
Ada yang lebih pahit dari pada empedu...Kenyataan.!
Tapi kalimat ini hanya berlaku untuk orang yabg tidak bersyukur..!
Dipeluk oleh kesendirian, ditenangkan oleh tangisan dan ditemani dengan kehampaan. Apakah kau meliahatnya burung? Iya.. dia..! si gadis yang menangis dibawah sana. Sungguh menyedihkan... – NVS31.
....
Rindu menatap kedepan dengan tatapan datarnya. Air matanya tak boleh jatuh karena sakta, setiap detik ia mengatakan jika dirinya bukan pembunuh, setiap menit pula ia menghapus jejak air mata yang akan tjatuh. Ia memeluk tubuhnya dengan erat. Iya.. memeluk dirinya sendiri ditengah keramaian yang memandangnya aneh.
Iya aneh.. sebab ia yang basah kuyup, air bahkan menetes dibawah bajunya. Pelipis yang berdarah itu sudah sampai dipingir matanya. Ada beberapa yang menanyakan padanya, ada apa denganya tapi lagi dan lagi Rindu berada difase defresinya. Dimana saat dulu ia tau jika ia memilki penyakit mematikan itu, sekarang ia kembali mengulang detik-detik itu. Dimana ia tak sadar akan kehidupannya. Ia tak sadar akan sekitarnya.
Yang ada hanya hampah dan kosong sekarang. Semuanya hilang dibawah oleh pertanyaan-pertanyaan didalam otaknya. Ia bahkan tak sadar berapa kali ia menabrak orang lain atapun jatuh karena tersandung bajunya sendiri. Ia terkekeh sedih dan menangis.
Tinnnnnn...!!
Rindu diam dengan tatapan kosong itu bahkan tak sadar ketika bus besar melaju kearahnya yang masih saja berjalan padahal ada mobil, ia tak sadar jika ia menyebrang kearah jalan arah yang berlawanan. Ia memejamkan matanya erat dimana mendengar sara ricuh itu, ia merasakan tubuhnya melayang diudara dengan perutnya yang dipeluk oleh seseorang. Ia jatuh dalam pelukan seseorang. Itu membuat ia diam sejenak.
“Kamu Rindu kan? Kamu kenapa Rindu? kamu tidak apa-apa?!!” Pertanyaan berturut-tirut itu menimpah Rindu dengan rasa cemasnya yang membumbung tinggi. Ia menepuk pipi Rindu yang matanya memejam itu dengan rasa kalutnya.
Rindu membuka matanya, didepannya ada sosok yang sangat ia kenali membuat ia terkekeh nanar.” Kenapa sii kamu bantu aku? Kenapa?!!” tanyanya serak membuat sosok itu tertegun dengan menatap Rindu nanar.
“Kenapa..!!” Terak Rindu keras membuat orang sekitarnya menatap Rindu aneh. Seakan menatap orang gila, menatap orang tak waras. Bagaimana tidak, seseorang yang menolongnya malah dibentak, kan tidak waras batin orang-orang.
“Rindu kamu kenapa? Ada apa? Cerita sama saya.. kamu kenapa bisa kayak gini? Kamu hampir mati tau nggak kalo saya tidak menolong kamu secepatnya tadi..” Ujarnya dengan sangat cemasnya menatap Rindu yang menatapnya nanar itu. Mata Rindu bahkan mengeluarkan darah, “Mata-mata kamu kenapa? Kam-“
“Jangan sentu saya..!! “Rindu tergelak dengan air ata yang luluh. “Seharusnya tadi kamu biarkan saja saya ditabrak mobil. Supaya saya mati disana dan tidak measakan lagi sesaknya dunia ini. Saya tidak kuat.. saya mau mati saja..” Ujar Rindu memeluk kepalanya sendiri. Ia bahkan menangis dengan nafas yang naik turun.
“Hey.. ikut saya... angan begini Rindu..” Sosok itu menatap sekeliling yang menatap mereka heran, seakan menatap orang gila saja membuat ia berniat membawa Rindu jauh dari sana saja. Ia membawa Rindu jauh dari keramaian dan menuju mobilnya yang terparkir disalah satu restoran disana.
Tadi ia sedang makan siang karena memang ia tadi tak sarapan membuat ia makan lebih awal.. ia melihat Rindu yang berjalan dipinggir jalan dengan tatapan nanar dan juga menabrak beberapa orang membuat ia bigung dan juga kepo. Ia pikir Rindu kenapa-napa membuat ia mendekati Rindu dan menyelesaikan makanya sesegera mungkin.
Namun saat ia mendekai Rindu. ia nampak Rindu yang berjalan dengan tatapan kosong itu tetap berjalan lurus padahal harusnya belok karena itu perempatan, jadilah ia dengan cepat mengejar Rindu. andai saja ia tidak cepat tadi, sudah pasti Rindu sekarang masuk rumah sakit. Iya.. apalagi tadi sedang lampu hijau dari arah barat. Akh sudahlah.. semuanya mungkn nampak satu kebetulan. Tapi sebenarnya itu adalah rencana Tuhan.
Benar ya.. kadang orang yang terlihat paling kuat, paling dingin dan paling tangguh adalah orang yang paling rapuh. Orang yang paling sakit dan orang yang tak mudah mengontrol kesedihanya. Haha.. ada juga yang tak mampu menahan kesedihanya karena lelah.. akh.. sudhalay.. semua sudah ada porsinya maaing-masing.
Rindu diam saja ketika tanganya ditarik menuju mobil yang terparkir diujung sana. Dimana mobil hitam BMW Disana terpampang nyata. Ia duduk disamping sosok yang membantunya itu dengan tatapan kosong. Lagi dan lagi ia tak memiliki nyawa saat ini. ucapan Arga mengelilingi kepalanya. Apalagi dimana Mise yang permah gila. Mise keguguran, Reno yang menjadikanya pelampiasan saja sampai pada Arga mengatakannya pembunuh. Dan itu terjadi lagi sampai sekarang dan itu sudah dua kali.
Membunuh anak yang tidaklah berdosa membuat ia memegang kepalanya, teringat dimana mise yang ia pukul perutnya dan jatuh dilantai dengan kaki yang berdarah, ia juga mendengar dimana Mise mengatakan ia pembunuh.. sorak-sorakan dikepala dan dioataknya membuat ia menggeleng dan menutup kepalanya. “Gue bukan pembunuh..! gue bukan pembunuh..!! gue bukan pembuuh dan bukan salah gue... Pergi.. Gue bukan pembunuh..!!” Teriaknya keras sembari memukul dasbor mobil yang membawanya pergi tu.
Sosok yang membantu Rindu itupun menatap Rindu dengan tatapan khawatir.” Hey Rin.. kamu kenapa.. tenang-tennag..!!” Ujarnya dengan cemas. Ia menatap Rindu dan jalan dengan tatapan bingung
Rindu tetap kekeh mengeleng dengan kencangnya dan memukul kepalanya sendiri sebagaimana kebiasaannya dulu..”Gue bukan pembunuh..!! berhenti panggil gue pembunuh...!!” Teriaknya keras memukul dasbor mobil itu keras dengan tenaga dalamnya membuat tangannya berdarah. Ia salah pukul ia memukul kotak kecil yang berisih porsel kucing membuat kotak itu pecah dan menancap ditangannya. Mengalirkan darah yang lumayan banyak membuat sosok yang disamping Rindu membelalak kaget.
“Rindu berhenti nyakitin diri kamu.. berhenti saya bilang..!!” Teriak sosok disamping Rindu dengan kencangnya dikalah tangan Rindu yang mengalirkan darah itu. Ia menghentikan mobilnya dipinggir jalan cepat dan juga menatap Rindu tajam. Rindu bahkan masih tak mendengarkan ucapannya membuat ia memukul pipi Rindu pelan untuk menyadarkanya. Rindu masih juga tidak sadar membuat ia takut dan khawatir.
Baru kali ini ia khawatr sedalam itu membuat ia dengan cepat mengambil mineral disamping kemudinya. Lalu megambil obat-obatan dibelakang... ia membuka pintu samping mobilnya dan juga membawa Rindu supaya mengikutinya. Rindu diam dengan tangan yang berdarah.
Sosok itu membawa Rindu ketempat duduk yang rindang karena dedaunan, dingin dan sejuk. disini cukup sepi karena ini berada ditaman yang sudah tak lagi berpenghuni. disinu mereka berdua. Tak jauh dari sana ada danau hijau membuat ia duduk menghadap danau dan taman.
“Sini tangan kamu Rindu..!” Ujarnya dnegan lembut mengambil tangan Rindu dan juga membuka sarum tangan Rindu yang hitam itu. Ia membuka sarum tangan satunya lagi cukup nyilu karena didaging Rindu masih ada kaca yang menancap, dan lagi kulitnya yang memutih. Nampak jari-jari Rindu yang kurus na juga panjang itu membuat ia menghela nafas
Rindu terus saja mengeleng karena ia tak tau harus apa. Ia berkali kali menyekah air mata yang sudah bercampur darah itu. Pedih? Tentu saja tapi ia bahan tak merasakanya membuat Rindu diam saja. Sosok disampingnya Rindu sibuk membersihkan luka Rindu menggunakan mineral da alkohol. “Seharusnya dijahit Rindu.. ini cukup dalam loh.. mau kerumah skait nggak?” tanyanya menatap Rindu namun Rindu tetap menjadi patung membat ia menghela nafas.
__ADS_1
Rindu tetap duduk tanpa meringis sedikitpun dikalah sosok itu membersihkan dan juga menjahit tangan Rindu. iya.. ia memilki alatnya karena Rindu yang tak merespon membuat bia melakukannya disana saja. Ia mengunaan beberapa kain bersih dan tysu untuk membersihkan darah yang masih jatuh. Ajaibnya Rindu sama sekali tak menangis atau meringis. Hilang sudah nyawa Rindu membuat sosok itu menatap Rindu sangat khawatir
Setelah ia memerbankan tangan Rindu membuat ia menepuk bahu Rindu.” Rindu... kamu sadar kan? Hallo..!!”Ujarnya dengan khawatir. Karena Rindu tetap saja tak merespon. Dia diam saja dengan mata yang menatap kosong.
par..
Karena rasa khawatirnya menjadi membuat ia menampar wajahnya Rindu cukup kuat.
Plak... barulah Rindu sadar dan menatapnya dengan tatapan tanya. Ada rasa kasihan didirinya namun karena Rindu yang bagai orang gila membuat ia tambah takut. Ia menatap Rndu dengan tatapan sulit diartikan.” Maaf.. kamu tidak apa-apa?” Tanyanya dengan gugup.
Rindu yang mendapatkan tamparan itu menatap sosok didepanya itu dengan kekehan, serentak dengan air mata jatuh. Ia menatap tanganya yang diperban membuat ia seperti thejavu akan hal ini. ya.. dulu ia pernah sperti ini saat ia tau ia sakit kanker bukan? Dan sekarang ia kembali stres karena fakta yang lebih menyakitkan membuat ia kembali menangis karena tak menahan sedihnya.
“Eg eh.. kok kamu nangis.. jangan nangis Rindu.. kamu kenapa?!!” Ia mengguncang tangan Rindu. ingin sekali rasanya ia memeluk Rindu. namun karena batasan membuat ia menatap Rindu saja. Namun karena tak mampu menatap Rindu seperti itu membuat ia megusap kepala Rindu dan menenangkan bahunya yang bergetar itu.
“Sakit? Kan sudah saya bilang Rindu. kamu tidak boleh terlalu lama menangis.. tikar baik dengan kesehatan kamu..” Ujarnya megelus pungung Rindu dikalah Rindu terbatuk dan memegang dadanya. Ya.. dia dokter Rey.. dokter yang menangani penyakit Rindu saat ini. “tarik nafas dalam dalam. Lalu keluarkan... tarik lagi.. terus kelarkan lagi.. kamu harus tenang ya.. tenang..” Instruksinya pada Rindu.
Dengan sesaknya ia menuruti apa yang disuruh dan diinstrukiskan oleh dokter Rey karena menahan sesak didadanya. Saat sudah tenang “ Istighfar Rindu.. ucap astahgfirllahhalazim... astaghfirullahall’azim..” Ujarnya kepada Rindu membuat Rindu beristighfar dan beberapa kali mengebutkan nama Allaj swt. Dokter Rey terus menenangkan Rindu mengunakan sholawatnya membuat Rindu jauh lebih tenang dan juga jauh lebih nyaman.
Doa penenang hati salah satunya berbunyiAllahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla wa anta taj’alul hazna iza syi’ta sahla yang berarti “Wahai Tuhanku, tiada kemudahan melainkan apa yang Engkau jadikan mudah dan perkara yang susah boleh Engkau jadikan mudah apabila Engkau mengkehendakinya”.
Hati merupakan bagian terpenting dalam manusia. Dalam bahasa arab, hati disebut sebagai qolbu. Ditinjau dari segi bahasa, qolbu mempunyai dua makna, yaitu sesuatu yang memiliki kemuliaan atau sesuatu yang bolak-balik.
Ia bersholawat penenang hati... karena suara nya dokter Rey sangat nyaman didengar membuat Rindu semakin tenang dan damai.. dokter Rey juga membacakan beberaa ayat untuk Rindu supaya Rindu kembali kedunianya. Ia tak tau apa masalahnya Rindu sampai membuat Rindu sejatuh ini dan sesakit ini. ia tak tau.. tapi ia melakukan yang terbaik untuk Rindu.
Doa penenang hati 1

Allahumma inni a’udzubika minal hammi wa huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wal dholaid daini, wa gholabatir rijali
Doa penenang hati 2

Rabbanaa afrigh’ alainaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qoumil kaafiriin
Artinya : ” Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, serta teguhkanlah pendirian kami serta tolonglah kami terhadap orang kafir”. (Q.S. al Baqarah: 250)
Doa Penenang Hati 3
اَللّٰهُمَّ اِنِّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِالْبَلَاءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ و شَمَاتَةِ الْاَعْدَاءِ
Allahumma inni a’uuzubika min jahdil bala’. Wa darkish shaqa’. Wa suu il qadhaa’. Wa shamaamatil a’daa’
Artinya : “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menemui penderitaan, dari takdir yang buruk & dari keberhasilan-Sahih Bukhari
Doa Penenang Hati 4
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْث
Yaa hayyu yaa qayyuumm. Bi rahmatika astaghiiths
Artinya : “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak memerlukan segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan.” – Hadis Riwayat Tirmidzi
__ADS_1
Doa Penenang Hati 5
اللهُمَّ لا سَهْلَ إلا مَا جَعَلتَهُ سَهْلا وَ أنتَ تَجْعَلُ الحزْنَ إذا شِئْتَ سَهْلا
Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla wa anta taj’alul hazna iza syi’ta sahla
Artinya: “Wahai Tuhanku, tiada kemudahan melainkan apa yang Engkau jadikan mudah dan perkara yang susah boleh Engkau jadikan mudah apabila Engkau mengkehendakinya.” – Sahih Ibnu Hibban
Doa Penenang Hati 6
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ
وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
وَاَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ
وَاَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّ جَالِ
Allahumma inni a’uuzubika minal hammi wal hazan. wa a’udzubika minal ajzi wal kasali, wa a’udzubika minal jubni wal bukhli, wa a’udzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung padaMu dari rasa sedih dan gelisah, aku berlindung daripada sifat lemah dan malas, dan aku berlindung padamu dari sikap pengecut dan bakhil, dan aku berlindung padaMu dari cengkaman hutang dan penindasan orang.” – Sahih Bukhari
Doa Penenang Hati 7
لا إلهَ إلا أنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظّالِمِيْنَ
Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minaz zholimin
Artinya: “Tiada Tuhan melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah dari pada orang-orang yang menganiaya diri sendiri.” (Q.S. Al-Anbiya ayat 87)
Amalan Penenang Hati
Menjaga ketenangan hati selain dengan beberapa doa, dapat pula dengan melakukan amalan-amalan berikut:
Mengingat Tuhan
Amalan paling sederhana yang dapat diterapkan pertama kali ketika hati tidak tenang adalah dengan cara mengingat Tuhan.
Tuhan, ialah yang sepatutnya disembah oleh seorang makhluk. Ketika hati seorang mukmin tidak tenang, lantas sedang menyembah siapakah dia? Jika seorang mukmin merefleksikan kembali siapakah Tuhan mereka, siapakan tempat untuk kembali, dan siapakah yang sangat harus kita cintai pertama kali, Dialah Tuhan seluruh alam.
Kejadian ini kembali dejavu diingatan Rindu. dulu ia ditenangkan oleh ummi Ira dan sekarang ia ditenangkan leh dokter Rey membuat ia semakin sadar jika Allah begitu baik padanya. Ia selalu dikirimkan malaikat tanpa sayap untuk membantunya berdiri dan tenang. Membantunya bangkit dan mengingatnya. Kali ini air matanya jatuh lagi.. tapi bukan karena masalah tapi karena merasa bersalah pada sang Robnya.. ia merasa bersyukur pula karena setidaknya saat ini ia tidak sendirian dan Allah sekarang sedang menatapmya dan membantunya.
Rindu tidak lagi ingat jika dokter Rey bukan makhromnya. Ia tak lagi sadar. Yang ia rasakan sekarang hanya nyaman dan membutuhkan dokter Rery yang mengusap bahunya. mengusap kepalanya nyaman dan membisikkannya ayat-ayat Al-Qur'an meniupkan sholawat dan membuat hatinya sedamai syurga dan seluas samudra.. selembut sutra dan juga seindah janji Allah..
“Terimakaish..” Gumam Rindu dikalah dokter Rey berhenti bersholawat dan ia cukup tenang. Ia menatap dokter Rey sendu. matanya bengkak dan juga menyipit. Bahkan kornea matanya sudah tak lagi nampak karena matanya yang sangat sipit dan bengkak. Mungkin itu juga karena pukulan dimukanya tadi membuat wajahnya membengkak.
Dokter Rey meringis menatap wajahnya Rindu seperti itu. Bagaikan ikan buntal saja. Sangat menyeramkan. “kamu kenapa hmm? Kenapa kamu sumpek kek gini? Cerita saya saya.. saya akan mendengarkan semuanya dengan baik. siapa tau saya bisa memberian solusi atau masukan dengan kamu. Kata orang bercerita masalah dengan orang lain bisa sedikit mereda rasa sakit yang kita terima dan kita pukull.” Ujarnya lebut.
Rindu diam dengan seribuh bahasanya. Ia kembali dejavu akan Ummi Ira.. Sekarang ia membutuhkan ummi Ira. Tapi ia cukup malu untuk datang ketika ia memilki masalah saja. sebenarnya selama ini ia selalu mentransfer uang kepada umi Ira. Hanya saja ia tak mau datang dengan seribu masalahnya. Ia tak mau membuat ia diam. Lagipula ia juga ragu untuk bercerita kepada Dokter Rey. sebenarnya ia takut nanti dokter Rey juga akan menjauhinya dqn meninggalkanya snedirian. Ia tak mau hak itu terjadi..
Doker Rey menatap Rindu yng diam saja bergeut dengan penikiranya itu menghela nafas. Ia membenarkan baju kemeja putihnya itu. Mengulung lenganya sampai keatas siku memperlihatkan tangan kekarnya itu. Ia menatap tamgan Rindu yang diikat oleh perban itu menatap Rindu. “Masih sakit? Perih?” Tanyanya membuat Rindu menganguk dan bergumam.
Rindu menatap tanganya dnegan bingung. kenapa sii dia bisa lepas kendali, sampai sampai tak sadar ia terluka. Sekarang bagaimana coba? Sekarang dirinya sendirikan yang rugi.. mana ia baru merasakan ini sangat perih lahgi.. akh bodohnya kau Rindu batinnya.” Sedikit perih..” Suara rindu bahkan habis dan terputus-putus.
__ADS_1
Dokter Rey tergelak membuat Rindu menatapnya dengan tatapan tanda tanya. Kenapa? Gumamnya membuat dokter Rey menatap Rindu.” Suara kamu lucu.. hehe.” Ujarnya membuat Rindu menghela nafas saja.
Dokter Rey menghela nafas. Ia cukp bersyukur karena Rindu sudah sedikit lembut sekarang.” Saya pernah mendengar. Jangan terlalu meratapi masalah.. kata ustads yang mengajarkan saya.. nanti takutnya Allah murkah sama kita.. Kenapa kamu tidak berserah diri saja kepada Allah hm? Berserah karena Ia yang memberikan mu cobaan dan serahkan cobaannya kepada Allah. nanti akan Allah bantu kamu menyelesaikanya..”