Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
menyerahkan padamu


__ADS_3

“Disini saya berhak bicara disini..!” Suara Rindu lebih lantang. Matanya memerah karena amarah juga. Akan memang tempramen, ia tak suka dibentak dan tak dihargai. “ Saya akan menjadi manusia yang paling berdosa jika pernikahan ini tetap diaksanakan.. dan saya tidak mau itu terjadi..!” Semua menatap Rindu dengan degdegan. sebab suara Bas Rindu sangat tegas bagaian seorang pria. Memang benar suara Rindu seperti suara pria. dan itu bonus untuk argumennya. “ Ketika dua insan menikah beda agama. Kata sah tak akan terjalankan. Jika kata SAH tidak terlafasan dan disakralkan. Maka hukum pernikahan itu adalah Zina..!” Semua menatap Rindu dengan tatapan sulit diartikan. Yohan? Diam menatap Rindu,


“ Jika kata SAH dalam agama kita disakralkan. Maka setiap hubungan yang kalian lakukan mendapatkan pahala. Bahkan sedikit saja mendapatan pahala. senyum kepada pasangan saja mendapatkan pahala asal kalian tau...!!” Ia menatap Yohan dengan tatapan sulit diartikan.” Tapi jika kata Sah tidak disakralan. Maka setiap sentuhannya pulah menadi dosa besar. Ketika melakukan hubungan intim maka zinalah yang terjadi. Tak ada pahala. Maka nerakalah yang menghampiri kalian. tampa kalian sadari anak kalianpun akan menjadi anak yang lahir tanpa kata sah. Mau hal semacam itu terjadi?” Teriaknya dengan tegas.


“ Saya tidak memaksa apa yang sudah saya katakan. Tapi memang ini ketentuan agama islam. Disini saya katakan pada kalian, jika memang tidak mau mendengarkan peraturan islam. Maka kenapa kalian masuk agama islam? Saya tanya kenapa?” Tanyanya. Karena rasa amarahnya mengbun. Than saj disepelehkan.


sebenarnya ada yang memorbolehkan.. lihat dikolom rerakhir nanti yaa..


Semua diam menatap Rindu. Rindu sudah bicara dengan nada tegas tanpa lembutnya lagi. Matanya yang kelam tambah kelam karenanya. Rindu menghela nafas menatap mereka semua.” Demi Tuhan saya katakan disini. Jika saya akan menjadi manusia yang paling berdosa jika saya diam saja ketika meliha suatu hal yang diharamkan diagama saya terlaksakan.. demi Tuhan saya katakan, saya akan menjadi manusia yang sia-sia dikalah ilmu yang saya punya tidak saya berikan dan juga ajarkan pada orang lain.” Ujarnya lagi.


Ia menatap Nayla dnegan tatapan sendunya.” Nayla sudah saya anggap sebagai adik saya sendiri meskipun umurnya lebih tua dari saya sekalipun..” Ujarnya dengan sendu.” Kalian sebagai orang yang sudah menampung saya disini dikalah saya diusir dengan orang rua saya sendiri dan dikhianati teman-teman saya sendiri. Demi Allah saya katakan, saya menyayangi kalian. karena itu saya disini menatap kalian. menentang kalian, menjadi orang orag pemberontak.. saya rela dibenci saat ini juga jika memang saya orang yang salah. Orang yang egois..” Ujarnya dengan bergumam tak jelas. Hanya Nayla dan Habib saja yang bisa mendengarnya. Dan juga Yohan ya.. sebab mereka yang paling dekat dengan Rindu.


Dugh.. jantung Yohan berdetak mendengar ucapan Rindu. begitu juga dengan Habib. nayla? Ia malah menangis mendengar pengakuan Rindu. ia diam dnegan menatap Rindu dengan binarnya. “Gu gue ngikut kata Rindu.. gu eh saya tak akan menikah jika Gevan tak masuk keagama saya..” Ujarnya dengan sesegukan akibat menangis.


Gevan menghela nafas. Ia menatap Rindu dan juga yang lainnya secara bergantian. “ Gue boleh minta waktu loe sebentar Rin?” Tanyanya dengan lembut menatap Rindu.


Rindu menatap Gevan yang menggunakan baju hitam dan juga jaket hitam itu. Rambut yang ia belakangkan, ia memang jauh lebih Cool dari pada sebelum ia kenali, ia juga jauh lebih tampan saat ini. apalagi tubuhnya yang dulu datar sekarang mulai beritot semua.


“Tidak..” Bukan Rindu yang menjawab. Tapi Habib.


Habib menatap Gevan dengan tatapan tajam karena tak suka miliknya diganggu. Sebenarnya ia takut jika Gevan itu adalah Mantan Rindu, nanti jika mereka balikan gimana? Batinnya. karena itu dia melarang Rindu bersama Gevan.


“Loh kenapa kamu yang jawab? Kan tadi saya menanyakannya dengan Rindu. bukan kamu. Emangnya kamu namanya Rindu ha?” Tanya Gevan dengan sewot menatap Habib. habib sedari tadi resek banget gumamnya.mana menatapnya melotot terus membuat ia ngeri sebenarnya.


Rasa trauma Gevan akan pria yang Gey masih ada. Bakan masih sangat kental membuat ia tak terlalu berani berdekatan dengan pria yang ada sekitarnya. Meksipun itu pria macco sekalipun, pria berotot dan sebagainya. Oh jangan salah kawan...!! meskipun dia berotot.


Berkumis da juga kejam sekalipun banyak yang Gey loh. Karena memang yang gey bukan berarti dia bergelamai ataupun berkemayu layaknya bencong dijalanan sekalipun. Tidak jika kalian berfikir hal semaca demi kian. Saya kasih satu hal rahasia dari Gey ya..

__ADS_1


Mereka para Gey bisa membuat bayi dengan perempuan, dia normal jika dibidang hal semacam itu. Tapi rasa cinta mereka yang salah, rasa cinta dan perasaan mereka yang tidak normal. Ketika ia melihat wanita yangs sexy dan cantik sekalipun mereka akan biasa saja. Mereka mengakuhi jika mereka cantik, tapi perasaannya yang biasa saja. Beda dengan melihat pria tampan ataupun pria kekar mereka memiliki hasrat yang seperti orang yang melihat lawan jenisnya. Mereka salah dalam perasaannya. Karena itu Gevan takut hal demikian. Dia normal wey.. normal.. tapi jika melihat tatapan Habib membuat ia ingat akan masa kelamnya. Mangkanya dia hanya diam saja dari tadi.


Sedangkan Habib yang di tantang dalam bicara itu menatap Gevan dengan tatapan tajamnya.” Belum jadi adik ipar saja mau sudah berani melawan ya...” Gumam Habib dengan tajamnya menatap Gevan.


Gevan mengalihkan pandangan ketempat lain untuk menghilangkan rasa takutnya.” Ingat ya.. baru calon. Belum tentu jadi dan belum tentu sah menjadi calon ipar kamu. Saya juga rasanya kek gimana jika kamu jadi kakak ipar saya pengen nyolok mata kamu setiap hari iya nanti. Supaya bisa ngedip dikit tu mata.” Dengisnya mmebuat yang lain teergelak.


“Iya sudah.. jangan ribut...” Yohan menengahi perkelahian mulut tu membuat dia berdua itu saling tatap. “ Rindu kamu ajak Gevan ketaman belakang, kalian bicara disana. Saya yakin kamu tau yang tebaik sama kamu Rin saya percayakan ini sama kamu...” Ujarnya membuat Rindu mengerutkan keningnya. Apa maksudnya? Menyerahkan pernikahan ini kepada Rindu yang artinya tanpa persetujuan Rindu maka pernikahan ini tak akan jadi atau macam mana?


"Jangan... Ngomong disini aja kenapa sii? zina kalo cuma berdua.. dosa...!"Ketusnya Habib sinis.


"Bib..! Kamu bisa diem nggak?"


"Oh tidak bisa...!" Jawab habib sewot.


"Habib..!" sosok yang punya nama mendengus sebal karena bentakan itu.... Ia memilih diam saja.


“Duduk Gev... loe ngajak gue ngomong apa sii Gev? Kek serius amat sii..” Ujarnya terkekeh karena Gevan yang mengajaknya disini.


Gevan yang memnag cerewet. Rindu cukup heran sebenarnya. Kenapa dia dikelilingi oleh orang-orang cerewet padahal ia itu lebih suka yang tenang dan sepi, sunyi juga.. tapi ini? mulia dari orang tua cerewet. teman cerewet. habib yang cerewet. Nayla yang cerewet. semuanya cerewet...


“Gue Cuma kangen banget sama Loe Rin..” Ujar Gevan dengan sendunya. “ Gue udah cari lu kemana-mana asal lu tau, bahan gue kekosan lu tapi lu udah nggak disana kata temen lu. Mereka bahkan bilang kalo lu udah mati Ri. Rindu lu buat gue jantungan tau nggak.” Ujar Geva mengungkapan rasa hatinya saat ini. ujur saja ia memang sangat takut kemarin dimana ia pergi kekosan Rindu dan bertanya kepada dua perempuan disana. Perempuan disana menjawab dengan mata jahatnya membuar Gevan gemetar ketakukan.


Rindu tertegun mendengarnya. Benarkah teman-temanya itu tega mengatakan hal dmei kian? Barulah ia sekarang berfikir. Apa kabar dengan dua temanya itu? Apa kabar dengan kandunganya Diva? Apa ia jadi mengugurkan bayi yang tak berdosa itu? Ah semoga saja tidak gumam Rindu dengan gelisah. Sebab ia tak mau temannya itu menjadi pembunuh.


“Gue udah lama ngak disana. Terakhir pas gue ketemu sama lu dicafe itu, nggak lama setelahnya gue pindah..” Ujarnya dengan sendu...


“Pindah kenapa? “ tanyanya Gevan dengan sedih menatap Rindu. dia adalah stau-satunya teman yang tau semua tentang Rindu. “ Rindu.. plis cerita sama gue Rin.. gue nggak mau lu pendem semuanya kek gini. Gue tau lu ngak baik-baik aja kan? Bahkan gue tau warnah mata lu. Dulu warna mata lu bening, tapi sekarang kenapa kek surem gitu? Merah dan nggak lagi bening Rin? Lu bulih tutup muka lu tapi lu ngak bakal bisa nutupin apapun itu dari gue. gue lebih dari sahabat lu asal lu tau..” Ujar Gevan dengan sendu.

__ADS_1


Benar kata orang. Tak ada pertemanan lawan jenis tanpa melibatkan perasaan. Tak ada.. sama halnya dengan Gevan. Rindu yang cuek sekaligus penyayang. Rindu yang tegas sekaligus keibuan. Menjaganya dikalah semua orang membullynya. Bersamanya dikalah semua orang menjahuinya. Dan Rindu yang selalu ada dikalah ia merasakan traumanya kambu. Rindu selalu membisikkanya dengan kalimat-kalimat arab yang ia tak tau artinya. Tapi entah kenapa ia merasa tenang dikalah itu. Sampai ia tertidur dibahunya Rindu, bahkan ditelapak tangan Rindu.


(yang kepo akan persahabatan mereka lihat dibab awal ya.. soalnya disana ada Gevan dan Rindu..)


Rindu menatap Gevan sendu.” Gue ngundurin diri dicafe itu Gev...” Rindu meneritakan semua perjalanannya dimana dia hampir dibunuh oleh chafe Alice.. sampai ia menunjukan bekasnya dipelipisnya. Masih ada bekasnya ya.. sebab itu kejadianya masih tiga bulan yang lalu. lagipula Rindu tidak menggunakan obat apapun membuat luka itu masih membekas meksipun sedikit pudar. Lalu Rindu juga cerita tetang Habib menawarkan pekerjaan dirumahnya menjadi pembantu dan digaji lebih besar. Tapi hanya Sampai disitu saja. Masalah penyakit ia tak bicara, sebab ia tak mau membebankan siapapun. Sngguh Rindu bukan manusia yang suka dikasih hanikan. Ia tau Gevan tulus menyayanginya. Cukup rasa tulus itu saja sudah membuatnya bahagia. tak ada kata yang lebih indah selain ketulusan.


Gevan yang mendengarnya menjadi tak tahan untuk menangis. Ia ingin sekali mendekap Rindu dan juga mengelus punggungnya. Menghapus air mata yang jatuh dipipinya. Tapi ia sadar dan ia ingat. Jika Rindu membenci akan hal itu ia tau hal itu membuat ia hanya menatap Rindu dengan rasa sayangnya. Menyairkan rasa aman. Padahal Rindu cerita biasa saja tanpa ada air mata. Sebab Rindu sosok yangs selalu menjaga air matanya. Air matanya mahal untuk orang-orang.


,,,


...


Ayatnya ya... larangan pernikahan beda agama.


ا تَنكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ


Janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman.Sesungguhnya budak  yang  mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun  dia menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka, sedang Allah  mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.(Al-Baqara ayat 22,)


Di  Indonesia, perkawinan beda agama tidak hanya merupakan larangan agama, tetapi  juga telah dilarang oleh undang-undang, namun demikian tidak sedikit umat Islam Indonesia dengan berbagai alasan telah melakukan perkawinan dengan orang yang tidak seagama dengan mereka. Karena negara tidak memfasilitasi perkawinan yang tidak sesuai dengan aturan undang-undang, maka ada di antara mereka yang pergi ke luar negeri untuk melakukan perkawinan atau memanfaatkan jasa lembaga tertentu di Indonesia  yang memang memfasilitasi perkawinan beda agama.


Di samping itu, ada  pula  yang  menyatakan diri memeluk agama Islam karena akan menikah. Namun demikian, sekelompok orang yang  bergabung dalam Tim Pengarusutamaan Gender Departemen Agama RI punya  pendapat lain. Mereka membolehkan perkawinan antara orang Islam dan orang non-Islam.


Nggak ada unsur apapun ya disini.. mari pahami setiap kalimat baik-baik. Dan jika ada kata-kata yang mampu membuat kalian sakit hati saya minta maaf. Sebab saya hanya sebagai penulis amatir... dan jika hal semacam ini pernah terjadi dikalangan kalian, saya juga tidak ada unsur untuk mencela ataupun lainnya. Karena memang ini saya hanya ingin menyampaikan inti dari kisah tersbeut. Semoga mendapatkan ilmu yang saya berikan.. soalnya ngeri-ngeri sedap kalo bahas masalah semacam ini hehe. Soalnya takut ada yang kesinggung sungguh..


..


.jangan lupa tinggalkan jejak ya....😉

__ADS_1


__ADS_2