Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Jatuh lagi


__ADS_3

ada yang lebih sakit dari pada jatuh...! Yaitu kenyataan.. 😁 semangat kamu..!


....


“Gugur?!!” Gumam Rindu serak mendengarnya.


Arga menganguk dan terkekeh. “Kaget loe?!!” Tanyanya dengan sinis.” Kakaik gue frustasi dikalah Reno nggak mau tanggung jawab, karena Reno mau dia gugurin kandungn dia. Kakak gue engak mau karena dia nggak mau jadi pembunuh. Tapi dengan teganya Reno buat kakak gue keguguran Cuma karena mau ngejar loe disana. Loe inget kejadian itu?!!!” Tanyanya...


Rindu diam ditempatnya dengan tubuhnya yang semakin lemas. Dadanya menyempit tatkalah ingatannya kembali keSMAnya dulu, dimana ia bertemu dengan Reno dan Mise yang sedang bermesraan didalam kamarnya Reno.


Yaps.. dimana Rindu datang kerumahnya Reno untuk mengembalikan jaket Reno yang dibawahnya. Kemarin hujan, karenanya Reno memberinya jaket supaya ia tak kedinginan. Rindu tak memakai jaket dihari itu karena jaketnya dipinjam orang sekelas karena bocor(Datang bulan)


Ia ingat betul dimana Mise dan Reno tanpa sehelai baju diatas kasur, dengan keringat mencucuri ditubuh keuda insan itu. Saat dimana ia yang memang tak terlalu mencintai Reno tapi masih saja bersama Reno membuat ia tersenyum datar. sebab ia tak terlalu sakit hati atau apapun itu. Ia anggap jika itu hanya pertunjukan saja.


“Rindu... Aku bisa jelasin..!! Tunggu..!!” Reno yang melihat Rindu yang berada didepan pintupun langsung menyudahi permainanya dengan Mise. Ia bergegas melepaskan penyatuan mereka dan mencari baju yang ada disekitarnya. Rindu yang melihat itu sungguh jijik membuat ia berjalan menuju keluar rumah meningalkan dua insan yang sedang ribut itu. Mise yang sibuk menahan Reno sedangkan Reno sibuk mencari Rindu. rindu mengendarai motor membuat ia bisa meningalkan rumah itu.


Semenjak kejadian itu Rindu tak pernah menghubungi Reno dan tak pernah meminta penjelasan apapun. Bagi Rindu pria yang tak bisa menghargai seorang perempuan itu tak pantas untuk dihargai dan ditangisi. Tapi satu hal yang ia tak habis pikir, dulu pernah Reno meminta Unboxin denganya, tapi dengan tegas Rindu menolaknya. Dan saat iru jga Teno mengatakan tak akan meminta suatu hal yang konyol lagi pada Rindu. ia berjanji akan menjaga Rindu sampai menikah. Sebab ia bilang susah mencari gadis semacam Rindu dimana sekarang, ia juga bilang jika susah sekali mengincar gadis yang setegas Rindu.. jadi setelah itu ia menjaga Rindu dengan tulus dan juga memberikan apapun untuk rindu yang terbaik.


Hari ini sudah genap satu bulan Reno meminta waktu kepada Rindu untuk meminta balikan dan juga meminta waktu untuk Rindu supaya ia bisa menjelaskan jika ia memang mencintai Rindu. rindu yang sudah jengahpun menatap Reno dengan datarnya. “ Ngapain ngejar gue? pergi sama kak Mise aja. Aku udah iklash..” Itulah yang diucap oleh Rindu dikalah itu.


Seolah sudah sepih membuat Reno tak malunya menangis didepan Rindu, ia sangat menyesal karena ulahnya membuat ia melepas Rindu. gadis yang memang benar-benar ia cintai itu. Ia memegang tangan Rindu namun ditepis oleh Rindu dengan wajah jijiknya “Pliss Rindu. jangan putusin gue.. gue Cuma nganggep kak Mise sampah doang... gue Cuma jadiin dia pelampiasan dikalah loe ngak mau diajak gituan. Loe sendirikan yang bilang loe enggak mau? mangkanya gue lampiasin kedia supaya gue bisa jagain loe sebagaimana loe mau Rindu. gue sayang banget sama loe. Jangan lakuin ini ke gue.. gue bisa gila pliss Rin..” Reno meraung didepan Rindu.


Rindu menghela nafas. Ini bukan kali pertama ia mendnegar jeritan dan juga kegelisahanya Reno. Tapi Rindu memang begini. Sekali ipfiel ya tetap ilfiel. Sekali tak suka ya tetap tak suka. Bukan kali pertama ia begini. Bahkan kata teman Reno. Reno semnjak putus dengannya suka mabuk-mabukan dan juga bolos. Reno selalu mericau nama Rindu.


Alasna kenapa Reno mencintai Rindu bukan karena wajahnya. Hanya saja Rindu adalah satu satunya orang yang mau menyemangatinya dikalah ia dijauhi oleh banya orang, dimana semua orang menjauhinya karena ia terkenal sebagai pesikopat. Bagaimana bisa? Iya karena ia dulu membunuh sleingkuhan ayahnya didepan ibu dan ayahnya itu terjadi dialah ia masih berumur dua belas tahun. Ia tak masuk penjara karena masih dalam lindungan anak..


Dia laki-laki brandal yang selalu dikenal jahat namun terkenal tampan, siapapun menatapnya akan jatuh hati. Hanya Rindu yang tidak, Hanya Rindu pula gadis pertama melihatnya menangis dibalkon sekolah. Akh sudahlah jangan dibahas, sebab banyak hal jika dibahas nanti.


Rindu menatap Reno dnegan dinginnya. “ Gue tau loe sayang banget sama gue Ren.. Gue tau loe cinta sama gue. tau banget.” Ujarnya dengan dingin membuat Reno mengusap pipinya dnegan anggukan keras. “tapi bukan begini cara mencintai seharusnya.. loe mau nggak sama gue kalo gue enggak perawan lagi?” tanyanya dengan dingin membuat Reno diam tak menjawab mencerjah ucapan Rindu.

__ADS_1


Rindu menatapnya sinis.” Engak kan? Semua cowok dimuka bumi nggak ada yang mau bekasan. Sama kayak gue gue engak mau sama cowok bekasan yang pernah celup sana sini. Ngerusak sana sini.” Ujarnya dngin lagi.” Apalagi loe sampai ngerusak cewek lain Cuma gara-gara loe mau lindungin gue. loe jadiin dia pelampiasan loe dimana otak loe dimana Ren? Gimana kalo suatu saat nanti gue dibikin orang kek gitu? Gimana? Tolong jangan egois.. “ujarnya dingin.


Reno mengeleng kuat.” Gue nakal tetep mau sama loe kok Rin meskipun loe enggak perawan sekalipun gue tetep akan mau..dan lagi gue bakal jaga loe sekuat tenaga gue. gue ngak mau loe tinggain gue Rin.. plis.. gue Cuma punya loe buat gue hidup..” Ujar Reno dengan memohon, ia bahkan sudah menumpuhkan kakinya dengan tulang lututnya saja.


Rindu meggeleg." Pliss Ren. Gue juga cewek dna gue tau rasa nya jadi kak Mise. Gue enggak mau ambil loe dari dia, jangan kek gini.. gue nggak suka..!!’ Ujarnya meminta dengan datarnya. Matanya bahkan menatap kedepan dengan dinginnya.


Reno tetap menangis dilututnya Rindu. menumpuhkan kepalanya diperut Rindu membuat Rindu menahan kepala itu, ia risih ketika itu ia mendengar ada suara isak tangis membuat Rindu menatap kesembarang arah. Ternyata disudut sana ada Mise yang menangis menatap keraahnya dan Reno.


Reno yang melihat itupun berdiri dan menatap Mise dnegan garangnya.” Dia yang godain aku Rin bukan aku.. Woy jalan** sini jelasin sama cewek gue.. cepet sialan.,!!” Bentaknya keras dengan Mise. Padahal disana Mise sedang menangis terisak.


Yap... sedari tadi dimana reno mengatakan menjadikan Mise pelampiasan itu Mise mendengarkanya. Dimana ia juga mendengar jika Reno sangat mencintai Rindu. padahal ia sudah mengorbankan apapun yang ia miliki. Reno pria yang ia cintai sedari kecil, karenanya ia berusaha dan ga berkorban apapun itu supaya bisa mendapatkan Reno termasuk harga dirinya sendiri.


Disana Rindu menghela nafas menjauh.” Udah ya Ren. Mulai sekarang hubungan kita berakhir. Loe urus aja tu cewek. Gue engak sudi dapet yang bekasan kayak loe..!” Ujarnya sinis. Rindu dulu memang terkenal dengan ucapanya yang nyelekit dan juga datar membuat ia bicara apa adanya.


“Rindu.. Tolong beri aku satu kesempatan lagi.. Plis Rindu..!!” Ujar Reno berteriak menatap Rindu. ia brelari mengejar Rindu dan meninggalkan Mise yang menggegnam Tes pack ditanganya. Ia bahan tak peduli teriakan Mise.


Sampai pada Rindu sudah menjauh dengan motor sport milik abangnya, ia mendengar Mise mengatalan ia hamil membuat ia meminta Mise mengugurknaya dengan keji dan mengatakan ia mencintai Rindu dengan sepenuh hati. ia bahkan mengajak Mise keklinik aborsi dan pill penggugur kandungan. Mise ditampar dan dihajar membuat Mise hampir gila.


Sampai ia bangkit kembali ia menarik semua perhatian semua pria yang mencintai Rindu dengan segala cara, ia bahkan menhaust beberapa pacar Rindu dan teman-teman Rindu. saya sudah menceritakan kan jika Rindu mempunyai banyak mantan kekasih? Iya.... dan Mise selalu meronta apapun itu demi pembalasan dendamnya kepada Rindu. ia membenci Rindu dengan darah dagingnya..


Plak.. kepala Rindu ditampar oleh Arga membuat Rindu kembali keudunia nyata dengan mata yang memerah karena menahan tangisan, ia ingat kejadian itu. Ia tak tau jika itu alasan kenapa Mise membencinya. Ia pikir hanya karena Iri. Ternyata dendam. “Loe sudah ingetkan?!!! Loe manusia yang terjahat yang gue kenal Rindu.. tapi kenapa gue bisa secinta dan sesayang ini sama loe? Kenapa?!!” Tanyanya keras didepan Rindu.


Rindu diam mendengarkanya.” Gue engak tau hal itu teradi sama Mise..! gue enggak tau Ar..!! dan gue nggak cinta sama loe. Gue mutusin loe juga buat kebaikan loe Arga..! gue engak mau loe diporotin sama Diva dan Meme. Gue engak mau loe dimamfaain mereka. Karena itu gue jauhin loe..!” Ujarnya dengan seraknya.


Arga tergelak.” Terus sekarang udah nggak ada lagi Diva dan Melisa kan ayok balikan.. loe maukan sama gue? Punya anak banyak, rumah bagus dan hidup bahagia? maukan?!!” Tanyanya dengan menatap Rindu dengan mata sayunya.


Rindu menggeleng.” Gue engak cinta sama loe..! dan lagi gue ngak bisa nerima loe karena gue enggak mau nyakitin siapapun lagi dimuka bumi ini Ar.. “Ujarnya menahan laju air matanya.


Arga menatap Rindu dengan tatapan sinisnya.” Munafik Loe Rindu.. alasan loe enggak masuk akal tau nggak..! loe munafik.. Plak..” sekali lagi ia memukul pipi Rindu keras membuat Rindu kembali diam.

__ADS_1


Rindu menahan semuanya tanpa air mata tak ada kata luka selain hati yang bernana karena sakitnya terlalu dalam, bukan karena tujakan. Tapi karena kenyataan. Rindu bahkan tak bisa bernafas legah dikalah melihat kenyatan yang ada. Kenapa pas dilahirkan jika hanya menjadi parasit? Kenapa ia menjadi hama disetiap orang yang ia sayang? Sudahlah.. hidupnya terlalu rumit untk diceritakan.


Setelahnya Arga mendapatkan panggilan dari teleponya membuat ia mengangkatnya dan menatap Rindu tajam. Disanalah Rindu mendengar jika Arga mengatakan.” Kak Mise kegugran? Iya gue kesana sekarang... iya..!!” Ujarnya lalu langsung berlari dan berkata kepada Rindu.” Loe jadi pembunuh untuk kedua kalinya Rindu.. dan itu anak kakak gue lagi.. haha.. loe pembunuh..!’ Ujarnya .


membuat Rindu terkulai lemas dilantai.


Rindu diam dengan tatapan nanarnya. Bajunya sudah basah semua karena air yang disiram oleh Arga tadi. sekarang ia hanya diam dengan bibir yang bergetar karena menahan sesak didadanya. Ia menatap tangannya dengan lukanya. andai tadi ia tak memukul Mise dibagian perut. Ia yakin Mise tak akan keguguran.


Apa tadi? pembuuh? Hahah.. Rindu tertwwa getir dengan menggigit kuku tanganya getir.. ia pembunuh haha.. “Hiks hiks hhha..” Rindu terawa getir dan menangis dengan dada yang sesak membuat ia memukul dadanya. Ia memukul kepalanya sendiri dengan tangannya. “Hikshiksh.. pembunuh..pembunuh..! loe pembunuh Rindu.. loe pembunuh hiks hiks..” Ia memukul dirinya sendiri dengan tanganya sendiri.


Lalu rindu memeluk kakinya dengan tanganya dan juga menumpuhkan wajahnya didalam lipatan kakinya. Menahan sesak didadanya dengan erat. Ia bahkan tak kuat menumpuh hidupnya saat ini membuat ia terisak sakit.. ucapan jika Mise perah gila karena keguguran. Mise keguguran lagi karena ia yang membnuh. Mise hampir bunuh diri karena dirinya terngiang semuanya dikepala rindu. Bukan hanya itu, ia juga mengingat dimana Diva membencinya karena dia juga Diva hampir bunuh diri dan hamil diluar nikah. Meme yang sekarang terena penyakit HIVS Dan dia juga penyebabnya. Hahah..


Hahah.. lelucon macam apa ini? kenapa hidupnya dipenuhi dengan kebusukan semacam ini? kenapa dimana ia berada maka disana ada bencana untuk orang-orang? Kenapa? “Arghh.. Gue benci sama diri gue sendiri uhan.. Yaalloh gue benci..!! kenapa gue kek gini?!! Apa karena ini gue dikasihi penyakit kek gini?!! Apa ini juga aasna kenapa gue diberi semua ujian? Haha.. kenapa harus gue?!!” Ujarnya berteriak.


Plar... Rindu disiram dengan air sebaskom membuat ia kembali sdaar dengan mangap karenanya. Ia menatap asal air. Disana ada pula orang menatapnya dengan tatapan bermushan.” Dasar pembunuh munafik dan sok suci.. pergi sono..!! jangan disini.. kita mau berakk tau gak ishh.. “Ujar salah satu membuat Rindu diam.


Rndu mengusap air diwajahnya. Ternyata banyak yang menguping pembicaraan Rindu dan Arga tadi membuat Rindubdiam saja. tanpa orang sadari jika tangisan Rindu bukan lagi tangisan air mata. Tapi tangisan darah karena sudah terlalu lelah. Rindu mengusap air matanya itud engan gusar lalu bangkit. Sakit diwajah dan dikepalanya tak ada apa-apaya dari pada hatinya saat ini. ia tak melawan sebab ia tau, ia memang salah dan pendosa


“Gue bukan pembunuh..! bukan!! Gue juga bukan manusia munafik hiks hiks. Gue cuma manusia pendosa.. iya.. gue manusia pendosa ya.. pendosa..” Gumamnya dijalannya melewati banyak orang menatapnya jijik. Rindu diam dengan air mata yang jatuh. Ia tak tau harus apa selain menangis sekarang. Rindu sangat lemah dikalah ia tau jika ia lah peyebab orang lain hancur.


Rindu terkekeh dengan getirnya berjalan menatap darah yang masih berada dilantai dibersihkan oleh Clang service. Ia terkekeh getir bagaikan orang gila lalu menangis dengan sesaknya membuat dadaya sesak.” Gu gue bukan pembunuh..” Gumamnya sesak llau berjalan dnegan gonayan menuju Lift. Ia butuh sendiri sekarang. Ia butuh Tuhan bukan orang lain. Ia hanya butuh Allah swt yang maha tahu segalanya tentang hidupnya. Bukan orang lain yang sok tau apa yang ia lakukan..


Tak ia sadari disana ada Habib dan Filos menatapnya dneg,an tatapan nanar. Habib bahkan mengepalkan tanganya karena amarah. Filos menatap Habib dengan bingung. “ Tuan percaya itu Rindu?”Tanyanya dengan takut. nampak sekali sekarang jika Habib sangat marah


“Bukankah itu semua memang fakta Rindu yang dulu kau beri dengan saya? Lalu apa yang harus dipertanyakan lagi?” tanyanya sinis lalu pergi meninggalkan Filos yang menatap Rindu dengan tatapan nanar.


Filos menghela nafas.” Gue ngak percaya itu loe Rin tapi faktanya itu memang loe dan buktinya juga itu loe. “ Gumamnya lalu menghela nafas. Ia tak tahu harus berkata apa lagi saat ini....


.

__ADS_1


.


__ADS_2