Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
SAH


__ADS_3

Sorry ya kemarin tu harusnya memang nikah tapi memang itu scejulenya wkwkwk. Maaf bukan PHP kok wwkk... kemarin aku memang lupa scen nya benaran...


.


.


.


“Tapikan Rey. Ayah juga bukan mahrom kalian, lagiankan kalian masih kecil, jadi boleh boleh saja.”Ujarnya Rey disana. Mengusap kepala anaknya. Rani disana mengenakan hijab syar’I membuat tubuh mungilnya tenggelam, sedangkan Rian mengenakan baju koko dan celana cingkrang. Jangan lupakan peci putih. Mereka mengenakan baju serbah coklat semua membuat mereka sangat cantik dan tampan.


Rian disana menghela nafas dan menggeleng.” Iya juga ya Ran..”Ujarenya Rian kepada Rani dengan bingung.”Tapi nantilah Rian Tanya sama bunda. Rian pusing..”Ujarnya memijat kepalanya sendiri membuat semua orang tertawa. Setidaknya waktu sekarang mereka tidak terlalu tegang lagi karena Rindu.


Kalian tau Reon? Reon sekarang sudah tak diikat lagi., ia malah didalam kamarnya,. Disama ia menatap foto yang sempat ia ambil, foto dirinya dan Rindu yang sama sama makan es krim dan tersenyum membuat ia menahan sesak didadanya lalu memukul dadanya sendiri. Ia harus apa?


Gio? Gio sekarang sedang merenung semua ucapan Rey kemarin, merasa sangat sakit dan terluka ketika tau Rindu semendetrita itu membuat ia menyuruh banyak pasukannya untuk mencari Rindu dirumah sakit dan klinik terkecil sekalipun. Pokoknya harus menemukan dimana Rindu.


Ia menatap Foto mantan mendiang istrinya dan bergumam.”Ini gara-gara kamu tau engak..! andai dulu kamu enggak khianatin aku. Hati aku enggak bakal sehancur ini dan ngehancurin semua orang yang ada di lingkungan saya. Saya benci kamu., sangat.” Gumamnya disana namun yang disematnya kata 'Sangat’ itu artinya ia sangat membenci sampai ia sangat mencintai.


Rinjani dan Nio? Mereka hanya diam diaman saja. Nio sekarang merasa dirinya adalah orang yang paling jahat. dan parahnya ia kehilangan sekaligus dua orang anak. Anak kebangaannya yaitu Wily dan Rindu.


Ditambah Risky dan Reksi yang mencari Rindu dan Willy, sebab merka tidak tau menau dimana Rindu berada. Apalagi sekarang Willy tidak membawa hapenya. Mungkin mereka lupa akan hapenya yang dikamar saat mereka istirahat dan penjaga datang mengatakan tentang Rindu yang disekap.


Semakin pagi keadaan Rindu semakin menurun, karena Willy tetap kekeh jika Rindu tidak boleh pergi jika tidak sembuh, ia masih sakit dan Willy tidak mau adiknya itu kenapa napa, tapi Rindu kekeh ingin pergi dengan keadaan lemah sekalipun. Willy bahkan tak mampu melihat Rindu. Lupa Rindu masih basah, keadaannya makin parah membuat ia tak kuat.


“Kak Plis... ini permintaan terakhir aku..” Ujarnya Rindu membuat Willy ingin merusak gendang telinganya saja. Kalimat yang tajam dan juga menyayat hatinya sampai hatinya sangat sakit. Ia tak menyukai hal itu.


Willy menatap wajahnya Rindu yang Nampak lemah dan rapuh membuat ia menghela nafas. Apa ia harus merelakan hatinya?cintanya untuk adiknya? Ia sangat mencintai Rindu sampai berniat untuk menikahi Rindu disuatu pulau yang membolehkan mereka bersama. Tapi ternyata Rindu sudah mempunya lelaki pilihannya membuat Willy tak bergeming sama sekali.


Rindu mengusap airmatanya dan menghela nafas, ia tersenyum dan menggeleng.”Enggak apa-apa. Mungkin jalannya Rindu memang engak boleh bahagia. Rindu enggak minta lagi buat pergi kok. Asal kakak bahagia, dan Rindu yakin jika Rey akan menemukan perempuan yang jauh lebih baik dari Rindu dan mampu menjaganya..”Gumamnya lalu memejamkan matanya dengan air mata yang mengalir.


Karena sebagaimana seorang anak perempuan, keutamaaanya adalah menghormati dan patuh kepada ayahnya, ibunya dan kakaknya. Bukan orang lain duluan atau mementingkan perasaannya. Mungkin ini adalah pilihan terbaik.


Di sisi lain tempat pernnik6ahan Rindu dan Rey sudah banyak sekali orangnya membuat Rey disana mengusap kepalanya.. ingin sekali menangis dengan baju pengantinnya. Baju serbah putih untuk akad dan biru dongker untuk resepsi. Disebelahnya sudah ada Rian dan Rani yang juga mengenakan baju kompak mereka yang Rey rancang. Hal itu membuat keluarga Rey tak mampu menahan tangis mereka.


“Ayah, bunda mana si? Acaranya udah mau mulai tapi enggak ada bundanya? Nanti Rani aja yang nyanyi buat pembukaanya. Soalnya Rano suaranya bagus banget kata murobbinya..”Ujarnya Rian membuat Rey mengusap kepalanya saja.


Tanda Tanya dari banyak orangpun datang bergiliran membuat siapapun akan bertanya Tanya.. karena waktu sudah menunjukan waktunya akad nikah tapi belum ada pengantin perempuan. Apakah pengantin perempuannya kabur? Untungnya penghilu Rey tidak terlalu sibuk karena pernikahan ada dijam 2 siang nanti..


“ Gimana ni Rey. Bubarin aja yuk..”Ujarnya Fey membuat Rey diam disana tak bergeming. Menatap pintu masuk menunggu Rindu.


Hal itu membuat Rasyid menatap arah lain, ia iri akan Rey yang begitu mencintai Rindu, dirinya sebagai abang saja tidak begitu.. penghulu yang sudah lelah menunggupun menatap Rey dengan tatapan sendunya.” Bagaimana pak? Apa masih dilanjutkan?” Tanyanya disana namun Rey disana diam tak bergeming karena tidak tau harus menjawab...


Sampai satu jam berikutnya tidak juga datang membuat semua tamu dan penghulu bingung, bahkan air mata Rey jatuh membuat semua orang cukup paham. .

__ADS_1


Rey menghela nafas dan mengusap air matanya. Ia tak boleh egoiskan.? “ Kayaknya permikahan in---“


"Rindu... "Teriak Abu Rindu ketika melihat kerah pintu.


Ucapan Rey terhenti ketika semua orang menatap kedepan. Dimana pintu masuk ada. Disana ada sosok yang mengenakan baju serbah putih yang sangat cantik, digendong oleh seorang pria membuat siapapun terkejut. Maksudnya apa? Dan dibelakangnya ada satu pendeta dan beberapa birawati.. hal itu membuat Rey bangkit,. Bahkan juga keluarga Rey.


Disana Willy harus kuat menjaga airmatanya. Yah dia Willy, dia mengendong adiknya yang akan menikah. Gaun yang Rindu gunakan adalah gaun dari greja yang dpakaikan dengan baju putih dalaman yang sangat cantik, Rindu juga mengenakan hijab syari dan cadarnya yang dijahit biarawati diwaktu tengah malam tadi..


Beberapa manik dan perhiasan dipakaikan oleh birawati. Mereka baik sekali bahkan mereka tidak tidur untuk menyiapkan semua ini untuk Rindu.


Rindu tak menyangkah Rey masih menunggunya. Hanya saja ia tak kuat berdiri karena lukanya yang masih belum kering dan kakinya terkena luka akan luka kaca yang diruang gidang itu.


“Rindu..”Gumam dari Rey membuat semua orang tau jika itu Rindu, ia hanya kaget jika Rindu digendong. Ada apa dne5gan Rindu? Kenapa Rindu bisa dibawa dan Rindu yang memejamkan matanya. Nampak Rindu sangat menahan rasa sakitnya membuat Rasyid datang dan menyambutnya namun Willy tidak mengindahkanya.


“Ayo mulai pernikahannya. Adik saya sudah datang..!”Ujar Willy yang sudah mengenakan jas hitam disana yang dipinjami oleh pendeta, sangat kebesaran membuat ia mirip bapak-bapak..


hal itu membuat Rindu membuka matanya dan tersenyum. Hal itu membuat Rey menahan senyumnya.. Rindu diduduki dikursi para perempuan dan Rey yang tersne5yum mengusap air matanya menampilkan lesung pipinya. Pendetapun tersenyum mesi tak tau jalan ceritanya bagaimana.


(Pernikahan yang seharusnya kemang pihak wanita dan itu masih dipisahkan ya. Jika sudah kuat sah diucapkan barulah bisa bertanding dan duduk berdua.. atau pihak wanitanya yang datang atau pihak lelaki yang menjemput. Hanya saja kebiasaan kita yang salah karena membandingkan pengantin pria dan wanita ketika akad. Tapi banyak juga yang tau hal ini kok.)


“Yasudah jika calon pengantin perempuannnya sudah ada. Mari kita laksanakan pernikahanya.”Ujarnya membuat Rey mengangguk semangat. dan mulai memulai acara tanpa panjang waktu lagi. Hal itu membuat Rindu yang diduduki jauh dari Rey itu menatap Rian dan Rani sengan senyum, meski begitu Rian dan Rani segela mendekati bundanya dan menyalami nya. Hal itu membuat Rindu tersenyum bahagia sekali.


Ya.. ia bisa membujuk Willy karena Willy tidak mau adiknya bersedih. Mungkin benar ini permintaan terakhir membuat ia tak tega. bagaimana bisa ia menghilangkan dan menghanguskan rasa bahagia adiknya sedangkan selama ini adiknya tidur pernah bahagia kan?


Tangan Rey berjabat dnegan penghulu dan mulai.


dan diwalikan oleh Abbbinya Rindu( Karena Willykan non Islam) Jadi perlimpahannya ke Wali hakim ya... Tapi masih mengenakan Bin Ayah kandung.


Dibantu oleh willy...


Ya disana ada Abinya Rindu dan Uminya yang menatap anaknya sendu.mereka dijemput oleh supir Rey. Hal itu juga membuat ia bersedih. Abbi Rindu bahkan menahan isaknya melihat anaknya. Betewe ia belum tau penyakit Rindu ya..


Semuanya berjakan penuh khidmat meski Rey cukup gugup menjalankan acara akad sampai kata


“SAH..”


Serentak para dua saksi membuat Rey dan semua orang mulai tersenyum dan ikut berbahagia disana.


"Alhamdulillah... " Gumam Rey Disana kengusap wajahnya. sama dengan yang lain.


Sama dengan Rindu dan Willy.. willy hanya menangis karena adiknya tidak bisa merasakan keluarga kandung nya yang menikahinya, itu sangat sakit baginya. Hidup Rindu sangat tidak adil.


Rey disana tersenyum bahagia, menangis bahagia karena akad berjalan lancar,. Ia terasa bermimpi saat ini dibuatnya.

__ADS_1


Birawati dan pendeta yang membantu Rindu bahkan ikut menangis. Karena semua pihak keluarga menangis.


Rey mendekati Rindu dengan berjalan. Hal itu membuat Rindu menunduk karrena malu. Ia sangat malu dan juga degdegan meski dalam keadaan sakit sekalipun. Hal itu membuat suasanya kembali terkekeh karena melihatnya.


“Assalamu’alaikum bidarai surgaku..”Ujarnya Rey didepannya Rindu membuat Rindu terkekeh dan tersenyum..


Cieeeee. Sorakan disana membuat haru itu bubbar., semuanya dimulai dengan Rey yang menekuk kakinya dan mengambil jari jari Rindu. Ia menatap wajah Rindu yang menatapnya. Manik mata yang ia cintai.


Ia memasangkan cincin disana dan mencium tangan dingin Rindu membuat semua orang mulai bersorak dan bahagia.. hal itupun membuat Rindu kehilangan rasa sakitnya untuk sementara.


Lalu Rey banhkit dna mencium kening Rindu dengam khidmat.. hal itu membuat semua orang kembali bersorak.. Rey menaruh telapak tangannya diatas kepala Rindu dan berdoa. Berdoa akan pernikahan mereka yang masih terasa diatas awang awang. Bagaikan suatu hal yang sangat sangat tidak disangkah oleh semua pihak keluarga.


Willypun ikut tersenyum melihat Rindu. Rindupun ketika didoakan itu mengambil tangan Rey dan menciumnya membuat hati Rey menghangat.


”Heheh. terimakasih ya karena udah nunggu aku..”Ujarnya membuat Rey mengambil tubuh Rindu dan memeluknya erat. Hal itu membuat semua orang terkejut. Kenapa?


“Rindu saya takut kamu pergi. Sangat.. bukan kamu yang berterimakasih, seharusnya saya.. kamu kenapa tidak bicara apa-apa tentang saya.. dada saya sakit setiap mengingat kamu. Kamu jahat..”Ujarmnya membuat Rindu di sana menahan tubuhnya dan tersenyum.


“ Hmm.. itu Rindu luka, jangan dipeluk dulu.. itunya jahitannya nanti terbuka.”Ujar Willy takiut dan bangkit membuat Rey disana menatap punggung Rindu yang ternyata berdarah membuat keluarga Rey dan semua orang menatapnya.


Dan disana Rindu hanya tersneyum dan mengusap wajah Rey. Wajah yang ingin sekali ia usap selama ini. Wajah yang sangat ia inginkan dan sekarang sudah tidak ada sekat lagikan.. Rindu disana tersenyum dan menggeleng.”Tidak apa-apa. Hanya sedikit sakit. Jangan menangis..”Ujarnya disana membuat Rey disana memaki dirinya yang melukai Rindu.


“Bunda tidak apa apa?"


" Rindu kamu kenapa?”


Pertanyaan pertanyaan dilontarkan namun Rindu tidak menjawa malah tersenyum, sampai pada matanya memberat karena sesak menangis dan tersenyum.. :”Rindu mau istirahat sebentar aja ya.. nanti kita bicara lagi..”Ujarnya membuat willly disana gugup dan Rey terkejut..


“Siapkan mobil, kita kerumah sakit sekarang...”Teriaknya, semua orang bergegas dna rebut. Rian dan Rani mulai menangis dan dipeluk oleh umi dan abbbi Rindu.


”Hey jangan nangis. Bunda kalian hanya kelelahan saja kok..”Ujar abbi Rindu disana membuat rian dan Rani tetap menangis...


Rey disana memeluk Rindu dan menggendongnya. Ia mencium kepala Rindu sayang dan mulai berjalan cepat menuju parkiran. Ternyata Rindu masih sadar. Hanya setengah sadar karena lukanya perih dan sangat sakit. Hal itu membuat tamu khawatir dan bingung.


“Ini gimana si? Yaampun pengantin perempuannya kenapa?” Tanya banyak orang.. Sedangkan pihak keluarga sekarang sibuk kerumah sakit menghantarkan Rindu disana. Mereka takut Rindu kenapa-napa. mereka meninggalkan Fey, Reno dan juga Rasyid untuk mengurus acara pernikahannya mereka.


Fey disana mengusap air mata harunya dan tersenyum kepada para tamu.”Buat para tamu undangan silahkan dimakan konsumsinya. Maaf ya, ini ada tragedy sedikit. Pengantin perempuan hanya ada sedikit sakit dan terluka.. Acara tetap lanjut kok. Jangan khawatir. Karena ini adalah hari yang bahagia..”Ujarnya mebuat para tamu sedikit segan untuk menyentuh makanan.tapi ada juga yang tak peduli dan ikut bahagia.. hal itu membuat Fey menatap nanar keluar. Rasyid disana tidak bisa pergi. karena harus membantu Fey.


Rey mengendarai mobiinya. Disan rindu menatapnya sendu dan menggeleng.”Aku tidak apa-apa. Aku hanya sedikit terluka kok.. jangan khawatir..”Ujarnya sendu dikalah melihat wajah Rey yang sangat panic. meski ia sakit tapi ia tak mau Rey sangat panic begini, ini menyakitkan baginya.


Rey disana memegang tangan Rindu dan menggeleng.” Kamu tanggung jawab aku. Dan aku tidak mau kamu luka sedikitpun atau papun itu.. jadi kamu diam saja ya.”Ujarnya disana membuat Rindu diam disana dan kembali memejamkan matanya. Lelah dan kantuk bercampur membawanya kealam minpi membuat Rey disana menahan dirinya untuk memaki jalanan yang macet.


Sampai dirumah sakit ternyata Rindu pingsan membuat Rey disana negan cepat pergi kedalam membuat siapapun akan kaget. Bagaimana bisa ada pengantin nyasar disini?

__ADS_1


” Dokter tolong.. Tolong istri saya dok..”Teriaknya kuat membuat para penjaga dan juga suster mendekat menawarkan brangkar namun Rey tidak mengindahkanya dan meminta dimana ruang yang ada saja. Ia akan membawa Rindu sendiri dengan tangannya. Hal itu membuat suster dan penjaga pasrah. Dan menyuruh dokter lain mendekat dan mengurusi Rindu. Rey meminta dokter perempuan untuk hal ini... untunglah ada, jika tidak Rey akan turun tangan sendiri.


Yaaa... Akhirnya sah juga ya.. Jadi hutang aku nikahin mereka lunas ya hehe. Aku aja yang belum nikah huaaaaaa nangis..


__ADS_2