
...apa yang paling sakit dibuka bumi ini?...
...maka jawabannya adalah "Pengkhianatan orang yang Paling kita anggap baik dan orang yang kita percayakan....
...tapi jika kalian bertanya. Apa yang membuat manusia Mati rasa....
...maka jawabannya kembali lagi yaitu"Pengkhianatan"...
...Dahsyat bukan efek dari pengkhianatan? Jelas..! Sebab yang diakhiri bukan Fisik tapi organ tubuh teriakan yaitu 'Hati dan Perasaan, Akal am juga Batin... ' Bayangkan saja semua organ itu sakit? .....NVS31........
.....
Toingtong.. Ting.. Tong..
Suara bell membuat mereka menatap arah pintu. Yohan yang melihat itu langsung saja membukanya padahal Rindu ada didekat pintu. Ia melihat dua polisi membawa surat ditangannya membuat ia bingung.”Permisi.. apakah benar disini tempat tinggal saudari Rindu?” Tanyanya dengan sopan.
dughh
Cobaan apa lagi ini YaTuhan?... Rindu menghela nafas menatap nanar kearah tamu. Ia bahkan diam dengan tubuh yang kaku seakan akan tak bisa digerakkan olehnya.
Yohan menatap dua polisi itu dengan tatapan bingung dan juga tak menyangkah. Ia tak menyangkah kasus ini akan masuk rena polisi. Ia berbalik dan menatap Rindu yang masih diam dengan keadaan kaku.
"Maaf pak.. Bisa saya tau kena bapak mencari cucu saya Rindu? "Tanya nya dengan sok bingung.
Dua polisi itu saling tatap terlebuh dahulu lalu menghela nafas. "Jadi begini pak. Kami. Mendapatkan laporan jika saudari Rindu sudah melakukan tindakan kriminal dengan membunuh janin dari perutnya Ibu Mise yang sekarang sedang berada dirumah sakit. Kejadian itu bahkan terjadi diperusahaan bapak... " Ujarnya.
Siapa yang tak kenal Yohan? Sang pemilik oerusahaan Hollmast?
"Tapi apakah da buktinya pak? '"Yohan masih belum mau. Menyerahkan Rindu membuat ia bertanya lagi dan lagi.
Rindu hanya diam berserah diri kepada sang kuasa. Sedangkan Habib hanya diam menatap mereka.
"Kita memiliki saksi dan bukti. Bahkan ibu Mise menjadikan tuan Habib sebagai saksi."Ujarnya membuat Rindu menatap habib nanar Bagaimana bisa?
"Akh.. itu dia saudri Rindu. Mari ikut kami kekantor..! " Ujar poliai dikalah melihat Rindu mendekati mereka.
Rindu tersenyum kepada dua polisi itu" Iya say rindu. Silakan tangkap saya pak. Saya memang bersalah. "ujarnya dengan sendu.
Ia masih ingat bagaimana ia memukul Perut Mise sampai membuatnya pendarahan dikantor. Bahkan ingatan itu masih terngiang ngiang ditelinganya saat ini. Sungguh ia tak bisa melupakannya..
"Rundu..! "Yohan menahan Rindu yang tangannya ingin diborgol itu.
__ADS_1
Rindu tersenyum dengan sendu nya " Terimakasih tuan sudah menganggap saya cucu anda. Terimakasih. "ujarnya jujur. Ia tak pernah tersirat jika Yohan menganggapnya sebagai cucu.
" Baik ayok.. Ikuti kami.. "Ujar Polisi itu kepada Rindu membuat Rindu mengangguk dengan pasrah saja.
"Terimakasih pak atas kerja samanya. Naaf mengganggu wakti bapak. Permisi... " Polisi satunya sudah menggeret Rindu sampai kemobil polisi.
Yohan diam Menatap Rindu nanar, bagaimana bisa ia tak bertindak..
Habib.? Ia diam dan tak tau harus apa, sebab Rindu memang bersalah dimatanya, ia bahkan melihat bagaimana Rindu memukul perutnya Mise, yang artinya memang Rundu penyebabnya.
"Rindu saya percaya sama kamu jika kmau tidak bersalah..! " Itu suara Yohan yang berteriak sebelum Rindu msuk. kedalam mobil polisi.
Rindu menghapus air matanya dan Mengangguk. Ia terharu dan juga mersa ada dukungan. Ia masuk mobik polisi tanpa ada bantahan ataupun niat kabur. Dia bukan typekal org yang suka lari dari masalah.
Habib menatap Rindu nanar.. Plakk....
Satu tamparan mengenai pipinya membuat ia sadar dari kehidupan alamnya. Ia menatap sang pelaku yang tak lain adalah Yohan kakeknya. Ia mengusap pipinya karena terasa panas.
Meskipun sudah tua, tapi kemampuan kakeknya Habib tak perlu diragukan lagi, ia bahkan masih bisa mematakan tulang rusuk milik Habib.
"Kamu diam saja dikalah rindu diberlakukan semacam itu? Kamu seorang pria Habib..! " Bentak Yohan kepada cucunya itu.
Habib menghela nafas " Tapi Rindu memang bersalah Oppaa.. Dia memang udah buat Mise keguguran dan pendarahan. Habib bahkan kaget tadi saat tau.." Ujarnya dnegan jujur.
Bagaimana sesudah nikah nanti. Memang benar... Kmau tidak pantas untuk gadis sebaik Rindu..! "Ujar Yohan tegas lalu pergi.
Sekarang tinggallah Habib yang diam dengan jantung yng sakit. Bagaimana bisa kakeknya bahkan menyalahkan nya. Padahal ia sudah berusaha hanya saya Rindunya tak melihatnya batiinnya.
Rindu menatap langit dengan sendu, tangan yang diborgol dan mata yang basah, ia harus apa dengan kehidupanya? Mengeluh? Tidak boleh. Menyerah..!! Tuhan tak menyuruh Hamba nya menyerah, menangis? Mungkin sebentar lagi air matanya mengering akan kehidupanya yang pahit ini.
Kisah hidupnya yang penuh dengan cobaan dan rintangan, ujian yang bahkan tidak bisa dikatakan kecil silih berganti mendekatinya. Ia bahkan lupa kapan ia berharap saking pahitnya kehidupan dirinya. Bertubi-tubi hidupnya dijebak kedalam kegelapan. Tuhan, aku tau, kau mencintaiku. Karena itu, izinkan aku mengembalikan semua masalah ini kepadamu. Karena aku sudah tak sanggup lagi menghadapi semuanya. Semuanya terlalu sakit untuk aku tanggung sendiri.
Disamping Rindu ada sosok yang menatap Rindu dengan sendu, ada rasa iba dihatinya ia yakin jika Rindu orang yang baik. “Saya tau kamu orang baik. Karena itu, serahkan semuanya kepada Allah, sebab ayah saya pernah berkata’ Ketika Tuhan mengujimu, karena Tuhan ingin kamu kembali. Mungkin selama ini kamu terlalu kufur dan sibuk sehingga melupakan Tuhanmu. Mangkanya Tuhan memberikan kamu ujian supaya kamu kembali dan ingat kepadanya. Ia rindu akan sujud penuh hati dan ketulusna dari kamu.”Ujarnya dengan sendu.
Rindu yang mendengar itu semkain menangis karenanya. Apakah selama ini ia terlalu sombong dan melupakan Tuhanya sampai ia diberi lagi ujian? Apa ia terlalu menikmati dunianya? Bisa jadi... ia beristighfar dan bertakbir sepanjang jalan meminta ampunan kepada Tuhannya membuat polisi disampingnya semakin yakin jika sebenarnya Rindu adalah orang baik.
Malam ini dalah malam yang panjang bagi Rindu, ia diintrogasi mati-matian oleh pihak polisi. Rindu menjawab semuanya dengan jujur,sebab ia tau jika dirinyalah yang bersalah disini, ia tau dan dia ingin mempertanggung jawabkan semua yang telah ia lakukan kepaa Mise membuat ia terbukti berslah didalam ruangan itu.
Lelah dan letih malam itu membuat kondiisinya semakin turun, ia demam dan sakit dikeesokan harinya, ia bahkan sempat dilarikan kerumah sakit terdekat dikantor polisi itu karena mengalami muntah darah yang berlebihan, penyakitnya kambuh karena ia menangis dengan sesegukan.para polisi limbung dibuatnya. Untunglah rumah sakit disana belum berteknologi membuat mereka harus kerumah sakit pusat untuk kembali mengecek keadaan Rindu. namun Rindu menolak tegas dan mengatakan ia snggup untuk menjalankan semuanya secara cepat. Ia mengatakan ia sehat meskipun ia sendiri limbung dan neminta para polisi mengambil tas dirumahnya Habib dimana disana tepat obat-obatan yang ia punya. dengan cepat pula polisi yang membawa Rindu itu kerumah Habib dan mengambilnya.
Sedangkan dirumah Habib, semua menatap Habib dengan tatapan tajam namun ada juga yang tidak dikalah Habib menunjukan bukti jika Rindu memang benr-benar bersalah.
__ADS_1
Namun ada Nayla, ada Sarah dan ada juga yohan yang tak percaya. Hendrawan dan lainnya sedikit bingung untuk percaya atau tidak, sebab itu nampak sekali bukti nyata. Apalagi merekq sangat tau sipatnya Habib. Habib tidak sejahat itu untuk membalikkan fakta dan juga berbohong hanya karena cintanya ditolak. Jadi mereka hanya diam saja.
Ting Tong..
lagi dna lagi polisi datang membuat bibi membuka pintu dan mengatakan kepada tuan rumah jika polisi meminta izin kekamar Rindu untuk mengambil obat dan mengatakan jika ia sakit tangisan Nyala dan Sarah semakin menjadi, disahut oleh Fio karena juga merasa kehilangan Rindu meskipun Ia sedikit percaya jika Rindu memang begitu. Habib? ia diam, meski begitu, dihatinya sekarang sangat mengkhawatirkan Rindu. ia hanya diam karena tak tau harus apa.
“Jika saya boleh tau. Rindu sakit apa ya dok?” Itu bukan Habib yang bertanya, tapi Yohan, ia bertanya karena cukup hawatir akan keadaan Rindu yang ia anggap sebagai cucu kesayanganya itu. Rindu cukup berjasa dikeluarganya menurutnya.
Polisi yang mengambil tasnya Rindu yang iisinya penuh dengan obat-obatan itu diam tak menjawab. Namun karena didesak ia menjawab.” Maaf tuan, ini masih privasi dari terdakwa. Lagipula terdakwa berpesa kepada saya jika ada yneg bertanya dia sakit apa maka jawab dia tidak apa-apa. Ia hanya sakit karena terlalu lelah dan tekanan batin. dan ini adalah obat depresinya jadi bapak da ibu jangan khawatir ya..”Ujarnya dengan datar dan dingin sebagaimana para polisi yang lainnya.
“Bolehkah kami menjenguknya pak?” Itu adalah suaranya Sarah karena tak tahan mendengar penderitaan Rindu. ia sudah mengangap Rindu sebagai putrinya sendiri. sebab Rindu sangat pandai dan juga cerdas membuat ia sangat salut akan Rindu.
“Maaf bu. Sebenarnya boleh, hanya saya pihak tersangkah tidak mau dijenguk jika kalian hanya untuk menambah kesakitan dihatinya. Terutama Habib Hollmast. Katanya ia tau ia perempuan yang buruk, jadi tidak usaha diperjelaskan. karena dunia sudah tau..”Ujarnya lagi dengan menatap Habib dengan sinis. Ia sudah mendengar semuanya dari Rindu dan Rindu sudah memesan semuanya denganya membuat ia tak suka akan Habib.
Habib disana tertegun dibuatnya. Apakah Rindu sudah membencinya membuat ia berpesan seperti itu? Padahal ia bahkan belum bertanya apa-apa tapi dia sudah disekak semacam itu membuat ia tak bisa berkata-kata lagi. Sungguh ini sangat mengejutkan. “Lagi pula saya juga tidak peduli..”Ujarnya dengan sombngnya. Harga dirinya lebih penting dari pada apapun saat ini.
Polisi itupun tersenyum sinis lalu mengangguk.” kamu adalah orang yang paling rugi Tuan. Saya saja yang baru kenal Rindu selama dua puluh empat jam kurang lebih saja sudah mengagumi sosoknya. Dan kamu malah membuat hatinya patah. Selamat menyesal dihari yang mendatang, saya yakin jika sosok Rindu banyak diperebutkan oleh kaum adam, dan asal kamu tau kamu hanya salah satu orang yang dibawah setandar dihadapan Rindu...”Ia tergelak setelah mengatakan itu.”Jika begitu saya permisi. Assaamualaikum..”Ujar nya lalu pergi menenteng tas biru itu. Ia berjalan dan memberikan hormat kesopanan kepada Yohan.
Habib tertegun disana dengan megingat kata-kata Rindu’ Maaf. Sebab saya masih mencari yang terbaik. Karena diluar sana masih ada orang yang juga berjuang jika dirinya pantas untuk saya atau tidak. Jadi maaf jika saya tidak bisa memilih kamu; Dugh.. jantungnya membunca sekarang. dikatakan oleh polisi itu ada benarnya. Lalu bagaimana bisa polisi yang baru saja mengenal rindu suadh jatuh hati? bagaimana dengan pria lain.
“Bener sii. gue aja yang baru kenal sama Rindu udah kagum. meskipun gue nggak mencintai Rindu, tapi kalo gue dijodohin atau dinikahin sama Rindu, gue enggak bakal nolak, sebab gue yakin suatu hari gue bakal jatuh sejatuh-jauhnya sama sosok Rindu dan juga nggak akan nyesel. Meksipun masaalunya buruk sekalipun. sebab dia sosok perempuan tersempurna yang pernah gue temuin. Dia langkah..!’Itu suara Dylan dengan sendunya membuat Habib kembali tertegun. Ia merasakan hatinya memanas saat ini.
Habib melangkah meningalkan tempat itu menuju kamarnya.”Habib mau kemana?!!” Terik Nina menatap Habib yang menjauh tanpa pamit itu. Ia bisa merasakan aura amarah yang keluar dalam dirinya. Siapq suruh terlalu egois dan mudah percaya kepada orang lain. jika ditanyakan, apa gunanya selama ini mereka dekat jika mengetahui sikap dan ssifat Rindu saja ia tidak bisa? Bagaimana dia menikah suatu hari nanti bukan?
.....
Ditenpat tempat lain ada sosok yang sangat sibuk menatap sosok didepanya itu, ia sudah menghubungi sosok itu membuat ia menatapnya dengan penuh selidik.” Loe siapa? Kenapa bisa nelpon gue gunain nomornya rindu si? Gue pikir Rindu kenapanapa. Gue pikir dia diculik... “Ujarnya dengan kecepatan 180/km/detik. “Oh.. jangan-jangan loe pencopet ya. Loe nyopet pas Rindu jadi loe nyolong hapenya iya..! ngaku loe..!!” Matanya membesar menatap dokter Rey. Telunjuknya bahkan terangkat dengan tingginya menuju keningnya dokter Rey.
Dokter ey tersenyum.”Turunkan tangan kamu dik.. itu tidak sopan kepada orang yang lebih dewasa dari kamu..dosa.”Ujarnya dokter Rey membuat Gevan mendengus dan menurunkan tangannya. Ia menatap dokterRey tajam.
Kakinya ia lipatkan dna menatap dokter Rey tajam kakinya terjulir dengan sok collnya padahal ia takut sekarang, “Terus mau ngapain? Mau balikin hp Rindu yang loe temuin atau gimana nih? Waktu gue tu mahal tau nggak. Cepet jelasin.’Ujarnya dengan sok datarnya.
Dokter Rey menghela nafas. Ia hari ini tak masuk kerja membuat ia hanya mengenakan baju santay dengan elana cingkrangnya, nampak sekali wajahnya sangat bersih dan putih membuat siapapun akan terpesona kepadanya. “kamu Gevan sahabatnya Rindu bukan?” Tanyannya.
Gevan menganguk membenarkannya membuat dokter Rey mengangkat tangannya untuk berjabat tangan.”Perkenalkan, nama saya dokter Key tapi dipangil dokter Rey oleh Rindu. saya cukup kenal dan dekat dengan Rindu. dan saya memanggil kamu karena saya ada keperlan. Apa kamu bisa membnatu saya?” tanyanya.
Gevan mencebik tak mua berjabat tangan dengan dokterRey,”Maaf ya dok, saya memiliki alergi sama pria yang tidak saya kenali, jadi turunkan saja tangan anda..!”Ujarnya jujur membuat dokter Rey menatap tangannya lalu menurunkanya dengan senyum manisnya.”Lagian saya tidak percaya jika dokter dekat dengan Rindu. sebab setau saya Rindu anti pria dan juga kenal pria. Dia bahkan Cuma deket sama saya setau saya. Buanya saya sombong ya dok. tapi inilah faktanya.” Ujarnya sombong sembari mengoyang goyangkan kakinya dengan lagaknya itu.
Dokter Rey mengeleng meatap Gevan yang sombong. Lagaknya seperti berteman dengan artis papan atas saja. Padahal hanya dengan Rindu. ia mengekuarkan hapenya dan juga menunjukkan fotonya dengan Rindu. disana ada Rian dan Rani membuat Gevan membelalak dan merebut Hapenya dokter Rey cepat. “itu foto kami jika kamu tidak pecaya.”Ujarnya.
“hat The F*Ck ujarnya Gevan dnegan kasarnya menatap Foto Rindu itu. “kalian udah nikah dan punya anak kembar? Eh. Loe suaminya atau mantan suaminya Rindu woyy.. fiks loe harus jelasin sama gue sekarang..!!”Ujarnya Gevan dengan logart alaynya itu. karena ia cukup kepo kepada foto-foto yang menurutnya sungguh mengejutkan itu. Ia menggeser-geserkan foto dihapenya Dokter Rey.
__ADS_1
Disana ada Foro Rindu yang mencium pipinya Rani dan Dokter Rey mencium pipinya Rini. Mereka nampak sangat bahagia, ada juga mereka yang ditaman, Rindu yang memegang sosok pria kecil disana yang mengenakan sarung dan peci keMall. Itu dimana mereka pergi ke Mall saat hari Jumat. Dimana mereka dibebaskan keluar. Disana juga ada dokter Rey yang menggendong Rani dengan gaya coolnya. Disana Rani sedang makan lolipop yang sama dnegan sosok pria kecil dipegang Rindu. wajah mereka sangat mirip.”Gilak. gue enggak nyangkah Rindu dah nikah dan punya anak secantik dan setampan ini.”Ujarnya mengeleng.
“Tapi kok nyesek ya.. kayak ada yang pahit gitu nyengul hati gue.. hasii..”Ujarnya menatap lagi dan memegang dadanya yang berdenyut nyeri itu. Ia menghela nafas dikalah dokter Rey malah terkekeh