
Setelah pertemuan Rindu dan juga Vivi, Rindu dan Habib mendapatkan telepin dari Yohan jika Nayla kabur dari rumah karena tak mau dijodohkan. Habib panik, meskipun dia tak bisa bersikap manis pada adiknya, tapi rasa sayang sebagai kakak itu sangat besar dihatinya. Nayla memiliki tempat tersendiri dihatinya.
Sama dengan kakak-kakak lain didunia ini, semuanya ada yang bersikap kasar, apatis dan juga tak peduli. Tapi percayalah, jika adiknya terluka, maka ia yang paling takut luka itu parah. Ketika adiknya pulang malam, maka dialah yang akan mencarinya. Dia adalah sosok pengganti ayah dirumah kita.
Sama seperti Rindu. ia memiliki kakak bernama Rasyid Ibrahim. Kakak yang jarak umur hanya tiga tahun atau empat tahunan. Kakaknya bukanlah kakak yang suka mencium pipi adiknya, atau memeluk adiknya erat disetiap harinya. Kakaknya itu sulit diartikan. Suka sekali merepotkan Rindu. bila pulang malam dari balapan ia selalu membangunkan Rindu dan menganggu tidur Rindu. ketika habis bensin atau habis uang maka selalu minta dengan Rindu padahal Rindu tak juga punya uang.
Jangan harap dipanggil ‘Sayang’ atau ‘prinses’ setiap ketemu tersenyum lalu bertanya mau kemana. Yang ada ia terlalu jahil jadi orang. Pernah dulu kakaknya Rasyid itu mengagetkan Rindu saat makan. Didesa itu mati lampu bukanlah hal yang tabu, beda dengan kota, yang mati lampunya bisa dihitung dengan jari, tapi didesa bahkan bisa mati dua kali dalam seminggu.
Waktu itu sudah malam, dan Rindu sedang makan didapur. Rindu beda dengan anak lain, jika anak lain suka sekali makan didepan TV, Maka Rindu pantang makan didepan TV, Dia Rinsih jika makan didepan TV. Apa lagi hari sudah malam dan juga mati lampu. Tapi tiba-tiba ia dikejutkan dengan benda putih putih terbang dan menerjangnya membuat nasinya terlempar dan jatuh dilantai.
Jujur saja Rindu tak munafik ya. Ia takut dan terkejut saat itu. Ia fikir itu pocong, tidak taunya itu guling yang dibungkus dengan kain putih oleh Rasyid abangnya, lalu ditabur pewarna makanan membuat bentuknya naa’uzubillaminzalik. Setelah melihat Rindu yang terkejut dan terpaku Rasyid tergelak kencang lalu pergi dari sana.
Rindu jika kaget beda dengan orang lain, jika orang lain berteriak. maka Rindu akan diam dan tercekat. Ketika sadar barulah Rindu mengejar abangnya menuju kamarnya yang nyatanya kamar abangnya itu sedang ingin dikunci.
“Buka bang...!”! Teriak Rindu mendobrak dan menahan pintu supaya tak terkunci.
“Nggakmau.. haha..!”! Ledak tawa Rasyid mengema disana sembari memunggungi pintu supaya Rindu tak dapat membukanya. Ia takut jika Rindu sudah marah. Sedangkan Rindu gencar membuka pintu itu. Ia mendorong sekuat tenaganya.
Kakaknya tak tahan menahan pintu karena ia tertawa terus menerus membuat Rindu bisa masuk dengan muka merahnya. “Abamg lucnat kauu.. Nasi gue jatoh dan gue hampir copot jantungnya tau nggak..!”! Teriaknya lalu menghajar kakaknya. Jangan harap Rindu bisa menyentu Rasyid. Rasyid juga anak silat, jadi ia melawan dan menghindr. Terjadilah perkelahian antara Rindu dan kakaknya.
Apalagi kamar Rasyid itu luas membuat mereka menjadi tarung bebas. Rindu dan Rayis tertawa dikalah saling memegang kaki satu sama lain. karena Rindu yang menahan kaki kakaknya dan Kakaknya memegang kaki Rindu. namun setelahnya teriakan menghentikan perkelaihan itu/l“Siapa yang makan nasi berantakan kayak gini?!!! Mana ada boneka setan lagi. Kesini sekarang..!!!” Teriakan nyai ndoro membuat Rindu dan Rasyid saling pandang.
“Cepet tutup pintunya dek...” Ujar Raysid melepaskan kaki kakanya. Rindu bergerak cepat lalu menutup pintu kamar kakaknya kecang. Mereka mencicit pergi menaiki ranjang dan bersembunyi dibalik selimut. dan terjadilah cekikikan tawa dari dua boca itu saat mendengar pintu kamar diketuk kencang. Sudah tau kan siapa pelakunya?
Dan itu terjadi ketika Rindu sudah kelas 3SMA, Bayangkan saja sikap kekanakan mereka? Kakaknya yang sudah kuliapun masih saja dekil dan jahil. Belum lagi saat kakaknya Rasyid yang mencuri BH adiknya lalu menggantungkannya didepan pintu membuat Rindu mau menonjok wajahnya keras. Kata Rasyid Rindu itu tak panats pakek Bh, alias dia tak pantas jadi perempuan. Bahkan Rasyid tak pernah menganggap Rindu perempuan, saat berkelahi saja jangan harap kakaknya memukul ia dengan lembut. ia memukul Rindu bagaikan memukul musuh saja. Jadilah Rsyid mengangap Rindu adik laki-lakinya dimana mereka bisa bermain bersama.
Apa lagi Rindu suka motor besar, sedangkan ia tak punya. Rindu dan Rasyid suka sekali balapan liar dan taruhan, ketika mendapatkan uang mereka akan sama sama saling mentraktir. Bedanya Rasyid tak semandiri Rindu. ketika Rindu yang bisa sekolah dengan uangnya sendiri, uang habis mengajar taikwondo dan silat tapi Rasyid tidak, dia memang mengajar silat, tapi uangnya tak cukup. Entahlah apa yang ia gunakan Rindu tak tau.
“Kamu memikir apa Rindu? kenapa melamun?” Tanya Habib menepuk pundak Rindu yang duduk disampingnya yang melamun.
Rindu terjejut saat lamunannya buyar, lamunan dikalah kakaknya Rasyid yang terguling-guling dikalah mereka mau kesumur. Didesa jiga suka mati Airnya, karenanya mereka hatus mandi kesumur(Mata air) atau kesungai.
Rasyid yang dikalah itu menggendong Rindu membuat ia memeluk Rindu erat. Jadilah mereka berguling sampai kebawah dan tercebur kedalam sumur, semua orang yang sedang mandi disana terkejut dan mengirah jika mereka Babii nyasar. Akh jika mengingat itru Rindu mau tertawa ngakak. Sungguh masah kecilnya sangat lucu.
Akhh Rindu merindukan sosok abangnya...
__ADS_1
“Tidak. Saya hanya merindukan sosok abang saya. Dia sama sepertinu, cuek namun peduli, hanya saja ia sedikit jahil..!” Ujar Rindu terkekeh sedih. Ia sudah tak pernah bertemu kakaknya setelah kakaknya menemuinya dikosan itu. Ia mau menghubungi kakaknya, tapi Rasyid itu suka sekali gonta ganti nomor HP, Membuat ia tak tau nomornya, ia bahkan lupa yang mana saja nomor kakaknya itu.
“Apakah kakakmu lebih tampan dariku?” Tanya Hbaib tersenyum tipis.
Rinu menganguk.” Kalian semua tampan, hanya saja kalian memiliki sisi masing masing. Kakakku tampan dimataku sebagai kakakku dan kamu tampan sebagai kamu dihidupmu. “ Ujarnya tersenyum manis dibalik niqobnya.
Habib memalingkan wjahnya karena wajahnya memerah, ingin sekali ia menabok ginjalnya Rindu, bisa-bisanya Rindu membuat ia salting. Habib mengelus pipinya yang panas supaya tak merah, tapi apa daya. Wajahnya bahkan tambah merah.
“Jika saya Rin? Saya tampan tidak?” Tanya Filos pada Rindu membuat Habib mendengus tentang pertanyaan itu.
Rindu mengangguk.“ Tentu, rapi tampan yang paling menarik itu ketika seorang pria memuliakan seorang perempuan dan bisa menghargai setiap perempuan. Filos tampan karena menurutku kamu sangat bisa menghargai wnaita... kamu pria baik Filos..!” Ujar Rindu membuat Filos terkekeh memerah pula.
Habib mencebik. Namun ia tak jadi menyagga dikalah ingat sang adik sedang tak ada. Ia harus khawatir jadi kakak, masa ia sibuk degan perempuan sedangkan adiknya hilang. “Kamu kemana sii Nay. Kenapa juga harus kabur, kan bisa dibilang baik-baik sama keluarga, enggak gini caranya..!!” Gumam Habib pusing. ia memijit pelipisnya karena riasu.
Rindu mau bilang sabar, tapi kata penenang itu bikan kata’ Kamu harus sabar atau semua akan baik-baik saja’ sebab kata-kata itulah yang semakin membuat orang lain tambah khawatir dan tambah emosi. “ Kau masih punya Allah untuk diminta bantuan, sekarang mungkin Allah sedang menunggumu berdoa, jadi berdoalah dan minta supaya Nayla baik-baik saja.!” Ujarnya membuat Habib menatap Rindu terseyum. Ia memulai berdoa untuk adiknya.
..
Beda ditempat ini. dokter Rey memasuki pesantren yang sudah ia siapkan, dan sudah memiliki janji dengannya. Pondok pesantren yang sangat bagus dan juga terpecaya katanya. Ia ditemani oleh kedua orang tuanya dan kakaknya. Mereka hadir untuk mengantarkan dokter Rey kesana. Dokter Rey akan menetap beberapa bulan disana. Soal pekerjaan, dia akan berangkat dari sini, hanya saja ia bekerja mengambil setengah hari saja, tidak seperti biasa.
Saat ini dokter Rey merasakan gugup. Ia menggunakan baju koko berwarna putih dan juga celana dasar berwanah Hitam sedikit cingkrang dari pesantren. Ia tak mengunakan sarung karena memang ia tak mau, ia tak bisa menggunakannya. Tak lupa pecih hitam mengihias dikepalanya membuat ia sangat tampan. Disana banyak sekali Udztazah muda yang melihat acara nya dokter Rey. Tak jauh ada Ibu dan ayahnya, ada kakaknya yang menggunakan baju Sexy ala kebaratan, kebiasaan mungkin, namun tak orang lain sadari jika kakaknya Dokter Rey itu risih, ia merasa malu dikalangan orang yang tertutup sedangkan dia tidak. Dia merasa murah sekali saat ini.
“Saya yakin Kyai..!” Ujar dokter Rey tegas namun masih bergetar. Tangannya sudah basah saat ini karena gugup.
“Apa alasan kamu mau masuk islam?” Tanya sang kyai membuat Dkter Rey dam. Ia mau jawab apa? Karena Rindu? atau karena siapa? Apa karena hatinya sendiri?
“ Karena diagama Islam saya merasakan akan adanya Tuhan dihidup saya..” Jawabnya mencelos tanpa dipikirkan. Ia bahkan tak tau apa yang ia ucapkan membuat yang lain menatap dokter Rey tersenyum memuja.
Kyai itu tersenyum. “Baiklah.. mari kita melakuka syahadat..! kamu sudah taukan bagaimana syahadat?” Tanya kyai pada dokter Rey.
Dokter Rey mengangguk.” Tau. Hanya saja pelafasannya belum fasih dan bagus..”
“Baikllah jika begitu saya akan menjelaskan kepada kamu apa itu syahadat, gunanya dan juga apa itu agama islam, saya tidak mau ada penyesalan dan juga keterpaksaan disini. Sebab agama Islam memang nampak susah, tapi sebenarnya agama Islam itulah yang paling dekat dengan Tuhannya, karena Tuhan kita bahkan menyuruh kita mengapelnya Lima kali dalam sehari. Tuhan mana yang lebih soswit dari Tuhan kita?” Ujar kyai terkekeh geli membuat suasana gugup menjadi cair.
Kyai menjelaskan apa itu syahadat mengunakan Filosofi pintu dan kunci. Pintu adalah Islam sedangkan kunci adalah cara untuk masuk. Ketika masuk kita harus punya kunci bukan? nah ketika itulah kita harus bersyahadat supaya kita memiliki kuncinya, syahadat juga dibilang kunci surga, mau sebesar apapun dosa kita kita akan masuk syurga kecuali bagi orang-orang yang sudah batal syahadatnya, ada loe pembatal syahadat tanpa kita sadari.
__ADS_1
Kyai juga menjelaskan apa itu islam dan apa itu tujuan islam, tujuan kita dimuka bumi menjadi khalifa, tentang Tuhan yang meminta izin kepada Maliakanlt untuk mencipatakan kita tapi malaikat tak setuju, tapi Allah masih saja menciptakan kita. ia juga menjelaskan tentang iman dan banyak lainnya membuat keluarga Dokter Rey merasakan debaran yang tak pasti. Jantung mereka terpacuh bagaikan kuda dicambuk. Ada rasa iri kepada dokter Rey yang memasuki agama. Kenapa mereka merasa iri? Mereka bahkan tak tau kenapa.
...
“Gimana Nayla bisa hilang? Bukannya Nayla tadi kulia mi?” Tanya Habib dikalah melihat Nina diruang tengah bersama keluarganya, disana ada Panji, ada Hendrawan dan Yohan. Disana mereka merasakan khawatir yang sama sperti Habib.
“mami nggak tau Bib. Tadi tiba-tiba bik Yanti ngomong kalo Nayla pulang tiba-tba nyeret koper. Saat bik Yanti nanya untuk apa, Nayla jawab kalo di mau nyusul mami sama papi kesingapur. Padahalkan papi sama mami enggak mau kemana-mana bib. Dia boongin kita... Hiks hiks..!” Raung Nina memeluk suaminya manja.
“Lalu dia kesingapur sekarang?” Tanya Habib membuat yang lain menggeleng.
“Lalu? Ada informasi lain?” Tanya Habib lagi.
“Nayla pergi kebandara XXX. Dijam 11 siang, dijam itu pesawat yang berangkat hanya pesawat menuju Korea, dan sepertinya Nayla pergi kekorea... Diakan suka korea..” ujar Yohan sinis. Ia sebenarnya menjodohkan Nyala itu untuk cucunya itu lah. Untuk kebaikan Nayla itu saja.. Tidak lebih. Apalagi Nayla habis terena pelecehan, ia tak mau Nayla trauma dan mengalami suatu hal semaca itu lagi. Tapi Nayla menyalah artikan.
“Kakek yakin Nay kesana?” Tanya Habib membuat Yohan dan lainya mengangguk.”Ada info lain yang bisa Habib percayai?” Tanya Habib lagi.
“Dia memang kesana. Sebab mobilnya Nayla ada disana, kita juga udah cek Cctv dibandara itu. Disana kami bisa lihat Nayla kesana mengunakan Kaca mata coklat yang hampir menutupi mukanya itu. Dia juga memasuki ATM Dan mengambil uang yang ukup banyak. Sepertinya untuk membayar Tiket pesawat. Intinya kami melihat dia disana..!!” Ujar Yohan memberikan foto foto Nayla disana lalu mengusap wajahnya kasar.
“Ini semua ide gila kakek. Kenapa sii mau jodohin dia segala..!” Salah Nana marah pada sang ayah.
“Ini untuk kebaikan dia sendiri Nina..! Memamg ada laki-laki yang mau sama dia, dia udah dilecehkan tau ngak..!! suatu saat nanti jika suaminya tau jika Nayla sudah dilecehkan, bisa jadi laku-laki itu menendangnya dari rumah. laki-laki mana yang mau dengan bekas pria lain. laki-laki mana?!!!” Bentaknya keras lalu memuluk meja yang terbuat dari kaca itu. Saking kerasnya meja itu terpecah menjadi tiga bagian.
“Sudah..!! jangan saling menyalahkan..!” Tengah Hendrawan menenangkan ayahnya. Sedangkan Nina meraung tak jelas.
“Nayla masih diIndonesia...!!” Tiba-tiba Rindu bicara membuat yang lain menatap Rindu.
“Kamu tau dari mana? Apa Nayla mengatakannya padamu?” Nina menatap Rindu penuh harap..
.
.
Ada yang nnya kapan END? jwabannya insyallah nggk bakal lebih dari 150Bab oke...
Sad ending atau Happy anding?
__ADS_1
maka jawabnnya nnti, jawabannya kayaknya Sad Ending deh. Tapi enggak tau, soalnya novelnya buat motivasi doang ini... Tapi kalo adaceka buat Happy anding kenapa enggak?