Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Donor


__ADS_3

Sosok lelaki yang memasuki umur 52 itu tersenyum menatap cermin. Ia akan menemui sosok yang ia rindukan beberapa hari ini..


Dengan langka lebar ia bersama tiga anak laki-lakimya menuruni tangga. “ Willy apakah kau sudah menyiapkan pasport dan juga rumah yang sudah ku bilang?”Tanyanya. dia adalah Reon. Ia sudah berencana untuk diam-diam pergi keluar kota dan menempatkan rumah disana bersama Rindu dan mereka bertiga merawat dan mencari obat untuk Rindu.,


Willy disana mengangguk” Sudah Pi.. Desa Wengen adalah desa yang diberkati dengan latar belakang Pegunungan Alpen. dekat dengan yang papi katakana, dan disana sudah disediakan dimana dokter dan juga banyak keperluan lainya.”Jawabnya. yah desa dimana tempatnya dibagian Luar negara Indonesia. Disana adalah desa yang terkenal tanpa polusi udara barang sedikit pun, desa terbersih dan desa terasri bagaikan dunia dongeng. Ini bukan hayalan tapi memang nyata... namun yah begitulah. Desa itu membatasi penduduk, karena Reon pernah memiliki saham dan juga investasi disana jadi ia memiliki satu rumah sederhana namun besar disana. Rumah yang sangat dekat dnegan kesegaran duniawai. Reon tasa itu akan membantu penyembuhan Rindu..


Sebenarnya mau di Indonesia,di indonesia ada desa yang asri dan juga ramah tamah. hanya saja nanti mereka ketahuan.



Daerahnya yah


.


“Yasudah jika begitu kita berangkat..”Gumamnya membuat mereka semua mengangguk. Si kembar anak kandungnya pun ikut dan mulai melangkah memasuki mobil. Tak ada satu pun yang tau setahu mereka. Bahkan Reon tak pamit kepada ayah dan ibu tirinya. Mereka melaju dengan apa yang mereka rencanakan selama satu minggu ini. Tampa disadari satu sosok mengetahuinya.


semua rencananya. Bahkan saat ini diperjalanan sosok itu menguntitnya dengan cctv yang sudah ia selip didalam mobil yang mereka kenakan. Itu sudah ia rencanakan sedemikian rupanya dan keadaan Rindupun ia sudah tau. Kalian tau apa kabar keluarga Rindu yang kandung? Ayahnya dan ibunya?


Mereka tetap tidak terlalu peduli sebab pilihan mereka meningalkan Rindu bagi mereka tak perku disesalkan. meski dihati kecil mereka tetap merasa bersedih.. yah bagaimana lagi jika hati sudah ditutup dengan kelambu hitam? Mau dijelaskan juga susah kan? Bagaikan mengatakan kepada lalat jika bunga itu lebih wangi dibandingkan sampah.. susah.

__ADS_1


Mobil Reon dan lainnya berhenti didepan rumah Rey yang sudah Rindu beri dan Willy tahu. Disana ada sosok dua orang tua angkat Rindu yang Nampak sibuk memasuki mobil dan mereka keluar dari mobil.. mereka berpapasan membuat Reon bersuara.” Ada apa ini?”tanyanya. sebab disana Nampak mereka disana menahan tangis bergumam nama Rindu berkali kali.


Umi Rindu menatap Reon terkejut. Ia kenal kakak Nio disana. Sedangkan abi Rindu disana menatap Reon nanar.”Maaf tuan. Jika tuan mencari Rey atau lainya mereka semua tidak ada dirumah.. kami harus segera pergi kerumah sakit.” katanya sopan disana menahan sesak didada ketika mendengar kabar kecelakaan Rindu dari Rey.


Reon disana menggeleng,.” Aku mencari Rindu. Apakah ada?”Tnayanya disana.


Willy disanapun ikut mendekat dan menatap ayah dan ibu Rindu. Nampak Abi Rindu yang menatap Willy langsung menariknya tanpa peduli pertanyaan Reon ”Nak Rindu kecelakaan. Ayo cepat pergi..”Ujarnya membuat Willy bagaikan tersambar petir.


Reon bagaikan ditujak dengan pedang samurai naruto membuat ia tertegun menatap nanar keluarga ini.” tidak mungkin.”Gumamnya. namun tanpa basa basi Willy menarik tangan Reon dan memasuki mobil mereka mengikuti mobil milik umi dan abi Rindu menuju rumah sakit.


Dirumah sakit Rey menatap nanar istrinya. Ia mencium pipinya dan tangan Rindu. Mengusap pipinya lalu melangkah menjauh dari ruangan itu.. memilih duduk dikursi depan ruangan.


Sampai pada suara bergemuru mendekati Rey yang mengusap kepalanya itu.. Nampak disana umi Rindu dan lainya datang dengan tangis yang pecah.”Nak bagaimana keadaan Rindu nak? Kenapa bisa kayak gini?”Tanyanya disana. Dia umi Rindu nanar menatap Rey.


Rey menggeleng dan langsung jatuh dikaki Umi Rindu, bersujud dan bergumam.”Bu maafkan saya yang tidak bisa menjaga Rindu hiks hiks. Aku gagal bu hiks hiks..” Ia memukul dadanya sendiri merasa sangat gagal menyayati hati reon dan lainnya, Umminya Rindu bahkan disana menatapnya nanar.


Ayah Rindu disana menariknya dan mendekapnya erat. Rey menerimanya dan menangis tak kuasa dibahu ayah Rindu.”Maafkan aku yang gagal tolong maafkan aku hiks hiks,..” Gumaman merasa bersalah itu terus terlontarkan membuat siapapun merasa nyilu. lalu ia mengusap matanya yang basah menatap ayahnya Rindu. “ Rindu butuh ginjal bi aku mau memberi ginjalku tapi sayangnya ginjalku tak cocok bagaimana ini?”Tanyanya nanar.


“Rindu juga butuh hati untuk tranflantasi setelah pengangkatan kanker nanti tapi hati ku juga tidak cocok. Bagaimana ini.”Gumamnya menangis tak kuat.”Aku tidak berguna menjadi suaminya dia hiks hiks Tolong aku tolong..”Kakinya jatuh disana membuat Reon tau betapa sayangnya Rey pada Rindu. Ia dipeluk Willy disana dibuatnya.

__ADS_1


“Tenang nak tenang. Kita harus sabar jangan begini. Ini sudah takdir Allah.. jangan menyalahkan diri kamu.”Ujar ayah Rindu menariknya membuat Rey disana terdiam dengan nafas yang sesegukan akibat menangis.


“ Tolong ambil hginjal aku saja. Aku siap.. atau ambil hati saya..”Ujarnya Reon disana.


”Saya pamannya. Saya rasa darahnya sama dengan saya.. Tolong.”Ujarnya disana membuat Rey disana mengeleng.


” Coba liat ginjalku juga siapa tau cocok. Kami suadara semua..”Ujarnya Willy dan juga Rekzi dan Rizky. Hal itu diterima langsung oleh Rey sebab tak ada lagi waktu.


Sampai pada dua jam melakukan tes ternyata tidak ada satupun yang bisa, yang cocok hanya hati dari Reon dengan Rindu. sebab ginjal Reon juga cocok, hanya saja tidak bisa didonorkan, katanya ginjal Reon cukup buruk jika didonorkan, karena kurang sehat. Karena Reon juga jarang minum dan istirajat.. itu sebabnya membuat Reon sungguh menyesal selama ini tidak memperhatikan kesehatanya. Sekarang baru sadar dirinya.


Willy diam disana menatap nanar adiknya dari jendela tembus pandang itu. Alat yang digunakan keseluruh tubuh adiknya membuat dadanya sakit, belum lagi rambut adiknya yang sudah sangat tipis. Wajah pucat dan pelipis yang dijahit.. tangan yang diaput.” Maafkan kaka yang terlambat yah dek.”Gumamnya disana.


Tak mampu harus berbuat apa-apa. Donor ginjal taklahs mudah orang bayangkan, jika tak sama dan tak bagus maka tak bisa digunakan. Willy pemabuk keras sedari kecil, jadi organ dalam tubuhnya tidak ada yang bisa didonorkan. Bahkan dironsen sekarang paru parunya sudah hampir rusak membuat ia sadar jika yang ia lakukan selama ini merusak tubuhnya.


Tubuh Willy dipeluk oleh ayahnya Reon.. Rizky dan Reksi disana saling atap tak tau harus apa. Mereka sehat tapi tak ada yang cocok.


Rey disana cukup legah karena sudah punya hati ntuk ditlanfantasi sedikit. Karena yang dilakukan bukan donor hati tapi hanya tlanfantasi, sebab pendonoran hati takutnya akan membuat kanker itu meradang,. Kanker yang ganas dan sudah memasuki stadium empat itu sudah merusak organ paru paru Rindu. ketika itu meradang akan menghambat pernafasan Rindu dan mengurangi oksigen ke otak. Jika oksigen keotak kurang maka akan terjadi koma dan lebih parahnya kematian, resikonya terlalu besar. mangkanya hanya melakukan tlanfantasi menutupi luka dihati yang rusak akibat kanker itu, jangan lupakan sumsum tulang belakang untuk menguatkan trombosit yang rusak..


Tanpa mereka sadari disudut ruangan itu ada sosok paru baya mendengarnya nanar., memegang dadanya sakit ketika itu lalu menatap lembaran surat yang ia baca. Ia menghela nafas mengusap air matanya.” Kamu harus tetap hidup tolong.. saya masih banyak salah sama kamu.”Gumamnya disana nanar.. seumur hidupnya mungkin baru kali ini ia menangis seperti ini,

__ADS_1


__ADS_2