Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Kejam


__ADS_3

Sudah baca novel aku yang Istri butaku belum? Kalo belum coba mampir deh.. isinya juga tentang wanita yang kuat dan baik hati kok.. itu novel kedua aku untuk berbagi sedikit ilmu agama yang aku punya untuk kita. Supaya tulisan ku bisa menambah sedikit ilmu dan wawasan kita bersama.. jujur aku rada sedikit bingung sedari awal bagaimana cara untuk membagikan ilmu agama, karena dulu diwaktu SMA aku suka kultum sebelum sholat dzuhur tapi semenjak kulia dan daring aku udah engga ada lagi tempat untuk membagi sedikit ilmu yang aku punya.. Dan sebenarnya apa yang kita baca mempengaruhi pola pikir kita.. dan terimakasih yang selalu support aku sampai detik ini.. meski alurnya banyak yang bilang muterlah, terlalu berbelit dan terlalu banyak cobaan buat Rindu.. tapi pada kenyataanya disini novel aku buat untuk pembelajaran dan ilmu bukan hanya bacaan semata.. semoga apa yang kita pelajari mampu kita terapkan ya.. salam pejuang Istiqoma..


Jangan lupa mampir ya di Novel " Istri Butaku "


...Aku diam bukan karena aku lemah... Tapi karena aku tau jika ketika aku emosi maka yang ada bukan aku.. Tapi amarahku... Dan tanpa aku dari, amarahku menghancurkan aku dikehidupan mendatang. -NVS31...


Rindu disana menatap Reon yang terluka dengan tatapan datarnya dan menatap Gio yang menatap Rindu tajam.. “ Saya diam bukan karena saya takut.. tapi karena adab saya kepada kamu.. Karena saya sedari kecil diajarkan untuk tidak durhaka kepada orang tua. Memberikan sopan santun yang teramat dalam kepada seorang yang lebih tua.. tapi bagaimana jika orang tua tersebut tidak bisa dihormati? Apakah saya boleh menentang pembelajaran dari orang tua saya ?” Tanyanya disana dengan dinginnya.


Reon disana menatap Rindu terkejut dan menggeleng.. ia tau betapa liciknya Gio membuat ia menahan tangan Rindu dan bergumam.”Rindu saya tidak apa-apa..”Ujarnya.. Tangannya yang terikat tak mampu menahan Rindu sama sekali.


Rindu menepisnya dan juga bangkit dari duduknya dengan kaki yang gemetar. .. Gio disana menatap Rindu tak kalah tajam.. Gio disana mendengus sebentar lalu menatap lain arah”Apa yang kamu gunakan sampai mampu membuat otak anak anak saya berpaling? Mereka bisa membangkang dari saya ha? “Tanyanya disana.


“Karena anak kamu punya hati dan juga punya perasaan..!! Mereka bisa merasakan mana yang benar dan mana yang bukan..!!”Teriak Rindu membuat Guo disana menatapnya tajam.. Rindu memukul dadanya sendiri.” Darah lebih kental dibandingkan air? Dan seburuk apapun seorang anak tetaplah seorang anak.. Seburuk apapun ayah tetaplah ia seorang ayah.. Jadi tidak ada yang salah ketika ikatan hati yang bicara.. Karena hanya manusia yang tidak punya hati tidak memiliki ikatan pada anak anaknya..!”Ujar Rindu..


“Jadi menurut kamu saya tidak punya hati karena sudah menyakiti kamu?” Tanyanya disana mendekati Rindu.”Jadi saya tidak punya perasaan begitu? Dan kamu bilang saya bukan manusia?” Tanyanya disana dengan menarik tangan Rindu membuat Rindu disana diam menatap Gio tajam.


Rindu menatap kearah lain dan menggeleng.”Saya tidak bilang begitu.. tapi jika dilihat dari faktanya anda sendiri yang menyimpulkan diri anda.. Jadi jangan salahkan saya..!”Ujarnya membuat Nio dan Reon menahan nafas... Karena amarahnya Gio tak akan bisa dikontrol..


"Plak.. kan benar.. "Kepala dan sudut bibir Rindu ditampar kuat membuat sudut bibir Rindu berdarah..


Plak.. sekali lagi tamparan dijajah Rindu, darah mengalir dihidungnya Rindu membuat Rindu yang memang sudah penuh darah dan luka itu terkekeh menampilkan giginya yang berdarah..


Gio disana menatap Rindu dengan tatapan tajamnya.” kamu..!!”Ujarnya disana menahan amarahnya kuat dikalah Rindu meremehkan dirinya dimatanya.


Rindu disana menghela nafas. Ia bimbang, mau membalas atau tidak, sebab ia takut ketika membalasnya ia akan salah juga..


Ia Disana menguspa pipinya lalu menatap Gio dengan tatapan sendunya. Itu mampu membuat Gio tetegun..” Jikapun saya membalas apakah saya akan menjadi pemenang? Dan jika saya melawan apakah saya sudah benar? Abbi saya pernah berkatra. ‘Nak jika suatu hari kelak ayah memukulmu jangan anggap ayah membencimu,, tapi angap itu adalah suatu cara untuk ayah supaya kamu menjadi lebih kuat dan tau kesalahan kamu.. dan itu tandanya abi sayang kamu’.. Dan kata kata itu masih sangat kental difikiran saya.,.,.” Ujar Rindu membuat Gio disana tertegun..


Rindu mengusap air matanya. “ Dan saya...”Rindu mengusap darah dihidungnya yang perih..” Saya disana membangkang dan mengangggap diri saya benar dikalah membalas fisik dibalas fisik.. dan membangkang menganggap itu salah.. Tapi saya menyesal.. Karena saya tau abbi saya melakukan yang terbaik dikalah itu..”Ujarnya disana mengusap air matanya.


Ia menatap Gio dan lainya disana dengan air matanya. “ Saya sudah sering dipukul sejak kecil., bahkan kaki saya pernah dipukul dengan kayu, dicambuk dengan ekor ikan pari.. Semuanya abbi saya lakukan ternyata untuk melati diri saya untuk menjadi kuat. Namun bedanya ia mendidik saya supaya menjadi benar sedangkan disini saya diuji apakah saya mampu berjalan disuatu kebenaran atau berbelok supaya mendapartkan surga dunia dan meninggalkan surga akhirat.. terimakasih.. terimakasih karena kalian mengajarkan saya suatu kebenaran..”Ujarnya disana membuat Gio tertegun disana.


Itu membuat Nio menahan nafasnya supaya tidak menangis, Reon bahkan sudah menangis.. Rindu menatap tajam Gio.


Gio menatap lain arah dan menatap anak anaknya. Ia tak mau hanya karena Rindu anak anaknya dan cucu-cucunya pindah arah atau jalurnya sudah tak sama membuat ia menatap Rindu lagi.” Saya tidak peduli..! Bunuh perempuan ini supaya tidak ada penganggu lagi dirumah ini...”Ujarnya kepada pengawalnya yang lain membuat Reon disana membelalakkan matanya inilah yang ia takut sedari awal.. Sungguh ayahnya memang kejam..


Rindu disan menatap tiga pengawal yang mendekatinya dengan pisau tajam itu, Nampak mereka mendekati Rindu dengan ragu.. Rindu disana menghela nafas..


“ Tolong jangan bunuh saya.. saya ,,memiliki janji dengan dokter Rey.. Dia lelaki yang paling baik yang saya temui, saya tidak mau dia bersedih hanya karena saya tidak mampu menepati janji saya.. Tolong saya hanya mau itu saja, tidak ada yang lain.. Dan saya juga masih memiliki dua anak angkat, mereka menunggu saya pulang dan menunggu saya untuk biaya sekolah tahfiz mereka. Saya tidak mau mereka bersedih.. Jadi izinkan saya tetap bertahan..”Ujarnya lembut disana membuat hati para penjaga itu meringis dan tidak tega.. wajah Rindu memang sudah basah. Baik dari air mata maupun darah membuat mereka meringis.

__ADS_1


Gio mendegarnyapun tak tahan untuk tidak menangis.. namun ia tetap kekeh akan mebunuh Rindu membuat ia berteriak.”Cepat bunuh dia dan jangan dengarkan dia..!!”Teriaknya kuat disana membuat semua penjaga yang diutus pun saling tatap dan mengangguk.


Mereka mundur dan menatap bosnya..,"Ma maaf bos.. kam kami tidak bisa.. Karena kami tidak tega..”Ujar salah satu dari mereka membuat Nio dan Reon menangis disana dengan berlahan membuka ikatan tangan mereka.


Gio mengepalkan tangannya.”Cepat bunuh dia atau keluarga kalian yang saya habisi semua..!! Jangan dengarkan sihir dirinya... dia mengenakan sihir.. Dia bukan manusia..!”Teriaknya membuat para penjaga itu tidak punya pilihan untuk membunuh Rindu. Siapa yang mau keluarganya yang terkena imbasnya?


Rindu disana mengusap air matanya dan mengambil tongkat yang ada disana.. bukan tongkat, tepatnya kursi yang patah karena ia gunakan menghancurkan cermin semalam.. itu membuat Gio diam menatapnya terkejut.. para penjaga itu datang dan melawannya.. Rindu tidak akan tinggal diam dikalah ingin dibunuh..


Itu membuat Rindu melemparkan satu buah meja yang ada disana dengan terjangannya membuat Gio munudur dan terhentak kayu belakangnya.. dan tiga penjaga maju dua memegang Nio..


Rindu melawan dengan kuatnya meski tangannya gemetar karena sakitnya.. ia baru bangun dari pingsan mana mungkin ia kuat. Belum lagi tangannya yang terluka dan kepala yang pusing.. Ia bagaikan mayat hidup yang bertahan untuk mendapatkan nafas berikutnya..


Itu membuat Reon sesegera mungkin melepaskan talinya mengenakan pecahan kaca dibawah tangannya tanpa mempedulikan luka ditanganya.. Ayah Rindu disana pun tak kalah karena tangannya diborgol bukan lagi mengenakan tali membuat ia tak mampu berbuat apa apa menatap Rindu.. ia tak tau harus apa..


Bugh..


Satu tendangan terkena pipi Rindu membuat Rindu mundur.. dan Bugh.. buaghhh Rindu memuntahkan darah karena dadanya yang diterjang membuat ia kembali mundur..


Rindu disana menggenggam erat kayu yang ia gunakan.. ketika seseorang mau menusuknya dengan pisau...


Stakk bugh.. ia menepianya dengan kayunya membuat pisau itu menjauh dan ia tidak terkena..


Bugh.. kembali terkena pukulan dan terjangan Rindu membuat Rindu hampir hilang kesadaran membuat dunia Reon bagaikan hancur dikalah itu.


Tas. Tepat dikalah Rindu mau ditusuk tali yang dilengannya putus membuat ia merangkak dan bangkit mendekati Rindu dan memeluknya..


Srakk.


Aarghhh..


Yang tertusuk adalah lengannya membuat Gio disana menatap anaknya terkejut.. Rindu pun diam karena sudah tak kuat..


Memang benar, sebaik apapun fisik, sekuat apapun tenaga. Jika sudah sakit semuanya sia sia dan sudah tidak berguna,. Karena apa? Karena nikmat sehat adalah nikmat yang tidak terhingga yang Tuhan beri kepada kita..


Reon disana meringis membuat Rindu disana setengah sadar melihat Reon terkejut.. namun masih sempat melihat Reon dibelakangnya ada seseorang yang mau menusuk Reon lagi membuat ia memutar tubuhnya dan


Ssraklk.. Rindu disana tersenyum dikalah yang tertusuk itu adalah punggungnya membuat Reon membelalakkan matanya.


“:Rindu..!!”Teriak Reon membuat Rindu tersenyum disana. Reon disana menangis lalu mengusap wajah Rindu membuat Gio dan lainya Disana terkejut melihat Reon menangis disana..

__ADS_1


Mereka baru kali ini melihat Reon begini.”Rindu tolong jangan tinggalkan saya.. kamu sumber kebahagiaan saya tolong.. saya baru bisa merasakan bahagia baru beberapa hari ini.. tolong Rindu..!”Ujarnya disana takut membuat Gio menatap anaknya terkejut..


Sedangkan Rindu disana diam meringis membuat Reon menatap tajam para penjaga tanpa melihat tangannya yang berdarah..


Ssraghkk.


Ia mencabut pisau sokongannya itu karena luka didadanya lebih sakit sekarang..


“kalian bedebah..”Teriaknya lalu melepaskan Rindu dari pelukanya dan mulai menusuk dan melukai banyak lawan dengan acak. Disana mereka terkejut karena Reon mengamuk.Gio bahkan mundur karena anaknya.. anaknya bagaikan singa liar yang terlepas.


Nio disana bangkit namun Disana penjaga lainnya. Ia memberontak dan menjulak nya membuyat ia terjengkang... ia mendekati Rindu degan tangan yang diborgol kebelakang membuat kakinya jatuh dan menatap Rindu yang diam meringis memegang dadanya.. Rindu terduduk disana dengan air mata yang jatuh..


“Rindu..”Gumam Nio disana membuat Rindu yang menahan sakit itu diam..Nio membalikan tubuhnya membuat ia mendekati punggung Rindu..


Srakk.. ia mencabut pisau dari punggung Rindu itu dan mendekati Rindu yang memejamkan matanya.. ia menatap ayahnya dan berteriak.” Kau keterlaluan..!”Teriaknya karena luka Rindu sangat dalam membuat ia tak tahan dan mendekati ayahnya..


Reon disana tak punya cara lain selain mengeluarkan pistolnya dan...


Torr Tor.. ia menembak Reon dan Nio dengan peluru karetnya. Tepatnya peluru yang tidak berbahaya dan hanya obat bius dan melumpuhkan lawan membuat keduanya jatuh dengan lunglai... Disana Rindu yang setengah sadar disana mengerang samar samar melihat paman dan ayahnya jatuh. ..


Reon disana memegang bahunya yang terluka itu dan menatap Rindu lelah.. “ Tolong jangan bunuh dia.. Tolong.. “Ujarnya disana dengan serak.. karena jujur ia baru kali ini merasa bahagia.. betapa cepatnya kebahagiaan nya lenyap.. kenapa takdirnya seburuk ini..


Sedangkan Nio yang terjatuh itu diam ditarik pengawal.. Reon disana pun ditarik karena melemah..Rindu disana memeham kan matanya merasakan sakit yang mengiris dipunggungnya membuat ia bersandar disana.. Ia menatap Reon yang menatapnya itu.


Rindu disana tersneyum tulus membuat Reon semakin menangis pilu..


Rindu pun bergumam “Aku sayang ayah..” Ujarnya tak bersuara namun mampu dipahami Reon membuat Reon kembali meringis dan menangis. Bergumam maaf karena tidak mampu membantu Rindu.. ia merasa kesekian kalinya gagall menjadi seorang ayah.... ia benci hal itu sampai pada ia melihat mata Rindu yang tertutup..


“Rindu..!”Teriak Reon lemah dan ternyata ia pun memmbuat Nio menatap Reon dengan nanar. Kenapa kakaknya mampu sedekat itu dengan anaknya? Kenapa ia tidak? Gio disana menatap anak anaknya tajam dan menatap Rindu sinis.


“Dia hanya benalu dan juga penganggu.. saya tidak mau ada benalu dalam kehidupan kita.. jadi dia lebih baik mati dari pada tetap hidup tapi membuat kehidupan kalian hancur dan keluar dari apa yang aku ajarkan.. ingat kalian itu para laki laki dan laki laki tidak boleh lemah karena soerang wanita..!”Ujarnya namun dikalah itu mata Reon dan Nio sudah terkatup karena obat biusnya membuat Gio menghela nafas..


“Bawa mereka kekamar bawah.. dan panggil dokter kesini secepatnya.. saya tidak mau mereka kenapa napa.. dan kunci kembali pintu ini sebaik baiknya ya..”Ujarnya membuat mereka mengangguk dan Gio pergi dari sana.. namun sebelumnya ia menatap Rindu sebentar, dada sedikit rasa sesal didadanya membuat ia menghela nafas dan pergi.


Inilah alasan Reon dan Nio yang tidak mau menunjukan sayang mereka..


Tidak...,!


Begitu juga Reon yang tidak mau menikahkan gadis yang ia cintai lagi... karena apa? Karena ia tau, memiliki wanita yang mereka cintai sama saja membawa mereka keneraka.. semua hal dilemah disana..

__ADS_1


Sedangkan Rindu sekarang sudah diam dengan mata yang tertutup.. Darah membanjiri tubuhnya disana dengan darah dibagian belakang tubuhnya dan wajah yang penuh darah. Pemandangan itu sangat mengerihkan dimana ditempat yang gelap dan tidak ada orang yang mampu membantunya kecuali author yang menentukan. wkwkwk....


__ADS_2