Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Maaf


__ADS_3

Saya tertampar dengan satu kalimat ini. *lucunya manusia mengejar dunia padahal sebenarnya dunia adalah hukuman untuk adam... Rindu Azzahrah...


Dokter Rey menatap Rindu lalu mengangkat tangannya membuat Rindu menghentikan kata-katanya dan menata dokter Rey dengan tatapan sendunya. “Rindu..."Gumamnya degan sendunya.” Saya tidak tau kapan kita meninggal, kamu atau saya duluan yang meninggal rin saya tidak tau Rindu.. tapi satu hal yang harus kamu ketahui. Jika saya menikahi kamu bukan hanya karena saya ingin menjadikan kamu kamu istri saya didunia. Tapi saya juga ingin menjadikan kamu bidadari saya disyurga..!!” Air mata dokter Rey jatuh ketika mengingat fakta yang menyakitkan itu.


Dokter Rey tersneyum kepada Rindu dengan sendunya. menggenggam erat kotak itu.” Sekarang tugas kita adalah berusaha Rindu...”Ujarnya lalu mengerjab dengan air mata yang jatuh itu.lalu ia menatap Rindu dengan sendunya lagi. “ Kamu mengajarkan saya jika sebenarnya dunia ini hanyalah sementara,... dan yang abadi adalah akhirat Rindu.. “Ia mengusap air mata itu dengan isaknya. “Dan jika kamu memang pergi dahulu dari saya saya ikhlas..sebab saya akan berdoa kepada Tuhan supaya kita dipertemukan kembali disyurganya Allah. dimana kita basa bersama selama-lamanya.”Ujarnya dengan sendunya. " Tempat yang paling abadi... "


Rindu yang mendengarnyapun meneteskan air matanya. Fey? Ia memalingkan wajahnya menatap kearah lain. “Rindu lihat saya..”Dokter Rey berbicara membuat Rindu menatapnya.” Ingat.. kamu belum menyempurnahkan agammu untuk menghadap Allah. Kamu tidak mau menyempurnakanya ?” Tanya dokter Rey.


Rindu meneteskan air matanya dibuatnya membuat dokter Rey ingin sekali menghapus air mata itu. Tanganya bahkan terangkat namun sadar jika bukan makhrom membuat ia menurunkan lagi jari jarinya itu dan menatap lain arah” Jikapun alam yang memisahkan kita nantinya. Tapi Tuhan punya banyak cara menyatuhkan hamba-hambanya. Saya tidak masalah berpisah dengan kamu dibumi Rindu.. sama sekali tidak.. sebab saya lebih mengharapkan hidup bersama kamu disyurganya Allah. Memiliki banyak anak dan hidup bahagia.. mari kita sama sama berbagi kaisar dan menghabisi waktu kamu didunia.. “Ajaknya.


“Hiks hiks..”Rindu menutupi wajahnya karena tak kuat.. ia tak kuat mendengarnya., itu bagaikan kalimat perpisahan baginya. Ia tak mau berpisah dengan dokter Rey membuat ia tak kuat mendengar kalimat yang memukulnya bertubih tubih. “Saya juga tidak bisa begini terus Rin.. kita bukan makhrom, dan kam tau jika kita tidak memiliki ikatan apa-apa. Selalu bersentuhan.. dan ketika kamu say arawat dnegan tangan saya. Maka kita sama sama bisa mendapatkan pahalanya Allah. saya bahkan bisa merawat kamu dengan sepuas saya..”Ujar dokter Rey sendu.” Tolong Rindu.. ini juga demi kebaikan kamu dengan saya.. saya mau kita bisa sama sama berjang sebagaimana janji kamu.. ketika saya bisa faham dengan agama Islam.. bisa baca Al-Qur’an. Semuanya saya sudah penuhi Rin..”Ujarnya mengusap air matanya.


Ayah dokter Rey mengusap air mata yang jatuh. Ia tak bisa berkata kata ketika melihat kisah cinta anaknya yang serumit ini. berani mengambil resiko yang sangat besar hanya untuk mencintai orang lain. rindu mengusap air matanya dna menatap keluarga dokter Rey.” Saya tidak bisa memilih sesuatu hal yang diluar batas saya.. kamu punya keluarga yang pastinya memilih yang terbaik untuk anak-anaknya.. keluarga kamu pasti tidak akan bisa menerima semua kenyataan yang ada Rey. Bahwa sebenarnya jika saya menikah dengan kamu hanya akan menjadi beban terberat buat kalian.."Akunya dengan air mata yang mengalir.


Mamanya dokter Rey mengeleng. Sebenarnya memang benar yang diucapkan oleh Rndu. Namun ia tak mau Rindu berkecil hati seperti itu.” kamu memang beban Rindu jika nanti menikah dengan Rey..”Jawabnya menyahut membuat Rindu menatapnya nanar.”Tapi faktanya kamu juga sumber kebahagiaannya. Bagaimana bisa saya menghalangi semua jalan kalian.. kamu wanita terkuat yang saya kenal”Ujarnya membuat Rindu menatapnya nanar.


Ayahnya Dokter Rey mendekat kepada Rindu dan mengusap kepala Rindu. air matanya jatuh menatap mata jerninya Rindu dan berkata.” Jikapun kamu akan pergi meningalkan anak saya. Tapi asal kamu tau kamu sudah memberikan dunia untuk keluarga saya dan anak saya rIndu..!!”Ujarnya membuat Rindu tertegun. Memejamkan matanya merasakan elusan dikepalanya. Hangat seperti elusan ayahnya dikampung membuat hatinya bergetar.


“Jikapun kamu akan pergi suatu hari nanti.. meningalkan kami didunia ini.”Ujarnya memberi jeda lalu mengusap kepala Rindu menatap mata Rindu yang terpejam itu.”Setidaknya kamu disana nanti bisa menanti kami ya.. tunggu kami supaya nanti kita bisa berkumpul.. seperti kata kamu. Kamu mau jadi bunga kan? Meksi hidup sebentar.. berilah warna untuk anak saya.. dan kita berjuang supaya kamu bisa sembuh.. Semangat.. ..”Ujarnya membuat Rindu menangis disana.


Dokter Rey menata ibu dan ayahnya tak percaya.. fey menguspa ingusnya.”Kebanyakan bawangnya Weyy,,!!” Ujarnya tak teruma..”Betewwe Rindu.. loe jangan bicarain masalah mati dong.. gue tau mati itu adalah suatu yang pasti.. tapi bisa enggak kita habisin waktu loe yang hanya beberap bulan lagi itu?” Ujarnya kepada Rindu.


Rindu menatapnya dengan tatapan sedihnya lalu menatap semuanya.”Lima bula lagi? Yang artinya ada seratus lima puluh hari lagi kan?” Tanyanya karena memang prediksi dokter itu umurnya lima bulan lagi membat ia tersenyum.


Dokrer Rey menatap Rindu nanar. Ia megeleng.”Dokter bukan Tuhan Rindu... dokter bukan penentu maut.. Jangan mempercayakan semua diluar ketentuan Tuhan... Plis.. dimana Rindu yang tegar dan kuat..”Ujarnya memohon kepada Rindu.


Rindu tersneyum kepada dokter Rey.” Saya sudah bisa merasakan jika saya sudah tidak lama lagi Rey... Saya juga sudah ikhlas”ujarnya jujur. “Bukanya saya pesimis. Tapi saya... hanya ingin memafaatkan wkatu yang ada.. jikapun saya mati tak meski menunggu waktu kematian ditentukan dokter bisa jadi eosk hari bukan? Tapi saat ini saya hanya meprsiapkan semuanya saja.”Uarnya membuat yang lain diam.


Dokter Rey menunduk dibuatnya lalu mengegang erat kotak itu. Ia mengusap air matanya “ Jika itu keputusan kamu Rin. saya tidak memaksa.. saya tiak akan memaksa meski rasanya sakit sekali.. tapi saya hanya ingin kamu bahagia.. tidak apa apa kamu menolak saya tidak apa-apa.”Jawanya mengusap air matanya dengan menatap kearah lain.

__ADS_1


Rindu terkekeh dibuatnya.”Siapa bilang saya menolak kamu?” Tanyanya membuat dokter Rey menatapnya dengan tanda tanya. Begitu juga keluarga dokter Rey. Semuanya menatap Rindu dengan meminta penjelasan.


Rindu terkekeh dibuatnya dan berkata.” Saya menerima lamaran kamu Keyan.. Sayq menerima kamu untuk menjadi Imam saya Penyempurna Agama saya.... Terimakaish karena sudah mencintai saya setulus ini.”Ujarnya meneteskan air matanya membuat dokter Rrey menatap Rindu tak percaya,,


"Maksud kamu? Kamu menerima saya? "Tanyanya gugup dan tak percaya.


Rindu mengangguk.”Terimakaish karena sudah berjuang sejauh ni.. membuktikan kepada dunia bahwa saya tidak bersalah.. mengatakan pada semua orang dengan kerasnya bahwa saya tak sekotor itu.. terumakasih..”Ujar Rindu dengan sendunya.


Dokter Rey tak tau harus apa lagi menatap Rindu dnegan tatapan sendunya. “Kamu beneran Rindu?” tanyanya dengan raut tanyanya. Sedangkan ayah dan ibunya dokter Rey sudah berpelukan menatap tak percaya perjuangan anaknya yang tak sia-sia..


Rindu menganguk menatap dokter Rey. "Aallhamdullillah Yaallah...! "Dokter Rey menatap keluarganya tak percaya mendengarnya lalu bertasbih bersujud kepada Allah.


”Tapi saya punya stau permintaan bolehkan?” tanyanya membuat dokter Rey menganguk.’ Beri saya waktu untuk bertemu kedua orang tua saya terlebih dahulu dan saya dan meminta maaf semua kesalahan saya kepada mereka.”Ujar Rindu dengan air matanya.” Berikan saya waktu untuk bicara dengan mereka selama satu mingu.. dan minggu berikutnya datanglah kepada orang tua ku.. pinang aku secara baik sebagaimana anak gadis lainnya.. karena aku ingin dinikahi oleh ayahku. Wali Nikahku Rey.”Lanjutnya.


Dokter Rey tersenyum dibuatnya dengan anggukan pasti ia mengangguk kepada Rindu.”Insayyallah Rindu. saya akan berjuang dan saya akan menunggu kamu memita maaf kepada mereka dan aku akan datang sebagaimana seharusnya seorang laki-laki meminang gadisnya..”Jawabnya.


Rindu tersneyum dibuatnya.. “Terimakasih.. mungkin besok atau lusa syaa kan segera kekampung halaman saya.. “Ujarnya membuat dokter Rery tersenyum dibalik tangisnya. terasa sedihnya diganti dengan rasa bahagia yang tak terhinggga...


Ayah dan ibunya dokter Rey tersenyum dibuatnya.”Itu cincin Cuma buta pajangan aja gitu Rey?” Tanya Fey membuat dokter Rey menatap kakaknya.”Kalo Cuma buat pajangan mending buat kakak aja yang belom nikah;.”Lanjutnya kepada dokter Rey sebagai kode.


Dokter Rey malah terkekeh.”Aastaghfirllah.. aku lupa saking bahagianya ..” Ujarnya membuat semua orang tertawa.. “Ini Rindu.. sebagai bukti bahwa kamu sudah terikat dengan saya. Kamu pakai ya.”Ujarnya memberikan cincin itu.. memakainya ditangan Rindu.


Rindu yang melihatnya pun menermanya dengan hati yang berdesir hebat.. ia memberikan jari rampingnya itu yang sangat kurus dan juga putih dan bersih.. dokter Rey memakainya dengan gemetarnya membuat ayahnya mulai menggoda anaknya,”Jangan gemeteran dong Rey.. biasa aja.. jangan gugup..”Ujar ayahnya membuat semua orang tergelak termasuk Rindu.


Dokter Rey mendengus,”Ayah kayak enggak tau aja.. ayah pasti dulu juga gini..!!” Ujarnya mengejek ayahnya karena tak terima diejek oleh keluarganya itu.


Ayahnya dokter Rey mendengus,”Ayah kamu enggak gemeteran kok Rey dulu..”Ujar ibunya dokter Rey memuat ayahnya membusungkan dada sombong."Dengar tu..."Cubir ayah Rey


” Cuma mendadak enggak bisa ngomong aja.. jadi kayak orang gagu hahaha..”Lanjut ibunya membuat semua orang tertawa..

__ADS_1


“Isss, kamu mah tega.. masa aib aku dibuka si..”Ujar ayahnya dokter Rey membuat dokter Rey tergelak kecang.”Biarin.. kan memang itu kenyatanya haha,”Sahut ibunya dokter Rey ak terima kepada suaminya.


“Betwe gimana Rin cincinnya. Cantik nggak? Pas enggak?” Tanya Fey kepada Rindu yang diam saja menatap mereka yang sibuk bercanda itu. Ia kepo sekali dengan cincinnya dokter Rey tadi.


Rindu menatap cincin yang sekarang sudah melekat dijari manisnya dan menatap Fey Dnegan tatapans sendunya” Kebesaran kak hehehe.. kayaknya dokter Rey mau nikah sama yang gendut deh.. “Ujarnya membuat dokter Rey cengenegsan.


Plak..”Mangkanya liat dulu jari orang kalo mau ngelamar Rey. Kan kalo gini malu maluin..!!” Ujarnya Fey menepuk bahu adiknya itu kuat.


Rey yang dipukul pun menatap kakaknya.”Ya maaf kak. Itu malah ukuran yang katanya buat cewek kurus. Jadi aku enggak tau kalo enggak pas sama rindu. nanti aku kecilan lagi tenang dehh.. Lagipula sebenarnya itu ukuran juri kakak. Berarti kakak harus diet karena kakak gemuk... ”Ujarnya membuat Fey mendengus saja mendengarnya.


Rindu menatap semua orang disan dengan tatapan sendunya.”Terimakasih ya Om.. tan..”Ujarnya membuat semua menatap Rindu tanda tanya.”Terimakasih karena kalian udah mau nerima Rindu. Padahal kalian tau semua kekurangan Rindu. kalian bisa nerima semua penyakit Rindu begitu tabahnya.. dan menyuport Rindu padahal kita baru kali ini bertemu dan kenal..”Ujarnya...


Ibunya dokter Rey mendekat lalu mengusap pipi Rindu.” Kamu udah lama kok ada ditengah-tengah kehidupan kita.!”Ujarnya membuat Rindu menaikan stau alisnya.”Soalnya Rey tu setiap hari ceritanya kamu mulu.. jadi ya secara tidak langsung kamu ada ditengah tengah kami bukan?” Tanyanya. Itu membuat Rindu tersenyum lalu.


“Ih buh jangan dibongkar aib Rey..”Dengus Rey menatap ibunya tak terima itu membuat ibunya Rey tertawa menatap anaknya itu. Diikuti tawa Rindu dan lainnya memuat dokter Rey menatap ibunya sendu saja..


Rindu menatap ibu Rey dengan tatapan sayangnya.” jadi meskipun kamu sakit kita akan tetap ada disisi kamu.. kita akan selalu dukung kamu sampai kamu sembuh Rindu.. katanya kalian udah punya anak angkat. Nah kan enak tu pasti rame rumah kalo ada mereka.. soalnya Rey cerita kamu udah punya dua anak angkat kan”Tanyanya kepada Rindu.


Rindu malah tersneyum.”Iya tan..makasih ya Tan.. masih banget..”Ujarnya lalu memeluk ibunya Rey dan dibalas oleh ibunya Rey.


Ayah Rey mendekati dokter Rey dan menepuk bahu anaknya.”Selamat ya nak.. selamat sebentar lagi kamu akan nikah dengan gadis pilihan kamu... ayah bangga sama kamu yang bisa menerima semua resiko..”Ujarnya menepuk bahunya.


Dokter Rey menata ayahnya dengan tatapan sayangnya. Namak jelas ia sangat bahagia sekarang.” Iy dong hehe... Keyan Aleco gitu.. “Ujarnya bangga. "Anaknya ayah... makasih juga ya yah karena udah bisa nerima semua pilihan yang diambil sama Rey. meskipun pilihan ini pastinya sangat sangat membat kalian berfikir dua kali buat menuhinnya.”Ujarnya.


Ayahnya Rey pun menganguk.” Bagaimanapun nanti Rindu.. ayah akan tetap dukung kalian, nikahilah Rindu secepatnya supaya tidak terjadi fitnah ataupun masalah baru. Ayah lihat tadi banyak yang suka sama rindu.. dan teruma Rindu apa adanya ya bimbing dia meski bagaimanapun keadaannya.. sayangi dia. Cukup ayah saja yang gagal. Kamu jangan ya,,”Ujarnya membuat dokter Rey mengangguk disana kepada ayahnya mendengarkan wejangan dari orang tua.


Fey mendengus menapnadiknya.”Gue dilangkahin.. padahal gue anak pertama. Anak gadis lagi parah Nih Rey.."Gumamnya didengarkan oleh orang lain.


“Ya nikah juga dong.. ngapain marah marah...”Ujar ibunya Rey dnegan polosnya. Ia menatap anaknya itu dengan tatapan ganasnya.”Gini ya Fey. Umur kamu udah 32 tahun tapi belom nikah. Re aja mau nikah sekarang.. “Lanjutnya lagi.

__ADS_1


“Lah tapikan nikah kek gimana Bu? Kan kita enggak ada agama.. lagipula Reno belum ngajak nikah nih, dia masih pokus sama perusahaan milik dia. Jadi gimana dong?”


Sorry ini tambahan .. Sebernya bab sebelumnya itu diupload kemarin tapi bau direvew... Dan ini lanjutan nya hari ini juga..


__ADS_2