
Dugh.. Rindu tertegun ketika melihat dokter Rey dengan sosok perempuan cantik disana. Kulitnya sangat mulus bagaikan telur, rata dan juga terawat. Pipinya tirus dan juga nampak sangat dewasa dalam penampilan maupun dari raut wajah. Dokter Rey bahkan juga memengang tanganya membuat ia merasa sedikit nyilu dihatinya kenapa? Kenapa bisa senyilu ini?
Dokter Rey yang sedari tadi melihat arah dimana kedatanganya Rindu itu tersenyum lalu bangkit, diikuti oleh kakaknya Fey. Ia tersenyum lembut kepada Rindu yang kaku. Untung saja Rindu mengenakan cadar. Jadi wajahnya tak terlihat jika ekspresinya tertukar atau diganti saat ini.
Rindu menggeleng dibuatnya. Menatap kedokter Rey dan tersneyum. Menghempaskan rasa nyilu itu sebaik mungkin dan menampilkan wajah biasa saja alah dirinya.. tak mau terlihat tersakiti didepan orang lain.
“Assalamu;aaikum Rindu.. apa kabar?” Dokter Rey tersenyum dikalah Rindu mengatupkan kedua tangan dia atas dadanya dan tersenyum kepadanya. Ia sama sekali tak tau jika sesungguhnya dibagian hati terdalam Rindu ada yang tergores namun tak berdarah..
Rindu tersneyum lembut membuat matanya menyipit disana.”Wa'alaikum salam dok.. alhamdulillah seperti yang sekarang dokter Lihat hehe.”Ujarnya. ia tak tau harus awab apa. Menjawab ia baik-baik saja sama saja dengan berbohong. menjawab tidak baik-baik saja ia bisa menjadi orang yang tidak bersyukur atau kufur terhadap nikmat yang ia rasakan saat ini bukan?
Dokter Rey tersenyum melihatnya. Kakaknya yang sedari tadi menatap Rindu itu tertegun mata Rindu berwarna coklat nan bulat itu memang cantik. Bagaikan mengenakan soflen mata saja. Bulatan coklatnya itu cukup besar... alis Rindu juga bahkan sangat rapi dan lebat. Ia yakin Rindu sosok yang manis. Sebab kulit Rindu bukan putih tapi sawo matang.
Dokter Rey merasa kakaknya menarik lengan bajunya itu menatap kakaknya. Kakaknya meminta dikenalkan kepada Rindu membuat dokter Rey terkekeh miris.”Eh Rindu.. kenalin ini kakak saya. Dia mau kenalan dengan kamu katanya tadi hehe.. maaf kelupaan.”ujarnya menggaruk tengkuk yang tak gatal itu.
Sebagai kakaknya Fey mengerucut. Ia bisa melihat mata Rindu yang bertanya tanya siapa dia membuat ia tau jika Rindu juga memilki rasa ketertarikan kepada adiknya yang satu ini. ia kan juga perempuan jadi patsi taulah ya perasaan sesama perempuan. “Ih kamu mah lupa terus kalo sama kakak. Sama Rindu aja enggak pernah lupa..!”Cibirnya Fey kepada kakaknya.
Dokter Rey menatap kakaknya dengan tatapan tak terima.”Ih kapan sii kak. Kan aku Cuma lupa.. maaf ya.... jangan gitu dong..”Ujarnya menahan tangan kakaknya membuat Fey sok ngambeknya. Rindu terekeh melihat drama kedua suadara itu.
“Hay kak.. kenalin nama sayq Rindu.. teman sekaligus pasienya dokter Rey.”Ujar Rindu menjabatkan tangan kepada Fey membuat Fey menerimanya dengan manis.... sebenarnya Rindu merasa ada yang terasa legah dihatinya dikalah mendnegar jika perempuan didepanya ini adalah kakaknya dokrer Rey. Yang artinya dokter Rey dan dia tak memiliki hubungan khusus kan? Tapi masih ada rasa tak terima dikalah dokter Rey menyayangi orang lain. hus.. jauh jauhlah wahai sikap serakah..!!inilah yang namanya sikap serakah bukan? Huss,,, jauh jahlah sikap serakah batinya Rindu.
“Hallo..” Kakanya dokter Rey tersenyum dengan menjabat tangan Rindu. rindu bahkan merasakan kulit itu seringan kapas dan sehalus sutra beda dengan tanganya yang kurus dan juga kasar itu.”My name Is Fey.. You Call Me Fey saja ya..”Ujarnya dengan seidkit sedikit bahas Inggris dan sedikit sedikit bahasa Indonesia itu.
Rindu tersneyum.”Oke .happy to meet you... (senang berkenalan dengan kakak...)”Ujar Rindu mengenakan bahasa ingrisnya membut Fey tersenyum kepada Rindu.”Ayo duduk kak. dokter Rey.. silahkan duduk hehe.”Ujar Rindu dengan kekehan gugup. Ia baru kali ini berkenalan dengan kakak seorang pria yang ia kenal dan dekat. Ternyata rasanya gugup ya. Hatinya bahkan terasa terombang ambing saat ini. rasanya sedang senam jantung saat ini.
“Oh iya.. Thanks You Rindu. you soo sweaty.. hehe.”Ujar Fey sang kakak dokter Rey dengan senyumnya. Ia menyukai Rindu yang terbuka dan menermanya dengan hangat, terkesan sopan dan juga biasa saja. Tak ada terasa gugup atau cangung. Ia tak tau saja hati Rindu sedang berdisko ria disana.
__ADS_1
Dokter Rey ikut duduk disamping kakaknya lalu mengambil makanan dikursi sampingnya itu.” Oh iya Rindu. tadi kami bawa kamu makanan dan juga minuman loh.. segar-getar dan juga enak-enak... kata Key kamu pasti suka sekala.”Ujarnya kepada Rindu menunjukan makanan ditangan dokter Rey.
“Apa sii kak. Aku yang beliin. Jangan ngaku-ngaku deh.. pakek acara kita segala ..”Ujar dokter Rey tak teruma. Ia yang berusaha tapi kakaknya yang rasa-rasa. So Bad sekali bukan? Ia tak terima kakaknya mencari nama dengan Rindu.
“Owhh..”Fey melipatkan tangannya dia atas dada setelah meletakan makanan itu diatas meja dan menatap dokter Rey sinis.”Mulai melawan dan juga berani yey sama kakak? Kualat nanti.. nggak boleh perhitungan. Cuma makanan, kamu enggak mua kakak restuin sama Rindu ha?” Tanyanya dengan bahasa prancisnya itu. Iya.. dia mengenakan bahasa prancis supaya Rindu tak tau artinya. Tapi ia salah besar. Rindu bisa bahasa prancis membuat Rindu terkekeh.
Dokter Rey dan Fey menatap Rindu dengan tanya.” Kenapa ketawa? Kamu tau artinya? Kamu bisa bahas prancis?” Tanyanya dengan deteran penuh sembari menyedia kan minuman didepanya Rindu.
“Iya.. saya bisa sedikit.”Rindu memainkan tangannya menunjukan kesedikitan ia bisa. Ia bicara mengenakan bahas aprancis membuat dokter Fey menganngga tak percaya.”Karena saya sangat suka bahasa prancis, karenanya saya bisa paham.” Ujarnya lagi. (Oui .. je peux faire un peu. Parce que j'aime beaucoup le français, c'est pourquoi je peux comprendre.)
“Woow..”Fey kagum mendengarnya.”Bagaimana bisa? Kamu belajar dengan siapa dan dimana? Apa kamu punya kerabat orang Prancis begitu? seperti nenek atau paman?” Tanya Fey dengan semangat kepala Rindu.
Rindu mengangkat bahu acuh.” Enggak. Saya belajar dengan sendiri (otodidak saja) soalnya dulu saya mau kursus bahasa prancis tapi ayah saya melarangnya. Karena ia mau saya kursus dan bimbel bahasa Arab saja hehe...”Ujarnya dengan kekehan. Karena memang abinya dulu melarang Rindu belajar bahasa luar selain arab dan bahas Inggris. Sebab katanya supaya bisa menghafal Al-Qur’an secara baik dan benar.
Rindu mengangkat bahunya.”I Think’ ... Hmmm bisa namun sedikit, tidak terlalu lancar, Sebab lidah saya sedikit berdbeda jika pelafasannya seperti orang arab. Karena banyak huruf yang beda dan bernada dalam kola-kolanya.”Jawah Rindu jujur. Karena memang bahasa arab jika dirinya itus ebatas bahasa dan sebagaimana ia bisa. tak sebisa dan sefasi orang arab.
“Uhh keren.. puk puk...”Jawab dari kakaknya dokter Rey kagum..”kamu pasti sangat pintar ya bisa pakek bahasa Prancis dengan belajar otodidak dan belajar bahasa arab secara bersamaan... kamu bisa bahasa apa lagi?” Tanyanya penasaran. karena bicara dengan Rindu sangat aysik banyak pembahasan.
Rindu mengerutkan keningnya mendengarnya.”Hmmm.. Prancis... melayu dan Mandarin juga... soalnya ayah saya bisa pakek bahasa Mandarin. Bahkan jika dia mimpi dan mengigau ia suka mengenakan bahasa Madarin hehe..’Jawab Rindu dnegan kekehan.
“Serusely?” Tanya Fey dengan semangat membuat Rindu tergelak dan mengangguk.”Oy Your Deddy is good... bisa ya dikalah tidur dan mengigau mengenakan bahas luar wwkwk..”Ujarnya dengan kekehan membuat Rindu ikut rergelak.
Dokter Rey memutar bola ata malas menatap mereka berdua. Ia tercampakkan dan tersangai oleh mereka membat ia angkat bicara disana.”Ayok Rindu dimakan makananya. Nanti dingin dan istirahatnya habis tauk.”Ujarnya membuka kotak bekel disana. Kotak yang berisihkan nasi uduk semur jengkol... dan juga ragam dan telur gulung. Ada ikan teri campur kacang juga membuat siapapun akan terasa menetes air liurnya. Disana itu ada tiga tempat yang artinya dia dan kakaknya juga akan ikut makan..
Rindu menerimanya dan mengambil minuman disana yang isinya just Alvokat dan juga nasi uduknya.”Terimakasih ya dok... makasih ya kak Fey. Kalian baik banget sama Rindu sampek bawa makanan dan minuman segala kesini. Maaf Rindu ngerepotin kalian.”Ujarnya sendu. Bohong jika ia mengatakan ika ia tak suka akan kunjungan ini sebab selama ia disini tak ada yang mengunjunginya kecuali Yohan semalam karena mencari Habib. itupun hanya membawa badan dan juga niat. Tak membawa makanan atau minuman. Memang beda ya kunjungan dengan tangan kosong atau tangan bersih itu. Jadi pelajaran buat Rindu. I
__ADS_1
Jika ia berkunjung kemana-mana ia akan membawa makanan akh supaya kehadiranya menghantarkan berkah dan kebahagiaan orang lain.
Dokter Rey dan kakaknya menganguk.”Sama sama Rindu. enggak ngerepotin kok. soalnya Rey uangnya banyak hehe. Jadi mubazir kalo enggak digunain. Yakan...”Ujar Fey kepada adiknya itu dengan senyum manisnya.
Rindu terkekeh dan dokter Rey memutar bola mata malas mendengarnya. ‘Ayok kalian juga makan.”Ujar Rindu. ia tak menolak karena memang sangat suka nasi uduk dan sangat merindukan makanan luar.. ia selalu makan makanan sini, dan untungnya pak polisi Ilham selalu memberikan ia makanan yang cukup enak dan sangat layak untuknya.
Rindu mulai makan dengan lahapnya. Ia lupa kapan terakhir makan nasi uduk seperti ini ini membuat ia sangat bersyukur dan berterimakasih dengan dokter Rey. Kak Fey pun juga tak kalah tertawa dan bahagia makan dikalah itu. Nampak sekali dikalah itu Rindu sangat bahagia dan juga senang memakan makananya bersama dengan dokter Rey.
Rindu sempat melirik kebelakang. Ia sempat menatap ada Habib yang melihatnya dengan sebuket bunga ditanganya membuat Rindu sedikit tertegun, namun setelahnya ia seperti tak peduli akan kehadiranya Habib dan melanjuti obrolannya dan juga kak Fey dan juga dokter Rey. Kan sudah dikatakan jika Rindu sosok yang tidak suka memikirkan masalah tan tak mau memperkeru suasana hatinya. jikapun itu memang Habib ia tak masalah untuk menerima atau mengusirnya dari sini.
Sedangkan Habib. tadi dikalah keluarganya memberikannya wejangan mebuat ia sadar akan kehadiran Rindu dihatinya. Ia sadar jika Rindu memang sudah mempengaruhi hidupnya membuat ia berjalan sejauh ini. mendengar dan juga merasakan indahnya berbagi hati. tapi ia terlalu egois untuk menerima semua keburukan dari Rindu dan tak sanggup menerima kekalahanya. Ia juga terlalu egois untuk mendengar jika Rindu memilki kaki laki lain dan juga bekas lelaki lain. karena itu juga Rindu meninggalkannya. Sebab Habib lebih menyayangi dirinya dari pada egonya, ia belum dewasa dalam segala hal.
Jujur jika Rindu boleh tak munafik. Rindu sosok yang sangat pemilih dalam urusan bathtera rumah tangga. Bukan karena dia mengobral tentang pernikahan ataupun perasaan, tapi karena ia ingin mendapatkan imam yang tau dan bisa memimpin kemana kapal mereka bergerak nanti. Dan tau dimana arah syurga. Yang selalu mengajaknya kedala lubang keindahan dna kenikmatan Islam Lil Alamin. Sugguh,, cinta Rindu tak ada apa-apanya dari pada Tujan hidupnya.
Tau alasan kenapa Rindu seperti itu? Karena ia juga memiliki pengalaman pribadi dikalah ia masih duduk dibangku SMA, Dulu ibunya menjual dagangan dipasar, karena ibunya itu mau beli bahan makanan jadi Rindu harus menunggu dagangan itu sebntar sebelum pulang. Dikalah tukul masih menujukan jam 5pagi, disana Rindu menjual terong hasil dari kebun sendiri. Tak ada rasa malu didirinya jualan, malu itu ketika kita malu punya orang tua sederhana dan susah tapi enggak mau berusaha dan membantu orang tua yang sudah. benar bukan?
Disana juga Rindu mendapatkan hikmah yang luar biasa ketika sosok wanita cantik menghampirinya dan bertanya.”Dek.. dimana ya tempat jualan?....
.
.
.
Ada yang berdoa tapi tujuan doanya hanya untuk dunia... Apakah itu saya?
__ADS_1