Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Pertanyaan


__ADS_3

Dokter Rey menatap Habib dengan tatapan nanarnya dan amarahnya “Berhenti disana… Jangan mendekati Rindu atau akan saya habisi kamu…!!”Teriaknya dokter Rey marah dikalah Habib mendekati Rinduu. Uia mengepalkkjan tangan lalu mendekati Habib..”BERHENTI SAYA BILANG…!!!” Teriaknya kuat membuat semua orang disana terkejut. Faktanya Rey Tak pernah semarah ini selama ini, yang artinya kali ini ia benar benar marah.


Habib dibentak pun tak peduli, ia mendekati Rindu lalu menatapnya nanar membuat dokter Rey maju dan menarik baju belakangnya supaya menjauhi Rindu membuat Rindu terkejut.”Saya bilang jangan dekati Rindu.. kamu tuli ha?!!”Bentaknya keras kepada Habib.


Bugh.. satu pukulan Habib dapatkan diperutnya dari Rey dan itu membuat ayahnya Rey menahan anaknya supaya tak berbuat lebih baik, ia tau Rey sangat marah sedangkan ibu Rey memeluk Fey dengan kuat karena terkejut. “Tidka puaskah kamu menghina dan memfitnah Rindu?” Tanya Dokter Rey penuh penekanan dengan Habib,.


Habib yang dipukul Reypun mendekati dan Bugh.. satu pukulan melayang dipipinya dokter Rey kuat karena tak terima.” Itu hanya salah paham…!! Saya tidak akan melakukan semua itu jika Rindu tidak menjelaskannya dan saya tidak akan memfitnah Rindu.. semuanya bukan hanya salah saya…!!” Ujar Habib dengan nanarnya menatapnya ittu.


“Diam..!!! berhenti..!! tolong jangan bikin keributan lagi..!”Ujarnya Rindu membuat semuanya menatap Rindu dengan tatapan Tanya dan terkejutnya. Rindu muak melihat semua ini membuat ia menatap semua orang disana dengan tatapan nanarnya.


Habib melihat Rindu dengan senyumnya.”Lihat.. Rindu marah karena kamu memukul saya.. dia peduili dengan saya..!”Ujarnya Habib dengan PDnya kepada dokter Rey lalu menatap Rindu.” Terimakasih Rindu karena sudah mau mendukung saya..”Ujarnya Habib dengan Rindu.


“Saya bilang diam itu kamu Habib…!!” Bentaknya Rindu menekan nama Habib dengan tegasnya. semua orang menatap Rindu dengan Tanya. Rindu menghela nafas dikalah itu karena takkuat lagi melihat keributan. “Saya minta kamu pergi dari sini…!! “Ujarnya lagi menatap arah pintu untuk Habib.


Habib menatap Rindu dengan rahang yang jatuh, matanya sangat sendu menatapnya karena tak percaya.”Rindu kamu mengusir saya?” Tanyanya dengan tangan yang menunjukan dirinya sendiri dengan menatap Rindu nanarnya itu.


Rindu menghela nafas dibuatnya.. ia menatap Habib dengan tatapan tajamnya.” Sudah cukup Habib.. ya saya akan menikah dengan dokter Rey… dan kamu sudah tidak ada hak lagi dengan saya.. dan saya juga sudah capek denger kebulshitan kamu itu.. saya sudah muak Habib.. saya sudah muak..!!”Ujar Rindu penuh penekanan.


Habib terkekeh dibuatnya lalu meramas rambutnya. Dokter Rey menatap Rindu dengan bangganya karena merasa menang.. habib menatapnya Rindu dengan tatapan sinisnya.”Lalu persayaratan itu? Apa gunanya saya menuruti semua persyaratan yang kamu beri kesaya Rindu?” Tanyanya kepada Rindu dengan sinisnya.” Apa gunanya saya sholat setiap harinya, saya menghafal Al-Qur’an setiap harinya. Dan saya belajar agama secara mendalam? Apa gunanya Rindu..!!” Ujarnya menekan lagi.”Kamu memberi harapan untuk saya dan kamu membuang saya.. padahal saya sudah menjalankan syarat yang kamu beri Rindu.. kamu wanita yang paling jahat yang saya kenal..!! Sungguh..!!”Sinisnya lagi.


Rindu tergelak dibuatnya menatap Habib.. ia tak menyangkah Habib masih juga tak paham apa yang ia lakukan untuk Habib. Dokter Rey menatap Habib dengan tatapan sinisnya. Namun ia ditarik oleh ayahnya membuat ia menahan.


“Berikan mereka ruang untuk bivcara nak.. percayakan semuanya dengan Rindu.. ayah percaya sama dia..!”Ujarnya ayah Rey dengan sendu dan berbisik. Rey tak mau namun ayahnya menariknya membuat ia nuuruti saja. Karena memang setiap orang memiliki privasi yang harus dijaga.. sedangkan ibu dan kakak Reypun ikut keluar menatap kedua pria itu. Mereka paham membuat mereka pergi dari sana dengan sendunya saja.

__ADS_1


Habib mendekati Rindu dengan tatapan terlukanya membuat Rindu menggeleng tak paham apa isi otaknya Habib.” Jika memang kamu sudah memahami semua yang saya beri untuk syaratnya.. saya kasih kamu pertanyaan. Jika kamu bisa menjawab maka saya akan membatalkan pernikahan ini..!”Ujarnya Rindu dengan santaynya.


Habib menatap Rindu dengan tatapan tak terbaca, ia mengusap lagi kepalanya yang terasa panas dingin itu dan menatap Rindu. “Oke.. saya terima tantangan kamu.. beri saya pertanyaanya. Tapi awas saja jika saya bisa menjawabn tapi kamu tidak membatalkan pernikahan kamu..”ujarnya Habib menerima tantangan Rindu penuh keyakinan.


Rindu tersneyum datar menatap Habib, ia punya cara teresendiri sekarang.. ia menghela nafas lalu bertanya.” Sebutkan surah yang didalam Al-Qur’an yang tidak ada Bismillahnya.. dan surah yang ada bismillahnya dua kali.. dan yang terakhir surah apa yang diulang sebanyak 33x? saya beri waktu selama satu menit jika kamu tidak bisa menjawab kamu angkat kaki dari sini..!”Ujar Rindu memberikan pertanyaanya.


Habib tertegun disana… ia berfikir dengan wajah datarnya lalu mengeluarkan handphonenya. Namun terhenti dikalah Rindu berkata.”Tidak ada google untyk menjawab.katanya kamu sudah menjalankan apa yang saya beri… jikapun kamu sudah paham dnegan syarat yang saya beri kamu pasti sudah bisa menjawabnya.”Ujarnya dengan datar.


Habibn meneguk saliva keringnya.dimana dirinya yang tadi penuh keberanian, dimana dirinya tadi yang penuh tekat? Sekarang menghilang guys.. “ Cepetan jawab.. waktu mau habis ini..!”Instruksi Rindu dikalah Hbaib tak menjawab juga pertanyanya,.padahal jawabanya sangatlah mudah dan singkat.


Rindu tidaklah bodoh,ia tau jika Habib keras mnembuat ia memutar otak untuk menukar dari zona keributan, ia mau menyadarkan Habib tentang ucapanya tadi, ia hanya memberikan Habib kesadaran supaya Habib tak lagi menuntut padahal kewanjibannya saja ia tak jalankan.


“Dalam Al-Qur’an mana ada surah yang tidak ada Bissmillahnya…”Jawabn Habib dengan pedenya dan juga gugup karena takut salah.” Dan lagi surah yang ada bismillah dua kali adalah surah An-nas karena ditekan beberapa kali dan yang terakhir sepertinya saya lupa… tapi..”Ia menggaruk tengkuknya yang terasa gatal itu. “Surah Al-bayyiiina ya.. soalnya surah yang paling panjang.. ya…!”Jawabnya asal asallan.


Rindu menatap Habibd engan sudut bibir terangkat lalu bicara.” salah semua..!” Ujarnya membuat Habib diam dengan jantung yang berdegup. bahkan Rindu bisa melihat jakunnya Habib naik tutun. Rindu menatap arah lain dengan nafas yang tersekat karena menahan amarahnya. “Surah yang tak ada Bismillahnya adalah At-taubah. Surah yang ada bissmilllahnya dua itu An-Naml dan surah yang mengulang kalimat sebanyak 33x adalah surah Ar-rahman.. “Ujarnya.


Habib mendengarnya tertegun. Ia menatap Rindu dnegan gugup.”tapi saya bisa sholat Rindu.saya sudah bisa mengaji dan saya juga sudah berinfak shodako sebagaimana yang kamu syaratkan.mungkin saya gagal menjawabnya tapi saya bisa semua kok.”Ujar Habib tak tau malunya.


Trindu kembali tersneyum dibuatnya.” Syarat saya bukan hanya itu Habib..!!” Ujarnya Rindu menekan kata katanya.. “Saya menyuruh kamu untuk sholat itu bukan untuk saya. Kamu mengatakan jika sholat kamu, ngaji kamu bahkan semua yang kamu lakukan tentang ibada kamu katakana tidak berguna. Kamu pikir apa ha?!!”Bentak Rindu kuat.


Habib tertegun dibuatnya.”syarat kamu saya suruh bisa sholat lima waktu,memahami ilmu dan semuanya. Saya juga menyutuh kamu menghafal Al-Quur’sn dan sekarang saya bahkan yakin jika kamu belum bisa menghafal just tiga puluh yak kan?” Tanyanya membuat Habib tertegun.


Rindu mengusap kepalanya kasar dibuatnya.” Kamu Fikir saya Tuhan sampai sampai kamu mau ibada hanya karena saya Habib?!!” ebntaknya lagi katrena marah kepada Hbaib.” lebih baik kamu bunuh saya sja jika begitu.. saya manusia biasa yang memberi kamu syarat seperti itu bukan karena saya mau kamu jadi orang lain. Tapi saya mau kamu memahami agama kita. Saya tidak mau kamu terlalu melenceng jauh dari agama kita.. semua yang kamu lakukan itu adalah kewajiban... Bukan syarat..!”Ujarnya Rindu lagi.

__ADS_1


:”Lagipula menikah bukan masalah kamu yang hafal AL-Qur’an atau saya yang ahli agama. Saya mau kamu tak meski sempurnah dalam ilmu agama, namun saya hanya mau suami saya bisa mengarahkan nahkoda pernikahan, ia bisa menatap kedepan, ia bisa membawa pernikahan itu menuju jannhanya Allah.. sebab menikah itu bukan hanya tentang kamu bisa memiliki orang yang kamu cintai.. tapi bagaimana kamu bisa membawa keluarga kamu kejalan yang benar. Jadi suami bukan hanya mencari serta mencurahkan uang dan cinta saja.. tapi juga ilmu.. juga sunnahnya Rosull dan yang terakhir menikah kaeena Allah bukan karena nafsu..!!” Ujarnya Rindu.


“Jika kamu mencintai saya hanya karena ffisik lihatlah Habib..!”ujarnya membuat Habib tertegun dan menatap dirinya disana.”Lihatlah. tubuh saya sangatlah kurus.. bagaimana nanti ketika sudah menikah? Tubuh saya tak akan lagi kurus namun nanti akan ada saatnya dimana perut saya buncit. Mata saya terdapat lingkaran hitam. bauh tubuh saya sudah tidak lagi wangi karena air kencing anak kita…. Dan saya tidak akan semenarik sekarang.. dan ketika itu lah kamu akan meninggalkan saya untuk mencari perempuan yang bisa memberikan apa yang kamu mau. Kecantikan misalnya…!!”Ujar Rindu.


“Saya tidak akan meningalkan kamu kok..!”Jawab Habib cepat.


“Iya tapi saya yang akan meninggalkan kamu..!”Potong Rindu dengan tegasnya membuat Habib tertegun. “:;Lagi pula menurut saya kita tidak sedekat itu untuk saya bisa kembali dengan kamu.. kita hanya sebatas pembantu dan tuannya bukan? Kita hanya orang asing yang terikat dengan pekerjaan. Tidak lebih..!” Ujarnya sinis kepada Habib.


Habib mendengarnya merasakan hatinya sakit. Namun ia sadar jika Rindu pasti pernah merasakan hal yang lebih sakit karena dirinya. Ia tau jika Rindu pernah merasakan hal yang lebih kejam yang ia lakukan dan itu ia yang melakukanya kepada Rindu. Ia menatap Rindu dengan endunya lalu berkata.”Rindu .. saya minta maaf..!!!”Ujarnya dengan liris sekali.


Rindu mengangguk.”Saya tidak menyalahkan kamu barang sedikitpun kok Bib…!!” Ujarnya membuat habib menatap Rindu dengan tatapan binarnya.”Tapi ingat… apa yang kamu lakukan dengan saya itu akan melekat meski bagaimanapun caranya saya memaafkan kamu.. lagi pula saya juga tidak masalah kamu jahat dengan saya. Karena saya memang bukan siapa siapa kamu kan?” Tanya rindu dengan kekehannya disana.


Habib mengeleng tak terima dibuatnya menatap Rindu.”Jika sudah bicaranya. Sudah tau jawabanya silahkan keluar. Sebab kamu tak lulus dari pertanyaan saya.. kamu juga tidak memenuhi persayaratnan dari saya. Jadi kamu boleh pergi dari sini sekarang juga. Karena saya mau istirahat. Kepala saya tambah sakit karena keributan yang kamu bikin…!!”Ujar Rindu mendengus disana kepada Habib.


Habib menatap Rindu dengan memelasnya. sebenarnya rasa cinta yang decampur dengan rasa bersalah dan rasa takut itu membuat ia lemah dan juga merasa dunianya hancur. Inilah yang membuat ia sampai ketitik terendah seprti sekarang ini. Ia tak bisa jika begini terus.


Habib mendekat namun Rindu berpaling membuat ia terlemas disana. Kakinya seperti jellys sekarang karena hidup dirundungi rasa bersalahnya.”Rindu.. pliiss maafkan saya…!!”Ujarnya dengan nanarnya kepada Rimndu.


“Iya.. saya sudah memaafkan kamu.. lagipula sepertinya saya tidak akan kerja lagi dengan kamu..!!”Ujar Rindu membuat Habib tertegun.” Lagiupula besokk saya akan kerumah kamu dan mengambil barang-barang milik saya… saya akan pergi dari kehidupan kamu… jadi kamu boleh pergi dari sini sekarang juga..!”Ujar Rindu menunjukan jalan pulang.”Silahkan pergi..~~”Ujar Rindiu dengan sinis kepada Hbaib.


Habib diam disana menatap Rindu. Namun Rindu sudah tak peduli lagi membiat Rindu masuk kedalam selimut dan membelakangi Habib, ia tak mau menatap Habib dan ia atk suka akan Habib., ia menghindari tatapan Hbaib. Tak ada kebencian dihati Rindu karena memang Rindu bukan orang yang pedendam, ia sosok yang selalu membiasakan diri dengan rasa sakit yang ia rasakan. Baginya semakin sakit yang ia rasakan maka semakin kuat pula ia dikemudian hari untuk menghadapi rasa sakit yang berikutnya. Semakin terbiasanya dengan rasa sakit. Maka ia akan lupa jika hidupnya itu pahit. Karena memang suduah menjadi suatu kebiasannya..


Rindu juga sosok yang tak akan pernah menyalahkan takdir ataupun Habib karena tau., tidak semuanya salah habib, itu juga salah dirinya. Kenapa dulu ia memberikan syarat kepada habib, kenapa ia memberikan harapan, andai dulu ia tak memberikan harapan, ia yakin semua ini tak akan terjadi. Yakan? Intinya mereka sama sama salah bagi Rindu...

__ADS_1


__ADS_2