
Rindu bungkam. Ia tak tau harus ngomong apa. Mau menenangkan? Menenangkan bagaimana? Mau marah? Apa haknya..! mau bertanya, apa gunanya. Ahh, Rindu bahkan teruduk didepan Diva dengan tatapan sulit diartikan. “Siapa yang ngehamilin lo?” Tanya Rindu dingin.
“Kak Reza. Dia ngak mau tanggung jawab Rin. Dia nggak mau ngakuin ini anaknya.. hiks hiks..” Ia meraung menangis lagi.
“Kenapa dia ngak mau ngakuinnya? Lo ngelakuin **** sama siapa aja?” Tanya Rindu masih dengan dingin.
“Karena gue ngelakuinnya sama dia. Gue udah nggak perawan hiks hiks. Dia.. dia bilang gue ngejebak dia.. “ Ucapnya terisak.
Rindu bukan tipekal orang yang gampang larut. Tidak seperti Meme yang saat ini sudah menangis histeris sambil memukul dinding. Ia menatap Diva sulit diartikan. Ia kembali menatap dinding disamping Diva. “Ini yang gue takutin selama ini Div. Gue ngikutin kalian pergi karena gue mau lindungijn kalian. karena gua nggak mau kalian ngelakuin hal kayak gini. Tapi ternyata gue gagal buat lindungin sahabat gue.” Ucapnya miris.
“Gue dulu pernah kayak gini. Saat SMA Gue pernah hampir diperkosa sama Pacar gue. dan itu ngebuat hati gue dingin saam cowok.”
*Flashback..
“Sat.. Kita mau kemana sii?” Rindu duduk dijok belakang moge dari pacarnya. Tepatnya saat ini adalah hari libut. Karena itu Rindu memilih alan-jalan bersama pacarnya.
Pacar nya pun tersenyum tulus dibalik kaca helmnya. “Kita kethower hijau aja yuk.” Jwaabnya.
“Boleh..” Ucap Rindu.
Seketika pula motor yang dikendarai oleh sang pacar membawa Rindu dengan kecepatan maksimal. Ah. Perjalan itu cukup jauh, menghabiskan 2jam lebih. Saat ini Rindu dan sang pacar memasuki kelas XI SMA. Tapi SMA mereka berbeda. Rindu sekolah disalah satu sekolah ternama ikotanya. SMA 01 DI XX. Kalian pasti tau lah ya, kalo dinamakn 01 pasti sekolah nomor satu terbaik diarea sana.
Sedangkan sang Cowok/pacarnya sekolah di MAN 01 di tempatnya. Tepatnya sekolah itu seklolah berbasik islami nomor satu dikota itu. Karena itu Rindu percaya jika sang pacar memiliki ilmu agama yang sukup tinggi.
“Sudah sampek..” Ucap sang pacar sembari menghentikan motornya disalah satu parkiran.
Rindu menatap tempat Sekeliling seram. Tepatnya tempat ini sangat sepi dari tempat yang lainnya. Ini parkiran saja sepi, bagaimana dalamnya. “Kita serius mau kesini?’ Tanya Rindu.
“Iyya. ayoo turun.” Ucapp sang pacar sembari membuka helm Rindu. sedangkan Rindu menaurut saja menerima perlakuan manis sang pacar.
__ADS_1
Tangan Rindu ditarik sang pacar menuju dekat pantai. Ahh, disini itu ada dua lentera. Satu berwarnah merah dan satu berwarna hijau. Nah Rindu sekarang berada didekat lenetra Hijau pinggir pantai. Rindu masih menatap sekeliling. Sepi. Sangat sepi...
bahkan tidak ada satu orangpun disini membuat Rindu berdesir tak enak hati.
“Ayo sini. Kita duduk dulu.” Ucap sang pacar sembari menarik Rindu duduk dibawah pohon besar.
“Sat.. Gue nggak mau disini. Sepi banget.” Ucap Rindu risi.
“Sini aja yang. Enak tau nggak sepi. Biar nggak ada yang gangguin kita.” Ucapnya ambigu. Sedangkan Rindu tak mengerti maksud sang pacar. Pacar Rindu itu bernama Satya Admaja. Salah satu pria dikagumi oleh kaum Hawa karena wajahnya yang tampan dan dompetnya yang tebal. Ditambah ia memiliki suara Adzan yang sangat merdu dan suara murotal yang membuat orang mabuk kepahyang.
Rindu mendudukkan diri disamping Satya. Ia memilih diam sembari mengambil Hpnya ditas jinjit. Ia memilih membuka Aplikasi sosial medianya sembari merasakan angin pantai yang menerpa dirinya menciptakan rasa damai tersendiri. Meskipun hatinya saat ini memberikan kesan wapada.
Tapi rindu hampir saja membbanting hpnya karena terkejut saat ada dua lengan kekar melingkar diperiutnya erat. “Sat.. Lepasin...” Ucap Rindu risih. Ia belum pernah berpelukan dengan lawan jenis seperti ini. meskipun mantan Rindu banyak, Rindu tak pernah berkontak Fisik pada sang pacar. Siapaun itu.
“Gini aja sebentar.” Ucap Satya dengan suara sedikit beda.
Rindu menggeliat sekaligus takut. Sungguh ia sangat takut. “Satya... Gue nggak suka dipeluk,” Ucapnyya tegas.
“Satya. Lo apaan sii? Lepasin nggak?” Bentak Rindu.
Satya menatap Ridnu dengan sulit diartikan. Mata yang kabut penuh agirah sekaligus bercampur rasa sayang. Entahlah Rindu tak terlalu paham akan hal ini. Satya membalik tubuh Rindu kehadapannya. Tangannya masih memeluk perut Rindu erat. “Rin. Gue mau itu.” Ucapnya sembari menunjukan dua pusaka Rindu dengan bibirnya. (Pusaka dbagian atas pahamkan?)
Dugh...
Jantung Rindu seakan meloncat dari jantungnya. Ia tak percaya akan penuturan itu. Sungguh ia sangat sosok saat ini. “Sat.. lo mabuk?” Tanya Rindu takit.
Tangan Satya terangkat dan ingin memasuki baju Rindu. membuat Rindu bergerak cepat.
Ia memegang jempol Satya dan memilinnya.
__ADS_1
“Aw.. sakit yang..” Satya meringis sakit sembari menatap jempol tangannya dipilin oleh Rindu.
“Lo apaan sii Sat.” Ucap Rindu marah. Ia menghempas tangan Satya kasar.
“Gue Cuma mau lo jadi milim gue.” Ucap Satya kasar. Ia ingin mencium bibir Rindu secara tiba-tiba.
Plak..
Tak segan bagi Rindu untuk menampar wajah Satya. “Lo apaan sii Sat? Lo ngerti agama kan? Itu Zina tau nggak..!” Jelas Rindu.
Jujur. Rindu tipekanl orang yang susah move on. Dulu ia pernah berpacaran pada salah satu pria. Dan pria itu adalah cinta pertamanya. Saat itu ia menginjak kelas 2SMP. Bisa dikatakan Rindu berpacaran masih sangat mudah bukan? Tapi Rindu tak bisa pungkiri jika dirinya sangat mencintai pacarnya itu. Mereka selalu ribut, dalam dua mingu sekali mereka putus. Mereka hanya berpacaran dalam waktu dua bulan, terus putus dalam waktu satu buan. Lanjut lagi, lalu putus lagi. Tapi saat mereka putus. Mereka masih mengakuhi masih sama-sama sayang, Hanya saja mereka tak mau melanjutkan hubungan, karena jika mereka masih pacaran lagi. Mereka bakal putus lagi, pada akhirnya slaing menyakitkan kembali. Tapi enaknya mereka masih berteman baik. Bahkan mantan nya tersebut masih memberi ha dia kepada Rindu jika ia sedang ulang tahun. Banyak teman Rindu iri akan hak itu Bagaimana bisa mantan masih memberi prilaku manis seperti itu?
Dua tahun Rindu tak bisa Move On. Selama dua tahun itu juga Rindu berpacaran pada banyak pria tanpa rasa. Dan baru kali ini ia merasa nyaman pada pria. Dan pria itu Satya. Satya orang yang humoris, menyenangkan, peka dan juga selalu mengingatkan ia tentang agama. Menyebabkan Rindu mencintai Satya.
Ada rasa kasihan dihatinya saat ia menampar wajah Satya saat ini. sedangkan Satya kembali menerjang Rindu dengan brutal. “ Gue sayang sama lo. Gue mau lo jadi milik gue Rindu...!” Bentaknya sembari memaksa Rindu berhubungan intim.
“Lo gila...!” Teriak Rindu sembari menahan semua serangan Satya. Ia tak segan menerhang alat vital Satya secara brutal.
Saat sudah lepas dari Satya yang mearasakan sakit dibagian inti tubuhnya membuat Rindu menangis kecewa. “ Gue sayang sama lo. Tapi ini yang lo lakuin kegue? Sorry, gue ngak bisa kasih mahkota gue ke elo.” Ucap Rindu tegas.
Satya menatap Rindu sambil merintih kesakitan. “Rindu. Gue bisa jelasin kok. Gue Cuma ngetes lo doang. Gue mau liat, loe masih perawan atau enggak. Kan dizaman sekarang udah banyak yang udah nggak punya kehormatan.” Alibihnya.
“Nggak usah ngelak.. kita putus...!” Teriak Rindu sembari pergi.
Jangan lupa. Rindu sama sekali tak membawa lagi tas dan juga Hpnya karena ia terlalu shok. Ia harus berjalan berjam-jam untuk sampai kejalan raya. Selama itu pula Satya membujuknya untuk menaiki motornya. Rindu sama sekali tak peduli. Ia takut jika Satya akan berbuat bejat. Saat ini ia sadar dan mengelak. Entah nanti? Jika ia terpengaruh dan terhasut setan bagaimana? Ia memilih berjalan sembari menunggu taksi untuk pulang. Ia sama sekali tak memikirkan uang dan hp. Apapun ia tak peduli, yang ia peduli sekarang adalah keselamatannya. Ia lebih baik mati dari pada kembali pada tempat laknat itu. Ia bersyukur karena bisa bela diri. Jika saja ia tak bisa. Bisa habis ia hari ini.
Dan setelah itulah Rindu tak mau memercayai pria berkedok cinta tanpa ikatan agama....
Dan semenjak itu juga Rindu merasa jijik ketika bersalaman pada pria manapun. Apalagi dipeluk? kalian ingatkan ketika Gevan beberapa kali ingin memeluk Rindu. dengan cepat pula Rindu bergerak menolak.
__ADS_1
Flashback of*.