
Cinta yang palingmenyakitkan adalah ketika namamu kucabut paksa dari doa sepertiga malamku...Rindu..
Sedari digertak oleh orang orang rumahnya. Habib menjadi menggila, ia merasa hatinya tak tenang dikalah mengingat Rindu. ia bahkan merasakan kepalanya tambah sakit. Ia menjambak rambutnya kuat karena tak tahan. “Kayaknya gue harus ketemu Rindu..”Gumamnya..Wajah Rindu yang meminta kepercayaannya dikalah itu mengelilingi ingatannya,diotaknya membuat ia sakit kepala
Lalu ia bangkit dan mencari kunci mobil kesayanganya untuk menemui Rindu. ia sudah tak tahan lagi karena takut Rindu akan marah dan juga tambah membencinya. Ia mau minta maaf kepada Rindu dan berjanji akan membantu membebaskan Rindu dari tahanan. Ia akan meminta maaf kepada Rindu.. iya... Ia ingin minta maaf kepada Rindu meski tau mungkin sekarang sudah terlambat..
Habib mencengkram stirnya kuat sembari mencari kata-kata terbaiknya untuk meminta maaf nanti, ia bahkan merasakan gugup dan detak jantung yang tak berirama lagi karena kekhawatiran jika Rindu tak akan memaafkanya. Lalu ia melihap penjual bunga dipinggir jalan membuat ia mengingat Rindu.
Dengan gesit ia membelikan bunga untuk Rindu.”Semoga Rindu suka..”Gumamnya mencium wanginya bunga yang semerbak itu. Ia memilih bunga berwarnah putih, lili dan mawar putih. Sungguh arti yang suci dan bersih. Sesuci niatnya meminta maaf dan sebersih permintaannya yang tak meminta balasan ataupun lainnya.
Saat ia sudah sampai dikantor polisi Habib segera masuk dan menemui Rindu. ia tersenyum gugup dikalah mengingat dan membayangkan betapa bahagianya Rindu mendengar jika ia ingin membantu Rindu keluar dari penjara dan segera mencintainya. Ia menghela nafas.
Namun tubuhnya mendadak kaku dikalah melihat Rindu tertawa dengan indahnya bersama dua orang didepanya, salah satunya adalah seorang pria. Ia bisa melihat pembahasan mereka membuat Rindu tertawa dan bahagia. mereka makan dengan lahapnya sembari Rindu yang mengenakan bahasa prancis... siapa dia? Kenapa Rindu sebahagia itu? dan kenapa Rindu bisa tersenyum seperti itu? Apakah mereka spesial?
Sampai tak terasa ia menggenggam erat tangkai bunga itu dengan kuat karena merasa terbakar api jenggot dikalah mendengar si perempuan itu mengatakan jika Rindu adalah calon adik ipar idaman dan juga sempurna membuat Rindu tersipu. Oh jadi ini calonya Rindu? gumamnya Habib dengan sinisnya.
Setelah itu matanya bersitatap dengan mata Rindu membuat ia tetegun, jantungnya membunca dikalah manik coklat itu menatap manik elang miliknya. Namun entah kenapa Rindu malah memailngkanya dan kembali tersenyum dan tertawa bersama pria yang ada didepannya itu santay...
Untuk saat ini Habib merasa terabaikan membuat dadanya sakit, sakit tak berdarah, sakit sekali... ia bahkan menjatuhkan air matanya lelah. Bunga itu rusak ditanganya kaena ia remas.. lalu ia pergi ketempat lain disana.. Untuk membuat rencana lain.
Sedangkan dokter Rey dan mbak Fey disana membereskan bekas makanan dan juga minuman mereka supaya kembali bersih dan rapi tempatnya. Mbak Fey sedari tadi tersenyum.” Itu Rindu pinter banget Ya Rey.. mana kayaknya dia baik banget lagi...”Ujarnya mbak Fey dengan senyum manisnya.
Dokter Reypun tersenyum sembari membantu kakaknya.”Bener kak... dia enggak cantik si sebnarnya, tapi dia baik dan juga memiliki daya tarik sendiri dimata Key.”Ujarnya jujur. rindu sosok yang kulitnya sawo matang, dinegara kitakan banyak yang putih katanya lebih cantik. Nah Rindu tidak. Matanya bulut dengan manik coklat, bulu mata lentik dan hidung yang mancung, alis yang tak terlalu rapi namun terbentuk, bibir tipis atas dan tebal bawah. Bayangkan saja ya...”Dengan keadaan kayak gitu aja dia maish tersenyum kan..”Ujarnya terkekeh kepada kakaknya.
Fey menganggk”Bener... dia bahkan enggak cerita apapun masalah dia disini ya.”Ujarnya dengan sendu, ia belum beranjak dari kursi mereka duduki tadi.” Bahkan enggak ngelu sedikitpun hehe. Jangan kita ya Key.. mungkin kita bakal nangis kejer banget.”Ujarnya lagi.
Dokter Rey mengangguk.” Sebenernya dia rapuh kak, tapi dia berusaha buat tutupin semuanya dan menyimpannya untuk dirinya sendirian kak.. soalnya Key udah mergokin dia nangis dua kali.. dan itu pilu banget kayanknya.”Ujarnya....
“Pastilah Key. Orang yang kadang tak pernah terlihat menangis dan selalu tersenyum adalah orang-orang yang punya bayak kesedihan sampek buat dia terbiasa menutupinya semuanya dengan senyum tanpa tangisan. Bahkan ada yang karena dia dah capek nangis, mangkanya dia enggak pernah terlihat menangis lagi.” Ujarnya.” Lgaipula, kadang orang yang sangat ceria itu Cuma buat nutupin hati dia yang rapu..”
“Orang yang tertawa dikeramaian dan orang yang selalu menebarkan tertawa, itu kadang karena dia merasa bahagia dikalah diluar ruangan, bukan didalam ruangan,sl sebab jika dia snediri maka ia akan menjadi orang yang paling menyedihkan. Mangkanya jangan asal iri dan jeblak orang. Kalo hidup orang itu lebih beruntung dari pada kita. sebab banyak orang yang gunain topeng kebahagiaan dan senyum untuk nutupin apa yang dia milikin dan dirasaain mereka.”Lanjutnya.
Kakanya Rey kan memang pintar,kan sudah dibahas sebelum nya jika kakaknya itu adalah lulusan kedokteran, belum kagi psikologi, karena memang wajib ia sekolah suoaya bisa. membaca gerak tubuh manusia. jadi jangan heran ya... sebab ini sudah dijelasi bab sebelumnya, kalo masih ada yang ingat... berarti enggak pernah nyekips cerita hehe.
__ADS_1
Dokter Rey mengangguk.”bener banget kak.”Jawabnya setuju.”Kalo gitu ayok kita pulang kak. Nanti takutnya Ibu nyariin kita... aku juga mau sholat dulu.”Ujarnya dokter Rey membat kakaknya menganguk dan membawa bekas maknaan dan sampah yang dari mereka makan tadi.
Mereka berjalan berirngan sembari bercerita tentang Rindu. sampai keparkiran.. sampah sudah Fey buang diluar tadi. mereka tinggal masuk kedalam mbil miliknya dokter Rey diparkiran. Namun mereka dikejutkan dengan suatu hal yang tak terduga..
Bugh..
Dokter Rey mendadak dipukul kuat oleh seseorang dari balik belakangnya mebuat dokter Rey terantuk mobilnya sendiri.
”Kyakkk... Key....!!” Teriak Fey menatap adiknya yang dipukul oleh seseorang itu membuat ia menutupi telinga refleks..
Dokter Rey memegang kepalanya yang terkantuk dan berdarah... ia meringis mengusap pipinya yang beradarah itu. Lalu ia dikejutkan lagi dengan...
Bugh... pukulan lagi mengenai wajahnya yang mulus itu membuat kepala itu berbalik kekanan dan berdarah.
Dokter Rey dikejutkan dnegan pukulan ketiga. Namun ia mulai melawan dan menghindar.. ia merasakan jika orang yang memukulnya penuh amarah saat ini. ia menahan kepalan tangan yang hampir mengenai perutnya itu lalu memutarnya. Ia membalikannya lalu Bugh... Membalas pukulan itu dengan tendangannya menuju perut sang pelaku.
“Hati hati Key..!!” Teriak Fey kepada adiknya histeris. Ia menutup mulutnya takut. Lalu menatap sekeliling, tak ada orang untuk diminta bantuan, membuat ia pergi dari sana dan mencari bantuan. Ia harus cari bantuan, tapi jika ia tinggalkan adiknya nanti bagaimana?ia bingung. tapi lagi dan lagi ia berfkir, jika ia disini juga adiknya tak bisa ia bantukan? Itu membuat ia kucar kacir mencari bantuan untuk memisahkan mereka.
Sosok itu tak lain adalah Habib. dia terkekeh menatap dokter Rey. Iya.. sedari tadi ia tak pulang.. ia menunggu dokter Rey disini untuk mengahajarnya disini. Dan itu karena dendamnya. Ia mengusap perutnya menap dokter Rey dengan dingin.” Saya? Tidak penting..”Ujarnya kepada dokter Rey sinis.” Yang penting bagi saya sekarang adalah. Kamu siapanya Rindu?” Tanyanya to the point.
Dokter Rey mengernyit bingung menatapnya seperti itu. Apa adi? “Kamu ngapainn nanya hubungan saya sama Rindu?” tanyanya bingung.” Memangnya kamu siapanya Rindu sampek seperti ini?” tanyanya lagi.
Habib mengepal kan tangan mendengarnya. Benar juga.. memangnya dia siapanya Rindu sampai-sampai ia bisa menghajarnya? “Saya calon suaminya Rindu...”Jawabnya dengan lantang tanpa ada rasa kegentaran. Bisa ditertawakan ia jika ia bicara jika tak memiliki hubungan apa apa dengan Rindu. malunya kebun ubun nanti wkwkwk...
Dokter Rey malah tertawa menampilkan giginya yang merah karena darah membuat Habib menatapnya datar, apa dipikirnya ia sedang melolucon? Melawak atau sebagainya? Ia serius tapi ditanggap seperti sedang sirkus saja ya..
Puk.. puki.. puk..” Saya tau kamu benar hehe,,”Ia tergelak lagi sembari menepuk tangan.” Dan kenalkan saya juga calon suaminya Rindu.”Jawabnya tak kalah dingin dan sinisnya. Ketika Habib mau menyelah ia memotong.” Loh enapa mau marah?’ Tmayanya.
Habib terdiam dibuatnya menatapnya. dokter Rey mendatarkan wajahnya.”Semua orang didunia ini bisa mencalonkan diri menjadi suaminya Rindu bukan? calon DPR Saja lebih dari satu, sama kayak calon suami. Masa enggak bisa lebih dari satu sii? Hehe.. jadi siapa aja masih bisa menjadi calonkan untuk menjadi suaminya Rindu?” Tanyanya dengan sinis.
Habib mengepalkan tanganya. Tak mau lagi bicara tapi harus menjawab.”Omong kosong macam apa itu? “Tanyanya dengan lantang sembari mengangkat dagunya.”Jika calon ya cukup satu. Kamu pikir kita sedang bertarung mendapatkan jabatan?”Tanya Habib lantang. “ Jikapun seperti itu.kamu pikiran Rindu apa ha? Kamu samakan dengan hal serendah itu... ch.. pemikiran macam apa itu.”Ujarnya dingin. Ia menatap dokter Rey penuh permusuhan.
Dokter Rey tergelak dibuatnya.” kamu tau tahta Rindu berharga. Mangkanya harus banyak kandidat yang harus berjuang. Dan perjuangan kita itu yang menyatakan patas atau enggak kita bersanding dengan dia.jika pikiran saya rendah. maka pikiran kamu terlalu kotor. Iya.. kotor,, karena tidak bisa berfikir sehat tentang perkataan orang lain..!!” Ujarnya dingin.
__ADS_1
“Kurang ajar...!!” Teriaknya Hbaib.. lalu mendekati dokter Rey. Dokter Rey menahannya dengan tangan yang mengambang. Tapi Habib sudah terbakar cemburu membuat dokter Rey mau tidak mau melawan dan menghindar. Ia menghindar tanpa memukul Habib balik. sebab baginya Habib saat ini dikuasai oleh keegoannya. Dipengaruhi oleh nafsu dan dikuasai oleh keamaran.
Sampai pada Fey datang membawa dua polisi disana.”Pak itu dia bantuin adik saya pak...!!”Teriaknya lantang mengarahkan kepada dokter Rey yang sedang berkelahi. Dokter Rey cukup bonyok dibuat Habib karena Habib memukul tak tangung tanggung. Kurang ajar emang Habib. Orang tidak mukul dia malah memamfaatkan keadaan.
Dokter Rey bahkan jatuh dan dipukul ditanah membuat bajunya kotor semua lagi, lalu dua polisi itu datang dan membantu untuk mereraikan mereka berdua..”Lepas,,, atau kalian nanti kita penjarakan..!!” Dikiranya Habib dan dokter Rey bocah kali ya.. digituin mereka akan bubar. Tapi yang namanya polisi terserahlah ya...
Dengan usaha yang cukup besar akhirnya dua insan yang sudah berumur hampir berkepal tiga itu terpisah, Hanya dokter Rey yang tersenyum kepada Habib, sedangkan Habib mengepal kan tangan karena tak terima dibeginikan oleh dokter Rey.
Pipi dokter Rey terdapat dua cakaran dari Habib membuat pipi itu berdarah. Fey melihatnya panik"Aduh kamu nggak apa apa dek? "Tanya Fey mendekati adiknya itu dengan sendu dan juga Sedih.
Dokter Rey mentangguk"Kau enggK apa apa kok kk. Biasa, cuma luka sedikit.... namanya juga bearantem... oke.. "Ujar dokter Rey dengan lelehan darah sefar dipipinya yang mengalir.
"Pak. tangkap dia pak...! "Teriak dari Fey dengan keras dikalah melihat Habib yang berdiri Disana...
"Tidak usah..! "Ujar dari dokter Rey "ini biasakok... Nmanaya anak cowok.... enggak usah dipermsalahin.. saya enggakapa apa kok... enggak ada yang diseriuskan.... "Ujar dari dokter Rey .
"Key....! "Fey menghela nafas mendengar adiknya yang seperti orang gila itu, j ada yang baik baik saja tapi keadaannya bonyok seperti ini."Dia orang gila.. Tiba tiba datang terus muluk kamu... biar dia dapat besan sannya oke... "
"Enggak usah kak.. ayok kita pulang ..."Ujarhya lalu. menarik tangan kakaknya lembut untuk pergi dari sana. Ia baru saja belajra Gama dan berusaha untik. belajar lebih baik lagi dan menyerahkan kepada Tuhnnya. karena Tuhannya lebih tau mana yang lebih baik.
"ajuahin rindu..! "Itu suara dari Habib membuat dokter Rey berhenti dari sisinya san menatap Habib dengan datar.
Habib menatap dokter Rey dengan tajam. "Saya mencintai dia dan saya tidak mau kehilangan dia... Jadi saya tegakan jika kau harus ginggalkan dia..! Saya lebih panas dari pada kamu..! "Lanjutnya dingin.
Fey mendengarnya pun kengernyit... Ia menggeleng mendengarnya. Ia tak terima membuat ia ingin bertanya Habib punya hak apa memang? Habib siapa emang?
Tapi dokter Rey mengangguk kakaknya membuat kakaknya menatap Habib tajam. dokter Rey menghela nafas "Tidak ada cinta yang lebih dalam sebelum kamu berjuang..! Saya juga mencintai Rindu... Dan saya tidak akan menyerah semudah itu... "Jawabnya tanpa rasa takut.
"Saya sudah banyak berkorban untuk dia... Dan cinta saya lebih besar dari pada kamu.! "Ujar Habib lagi dingin. Tangannya ia lepaskan dari polisi yang menahannya itu.
"Emangnya kamu bisa mengukur hati saya seberpa dalam untuk Rindu? "tanyanya dengan sinisnya. "Dan ia kamu bisa tau jika cinta kamu lebih besar dari Rindu bagaimana? "Tanyanya lagi.
"Dan satu hal lagi harus kamu ketahui... cinta memang pengorbanan. Ketika kamu berkorban untuk membagikan hati kamu kepada orang lain... Dan berbagi perasaan kepada orang kau lain, Disana kamu menangis dikalah orang itu sakit, khawatir melebihi diri kamu sendiri ketika ia sedang mendapatkan musibah... tidak ada cinta tanpa pengorbanan. Tapi cinta tak mau berkorban itu harus dipertanyakan... "
__ADS_1