sampai depan pintu.
“Ya udah. Lo hati-hati ya, kalo ada apa-apa bilang sama gue. nanti gue bakal kesini secepat mungkin.” Gevan tersenyum manis menatap Rindu.
Sedangkan Rindu hanya mengangguk.”Oke.”
“Assalamu’alaikum Rindu.” Ucap Gevan lalu memasuki mobilnya.
Saat Gevan sudah membawa mobil pergi dari jangkauan matanya, ia memasuki rumah. Tepat ia memasuki rumah Gevan memundurkan mobilnya.
Gevan menatap Rumah Rindu yang sudah tertutup. “ Gue bakan jagain lo malam ini meskipun nggak disamping lo. Lo berharga Rin, gue ngak mau lo kenapa-kenapa.” Gumamnya. Ia memilih bersandar dikursinya tapi matanya tak luput menatap rumah Rindu. sedangkan Arga dan Meme sudah tak tau kemana.
Tapi beda halnya dengan seorang pria berjas hitam. Deangan mata bak elang itu berjalan dibandara Bungkarno. Ia baru saja pulang dari Dubai, ia mengurusi masalah disalah satu cabang perusahaannya, membuat ia harus menetap selama dua bulan penuh dengan kegelisahan terhadap pujaan hatinya. "Bagaimana kabar dia?" Tanyanya pada asistennya yang sedang menggeret koper tuannya.
"Biak baik saja tuan." Ia hanya menunduk takut. Takut kebohongannya terbongkar.
"Kau tidak berbohong bukan?" Alis pria itu terangkat menatap bawahannya tajam.
__ADS_1
"Ti tidak tuan. Nona Rindu ba baik saja selama ini." Yaa, gadis yang sedang dibahas adalah Rindu.
"Kita kerumahnya sekarang. Aku merindukan wajah garangnya itu." Ia sedikit tersenyum saat mengingat wajah tidak bersahabatnya Rindu. Ahh, ia bahkan tak tidur nyenyak selama dua bulan ini karena rindu kepada Rindu.
"Tapi tuan. Kita baru saja sampai di Indonesia, apakah Tuan tidak mau betemu tuan dan nyonya terlebih dahulu?"Tanya asistennya
"Aku sedang merindukannya. Sebentar saja, aku ingin melihat wajahnya." Bantahnya. dia adalah Habib.
"Tap Tapi tuan. Sekarang sudah sangat malam." Ia tak habis pikir pada tuannya yang keras kepala, mengapa tidak besok saja?
"Melihat pohon mangga didepan rumahnya saja sudah cukup bagiku. Kau tak tau definisi rindu dan khawatir. Jangan membantahiku." Bantaknya.
Ya benar, didepan rumah Rindu itu ada pohon mangga yang tingginya hanya 2meter setengah, pendek bukan jika dibandingkan pohon lain, namun buahnya sangat lebat dan juga besar besar. Maklum, buah mangga melon.
Diperjalanan raut wajah Habib penuh dengan senyum. Ia sangat bahagia karena bisa bertemu lagi dengan Rindu. Tapi saat disepan rumah Rindu, senyum itu hilang ketika melihat Rindu keluar dari rumah dengan seorang pria.
yang membuat ia kecewa dan sakit adalah penampilan Rindu dan pria yang sama sekali tak ia kenali itu sangat kacau. Aahh, hatinya remuk. sangat reuk. Apa yang ia lakukan didalam rumah itu?
"Tu tuan. Di dia bersama laki laki lain." Ucap Filoss takut."Apa yang mereka lakukan?, apa tuan tidak mau turun?"
"Pergi dari sini." Ahh Habib tak bisa menahan sakit dihatinya. sakit saat tau cinta pertamanya tak terbalas. "Kita keapartemen ku saja." Ia tak bisa pulang. Apa kata orang tuanya nanti jika wajahnya sedih dan kacau. Habislah Apertemennya nanti. Habib akan membanting apaoun yang ada.
...
Disinilah Rindu saat ini. didepan cermin besar yang memantulkan tubuhnya, mata kiri bengkak dengan pelipis yang diperban, sudut bibir memar biru-biru dan sudut mata kanan juga membiru. Tangan kanan juga diperban karena menggeprak meja polisi kemarin, dan kedua pergelangan tangan memar biru karena tali yang mengikatnya begitu berat dan terikat mati. Bahkan kedua pergelangan Rindu terluka karena ia memberontak sekuat tenaga malam tadi membuat tangannya saat ini sakit. Kedua tanganya juga diperban. Ia bagaikan korban kecelakaan dahsyat. Bolehkah ia menangis meratapi hidupnya?
Semua orang menginginkan kehancurannya. Bahkan dunia menjauhinya. Ia memandang kain hitam yang berada digengamanya. Itu adalah Niqob. Ada yang tau perbedaan Niqob dan cadar? Niqob adalah kain yang menutupi seluru bagian Wajah, baik kening maupun wajah, hanya menyisakan mata saja, sedangkan cadar itu adalah kain yang hanya menutupi setengah bagian wajah, tepatnya bagian bawah dari mata dan menyisahkan mata dan keningnya.
Ia memasang Niqob itu kewajahnya dengan air mata yang mengiringi. “Wajah ini fitnah. Maka wajah ini sudah menjadi wajib untuk ditutupin kan?” Ia kembali menangis. Ia sadar jika keirian Diva karena orang lain menginginkannya. Mengapa Arga gelap mata karena wajahnya. Bukankah ini pilihan yang tepat?
Harus tepat. Ia yakin untuk memakai benda ini untuk selamanya. Supaya tidak ada lagi kemudhorotan yang ia berikan kepada siapapun. Ia akan melakukan apapun demi kemaslahatan orang lain dan sekitarnya.
“Bissmillahirrohamanirahim. Semoga ini yang terbaik Yaallah..” Gumamnya. Ia sudah bertekat untuk pergi dari kehidupan Diva dan Meme. Ia akan pindah ketempat lain. Ia sudah menyiapkan baju-bajunya semalam, ia tidak tidur lagi semalam, ia takut jika ia kecolongan kembali. Ia memilih untuk sholat malam serta menghafal Al-Qur’an saja sampai subuh. Tak kantukkah? Maka jawabanya kantuknya hilang ditelan malam akibat tragedi keji itu.
Rindu saat ini menggunakan gamis berwarna hitam dengan jilbab berwarnah hitam dan Niqob berwarna hitam yang hanya menyisahkan mata jerninya. Sedangkan kakinya sudah dibalut dengan kaus kaki berwarna hitam. Karena kaki juga bagian dari aurat. Bagian tubuh wanita yang bukan aurat itu hanya mata dan telapak tangan, selebihnya aurat yang harus ia tutup. Namun ada banyak pula pendapat dri mazhab yang mengatakn bahwa wajah dan telpak tangan wanita itu adalah aurat.
hukum memakai niqab atau cadar yang diringkas dari pendapat para Imam 4 mazhab:
__ADS_1
Mazhab Hanafi. Pendapat mazhab Hanafi, wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah.
Mazhab Maliki. Mazhab Maliki berpendapat bahwa wajah wanita bukanlah aurat, namun memakai cadar hukumnya sunah (dianjurkan) dan menjadi wajib jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Bahkan sebagian ulama Maliki berpendapat seluruh tubuh wanita adalah aurat.
Mazhab Syafi'i. Pendapat madzhab Syafii, aurat wanita di depan lelaki ajnabi (bukan mahram) adalah seluruh tubuh. Sehingga mereka mewajibkan wanita memakai cadar di hadapan lelaki ajnabi.
Mazhab Hambali. Imam Ahmad bin Hambal berkata: "Setiap bagian tubuh wanita adalah aurat, termasuk pula kukunya." (Dinukil dalam Zaadul Masiir, 6/31).
. Sedangkan tangan. Ia menggunakan sarung tangan hitam, ia membungkus seluruh tubuhnya menggunakan warna hitam. Melambangkan jika dirinya menyeramkan supaya tidak ada yang berani menatapnya, memadangnya. Supaya tidak ada lagi yang memujanya, mengaguminya. ia hanya ingin orang menyukainya hanya karena Alah, bukan karena wajahnya atau senyumnya. Bukan karena lesung pipi atau gigi gingsul nya.
Lebih baik diasingkn didunia dari pada diasingkan dari langit bukan?
.
.
.
.
**Rindu come back. Rintangan Rindu baru selesia dimuaim ini.
Rintangan selanjutnya mungkin ada berat dan ada bahagianya. Intinya udha selesi setengah yey...
Like. komentar and vote yaa**.
__ADS_1