
Terlalu banyak orang tua yang mengidolakan anak orang lain sampai lupa unyuk menghargai perasaan anaknya... Tapi ketika anaknya membandingkan ibunya dengan ibu orang lain kenapa marah? Sakit? ya begitulah yang kami rasakan Bunda... NVS31...
Setelah semua yang sudah Rindu lakukan tadi kepada Umi dan abbinya untuk membujuk supaya ia boleh membersihkan kaki mereka itu membuat Rindu bahagia… Rasyid malah memvideokanya supaya untuk kenang kenangan.
Caca? Ia hanya diam menatap kakaknya itu disampingnya Rasyid sesekali bertanya tentang apa yang Rindu lakukan.
Rindu mengusap kaki ibunya lembut dengan air hangat yang ia bawah tadi lalu mengelapnya dengan kainnya disana… Tanpa ia sadari air matanya jatuh. Umi yang mengajarkanya mengaji, memasak dan segala hal. Umi yang berjuang dan Umi yang melahirkanya membuat ia tak kuat.
Beda halnya dengan Umi Rindu yang malah memalingkan wajahnya kesisi lain karena tak kuat, ada perasaan yang tak ikhlas dihatinya melihat Rindu yang sekarang, ia tak mau Rindu begini, ia lebih suka Rindu yang dulu sang pemberontak membuat ia meremas tangan suaminya disampingnya itu..
Cup.. Uminya kaget dikalah Rindu mencium kakinya dengan cukup lama itu, buliran air mata Rindu yang hangat jatuh dikakinya membuat ia tak kuat melihatnya. Rindu mengusap kaki Uminya yang basah lagi karena air matanya itu.” Kata orang.. ketika melahirkan itu rasa sakitnya setara dengan ribuan urat tubuh yang putus dan sebelas tulang yang dipatahkan dengan serentak. Jika dibandingkan dengan rasa sakit yang bisa manusia terima. Maka rasanya sudah diatas wajar.. tapi hebatnya seorang ibu mampu melahirkan eorang anak dimuka bumi ini.”Ujar Rindu mengusap ruas jari ibunya itu.
Rindu terkekeh lalu menatap Uminya dengan sendu.” Tapi lucunya semua rasa sakit itu hilang seketika dikalah anaknya lahir dan menangis.”Ujarnya mengusap pipinya.” Tangisan seorang anak menjadi obat untuk seorang ibu dimuka bumi.. senyum anak yang dilahirkannya menjadi bukti, bahwa, sesakit apapun seorang ibu menahan sakitnya melahirkan.. tapi semuanya akan terbalas hanya dengan kelahiran seorang anak yang sehat sehat saja dimuka bumi.. ada banyak ibu diluar sana yang mati melahirkan..”
“Tapi dengan tekatnya soerang ibu mengatakan.. mati urusan takdir.. mereka tak ada yang takut mati supaya anaknya mampu melihat Bumi..”Ujarnya lalu mengusap air matanya lagi.” Umi.. umi wanita yang kuat, wanita yang hebat.. terimakasih ya Ummi udah ngelahirin Rindu dimuka bumi ini.. terimakasih..”Ujar Rindu membungkuk dengan Uminya dan kembali mencium kaki umminya itu dan meminggirkan baskom airnya.
Umi Rindu menutupi wajahnya tak kuat mendengarnya. Abbi Rindu mengusap bahu istrinya itu.. ia tau apa yang dirasakan oleh Rindu membuat ia menepuk pundak istrinya itu sendu. Umi Rindu menghapus air matanya dan mengusap kepala Rindu lembut.”kamu juga wanita yang terkuat yang ummi punya, tetap kuat ya nak… dan jadilkah pemberontak demi semebuah kebenaran dan penegakan iman kita.. Umi banggga sama kamu.”Ujarnya lalu mengecup kepala Rindu sayang.
Baru kali ini Rindu dipuji membuat Rindu bahagia… Rindu tersneyum tulus dibuatnya lalu mendekati kaki abbinya itu. Kaki seseorang yang mendidiknya keras dan juga penuh dengan ketidak sukaan dirinya.
Padahal abbinya mengajarkanya itu untuk dirinya sendiri. “Kaki abbi adalah saksi bahwa Rindu punya pahlawan terhebat didunia ini.”Ujar Rindu membasuhnya.”Disini ada bukti bahwa abbi susah hanya untuk Rindu dan kami semua..” Ujar Rindu membersihkanya membilaskanya.”Dan yang terpenting kaki abbi adalah saksi jika abbi menjadi abbi yang tanggu untuk selalu berdiri demi anak-anakmnya..”Ujarnya mangusap air matanya.
Ia mengelap kaki abbinya dengan tulus disana membuat abbinya itu menguspa air matanya yang jatuh.
__ADS_1
Rindu mencium kaki abbinya bertepatan dengan abbi Rindu turun dari kursinya dan memeluk anaknya erat,, ia mencium kepala Rindu sayang dengan beberapa kali kecupan.. ia memeuk erat Rindu sampai pada tak mau melepaskanya itu.. Rindu masih diposisinya menerima kehangatan yang abbinya kaish. “Kamu juga bangga sama putri abbi.. abbi juga sayang sama Rindu…”Ujarnya lalu melepaskan Rindu menatap Rindu.
Rindu tersenyum membuat abbinya memeluk Rindu lagi.. uminya terkejut dikalah suaminya meliriknya dan menarik nya juga membuat ia mengangguk dan memeluk Rindu juga disisi kanan abbinya. Abbinya Rindu mencium kepala istrinya lembut,.
Rasyid disana melihatnya pasti saja cemberiut.”Ahhhkk abbi umi. Rasyid ikut ih..” ia mendekati umi nya dan abbinya itu dan berpelukan disana menarik caca supaya ikut.. Caca ikut ikut saja tersenyum melihat abangnya yang resek padahal ia sedang video dan mau pamer sama teman teman sekolahnya.
Terjadilah sesi peluk memleuk disana dan juga canda tawa.. tidak lupa umi dan abbinya bertanya kepada Rindu bagaimana keadaanya, tentu saja Rindu menjawab ia baik-baik saja… dan lagi ditanya bagaimana Rindu hidup dikota. Rindu menceritkan kerjanya.. dan juga keluarga Habib, ia belum menceritakan Rey dan Habib sebab baginya ia baru pulang. Masa iya dia langsung bilang jika ia mau menikah. Bisa bisa salah paham abinya nanti.. ia menghindari hal itu..
ada yang bertanya kenapa Caca diam saja dan tidak akrab dengan Rindu? Karena memang Rindu tidak dekat dengan adiknya. Caca typekal anak nakal yang tak mau dinasehati sedangkan Rindu orang yang tenpramen, suka emosian membuat dua watak mereka bertolak belakang.. Rindu tak suka diganggu sedangkan Caca jail dan juga aktif. Caca sangatlah hyperaktip membuat Rindu tak suka.. bukan tak suka, hanya saja mengurangi interaksi dengan adiknya.
Caca juga orangnya cemburuan dikalah abbinya Rindu atau uminya Rindu memperhatikannya. Itu semua membuat Rindu malas untuk sebagaimana seorang kakak dengan adik. Kalian tau lah ya bagaimana sikap Rindu sebelum ia taubat. Bisa dikatakan Rindu orang yang super apatis dan juga cuek akan selkitarnya. Bahkan dengan adiknya sendiri. Jika mau dekat ya ayok kalo tidak ya udah.. apalagi ia tak ada niat untuk dekat dengan adiknya itu membuat jarak mereka semakin jauh.
Meski begitu.. Rindu jika, pastis selalu ingat Caca membuat ia banyak atau dikitnya selalu bawa makanan atau cikiciki untuk adiknya itu… kadang buahlah, atau apapun itu.. Ia juga yang selalu maju paling depan ketika Caca ada masalah.. Dulu ada ketika Caca hamper dikeluarkan dari sekolahnya hanya karema Caca berkelahi dengan salah satu anak guru. Dengan tak gentarnya Rindu membantah ucapan guru dan mengatakan hal yang sebenarnya.
Allhasilnya Caca hampir dikeluarkan dari sekolah… karena mereka kalah uang dan pangkat. Kalian taulah yak an? Tapi tak gentar Rindu memecahkan meja kantor dari sekolah Caca dikalah ia dibentak kepala sekolah disana. Siapa yang tidak marah ketika tak diberi waktu untuk menjelaskan dan buku adik kalian dilempar kemuka kalian tanpa hormat?
Pada akhirnya kalian taulah ya siapa yang menang… pastinya Rindu karena Rindu bicara mengenai fakta bukan ucapan yang ada.. (ini kisah nyata autrur ya.. susah memang kalo berurusan dengan orang yang berada dibanding kita)Dan jika kalian punya kakak yang apatis percaya deh kalo dia t orangnya sayang banget sama adiknya...
“Huaa…” Gumam Rindu menguap sembari menutupi mulutnya dikalah pagi ini.. pagi ini sangat berbeda dengan pagi biasanya ia rasakan… jika biasanya ia dingin karena AC, Tapi ini dingin karena dingin alami. Rindu bahkan mengenakan kasu kaki dikalah tidur karena mungkin sudah tak terbiasa lagi dengan dingin begini. Tiga kali lipat dinginnya AC.
Pagi hari ini Rindu juga sudah beraktivitas mengenakan topi yang dirajut oleh Umminya.. ini sangat hangat dan nyaman, karena posisinya ia dirumah membuat ia bebas bergerak ketika sholat subuh, ia membersihkan semua bagian rumah dan masak.. bahkan uminya Rindu kaget dikalah ia pulang sholat subuh rumah sudah beres.. Rindu sudah terbiasa membereskan rumah dijam 4 jadi ya begini.. Umi dan abbi Rindu memamng suka sholat subuh dimasjid. Jadi jangan heran ya..
“Kamu siapa?” Itu membuat Rindu yamng pagi ini menyapu halaman rumah itu terkejut dan ia berbalik menatap sang empuh yang bertanya. Wajar saja sii Rindukan mengenakan niqob, jado pasti tetangganya banyak yang tak mengenalinya lagi.
__ADS_1
Rindu tersneyum ramah dibalik niqobnya melihat tetangganya itu.”Ehh bik Mus… hehe.. Ini Rindu Bik, masa enggak kenal lagi sama Rindu?” Tanyanya dengan lembut, disana ada juga empat porang p[erempuan lainya yang berusia cukup berumur, seumuran abbi dan uminya lah ya..
Mereka kompat membulatkan muliut dan menatap Rindu ramah.” Yaampun Rindu.. kamu apa kabar? Mbok kangen tau nggak hehe.. kirain masih lama kulianya enggak pulang pulang.”Itu ujaranm dari mbok Iti.. Ia adalah tetangga Rindu yang lain..
”Sekarang tambah sholeha ya. Udah pakek cadar.. anaknya ibuk kapan ya bisa kayak Rindu..”Ujarnya yang lain mengamit tangan Rindu biasa emak emak kan”: Anak ibu tu disuruh pakek jilbab aja susah bener tau nggak, kadang ibu tu malu liatin dia makek baju seksi seksi, malah rambutnya diwarnain lagi.. sakit kepala ibu.. kenapa ya ibu enggak bisa punya anaks sholeh nak Rindu.”Ujarnya menepuk nepuk pundak Rindu membuat Rindu meringis sembari memegang gagang sapu lidihnya itu.
Ya…. Rindu memang dikenal gadis pemberontak, hanya saja tak sedikit emak emak disini mengidolakan Rindu menjadi anak mereka, karena Rindu dikenal berprestasi, pintar, sholeh dan juga pandai dalam silat. Rindu dimata mereka itu adalah anak yang ideal dan juga badan bandingan dengan anak mereka.. nah.. karena ini juga Rindu tidak punya banyak teman disekelilingnya,. Karena gadis seumuran dia itu membenci Rindu yang ibu mereka selalu membanding bandingnkan diri mereka dengan Rindu disana. Anak mana si yang suka dibanidng bandingkan?
Rindu meringis dibuatnya mendengarrunmpian ibu ibu didepanya ini, maklum ya Rindu dari desa dan rumahnya tidak ada dipagar lebih seperti rumah Habib, hanya ada bambu disana membuat para ibu ibu bebas masuk.,”Iya anak saya tu melawan banget tau nggak..”Curhat ibu lainya kepada ibu tadi.” Saya engak boleh pacaran karena takut hamil duluan kayak anaknya pak Somat loh,., tapi tetep aja pacaran.. saya takut banget anak saya digrepegrepe duluan..”Ujarnya dengan mata yang melotot sinis dengan yang lain disana.
“Bukan Cuma ibu aja tau nggak..!” Curhat yang lain membuat Rindu menghela nafas. “ Anak saya itu udah lima kali kabur dari pesantren karena enggak mau sekolah disana. Katanya makananya tempezombie lah, tumis pare lah dan sebagainya. Katanya kolornya juga suka dicuri orang disana sampek sampek dua pachk sempaknya hilang.”Ujarnya tanpa tahu malu. Memang ya kalo mak mak tak bisa direm ucapanya.
Rindu terkekeh dibuatnya, tapi ia bingung juga, jika begini terus ia tak jadi ini beres beres teras rumahnya sdeangkan jam sudah mau jam 7. Ngapain juga ibu ibu sudah merumpi jam segini? Tapi biasaya mereka sedang menung sayur membuat Rindu menghela nafas, mengusir? Tidak enak juga kan,. Lagiupula dosa ngusir orang kan..
“Rindu kasih resepnya dong biar anak kita bisa kayak kamu.. bisa pintar dan juga sholeh, kalo dikasih saran dan nasehat itu didengar bukan malah kabur.. bukan malah bilang kita sebagai emak emak dan bapak bapak.. sebagai orang tua ini dibilang kita jahat lah, terlalu keraslah dan yang terakhir terlalu menekan anak supaya menjadi orang lain, padahal niat kamu itu Cuma satu, supaya mereka mebjadi anak yang lebih baik lagi dikedepannya.,.” Ujarnya kepada Rindu.
Rindu menghela nafas dibuatnya.” kalo nasehatin jangan dibanding bandingkan ya bu dengan anak lain, soalnya kalo disbanding bandingin dengan anak lain anak ibu ibu bakalan sakit hati.. bukannya malah berubah metreka malah metasa kalian itu tidak bisa menghargai kerja keras mereka.”Ujar Rindu membuat mereka diam.” jangan berjkata kasar dikalah memarahi mereka, jangan bilang’Binatang.’ Bohoh’ Anjing’ atau ‘Anak yang tidak berguna sbebab kata kata soerang itu itu adalah doa yang sangat mujarab bagi anak-anaknya.
Jadi jika anak-anaknya bodoh,m enggak berguna, melawan jangan salahin anaknya.. bisa jadi semua yang anaknya lakukan itu karena ucapan ibunya yang dijabah oleh malaikat.. Jlebb.. “ Ujaran Rindu mampu membuat bungkam meak emak itu dan langsung saling tatap. “Kalo lagi marah coba ubah ucapannya gini.” Yallah nak, semoga kelak jadi oprang suskes ya biar kau tak malas lagi’ atau ganti .’Semoga jadi anak sholeh atau sholeha nanti ya nak.. biar anakmu bangga denganmu enggak kayak mama yang sukanya marah marah sama kau’ ‘Pintar kali kau ya’ Meskipun dia hanya mendapatkan peringkat lima belas sekalipun, karena jika soerang anak jika dipuji maka mereka akan merasa dihargai dan bahagia.”
“Singkat saja, seorang anak akan sangat menyayangi orang tuanya jika orang tuanya bisa menempatkan dirinya dikehidupan anaknya.. bisa menghargai mereka, bisa memahami kehendak mereka dan bisa mengawasi mereka. Kadang kita memang harus mengenakan cara tegas untuk mendidik anak supaya tak terlalu jauh melakukan kesalahan.. karena hati seorang anak itu sangat rapuh jika menyangkut orang tua..”Cerita Rindu membuat mereka saling lirik dan saling mengintroveksi diri. Karena 90% anak yang ada didaerah kita itu melakukan kebalikan yang Rindu bilang tadi.
“Rindu.. katanya mau ikut Umi kesapar karena mau beli gado gadoo.” Ujarnya dengan merapihkan jilbabnya, uminya memang mengenakan hijab jika diluar. “ Eh kok rame banget si disini?” Tanyanya kepada ibu ibu disana.
__ADS_1
“Gini bu, tadikan kita nungguin tukang sayur lewat, ehh ada Rindu jadi kita mampir deh Tanya Tanya soal keadaannya dia hehe.:”Ujarnya bik Mus.. umi Rindu mengangguk” Yaudah kalo gitu. Saya sama Rindu pergi dulu ya.. assalamualaikum...”Ujar Uminya Rindu.”Rindu duluan ya bukk.. assalamu’alaikum.”Rindu meningalkan tuagsnya disana karena ditarik uminya dari sana membuat ia kepo, ada apa dengan umimnya ini?
Namun disela itu ada satu sosok yang menghidupkan hapenya lalu menekan beberapa nomor.”Hallo…”