
“Seandainya kamu tau Rindu. jika apa yang saya katakan pada Mise tadi adalah suatu hal yang nyata. Yang memang saya rasakan dari hati saya sendiri..” Ujarnya lalu menghela nafas dalam. ia memlilih memanggil OB saja supaya bisa membersihkan apa yang sudah diberantaki dikantornya ini.. Jujur saja sampai detik ini Habib masih berfikir jika Rindu gadis yang tak baik, gadis tukang porot pria bahkan pernah jual diri. Tapi semakin hari hal itu ia ragukan, entahlah.. memang benar mungkin jika Rindu menggunakan pelet untuk menggeret hatinya.
...
“Rindu.. hari ini sepertinya kita akan rapat diluar... Sebeb Filos akan mengantarkan saya diBandung.. kayaknya kamu ikut saja ya..” Ujarnya dengan menatap Rindu yang sudah duduk dibangkunya itu. Rindu mendongak menatap Habib dengan tatapan tanya. Habib yang tadinya tak tau sekarang jadi tau maksud dari tatapan Rindu. “Itu.. saya ada urusan diBandung.. Cuma tanda tangan beberapa berkas Rindu. kalo enggak cepet nanti proyeknya bisa jatuh ketangan orang lain. karena itu kamu ikut saja ya keBandung.” Ujarnya dengan gugup.
Rindu menautkan keningnya lalu menatap kelaptopnya lagi. Tangan yang sedari tadi memegang pulpen itu sekarang memutar-mutar pulpen saja. “Tapi kalo saya ikut memangnya guna saya apa pak?” Tanyanya dengan bingung.” Sayakan hanya asisten ecek-ecek pak. Yang tugasnya nggak jelas, kadang priksa data kadang bikin kopi. Bahkan cuma nemenin bapak makan saja..” Ujarnya dengan bingung pula.
Habib terkekeh dalam hati. sebenarnya semua itu ia lakukan hanya untuk menjadi alibih saja supaya bisa dekat dengan Rindu. “Ya nanti disana kamu juga menemani saya buat makan supaya tidak terlihat jomblo Rindu. kan malu jika pergi sendiri terus.” Habib menggerut pada mulutnya sendiri itu.
Rindu menghela nafas.” Kenapa harus malu kalo jomblo?” Tanya Rindu menata Habib. ia mengedipkan matanya beberapa kali.” Jangan terlalu ikut tran masa kini pak.. anak muda zaman sekarang memang malu kalo jomblo yang searusnya kita tu bangga bisa bertahan dengan kesendirian dari pada berdua namun hidup dalam lingkaran dosa... Harram..!” Ujarnya medesis. Ia mengetahui akal liciknya Habib yang mau modus. Oh tak akan ia biarkan.. tak semudah itu Jamal..!!
Habib memutar bola mata malas.” Terserah mau atau tidak. Kan tadi saya tidak meminta persetujan kamu. Kamu kerja dengn saya dan itu tandanya kamu harus patuh dengan bos kamu... jadi bereskan semua barang kamu kita pergi sepuluh menit lagi mulai dari sekarang...” Ujarnya lau melangkah pergi namun Rindu tak tinggal diam.” Saya tidak menerima argumen kamu Rindu. ingat saya bos..!” Ujarnya menahan lajuan ucapan Rindu.
Rindu menyipitkan matanya menatap punggung Habib menjauh, karena faktanya Habib tak mau mendengarnya. Ia meremaskan pulpenya membuat pulpen itu patah, ia hanya bisa melampiaskan amarahnya lewat benda seperti ini saja... ia mengambil nafas dan membuangnya. “Ini... diminum... vitamin supaya kamu tidak sakit nanti..” Rindu tertegun dikalah mendengar suara Habib lagi.
Rindu melihat Habib yang wajahnya tak jauh dari wajahnya. Mata mereka saling bertabrakan membuat jantung Rindu bagaikan lari marathon saja. Sedangkan Habib? Ia tak kalah degdegan dari Rindu.” Kamu pakek apa sii sampek bulu mata kamu panjang gitu? Kek bulu mata kerbau tau nggak. “Ujarnya dengan degdegan.
Rindu bisa mencium bau wangi mulutnya Habib. Bukan mins atau apapun itu tapi bau permen kopi ya... dan Rndu bersyukur satidaknya dia tak akan kebauhan. “ Bapak mau muji atau ngehina sii pak? Jarang tau nggak bulu mata orang kek saya. Esetestik gitu pak elah..” Ujarnya menjauhkan kursinya supaya menjaga jarak.
Habib yang sadarpun menjauhkan kepalanya dan berdiri tegap.” Kan saya Cuma heran aja.. bulu mata kamu gitu bikin kamu cantik meksipun pakek cadar sekalipun buat saya nggak rela tau nggak. boleh gak saya potong supaya kamu jelek?” Tanyanya dengan nada geramnya. Memang benar. Bulu mata lebat dan lentik itu membuat siapapun bisa menebak jika Rindu cantik. Dan ia tak menyukai hal itu.
Tentu saja Rindu melotot menatap Habib. bisa-bisanya Habib berfikir semaam itu. Sudah gila atau apa ini? “Bapak ngaco ya..” Ia menunjukan wajah Habib dengan sinisnya.” Situ ngga bakal suka lagi sama saya jika saya jelek. Paham?” Tanyanya dengan nada neggasnya.
Habib mengangguk.” Iya juga..” Ia nampak bagai orang yang berfikir saja. Lagaknya selangit emang...” Tapi saya tidak suka kamu cantik bagaimana?” Tanyanya dengan nada bertanya.” Ayolah Rindu.. kita nikah.. ayok..” Ujarnya dengan nada anak kecil meminta uang dua ribu pada ibunya.
Rindu mendadak peningkan... “Dah pak dah.. udah... saya mau siap-siap. Bapak Cuma kasih saya waktu sepuluh menit buat beres-beres dan sekarang bapak membuang waktu saya.. hais bapak..” gerutu Rindu dengan sinisnya. Padahal ia sendiri tak tau apa yang akan ia bereskan, so dia hanya bawa satu tas jinjit yang berisikan dompet dan juga hape,,,
__ADS_1
Habib medengus.” Jadi gimana? Mau nggak nikah sama saya, dijamin rasanya mantap..” Ujarnya dengan mengedipka mata genitnya menggoda Rindu. rindu yang imannya bagaian baja saja, tak mempan jika lelaki macam Habib.
Rindu mendesis lalu meletakkan beberapa dokumen yang belum ia bersihkan itu. Ia menatap Habib dengan sendu.” Saya mencntai kamu..” Ujarnya dengan sendu membuat Habib tertegun.” Tapi sayangnya menikah bukan tentang cinta. Ataupun tentang tahta, tapi tentang hidup selama-lamanya untuk bersama. Karena saya mencintai kamu saya memberi kamu waktu buat bisa melakukan persyaaratannya. jika kamu sudah hafal semua yang saya beri maka kita akan menikah..” Ujarnya dengan lembut.
Habib diam menatap Rindu.” Apa itu artinya kamu mengatakan jika kamu menerima cinta saya Rindu? apa itu artinya cinta saya tidak bertepuk sebelah tangan?” Tanyanya semangat membuat Rindu diam.” Kenapa harus ada sayarat? Kenapa tidak kita saling berbagi ilmu dikalah menikah? Kamu bimbing saya supaya menjadi lebih baik lagi dan saya akan membimbing kamu menujuh kebahagiaan didunia dan akhirat?” Ujarnya semangat lagi.
Kan Habib kebelet nikah..
Rindu tertegun.. “Tidak semudah yang kamu pikirkan pak..“ Gumanya dengan sendu. Ada banyak yang harus ia pikirkan, bukan hanya tentang penyatuan dan sebuah ikatan, tapi lebih dari itu. Nanti jika ia menikah dengan Habib, apa kabar ketika dia meninggal? Jika ia menikah dengan Habib, itu artinya ia hanya memberikan kenangan pahit dan titel yang berbeda, yaitu Duda. Rindu tidak egois dalam hal ini. dia juga belum tau hatinya berlabuh dimana. Dihatinya dokter Rey atau Habib.
Dokter Rey memiliki daya tariknya tersendiri. Baik, ramah dan juga bisa membuktian tanpa ada janji. Ia sosok pria sejatih yang kata-katanya bisa dipegang.. lagi pula selama ini dokter Rey selalu baik kepada Rindu bukan? ‘sedangkan sosok Habib? Habib pemaksa, sosok yang apapun yang ia mau maka harus diartikan. Ia egois dan juga manis. Dia sosok dingin sekaligus lembut dan stau hal lagi.. ia adalah sosok yang keras.. sikap mereka bertolak belakang. Mungkin karena ini juga Rindu tertarik dengan Habib. Atau ia sudah terbiasa dengan keberadaan Habib. Mungkin?
Rindu menghela nafas menatap Habib yang meminta penjelasan.” Saya hanya memberikan waktu kepada kamu supaya satu hari nanti tidak ada penyesalan.” Ujarnya dengan sendu.” Ada suatu hal yang tidak bisa saya kasih tau Pak. Tapi sepertinya saya harus kasih tau hal ini.. “Ujarnya dengan sendu..Ia menatap mata Habib alu berdiri.” Saya juga sudah berjani dengan seseorang pak. Dan sayaratnya bahkan lebih sulit dari bapak.”Ujarnya jujur.
“Dia seorang Athesi dan sekarang ia sedang berjang untuk mengenal agama islam. Jika bapak memang terlahir sebagai muslim yang berarti bapak sudah memulai dengan angka maka dia memulai dengan angka Nol pak.. dan sekaang dia sudah masuk agama Islam karena membuktikan jika dia mencintai saya.” Ujar Rindu jujur.” Dan sekarang dia sedang belajar agama islam dan membaca Al-Qur’an. Dan itu artinya sekarang saya mencari siapa yang paling serius dari kalian, siapa yang paling berusaha dan siapa yang paling terbaik buat saya. Sebab saya tidak akan menyerahkan hidup saya dengan orang yang hanya ingin nikah saya. Menikah adalah sunah, tapi menikah akan menjadi ladangnya pahala ika dijalankan Lillahita’alla. Maaf. Jika bapak tidak mau berjuang saya katakan dari sekarang. Mundur.” Ujarnya tegas diakhir kalimat.
Habib merasa jantungnya gugur wey.. “Kamu PHP in saya Rindu?” Tanyanya dengan sendu.. ia terkekeh.” Saya pikir kamu sudah menjadi gadis baik.. saya sudah berusaha sejauh ini tapi kamu malah mengatakan suatu hal tentang laki-laki lain.. “ Ujarnya agi.
Habib menatap Rindu sendu.” Maaf.” Gumanya dnegan paraunya. Baru pertama kali jatuh cinta tapi sesakit ini. apakah ini karma karena ia sudah menyakti banyak hati para wanita diluar sana? Ia rasa benar “Saya tidak tau kehidpan kamu. Tapi saya akan tetap berjuang dan mengalahkan pria yang sudah berjuang untuk kamu..” Meskipun ada rasa ragu dihatinya. Sebab sudah dua hari ini ia gagal menghafal. Padahal hafalannya itu harus tigapuluh just.
karma? didalam agama kita tidak mengajarkan karma ya...
“Tuan... Mari kita berangkat.. pesawatnya sudah siap..” Suara Filos dari luar membuat ucapan Rindu yang sudah diujung bibir sekarang harus ditelan kembali. Habib dan Rindu menatap kedepan dengan tatapan tajamnya. Disana nampak Filos tersenyum tanpa rasa bersalahnya.
Habib merapihkan jasnya lalu meghela nafas.” Rindu minum vtiaminya terlebih dahulu..” Ia melirik Rindu dan juga vitamin diatas meja mmebuat Rindu mengangguk.” Kita berangkat sekarang..” Ujarnya dengan sendu lalu berjalan meninggalkan Rindu yang duduk untuk minum itu.
......
__ADS_1
Semuanya diam didalam mobil. Habib yang mengintrofeksi dirinya. Apakah benar kata Rindu. jika dirinya masih diragukan lagi dalam bidang usahanya mendekati Rindu? apa benar kata Rindu jika dia belum baik?
Tapu jujur saja.. ia merasa jika semuanya membuat ia kalah talak. Rindu mengatakan hal itu membuat ia bangun dari zona nyamanya. Ia sadar akan apa yang ia inginkan tapi apakah sekarang ia sudah melakukan apa yang Rindu inginkan? Rindu minta? Bahkan sekarang bsa dipertanyakan apakah Sholatnya sudah khusuk atau belum dan juga hafalan. Ia bahkan belum hafal just 30 sekarang. Padahal ini sudah hampir satu bulan perjanjian dengan Rindu.
Sedangkan Rindu? ia sedikit tak enak pada Habib. Apakah kata-katanya tadi keterlaluan? Atau katakatanya tadi cukup menyakitkan hati Habib? Ia takut hal itu benar-benar teradi wey. Bukan maksud ia mau menyingung hati Habib, tapi memang ia ingin menyadaran Habib. Ia mau Habib lebih bertekat untuk belajar agama. Mungkin sekarang Habib belajar agama untuk dirinya tapi setidaknya mamfaatnya akan mempengaruhi hidupnya suatu hari nanti?
Rindu menatap keatas langit. Awan sekarang sudah hitam, sesekali ada petir membuat langit berubah-ubah. Ia menghela nafas. Kapan ia bertemu dengan ayah dan ibunya? Ingin sekali rasanya ia kembali kepada orang tanya dan meminta maaf. Tapi orang tuanya belum memintanya kembali membuat ia menghela nafas. Sampai kapan ia menunggu? Apa sampai ia menggal? Sunguh Rindu ikhlas jika meninggal sekarang, hanya saja doa terakhirnya berikan dia waktu supaya bisa memberi satu kenangan kepada orang tuanya dan meminta maaf setulus jiwanya. Hanya itu tidak lebih. Ia tak berharap akan umur panjang. Sbeab ia memang sudah lelah sekaramg. Ia lelah hidup dimuka bumi ini.. ia sadar jika umurnya memang sudah tidak lama lagi.
Brugh....
Sampai pada mobil yang dibawa oleh mereka itu berhenti disebuah desa pinggir kota. Dan itu membuat Habib dan Rindu menatap Filos dengan tanda tanya. “ Ada apa Filos? Mengapa berhenti?” Tanya Habib dengan bingungnya. Sebab sekarang mereka sedang berada dirumah yang bisa dibilang aneh. Banyak pondok dan juga rumah kecil-kecil disini.
Rindu pun tak kalah herannya. Rindu tau ini apa. Ini namanya bukan rumah, tapi pondok. Pondok ini sejenis hotel, tapi hotelnya dibuat semungil dan setestik ini membuat suasana perkampungan. Filos menatap Habib dan Rindu dengan tatapan memelas.” Jalannya ditutup Tuan. Ada pohon besar tumbang disini, sama ada tanah kuning juga. sepertinya ini gara-gara hujan. Dan disini sepertinya sudah hujan sejak pagi tadi.” Ujarnya.
Rindu mentaap kedepan. Dan benar adanya. disana ada pohon besar yang menutupi jalan raya membuat ia menghela nafas. Habib? “Kita cari penginapan didekat sini saja.. sebab jika pulang juga tidak bisakan? tanggung. Biar nanti orang saya bisa menghantar filenya kehotel sana.” Ujarnya dengan mengambil keputusan itu.
Filos menganguk saja.” Ta tapi kita tidak bisa berbelok tuan. sebab dibelakang kita juga ada mobil, dan jalan ini sangat kecil.” Ujarnya dengan menggaruk tengkuknya tak gatal. Kan sudah dikatakan jika jalan ini masih jalan raya dekat dengan kota. wajar saja banyak mobil bukan?
.
.
.
.
Setiap orang berhak mendapatkan yang terbaik.
__ADS_1
Jangan terpusat dengan hanya satu janji saja, apalagi janjinya manusia sang pembuat dosa. Manusia berhak memilih dan mencari yang tulus. Jangan egois..! jangan hanya karena cinta kita menpertahankan orang yang menyepelekan kita dan tidak serius pada kita Sebab diluar sana masih ada seribu nyawa yang Tuhan siapkan untuk kita...!
Semangat...!