
Author enggak kuat huaa.. nulis sambil nangis hiks hiks...
BTW yang selalu suport baik dari Vote, like and komen. dan rating. author ngucapin banyak makasih ya.. Soalnya yg baca ini tu Ribuan tapi like nya g pernah tembus lima ratus. Tapi semoga ilmunya sampek semua ya ke pembaca hehe.
Kalian tau jika orang yang mati sebelum kita sebenarnya tidak sadar jika mereka akan mati? lantas masih ingin berkata tubatnya dan solatnya nanti saja.? Yakin masih hidup?
.
.
.
Sudah hampir satu jam keluarga Rindu (Abi. Uminya Rindu, bahkan ada Caca disana yang bermain dengan Rian dan Rani, ralat mereka sama sama mengobrol karena Rian dan Rani khawatir akan keadaan Rindu) ada juga keluarga Rey(ayah ibunya...) dan juga Rey sendiri yang sedari tadi bolak balik didepan pintu membuat keluarga itu ,menatap nanar Rey yang sangat khawatir akan Keadaan Rindu. willy? sedang dirumah Rey untuk membersihkan diri.
Pas ketika pintu dibuka Rey langsung berpapasan dengan dokter yang menangani Rindu. Wajah dokter sangatlah sendu dan juga miris..
“ Dok bagaimana keadaan istri saya dok?” Tanyanya kepada sang dokter.
Istri? Ya, bukankah merela memang sudah menikah..?
Dokter itupun menghela nafas dan menepuk pundaknya Rey” Silahkan masuk, karena istri anda sedang menunggu anda didalam, dia ingin bicara..”Ujarnya disana dengan menahan tangisanya membuat dokter Rey bergetar dan juga berjalan masuk dengan lunglay. Dibelakangnya diikuti oleh Rian dan Rani sebagai yang disuruh Rindu.
Dokter Rey memegang peci putihnya dan menatap Rindu yang diam menatapnya disana mengenakan alat-alat ditubuhnya.
Matanya memanas melihat Rindu yang tersenyum.” Rey.. Rian,, Rani.. sini...”Ujar Rindu membuat Rian dan Rani saling berpegang erat menahan tangis dibelakangnya Rey. Tak ada anak yang mau melihat ibunya yang sakit, meski itu hanya anak angkat sekalipun.
Rey disana duduk dikursi disamping rindu dan memegang tangan Rindu.” Kamu baik baik aja kan?” Tanyanya disana mengusap pipi Rindu yang Nampak mendingin. “ Kamu kamu enggak kenapa-napa kan?” Tanyanya disana membuat Rian dan Rani diam menatap Rindu yang menatap mereka dengan sendu.
Rindu menggeleng..” Uhukk Uhuk..”Ia matuk batiuk darah membuat Rey disana terkejut.
”Dok..---“
"Rey... aku enggak apa-apa..”Ujar Rindu menatap Rey disana dan menahan tanganya.
“Tap---“
“Aku bukan butuh dokter, tapi aku butuh bicara sama kalian, aku butuh kalian..”Potong Rimndu disana menahan lagi membuat dokter Rey mengusap bibir Rinudu dengan lenganya dan mengambil tysu yang ada disana membersihkannya.
Rindu disana tersenyum dibuatnya menatap Rian dan Rani tetap diam menatap nya.”kalian apa kabar? Bunda harap kalian baik-baik aja ya selama ini..”Ujarnya membuat Rian dan Rnai menunduk dan menangis. Hal itu membuat Rindu mengusap kepalanya.
"Kan kami baik... " Jawab Rian sendu.
Rindu menatap Rey yang ada didepanya dan menahan tangisnya.
”Aku pergi ya..”Gumamnya membuat Rey disana mengeleng.
Rindu disana meneteskan air matanya dan menahan dadanya.”Aku udah capek.. aku udah capek berjuang, dan sekarang waktunya aku untuk berpulang.. Kamu harus tetap kuat tanpa adanya aku..”Ujarmmya Rindu disana dengan lemah dan bergetar. Suara yang mampu membuat Rey jatuh.
Rey disana menahan kepala Rindu dan mengeleng.”Enggak.. enggak ada yang pulang sebelum kita berjuang sama-sama Rindu.. kamu liat Rian dan Rani..”Ujarnya menatap Rian dan Rani yang sudah menangis dibelakangnya Rey.
”Mereka masih butuh bundanya, mereka masih butuh kamu Rindu, bahkan saya sangat membutuhkan kamu, saya mencintai kamu..”Ujarnya disana mencium tangan Rindu dan kembali menciumnya tanpa melepaskan tangan itu dari bibirnya yang kelu.
Rindu disana menggeleng.”Kana ada kamu yang jagain mereka.. aku titip mereka ya.”Ujarnya membuat Rey disana diam menangis, Air matanya jatuh ditangan Rindu yang dingin. Rindu disana mengusap kepala Rey dan kembali berkata.”Makasih ya, kamu adalah orang terbaik yang aku kenal, teriuma kasih karena udah mau memperjuangkan aku dan selalu ada untuk aku. Sekarang aku capek banget.. aku mau istirahat yang nyenyak supaya rasa sakit aku hilang..,. Aku tidur ya..”Ujarnya disana diselah batuk berdarahnya.
__ADS_1
“Bunda enggak boleh pergi..!!!" Raungnya Rani Kuat" Nanti kalo kita mau gendong ayah enggak bisa gendong kita berdua sekaligus..”Ujarnya Rani bersuara menghapus air matanya sembari menggeleng.”Nanti kalo Rani mau Tanya-Tanya tentang apa yang Rani enggak tau Rani Tanya sama siapa? Ayah pasti enggak bisa jawab.. Kami sayang bunda, “ Ujarnya disana memeluk tubuh Rindu dengan tangan mungilnya erat.
Rindu menahan sesaknya disana dan menggeleng.”Kata siapa ayah engak bisa jawab? Ayah pasti bisa jawab. Dan bunda yakin kalian pasti bisa kok hidup tanpa bunda, dan kalian pasti bisa jadi anak sholeh dan sholeha..”Ujarnya disana dengan pedihnya kepada anak anak angkatnya itu.
Siapa si yang kuat jika harus berpisah dengan orang yang disayangi?
Rian disana menggeleng..” ENGGAK..! ENGGAK BUNDA..!!” Teriaknya disana membuat Rey semakin mengerang dengan tangisnya ditangan Rindu.
” Bunda enggak boleh pergi, nanti bunda enggak kembali kayak ibu sama ayah. bunda orang tua kami., Rian sayang bunda hhiks hiks.. bunda jahat, bunda jangan pergi..! Kalo bunda pergi nanti bunda kita siapa?!! ”Raungan tangis disana sangat jelas membuat siapapun diluar sana menahan tangisnya. Bahkan Rey disana tak kuat dengan tubuh yang bagaikan jelly.
Rindu disana pun menggeleng lagi dan mengusap pipi Rey." Bunda sayang kalian juga, tapi Tuhan lebih sayang bunda.. nanti bunda tunggu disyurga ya? Soalnya bunda udah dijempiit.. Kalian harus kuat..”Ujarnya membuat Rian dan Rani menangis histeris.
Dan Reypun menatap wajah Rindu yang sembab..”Tuntun aku..”Ujarnya Rinsu serak.
Rey disanapun memegang kepala Rindu dengan gemetarnya, dadanya sesak tnamun ia haus kuat. “Ikutin aku...”Gumamnya dengan serak dan juga sesegukan membuat Rindu disana mengangguk dan Rey pun mulai.
”As—hadu”
“Ashadu—“ Rindupun mengikutinya dnegan pasih..
”Allaillahaillah..waashaduannnamuhammadarasulullah...”Ikut Rindu dengan gemetar dan tersenyum..
Setelahnya tangan Rindu lunglai dengan kepala yang jatuh membuat Rey disana menangis dan menjatuhkan lututnya dilantai, menatap Rian dan Rani.
”Bunda kok tidur?” Tanya Rani dan Rianm.”Bunda bangun.. jangan bobok, Rian kangen..”Ujar Rian membuat Rey disana memukul dadanya sesak.
Rey disana memeluk mereka erat.. dan membiarkan Rian dan Rani terisak menatap Rindu yang sudah tak bernafas. . " Bundanya udah enggak sakit lagi... bunda udah buat. kalian harus ikhlasin dan kuat ya... " Ujar Rey bergetar Disana.
“ Bunda.. jangan tinggalin kami.. hiks hiks.. unda jahat.. huaaaaaa.!!”Teriaknya Rani disana memberontak namun Rey menahannya kuat dan juga menangis disana dengan hati yang hancur, melebur bagaikan dirajam hingga mati.
"Rindu... hiks hiks... "
“Rey.. bangun,. Kamu kenapa nangis..!!!” tubuh Rey digoncang kuat oleh Abinya Rindu melihat Rey yang disana menangis terseduh seduh dengan tubuh yang bergetar, wajahnya penuh peluh dan keringat akibat itu.
“Rindu.. jangan tinggalin saya Rndu..”teriak Rey lalu bangkit, nafasnya naik turun menatap kedepan.. lalu mencari dimana temmpat Rindu berada.
Namun matanya menatap abi Rindu yang menatapnya heran.”Rindu dimana bi? Rindu Rindu meninggal hiks hiks dia sudah pergi ..”Tangisanya disana kuat karena merasakan dadanya sesak.
“Hus.. kamu ini mau jadi duda bilang istri sendiri meninggal? Itu Rindu sedang tidur, tadi dia udah sadar, tapi kamu tidur, jadi kami enggak bangunin, karena kami pikir kamu sedang lelah... “Ujarnya abi Rindu dan menggeleng melihat Rey yang disana linglung menatapnya.
Rey disana mengusap air matanya dan menatap abi Rindu.”Jad jadi Rindu masih hidup?” Tanyanya disana membuat abinya Rindu mengangguk.”Rindu masih hidup dan tadi Cuma mimpi?” Tanyanya kembali membuat abi Rindu mengangguk.
”Alhamdulillah hiks hiks..”Ujarnya bersyukur lalu berdiri.. abi Rindu haya menggeleng dibuatnya.
Ya.. Rey tadi tertidur dikalah Rindu sudah diperiksa, tepatnya tadi ketika luka Rindu terbuka dan kehabisan banyak darah, akhirnya mereka kembali mencari pendonoran darah untuk Rindu dan Rindu tidak apa-apa. ditambah lukanya terinfeksi karena pisau yang digunakan pisau karat.. itulah mmembuat Rey yang mengungggu sampai tertidur dan bermimpi..
“Abi sama Umi keluar dulu ya. Soalnya kami mau makan sebentar, ayah sama ibumu juga tadi pulang buat ngurus para tamu.. nanti kami beliin kamu makanan juga, kamu jagain istri kamu..”Ujarmnya Abi Rindu disana.”Rian sama Rani ikut kami aja. Mereka pasti lapar.”Ujarnya lagi membuat Rey disana mengangguk dan mendekati Rindu. Dimana Rindu yang tertidur dibrangkar dengan wajah yang pucat dan juga masih bermake up.
Ia duduk dikursinya lalu membaringkan tangannya diatas telapak tangan Rindu..” Rindu..tadi aku bermimpi kamu meninggal.,, Kamu jangan perggi ya.. Soalnya aku enggak mau kamu pergi..”Ujarnya disana dengan memainkan kelingking Rindu.. “Nanti aku jadi duda, masa kamu tega si jadiin aku duda muda, mana dudanya kaya dan tampan lagi kayak aku, memang kamu mau aku madu? ..”Ujarnya disana.
Rindu disana pun yang setengah tidur setengah bangun itu tersadar dan terkekeh mendengarnya.
Hal itu membuat Rey bangkit dan menatap Rindu “Loh kamu bangun? Maaf,, aku enggak tau bakal ganggu kamu, kamu istirahat aja.”Ujar Rey Disana dengan khawatir dan merasa bersalah , apa karena sentuhannya tadi Rindu terbangun? Kan rasanya begitu.
__ADS_1
Rindu Disana menggeleng.”Aku capek tidur terus.. Hmm kamu kenapa si nangis? Habis mimpi buruk ya?” Tanya Rindu Disana, itu membuat tanganya ter ulur mengusap mata Rey yang basah dan juga pipinya membuat Rey disana memejmkan matanya dan mengangguk, hal itu membuat Rindu menghela nafas kasar.. Terlalu banyak yang khawatir kan jika ia sakit? Karena ini ia tak mau sakitnya diketahui orang banyak. Akan banyak orang yang ia buat bersedih, ia tak mau hal itu terjadi.
“Ngomong ngomong tadi aku liat ada pesawat jatuh..”Ujar Rindu membuat Rey menatap Rindu.”Sedih banget, ada bapak-bapak yang kehilangan tiga orang anaknya dan seorang istrinya, ada juga yang baru mau nikah tapi calon suaminya didalam pesawat,,, Dan tadi ada juga yang istrinya lagi hamil tapi suaminya juga didalam epsawat, bahkan suaminya belum tau dia hamil..”Ujar Rindu disana mengusap air matanya yang jatuh, iya.. siapa yang tidak berduka mendengar kabar jika pesawat sriwijaya jatuh dipulau seribuh? Keping-kepingan kapal dan juga beberapa bagian rambut atau tumbuh didapatkan dilaut.. hal yang Rindu sangat sakit dan juga terluka...
“Oh ya?( Innalillahiwainnalillahi rojiun..) “Tanya Rey disana dengan terkejut.”Aku enggak tau, soalnya udah lama enggak nonton tivi, apalagi aku tidur,”Ujarnya membuat Rindu disana menghela nafas. Pastilah Rey tak menonton tv dan main hape. Kerjanya sibuk mencari dirinya, ia tau hal itu dari ibunya Rey tadi.
Rindu disana menghela nafas.”Dari pesawat kita harus belajar..”Ujarnya membuat Rey menatapnya dengan diam,
Menatap Rindu begini saja ia sudah tenang dan bahagia doa selalu ia panjatkan untuk orang yang sangat ia cintai ini. Benar kata orang, ketika kita mencintai orang lain, maka kita akan mengenyampingkan dunia kita, keperluan kita untuk membahagiakan, memikirkan, dan mengutamakan dunia orang yang kita cintai tersbeut. Sampai lupa jika kita juga punya dunia sendiri.
“Ihh Rey, denger aku engak si...?” tanya Rindu dikalah rey tak bergeming, dan sekarang Rey mengangguk.
"Iya dengar kok... "
Barulah Rindu melanjutkan kata katanya.” Dari pesawat kita bisa belajar. Orang yang didalam pesawat itu pasti eggak ada yang tau mereka bakalan meninggal dipesawat iitu kan, dan mereka pasti berfikir jika masih ada hari esok untuk dinikmati, dan jika mereka tau ada tragedi pesawat jatuh pasti keren akan membatalkan keberangkatan mereka..”Ujarnya menghela nafas membuat Rindu disana menatap langit langit kamar.” Padahal, mereka sedang mendatangi maut mereka. Sama layanya kita, yang sibuk akan dunia sampai lupa jika ajal sedang mengintai kita, bisa jadi kita hari ini masih bernafas tapi tidak diesok hari, dan tak sadar jika malaikat maut sedang mengintai kita ..”Ujar Rindu.
“Apa si Rindu...”Ujar Rey disana membuat Rindu menatapnya.” Jangan mikirin ajal, serem tau enggak. Mending kita mikirin masa depan kita aja. Mau enggak?” Tanya Rey mengalihkan pembicaraan yang sangat mengerihkan baginya. Ia menaik turunkan alisnya dan tersenyum.
Rindu disana tersenyum dibuatnya “Hm.. memangnya mau bicarain tentang apa hm?” Tanyanya disana dengan sreak dan juga lelah membuat Rey disana berbisik.
“Malam ini malam pertama kita loh..” Ujarnya disana menggoda ditelinga Rindu...
Dan Blus.. Pipi Rindu merah dibuatnya lalu ia memaling kan wajahnya,” Apaan si Rey. Kamu ih..”Ujarnya disana menahan pipinya yang memanas.
Rey ada ada saja pertanyaannya.
Rey disana terkekeh melihatnya.”lOh loh. Kok apa si? Dan itu pipinya kenapa hm? Kok merah?” Tanyanya menoel noel pipi Rindu yang memerah dan merona. “Pasti mikirin yang mesum ya?” Tanya nya disana dengan godaan.
“Enggak kokk..”Jawan Rindu disana dengan menahan gelaknya . hal itu membuat Rey tak tahan untuk tak tergelak disana.
”Yah terus kalo enggak kenapa pipinya merah dan matanya kek gitu? Coba ayo? Kan aku Cuma ngingeti malam ini malam pertama kita,.. “Ujarnya dengan mata yang menggoda membuat Rindu disana tambah merah.
”Tuh kan tambah merah, kamu sakit?” Tanya Rey disana menambah godaanya.
“Ushhh Rey.. kamu ih,.,”Ujarnya disana memukul tangan Rey membut Rey tergelak.” Mana ada, kamu yang bikin aku mikir apa-apa. Kamu masa ngingetin ih..”Ujarnya.”Kan aku jadi malu..”gumam Rindu bagaikan anak kecil. Ingin sekali Rey gigit dan juga makan.. Rindu semakin memerah karena keceplosan.
“Lah salah aku dimana?” Tanyanya Rey polos ”Kan ini memang malam pertama kita Rindu, malam seharusnya kita dikamar, romantisan-romantisan dan ehmm---“Ujarnya disana menatap Rindu dengan kedipan matanya. Menggoda, tak apakan?
“Ih Rey jangan gitu lah.. “Ujar Rindu.”Mikir yang lain ajalah..”Ujar Rindu disana menutupi wajahnya dengan kain karena malu., dadanya degdegan karena jantungnya mendobrak ingin keluar. Pipinya bahkan sekarang sedikit keram karena menahan tertawa.
“Lah lah kok ditutup si mukanya haha.”Ujar Rey menarik kain itu dan ditarik lagi oleh Rindu.”Kan aku belum lanjutin, kamu mikirin apa ayo ngaku?” Tanyanya disana menyolet perut Rindu membuat Rindu mengelak.
”Kan maksud aku sesudah itu kita buka kado, terus kita sholat tahajud bareng.. ih kamu pasti mikir mesum ya.. ayo ngaku.”Ujarnya disana menarik kain Rindu.
”Ih Rey.. kamu ih.. malu taukk.”Ujarnya membuat Rey tergelak keras disana karena berhasil membuat Rindu Malu. Ternyata Rindu bisa malu dan salting guys...
.
.
.
Huaaaa ada yang kena prank nggak si? hahhaah Maaf ye
__ADS_1