Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Mimpi


__ADS_3

Kita terlalu fokus pada Rindu dah Rey sampai melupakan sosok Habib yang pernah menjadi peran utama wkakw... mana nih pendukung Habib kemarin? udah oleng ke dokter Rey kah wkwk


.


.


Sosok yang terbangun dari alam nya melihat kabut putih disekelilingnya.. disana sangatlah terang namun tak ada matahari membuat sosok itu menghela nafas lalu melihat kesekeliling... ia sedang berada di taman rupanya membuat ia menghela nafas lagi..


Setelahnya ia melihat ada sosok berbaju putih duduk diatasi kursi sedang diam disana membuat sosok itu menajamkan matanya, sosok yang sangat ia rindukan.. Sosok yang sangat ingin ia temui membuat ia mendekat..


” Ha hay Rindu.. Apakah kau benar-benar Rindu? ”Ujarnya membuat sosok itu menatapnya juga.. sosok itu terkejut melihat wajah Rindu tampa cadar itu..” Ri rindu? Ke kenapa kamu tidak mengenakan cadar lagi?” Tanyanya.


Namun sosok yang ia lihat malah tersneyum dan kembali melihat kedepan.. Itu membuat sosok pria itu menghela nafas dan juga duduk disampingnya Rindu..” Rin rindu.. ak aku mau minta maaf..”Ujarnya.


”Hmm ap-ap-apa kabar?” Tanyanya jarena tak mendapatkan jawaban..


Sosok yang disampingnya menghela nafas membuat Habib menatap kesamping.. ia mengerjab dikalah melihat menoleh kepadanya.. betapa terkejutnya ia dikalah melihat hidung Rindu berdarah membuat ia mendekat dan ingin mengentuh wajah Rindu..


“Rin rindu.. hid hidung kam kamu berdarah..!!” Ujarnya disana dengan gugupnya..


Namun tanganya Rindu menahan tangannya membuat ia tertegun,, darah semakin banyak mengalir membuat sosok itu panik dan juga cemas.. setelah itu ia melihat tangan yang Rindu pegang ikut berdarah membasahi tanganya membuat ia kembali terkejut.” Rin Rindu.. ken kenapa? Kam kamu tidak apa-apa?” Tanyanya takut dan khawatir disana..Nampak wajah Rindu disana menatapnya dengan senyuman namun senyum yang piluh.. Uhukk Uhukk..


“Rindu...!!” Teriak sosok itu dikalah Rindu batuk darah diddepanya membuat banyak darah yang keluar, ia bahkan mundur karena terkejut membuat Rindu menatapnya dengan mata yang sendu namun bibir yang tersenyum..


“Kau tidak apa-apa? Ayo kita kerumah sakit..!!” Ujatrnya khawatir.


Rindu menggeleng disana lalu melihat kedepan.. “Kau tau Hbaib..!!” Ujarnya... itu membuat Habib tertegun masih shok.. “Kita hanya bagian dari kisah lama, hidup kita bagaikan tulisan aneh didalam buku.. kau dan aku didalam buku yang sama..” Ujarnya membuat sosok yang tak lain Habib itu diam tertegun... Entah padahal wajah Rindu sudah sangat mengerihkan disana..


Rindu menatap Habib dengan air mata yang berdarah membuat Habib takut dan juga mendekatinya.. “ Jangan hapus kisah kita, simpan rapi rapi dihatimu, sebab kertas yang penuh dengan sejarah tidak akan indah jika dihapus dengan tinta yang baru ataupun dengan penghapus sekalipun..Malah itu akan membuat kertas itu akan bertambah rusak dan hancur.. Sama dengan hati, ketika kamu berusaha menghapuskan cerita cinta kamu dan saya, sama saja kamu menghancurkan hati kamu yang sudah hancur.. marilah berdamai pada diri kamu, dan terima kenyatanya jika kita tidak bisa bersama.. “

__ADS_1


Mata Rindu menjatuhkan air matanya membuat Habib menghapusnya dengan mengeleng, mengusap darah yang ada dengan tanganya.”Tidak bisa..!! Kam kamu menorehkan begitu banyak rahasia dan juga cerita sehinga aku tak mampu meningalkan sedikit saja tentang jejak yang telah kau buat.. Jejakmu terlalu dalam sampai itu melekat sepekat empedu, dan ketika aku memaksakannya hilang dari bagian diriku, maka empedu itu membuat diriku rusak dan pahit.. aku tidak bisa..”Ujarnya. Habib menangis dengan sendunya melihat Rindu lalu mengambil ujung bajunya dan mengusapi tangan Rindu yang juga berdarah tadi karena khawatir..


Rindu disana diam menatap Hbaib.” Kenapa empedu itu bisa memahitkan hidup? Karena cara yang melepaskanya yang salah.. Kau hanya perlu waktu dan berfikir, berdamai pada kenyataan jika kita tidak akan bisa bersama.. Tolong, kembalilah dengan tawamu... Ada ibumu yang menunggu, ada keluargamu yang menyayangimu.. Jangan biarkan aku menjadi wanita yang paling berdosa melihat kehancuran dirimu.. Karena kehancuran dirimu mengakibatkan rusaknya hati orang prang diskeitarmu.. asli menyayangimu hanya sebatas sejarah.. Tidak dengan masa depan..!” Ujarnya lalu menghilang bagaikan angin..


Habib melihat itu terkejut lalu mundur.. ia melihat kesekeliling tapi tak jua melihat Rindu membuat ia bangkit.”Rindu... Rindu.. jangan pergi Rindu. Aku mohon jangan pergi, maafkan aku.. hiks hiks.. Rindu..!!” Ujarnya berteriak dengan kuatnya.


“Habib...!!! nak bangun nak hiks hiks.. jangan buat mami khawatir nak..!!!” Tubuh Habib digoyangkan oleh ibunya yang disampingnya itu.. “Nak kamu bangun ya, nak..”Ujarnya mengusap pelipis Habib yang penuh dengan keringat lembut sembari mengusap air matanya yang juga jatuh..


Mata Habib terbuka lalu langsung bangkit membuat semua keluarga Habib yang ada didalam sana melihat Habib terkejut.” Mami Rindu mana? Tadi ada Rindu.. mami.... mami Rindu berdarah, mami..”Ujar Hbaib panik tanpa sadar menarik selamng infus ditangannya itu.


Maminya Nina memeluk anaknya erat.” Nak sadar.. nak sadar jika tidak ada Rindu disini, tapi kamu hanya mimpi.. mami mohon jangan begini hiks hiks nak..”Ujar Nina pilu membuat Habib disana menggeleng karena yakin tadi ia bertemu Rindu..


Habib menarik maminya itu dan berkata serius.”Mi tadi Rindu cantik banget pakek baju putih, dia bicara sama Habib tapi dia nyuruh Habib lupain dia, padahal Habib tidak akan bisa lupain dia Mami.. Mi Gimana ini,, Rindu benar benar mau pergi dari Habib? Apakah Habib enggak bisa dimaafin mi? Habib memang salah Mi, tapi Habib sayang dia mi.. Tolong Habib,.,”Ujarnya membuat maminya itu menangis memeluk anaknya..


Disana ada Gevan juga yang melihat Habib piliuh. Keluarganya hanya menatap ibah kepada Habib.. karena Habib itu sedang sakit dan dirumah sakit, ia dinyatakan tifes karena sudah beberapa hari jarang tidur dan makan, ditambah dia juga darah rendah membuat ia gampang terkena serangan penyakit saat ini..


“Inmi tu pelajaran buat kakak kalo cinta ya enggak harus merendahkan orang lain supaya bisa memiliki.. kak cewek tu sifatnya harus dimulyain baru bisa negdapatin.. Kalo kakak ngerendahin dia kakak enggak bakal dapetin dia bagaimanapun tingginya kakak. Kakak memang panes si dapet yang kayak gini..!”Ujar Gevan terang terangan lalu pergi. Ingat dia adalah teman Rindu..


Habib sakit ketika dua hari yang lalu sampai sekarang ia belum pulih juga.. Tepatnya ia yang sedang bekerja dan tiba tiba droup dan pingsan membuat mereka membawa Habib kerumah sakit.. jujur saja hal itu membuat orang tua Habib terkejut dan mendekati anaknya itu...


Disisi lain Rindu sudah hilang sejak kemarin membuat Willy, Rizky dan Reksi tidak tidur mencari Rindu, bahkan ,mereka mau mencari kerumah Rindu tapi tidak tau alamatnya, ayahnya mereka tidak juga mau memberikan izin membuat mereka luntang lantung mencari Rindu. Kata Gio mungkin Rindu kabur membuat Willy dan lannya merasa bersalah pada adiknya itu..


Tanpa mereka sadari ada sosok yang dikurung diruangan kerjanya Gio dan Niuo disana.. yang hanya ditemani kegelapan dan juga buku-buku.. ya.. Rindu menghabisi harinya setelah bicara dengan Reon kemarin dengan membaca buku, bertayakmum dengan debu untuk sholat meski tak tau dimana kiblatnya..


Sampaip pada hari sorepun tidak ada yang menemuinya kecuali tadi pagi Reon yang memberikanya roti tawar dan juga selai isi membuat Rindu bisa bertahan, jangan lupakan susu putih.. karena tadi Reon beralasan akan sarapan di ruang kerjanya saja padahal makanan yang ia punya ia bagikan dengan Rindu dan ia makan dikantor saja..


Ketika Willy dan lainnya ketar ketir mencari Rindu sampai baju kusut beda dengan Reon yang pulang membawa banyak makanan, kue manisan dan juga coklat, jangan lupakan es krim dan juga berbagai manisan itu dan langsung ia bawa keruang kerjanya dan ia simpan ditempat lain. Ruang kerjanya dia itu beda dengan Gio dan Nio, hanya saja penyimpanan berkas ya stau saja. Dan Rindu itu tempatnya dipenyimpanan berkas yang sangat gelap dan tertutup rapat. Hanya orang orang tertentu yang tau tempat itu.. dan yang paling pastinya tempat itu adalah temnpat eksekusi bagi Giuo dan lainya untuk membunuh para pengkhianat seperti koruptor dikantor mereka.


Rinjani tak kalah khawatir akan hilangnya Rindu karena memang meski begitu Rindu tetap anaknya bukan? Disisi lain ia bersyukur juga karena Rindu bisa hidup bahagia dan bebas diluar dan tidak seperti dirinya yang menjadi pecundang dirumah ini..

__ADS_1


“Prinses kecill.. ayah bawakan kamu es krim.. Dan sebagai pesanan kamu ayah membawa Film yang akan kita tonton..”Itu suara Reon yang datang dengan laptopnya dan juga makanan yang ia bawa tadi, tanpa mengantikan pakaiannya.. Ia masih berbalut jas..


Rindu yang memang menahan lapar sedari tadi itu tersenyum dengan bibur pucatnya.. ia menutup buku sejara soerang wanita yang sangat menarik baginya.. Hellen kaller. Si buta tuli dan bisu namun mampu mengubah dunia.. ya.. kalian harus baca ya..


Reon mendekati Rindu membuat Rindu mengambil tanganya membuat Reon tertegun..Ia mencium tangan Reon sendu dan sopan membuat Reon terenyah kembali.” Apakah hari ini sangat lelah ayah? Apokah ayah sudah makan?” Tanya Rindud dengan sendu.


Seharusnya aku yang bertanya’ Teriak Reon membuat ia tersn6eyum dan menganggap.”Lihat.. ayah bawa apa, ini ada fitza, ada spageti, ada Hottdog dan pastinya ada Boba minuman milenial sekarang.. Ayah juga bawa pasta carbonara dan juga es krim., bawa coklat dan juga bawa mukena buat kamu sholat, ini juga ada air mineral dan ciki ciki jika kamu kapar disini, jadi nanti kamu tidak perlu khawatir..”Ujarnya membuat Rindu tersenyum.


Reon mengusap pipi Rindu sayang lalu menghela nafas.”Maafkan ayah yang tidak bisa mengeluarkan kamu dari sini sekarang ya.. Tapi ayah janji nanti ayah akan bantu kamu keluar dari sini, ayah janji nanti ayah akan ajak kamu buat pindah keluar kota bersama Risky, Reksi dan Willy. Kita berempat, cukup kita berempat saja.. dan kita akan hidup bahagia..!| " Ujarnya dengan semangat.”Kita akan tinggal dikota Floust dimana kita tinggal dibawa kaki gunung yang indah dan segar..”Ujarnya semangat.


Rindu disana tersenyum lalu bertanya."Benarkah?” Tanyanya membuat Reon tersenyum membuat Rindu mereka.”Terimakaish ayah., terima kasih untuk semuanya.”Ujarnya memeluk Reon membuat Reon memgangguk dan membalas pelukanya. Reon memang tidak bisa tidak menangis jika berurusan dengan Rindu kawan..


“Yasudah kita harus makan terlebih dahulu supaya kamu tetap kuat dan sehat ya..”Ujarnya membuat Rindu tersenyum dan duduk dilantai.. Reon disana membuka laptopnya dan juga membuka makanan yang ada disana..”Oh oww aku lupa membawa sendoknya?” Tanyanya disana membuat Rindu tergelak.


“Haha tidak apa-apa. Kita gunakan saja tangan,, tinggal cuci dengan air mineral bersih deh.. lagian mengenakan tangan lebih nikmat.”Ujar Rindu semangat disana membuat Reon menatap Rindu semangat.. Tapi Reon melihat bekas piring Rindu yang berisihkan garpu dan sendok disana mungkin Rindu lupa batinnya.


Karena ingin makan dari tangan Rindu membuat ia menutup mata dan mulut akan yang ia lihat.”Baiklah, tapi kau harus menyuapiku jika begitu.. aku akan nyalahkan filmnya. Kita akan makan sambil nonton. Pasti serus ekali.”Ujarnya membuat Rindu menganuk swmangat dan mulai membuka makannya..


Disana ada banyak sekali membuat Rindu kebingungan membukanya,, waw.. bahkan coklat yang mahal itu ada satu pack, es kream juga dua buah dan pop cron membuat iamengeleng.. janan lupkaka roti dan juga selai disana untuk persiapan dirinya. Reon diam diselah melihat laptopnnya dan memulai filmnya disana.


“Yaudah sini kita makan.. ini filmnya, flm horror tadi sudah ayah donwoad kau tidak takut bukan?” Tanyanya membuat Rindu menggeleng seembari meminum minumanya yang terasa nikmat.” Bagus. Kau memang perempuan berani dan hebat..”Ujarnya mengusap dan menepuk pelan kepala Rindu.


Rindu menepuk dadanya dan berkata.”Siapa dulu.. Rindu anaknya ayah dong..!|" Ujarnya membuat Reon tergelak dan ikut bergabung dalam menghabisi makanan yang ia beli tadi.. Sembari bercanda dan menonton film yang ia download tadi asal kalian tau, mendownload film tadi ia butuh bimbingan karyawannya dan meminta saran karyawannya membuat karyawanya aneh melihat tuannya.. Biasanya Reon hanya diam menatap mereka tajam tapi hari ini tadi tidak., ia slelau tersenyum dan bertanya bagaimana menyayangi anak perempuan, bagaimana cara mendonload film..


Dan inilah hasilnya.. ia membeli makanan yang menurut karyawannya disukai perempuan membuat nya segera pulang sesudah memberi tips. Bagi karyawan itu bagaikan kedatangan keberkahan membuat mereka berterimakaish buat anak Reon yang mampu mengubah dunia yang terasa jungkir balik..


Disisi lain ada Fina yang menunggu usuaminya pulang padahal sudah maggrb membuat ia menghela nafas dan juga menelpon suaminya tapi tak juga diangkat smapai Gio mertuanya sampai membuat Gio melihatnya heran.. Fina yang tidak tau harus apapun mendekat dan bertanya degan gugupnya.”An an anu tuan.. ap apakah suami saya Reon tidak pulang bersama kalian?”


Tanyanya membuat Goio dan Nio mengerutkan keningnya.” Bukanya Reon sudah pulang sejak tadi? Mobilnya saja didepa.?”

__ADS_1


__ADS_2