Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Hampir hancur


__ADS_3

Satu tendangan sebelumnya ia berputar dan terkenah pipi kanan Arga. “Bangs*t kalian semua...!” Benta Rindu. saat ini ia sudah dikontrol oleh amarah yang meraja lela.


Danil terkejut akan hal itu, mereka terlalu fosuk melihat Gevan yang sudah terkulai dilantai dengan nafas yang tersengkat. Ia pun melayangankan pukulannya didepan wajah Rindu.


Bugh..


Pukulan itu berhenti didepan wajah Rindu. matanya menatap manik mata yang sudah berkabut amarah.


Krak..


Arghh.


Rindu memituk kepalan tangan itu kebawah membuat tangan Danil merasakan sakit yang mematikan, ada sara retak tuang disana. Dengan cepat Danil menerjang dengan kakinya, dengan cepat Rindu tangkis dengan kakinya membuat kaki kanannya bertekuk dilantai dengan lutut sebagai penumpu.


Bugh..


Rindu menerjang dagu Danil dengan lututnya membuat suara gertakan tabrakan antara gigi atas dan bawahnya. Tak cukup disitu. Rindu Pun mematahkan tangan kanannya dan


Bugh..


Satu tendangan talak mengena dadanya membuat Danil terterjang dinding.


Bugh..


Rindu terjatuh karena pukulan dari Arga yang sudah berada dibsampingnya. Ada seringaian jahat dimata Arga. Ia mendekati Rindu dan mulai menginjak perut Rindu. dengan cepat Rindu mengguling kesamping. Lagi Arga menginjak Perut Rindu tapi Rindu dengan cepat menahan kaki Arga yang tepat berada diperutnya. Rambutnya sudah sangat berantakan karena sedari tadi berguling-guling. Rindu pun memutar kaki itu kesamping kanan.


Argh..


Suara retakan tulang terdengar keras membuat Rindu dengan cepat mendorong kaki itu dan Arga terjatuh. Rindu merangkak dan menindi perut Arga dengan beban tubuhnya.


Bugh..


Bugh..


Rindu memukul wajah Arga berkali kali, kiri, kanan, “Itu balesan karena lo udah cium gue ... ini akibat lo berani cari mati sama gue..!” Rindu bagaikan orang kesetanan saat ini. niatnya hanya satu. Bunuh...! hanya membunuh..! lupa jika ia sudah tak berjilbab, lupa jika ia bertoubat semuanya ia lupa...


“Rindu.. udah Rin.. dia bisa mati..!” Gevan menarik kepalan Rindu yang masih melayang kewajah Arga padahal wajah Arga sudah tak berbentuk lagi.


“Lepasin gue Gev... gue mau dia mati..!” Teriak Rindu sembari memberontak.


“Lo bisa masuk pejara kalo dia mati Rin..!” Teriak Gevan mencoba membujuk Rindu, supaya Rindu sadar.


“Dia mau perkosa gue Gev. Dia itu bia*ab..!” Suara Rindu parau saat ini.

__ADS_1


“Istigfar Rin. Lo ngak boleh bunuh orang.” Ucap Gevan lembut.


Astagfirullahal a’zim... kalimat itulah yang terlintas diotak Rindu saat ini untuk menghentikan aksinya. Diluar dugaan, saat ia yang tadi dikabut amarah, sekarang air matanya menetes dipipinya. Ia melangkah mejauhi Arga yang sudah tergeletak dilantai dan Danil yang sudah tak berdaya.


Ujiannya terlalu berat. Ia kotor, ia hampir kehilangan mahkotanya. Ia memukul dinding kamarnya berkali-kali membuat tangannya kembali berdarah. Bercak darah memenuhi dinding kamar.” Keluar lo semua.. Puas lo ngeliat gue hancur..!” Teriak Rindu saat melihat Diva dan Meme masuk membantu Arga dan Danil.


Sedangkan Gevan dibelakang Rindu tak bisa berkata apa-apa. Rindu itu kuat, namun kenapa Rindu harus merasakan kepedihan seprti ini.


Bugh..


Bugh..


“Rin udah. Tangan lo bisa patah kalo lo terus mukul dinding yang nggak ada salahnya..!” Ucap Gevan kasihan. Dinding yang berwarnah kuning itu sudah bercap darah karena pukulan Rindu. dikepalan Rindu sudah dilapisi darahnya. Sedangan Gevan tak berani memeluk Rindu, jangankan memeluk Rindu, memegang pundaknya saja ia tak berani. Tapi jika ia bisa jujur, ia memuji rambut Rindu yang panjang nan indah. Kenapa Rindu menutupi rambut sebagus ini?


Rindu terisak menangis. Ia terkulai jatuh dilantai dengan memeluk lututnya. Ia tak tau apa yang harus ia lakukan jika ia sampai harus kehilangan harta berharganya tadi. Bagaimana jika Gevan tak membantunya tadi.


Gevan memberanikan diri untuk mengelus pundak Rindu untuk menenangkannya. Tapi dengan cepat Rindu menepisnya. Ia sakit, ia trauma, ia takut. Ia taut dengan dunia yang sedang menghakiminya..


...


“Rindu..! “ teriak abbinyaRindu saat Rindu baru saja pulang kerumahnya.


Rindu hanya diam dan santai, jilbab yang ia gunakan ia ikat hingga menampilkan dada datarnya yangbteetutup baju, sama sekali tak terlihat, dengan dasi berwarna biru yang ia lilitkan ditangan kanan untuk memukul lawan, wajah penuh lebam, ia tak menggunakan Rok, tapi celanan biru panjang, dan baju yang setengah dimasukkan dan setenga keluar. Sepatu yang ia tenteng dan itu hanya ada satu.”Mau marah lagi?” Tanya Rindu santai.


Rindu hanya mendengus kesal. Inilah yang ia tak suka, orang tuanya tak akan menanyakan apa yang teah terjadi. Tau mereka hanya mendengarkan orang lain.” Rindu capek.” Ucap Rindu dingin dan memasuki kamar.


“Rindu dengerin Abimu..! Ini untuk kebaikan kamu juga..! nggak usah kenal cowok sebelum waktunya..! Nanti kamu bakal nyesel kalo udah dapet ganjarannya.!” Bentak umminya Rindu.


“Diem deh kalo nggak tau apa-apa..! kalian tu Cuma bisa salahin aku aja. Urus tu anak kalian yng sakit-sakitan..!” Bentak Rindu lalu memasuki kamarnya.


“Rindu..!” Bentak umminya.


Namun Rindu membuka lagi kamarnya, matanya mengisyaratkan ketajaman yang haqiqi.” Nggapain Caca didalam kamar aku?” Tanyanya dingin.


“Dia mulai malam ini satu kamar dengan kamu.” Jawab abinya Rindu.


Gar..


Rinu membanting pintu kamarnya, lalu menggendong Caca yang masih kecil itu kasar. Ia membuka lagi pintunya lalu dengan kasarnya. Ia berjalan kesopa dan membanting sang adik disana.” Gue nggak mau dia dikamar gue..!” Bentaknya kasar.


“Rindu...! Apa-apaan kamu ha..! Kalo adek kamu kenapa-kenapa gimana?” Tanyanya.


“Dia bukan adek gue..! Urus tu anak penyakitan, nggak usah urus gue lagi.” Bentaknya.

__ADS_1


Gar..


Ia membanting pintu dengan keras. Ia bisa mendengarkan suara adiknya yang menangis karena ia banting tadi. Sebenarnya ia tak tega, namun inilah caranya. Jika benar ia jahat, sudah pasti ia membanting dilantai bukan? Ia mencari tempat yang paling aman untuk adiknya. Ia tak suka ibunya dan ayahnya yang selalu mearawat adiknya, apa salahnya kedua orang tuanya itu menanyakan kabarnya? Apa salahnya jika mereka bertanya kenapa sampai berkelahi?


..


Sudahlah Rindu lelah saat ini.


Kilasan itu memenuhi otak Rindu. ia terisak menangis melupakan sakit ditangannya, dikepalanya dan dipergelangan tangannya. Inilah jika dia sudah kecewa. Rasa sakitna itu tak akan terasa lagi.


“Rindu... Udah, jangan nangis lagi. Gue ada untuk loe ko.” Ucap Gevan.


Rindu mulai sadar. Ia pun menatap Gevan.” Maksih ya Gev.” Gumamnya. Ia yakin jika Gevan adalah perantara Tuhan untuk membantu dirinya.” Makasih. Kalo nggak ada lo, gue Ngak tau bakal jadi apa gue tadi.” Ia kembali menangis mengingat kenyataan yang baru terjadi.


Gevan mengangguk.” Kita obatin luka lo dulu yuk, kita kedokter. Luka lo berdarah.” Ucap Gevan. Ia bahkan melupakan luka diwajahnya sendiri.


Rindu menggeleng.ia menarik tangan Gevan untuk duduk diatas kasur.” Lo tunggu sini.” Ucapnya lalu pergi.


Rindu pergi ketoilet untuk membersikan darah diwahahnya sebentar lalu mengambil es untuk mengompres wajah Gevan. Tak lupa ia mengambil jilbabnya. Apakah dia menyesal Gevan melihat auratnya? Maka jawabannya sangat menyesal. Tapi rasa bersyukurnya lebih besar. Andai Gevan tak datang, apa jadinya dia. Lalu bagaimana dengan Arga? Maka Rindu akan menyerahkannya kepada Allah. lagi pula Rindu udah memberi pelajaran tadi.


Ia membawa nampan berisi es batu untuk mengompres luka Gevan. Ia juga membawa P3K kesana. Sedangkan Gevan hanya menerima saja.


“Arghh.. pelan-pelan dong, sakit tauk..” Pekik Gevan saat Rindu baru saja meletakkan es batu yang dilapisi kain bersih itu kewajahnya.


Rindu menatap Gevan datar.” Belom juga diobatin ahkk..” Ia kembali melakukannya dengan lebih lembut.


Gevan meringis perih.” Mereka siapa Rin?” Tanya Gevan kepo.


Rindu menghentikan tangannya. Apakah ia harus mengatakan jika mereka temannya? Sahabatnya? Apakah mereka pantas dikatakan sahabat? Menghancurkan temannya sendiri.


.


.


.


.


.


Ada yang rindu Habib? Nanti author kasih, namun kini saat kesusahan Rinsu dulu oke.


Liks. komdn and vote oke

__ADS_1


__ADS_2