
Ada banyak yang minta novel ini happy ending.. maaf ya, buat akhir bentar lagi udah tamat ini. Cuma aku engak bisa jamin happy ending, sebabkan dari awal udah diingetin kalo endingnya aku itu masih rahasia... karena memang novelnya udah ada Dipikiran aku sejak lama, udah tergambar ... dan semoga suka ya endingnya hehe.. baik itu happy ending atau sad ending karena pasti udah ada dipertimbangan aku.. makasih.
...
Hari ini adalah hari dimana Rindu akan pulang..
“Yey. Bunda pulang, jadi kita bisa main!”Ujarnya Rani disana berputar putar bergandeng bersama Rian disana membuat keluarga Rey yang menatapnya hanya geleng geleng.. yah. Rian dan Rani sudah menjadi pelangi baru bagi mereka yang ada disana.
“ Memangnya kalian kapan pulang kepondoknya lagi?” Tanya Rindu disana heran, sebab Rian dan Rani sudah tiga hari hampir empat hari tapi belum juga pulang. Apa mereka melakukan cuti atau libur? Atau izinkah?
“Iiih bunda enggak tau ya?” Tna4ya Rian disana mengerjab membuar Rindu menggeleng jujur. ”Ih bunda mah, kita tu enggak dipondok pesantren lagi, kata ayah kita akan tingal sama sama, sama ayah, sama bunda, sama kakek sama nenek.. sama omma sama oppa. Kita semua sama sama....”Ujarnya disana semangat..
"Iya Rindu.. lagian mereka harus deket deket sama ibu, nanti biar ibu ada temennya.”Ujarnya ibu Rey disana. Ia mengusap kepala Rian dengan lembut. Entah, tak membutuhkan waktu lama baginya untuk menyukai Rian dan Rani yang begitu polos dan pintar.
“loh kok gitu?” Tanya Rindu heran disana.”Terus gimana sama hafalan mereka sama ilmu agamanya? Rindu mau mereka belajar..”Ujarnya disana dengan tatapan heran pada keluarganya, bukanya ia tak suka. Hanya saja ilmu agama itu penting.
“Ya kata ayah, nanti murobbinya kita yang akan ngarain kita dirumah..”Ujarnya Rian disana semangat.”Karena katanya kita harus jagain bunda, nanti kalo bunda sakit ada kita yang jagain, kita juga bakal belajar agama kok, karena nanti akan ada guru khusus yang ngajarin kita sampek kita akan masuk keSd katanya.. kan enggak jauh dari rumah ayah ada sekolah tu, jadi nanti kita bisa sekolah disana supaya kita bisa jagain bunda. Bunda enggak usah khawatir.. yang nentuin ilmu itu bukan pada sekolah aja kok, tapi juga niat dan juga peluang. Apalagi kami pasti akan belajar dengan giat demi bunda..”Bujuknya Rian, ia mau menjaga bundanya sebagaimana yang ia ucapkan membuat ia menerimanya.
“Lagian Rindu.. ibu yang minta mereka juga ada dirumah, supaya ibu, ayah sama kakaknya kalian bisa belajar agama,ibu suka banget sama Rian dan Rani. “Ujarnya ibunya Rey disana dengan semangat mendukung..
Rindu disana mengerjab dibuatnya lalu menatap rey yang menyiapkan baju bajunya.
” Iya ibu mau masuk islam katanya, karena dia kagum sama kamu yang bisa ngajarin Rani dan Rian, belum lagi sama apa yang kamu hadapin ngebuat mereka mau beajar banyak tentang agama islam sebelum mereka bisa mengucapkan syahadat kelak,mereka merasa nyaman sama agama Islam....”Ujar Rey disana mengusap tangan Rindu lembut.
"Alhamdulillah...." Rindu disana tersneyum dibuatnya...
Abi Rindu disana diam menatap anaknya, ia menghapus air matanya melihatnya dan menghela nafas.anak yang ia didik menjadi kebanggaan dirinya dan juga keluarga Rey. Hal itu membuat ia salut
“ Abi sama ummi juga dirumah kita loh.”Ujar Rey semangat.
Rindu disana tersenyum dibuatnya menatap umi dan abbinya..
”nggak ih. Kita Cuma beberapa hari aja kok buat jagain kamu Rind, udah itu kita pulang, karena kambing kita nanti gimana? Terus kebun kita.. ada banyak didesa yang harus kita urus..”Sahhut abi Rindu membuat Rindu disana menganggguk paham meski tak rela.
Setelah semuanya sudah disiapkan.. ibu dan ayahnya rey berangkat duluan dengan barang barang rey, mereka menunggu dirumah saja, begitu juga Rian dan Rani. Abi dan Umi Rindu mengajak mereka dan juga mengurus mereka karena Rey harus mengurus data dan administrasi yang ada, ini bukan rumah sakit mereka jadi yah harus bayar.
"Kamu tunggu sebntar ya...”Ujarnya Rey mengusap kepala Rindu lembut.
Rindu tersenyum dibuatnya lalu mengangguk, duduk diatas kursi roda disana, dekat dengan mading dan tempat menunggu..
“Ini mbak..”ujar sesoerang memberikan kertas membuat Rindu terkejut dan menerimanya. Dan pas dilihat disana ternyata info lomba.
__ADS_1
Ruindu tersenyum disana dibuatnya lalu membolak balikkan. Lombah Tahfiz Qur’an dan lombah debat membuat ia tersenyum tulus.. disana juga ada lombah karate dan sebagainya, namun ada satu yang membuat ia disana sangat tertarik.“ Lombah Tahfis hadia juara satunya dua paket haji dan uang limapuluh juta” hal itu mmembuat Rindu tersenyum bahagia menatap tangal lomba.. dan yah, ia harus ikut.
“Eh itu apa Rin?” Tanya Rey yang baru datang terkejut melihatnya. Disana Rindu tersenyum dan memberi kertas itu.”Hanya kertas perlombaan saja. Yuk kita pulang.”Ujar Rindu disana membuat Rey disana ber-oh ria saja karena percaya juga.
“Kita jalan jalan dulu ya,, Kepalaku pusing bauh obat beberapa hari ini. Kemana aja gitu..”Ujar Rindu disana semangat kepada Rey.”Boleh yah..”Ujarnya Rindu meminta kepada suaminya itu bagaikan anak kecil meminta es kem.
Rey disana yang mendorong kursi roda Rindu pun tersenyum dibuatnya lalu berkata.” Apa si yang enggak buat istri aku..”Ujarnya membuat Rindu disana tersenyum malu dibuatnya. Ya kan istri? Merekakan sudah menikah.
“Hm tapi kayaknya kita harus punya panggilan deh kayaknya. Masa Rindu dan Rey aja gitu?” Tanya Rey dijalanan menuju mobil.. itu membuat Rindu menatapnya dengan Tanya, maksudnya gimana tu? “ Ya panggilan, kayak ayang bebeb haha.” Ujar Rey geli sendiri.
“Hahaha.”Rindupun tertawa dibuatnya.
” Sini aku bantuin..!”Ujar Rey dikalah mereka sudah sampai dimobil membuat Rindu mengangguk dan dibantu menuju kemobil. Rey disanapun segera masuk mobil dan mengeluarkan mobil mereka.
“tawaran aku tadi beneran loh. Masa Cuma Rindu.. Rey,, meksipun mama aku Natan si, tapi aku mau nama aku tu dipanggil sayang gitu sama kamu Rin, kayaknya seru banget...”Ujarnya disana menggoda membuat Rindu disana menahan bibirnya untuk tidak tersenyum.”Coba dong sayang, pangil aku sama sebutan Sayang, atau beb.. atau apa gitu yang manis.”Ujar Rey menatap Rindu dan jalanan.
“ih plis deh Rey. Kamu bikin aku malu astaghfirullah.. mana bisa aku gitu..”Ujar Rindu disana menahan pipinya yang nyeri karena tersenyum disana. Rey pun tergelak dibuatnya.
“Yah kan Cuma manggil ‘sayang’ aja kok enggak bisa. Ayolah sayang.. nah aku aja bisa tu..”Ujarnya disana membujuk Rindu membuat Rindu menahan senyumnya.”Lagian pahala loh nyenengin suami.”Ujarnya lagi.
Rindu disana pun diam dibuatnya, bersama Rey membuat ia malu serius. Iapun menatap arah lain.” Ih aku enggak kebiasaaan jangan gitu dong.”Ujar Rindu disana malu.. hal itu membuat Rey kembali tersenyum dan menarik tangan Rindu dan menciumnya.
Rindupun menarik tangan Rey dan ikut menciumnya dengan malu.”Sayang.. udah yah haha.”Ujarnya membuat gelak dimobil itu terdengar menyahut karena Rindu yang polos memanggil Rey sayang bagaikan kelucuan sendiri dirindu baik di Rey.. apalagi Rindu yang kaku membuat kesenangan yang membunca didadanya Rey..
"Lagi dong. sekali lagi.."Ujar R Rey mengedipkan satu matanya.
"Sayang.... "Ujar Rundu tersenyum
"Iya sayang... ... "Ujar Rey membuat Rindu tergelak dan Rey yang ikut tertawa... Rey kembali mencium punggung tangan Rindu.
Sesampainya ditaman Reypun keluar namun ditahan oleh Rindu.”enggak usah pakek kursi , aku mau jalan aja kok..”Ujarnya membuat Rey Disana menahannya namun ia tetepa kekeh.
Reypun menghla nafas dan memaksa Rindu untuk ia gandeng dan ia bantu saja. Hal itu membuat banyak orang menatap mereka, Rindu acuh dengan cadarnya yang dilambai lambaikan oleh angin. Rey disana sangat lembut memperhatikan membuat banyak pasang menatap mereka iri.
"|Kamu mau makan apa? Es kriim? Cendol atau makan apa nih biar aku beliin?” Tanya Rey disana tulus kepada Rindu menunjukan jajanan makanan, hari ini sudah jam empat sore jadi banyak yang jualan disini, ada juga yang jogging dan juga orang yang pacaran.
Rindu disana pun tersenyum.|"Es krim.. rasa Coklat..”Ujar Rindu menunjukan senyum manisnya.”Tapi dua.. dan yah,, sama es boba. Dan makanan krupuk seblak..”Ujarnya lagi membuat Rey disana mengangguk saja, Rindu memang dilarang makan makanan yang pedas tapi sesekali tidak apa-apa.
Rey disana membelikan es krim untuk Rindu membuat Rindu disana tersenyum bahagia.. dan yah. Pada akhirnya mereka makan dan minum disana bersama dengan keadaan yang sanat manis dan harmonis.. ada Rey yang tersneyum dan selalu bisa membuat Rindu tersenyum, meski dengan kata “Malm ini malam jumat lih.”Dan Rindu pun tersenyum lalu terkekeh mengelak membuat Rey disana tersenyum maklum. Kan sudah dibilang jika Rey sudah mengenal dunia gelap sebelumnya jadi wajar jika dia paham akan hal intim atau hal apapun itu.tapi dia perjaka geeeeys.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Disisi lain ada Willy yang mengusap kepalanya, ia harus mencari donor ginjal adiknya sesegera mungkin, mendapatkanya harus ada uang sedangkan ia tak punya uang? Itu membuat ia pulang dan menemui Rizky dan Reksi, atau meminta pada ayahnya, atau mengambil uang tabungannnya.
“Udah pulang?!!” pertanyaan yang Willy dapatkan membuat kakinya itu terhenti dan menatap keasal suara. Disana ada Gio yang sedang sarapan dan keluarga lainnya. Yah, ia pulang pagi hari membuat semua orang menatapnya. Hanya saja tatapan Reksi dan Rizky disana menatapnya binara, tambah Reon yang bangkit.
“Willly.. dimana Rindu?” Tanya Reon disana nanar memegang pundak Willy dan mengguncangnya, ia tak pergi, ia mencari Rindu namun tak juga bertemu. Gio dan Nio pun mencari, hanya saja Reon tak bicara apa-apa kepada keluarganya ini.
“Dia baik—baik saja kan Willy? Dia baik baik saja kan?” Tanyanya disana menahan air matanya yang melaju.
“Kau tau kemarin ia terluka katenna si biadab itu... dia luka..”Ujarnya disana nanar lagi menjelaskan.
Willly disana pun mengusap air mata yang jatuh membuat Reon disana panik. Lalu menatap Risky dan Reksi yang sudha mendekat. Gio dan Nio disana diam dibuatnya menatap sang anaknya yang menatapnya nanar. Ia tau ia salah dengan Rindu, jadi mau bagaimana lagi?
“Kita telat..”Ujar Willy membuat Reon lemas disana..” Rindu tidak baik-baik saja.. dan ini semua karena kebiadapan orang rumah. Aku muak, aku benci..!”Ujarnya berteriak disana membuat semua orang memejamkan mata, termasuk Rinjani seorang ibu yang sama selalu tak memiliki peran apa apa disini.
“Apa maksudmu? Bisa kah kau jelaskan kepadaku lebih jelas Willy?Rindu kenapa? Jelaskan dia kenapa..!!!”Teriaknya kuat disana membuat Willy disana terdiam menatap Reon dan memeluknya kuat. Hal itu membuat dada Reon berdesir hebat tak karuan takut.
Willy ia menatap keluarganya tajam.” Andai saja Rindu tak melarangku untuk membunuh kalian, sudah ku pastikan kalia sudah ku bunuh semuanya..!!”Teriaknya kuat menarik Reon pergi menningalkan semua orang yang diam menatapnya. Willy memanglah anak kesayangan mangkanya Gio dan Nio diam saja menatapnya yang marah. Reksi dan Rizky memilih ikut kemana Willy dan Reon membuat Nio dan Gio disana saling tatap.
Nio disana mengusap kepalanya dan mengigit kukunya.”Pah.. gimana ini? Aku ngerasa bersalah banget..”Gumamnya Membuat ayahnya diam saja menghela nafas. Siapa yang tak merasa bersalah, hanya saja sekarang mereka memang sudah terlalu kelam untuk sadar membuat kelambu hitam tetaplah lebih pekat dibandingkan putih yang datang, sehingga hati menjadi abu abu dan tak jelas rupanya...
“Willy, jelaskan apa Rindu baik baik saja? Papi enggak mau Rindu kenapa napa.. dimana dia? Kita jemput, kita pergi dari rumah ini... papi udah janji sama dia buat bawa dia keluar negeri buat kita tinggal.”Ujar Reon disana dengan mata binarnya.”Kamu, papi, sama Risky dan Reksi. Kita sama sama jaga Rindu dan bahagian rindu..”Ujarnya disana semangat.
“Tapi enggak mungkin bisa pi.”Ujar Willy disana, mereka sudah dikamarnya Rindu dulu membuat Reon disana menatapnya diam.”Rindu sakit hiks hiks. Rindu sakit, dan dia sudah menikah..”Ujarnya lagi disana membuat Reksi terejut.
“Menikah dengan siapa Wil? Jangan jangan loe nikahin adik loe sendiri? Jangan jangan loe gila?!!”Bentaknya Reksi disanma karena ia tau jika Willy memang segila itu mencintai adiknya sendiri.
“Niat awal gue emang gitu.. mau nikahin dia..!!”Ujarnya Willy jujur disana mengusap air matanya.” Awalnya gue mau bawa dia, nikahin dia dan kita akan tinggal didesa terpencil dan hidup bahagia meski kita adik kakak. Tapi sayangnya dia udah punya calon suami yang nungguin dia nikah.. jadi yah gue enggak bisa ngelakuin apa yang gue inginkan, soalnya dia cinta sama pria ini.”Ujarnya Willly membuat Reon disana diam.
Willy disana mengusap air matanya.”Gue disuruh pulang buat kasih surat sama papi Reon. Katanya dia sayang papi dan minta buat papi ketemu sama dia.. “Ujar Willy disana dengan deru ingus yang keluar memberikan surat membuat Reon disana bergetar melihatnya.
”Dia selamat kok kemarin, dia udah dirumah sakit sekarang..”Ujarnya membuat Reon diam.
“ Katanya.. "
Willy menatap Reon dengan gatapan nanarnya dna mengambil hape Rey tadi, disana ada rekaman suara Rindu. Dan suara itu biar bisa putarkan membuat Reon disana diam mendengarnya.
.
..
Jadi nanti jika sad ending kita berdamai ya... hehehehe.
__ADS_1