
Gevan mendengus.” Loe fikur gue mau jadi begook mulu gitu.. anjim emang ye lu..” Ujarnya menunjukkan kening Rindu membuat Rindu terkekeh menatap temannya itu. Teman pria yang seharusnya dilarang agama. Agama melarang untuk terlalu berdekatan degan bukan makhrom tapi Rindu langar. Sebab Rindu terlalu awam untuk menjadi istiqoma seperti yang kalian inginkan.
“Loe Rindu? loe udah ada cowok nggak?” Tanya Gevan memancing Rindu membuat Rindu mengeleng.” Masa sii. Lakik tadi keknya suka deh sama loe. Dia liatin gue yang sedari tadi main sama loe aja tajem banget kek mau keluar tu mata.. astaga gemeterean gue anjiiimm..” Ujar Gevan mencurahkan isi hatinya.
Rindu mengangkat satu alisnya menatap kedepan. Ia memikirkan siapa yang diakasud oleh Gevan.” Habib?” Tanyanya membuat Gevan mengangguk yakin soalnya tadi ia dengar Yohan memanggilnya dengan nama itu. Rindu malah terkekeh.” Dia mah memang gitu orang nya..!! matanya pen menguji kesabaran kita yang mau congkel kan..”Ujarnya membuat Gevan terkekeh.
“Loe punya hubungan sama dia?” Tanya Gevan mengoda dan mengurik informasi yang ada membuat Rindu menaikkan satu alisnya. “Diakan secara tampan, kaya Coll kek dinovel-novel.. dan lagi kek posesiv gitu.. biasanyakan cewek-cewek bakal histeris tu liat cowok kek gini..” Ujarnya lagi membuat Rindu paham.
Rindu menggeleng cepat.” Nggak semua gadis menyukai pria semacam itu kok. Soalnyakan cinta datengnya dari hati.. percuma ganteng kalo ngak bisa curi hati dedek bang..” Uar Rindu membuat Gevan tergelak. Rindu memang suka bercanda dengan Gevan. Ia merasa nyaman kepada Gevan meksipun Gevan lawan jenisnya sekalipun.
“Loe engak capek emangnya sendiri Terus Rin? Kek yang loe katain tadi? loe sekarang berjuang sendiri tanpa ada sandara Rin. Kalo loe sama Habib gue yakin dia bakal jadi sandaran loe. Atau gue sendiri siap kok.” Ujarnya mengedipkan satu mata genitnya membuat Rindu menatapnya dengan kekehan biasa.
Rindu menggeleng.” Sendiri keknya lebih baik dari pada berdua tapi dipenuhin sama Zina dan diisi dengnan dosa Gev. Dosa gue udah banyak. Jangan nambah lagi deh.. nggak sanggup gue nanti.. keburuh gosong dulu masuk surga gimana coba.” Ketus nya membuat Gevan tergelak. sebab manusia diakhir zaman nantikan memang akan dimandikan dilumpur neraka dulu ketika kita sudah suci kembli barulah kita bisa masuk kesyurganya Allah.
semakin banyak dosa maka semakin lama pula dinerakanya.
__ADS_1
Gevan menggeleng tak yakin pada Rindu.” Loe enggak takut gitu kalo Habib nanti bakal kecantol ciwi-ciwi yang bahenol gitu? Cantik sexy.. Uh.. loe kan ngk ada apa-apanya Rindu kalo nafsu sudah meraja lelah.” Ujarnya menggoyakan iman Rindu.” Loe engak takut sendiri terus? nggak mau buka hati loe buat orang lain? sendiri terus si akh.” lanjutnya karena Rindu diam saja.
Rindu meghela nafas lagi.” Kadang sendiri itu lebih menyenangkan...” Gevan meatap kelangit sama dengan halnya Rindu.” Sendirian mengajarkan gue gimana rasanya hidup tanpa orang lain selain Allah. dan memaksakan diri gue supaya nanti gue bisa terbiasa saat mati. karena satupun dan apapun itu nggak ada yang bisa gue bawa keliang lahat. Sendiri, sunyi, gelap dan juga dingin... haha... Allah mau ngajarin gue gimana rasaya supaya suatu saat nanti gue enggak sedih dan kaget lagi pas dikuburannya..” Ujar Rindu membuat Gevan tertegun.
“Nanti doain gue ya Gev, supaya liang lahat gue bisaa kerasa rame sama suara doa loe.. soalnya loe kan temen satu-satunya gue. gue enggak yakin bakal ada orang yang doain gue selain loe nantinya... dan satu hal yang loe harus tau. Gue sayang sama loe disisi hati gue sebagai sahabat gue. dan gue udah nyimpan nama loe dihati gue gev,.. Gue sayang sama loe.. makasih ya..” Ujarnya membat langit yang awalnya menciptakan bintang-bintang sekarang mendung. Sebab suara hati itu terdnegar jelas. Jelas dan juga meresahkan setiap jiwa yang mendengarkanya.
...
SETELAH PERTEMUAN ITU Gevan memilih akan masuk agama islam saja. Sebab ia ingin menjaga Rindu meksipun bukan dengan menjadikan Rindu miliknya. Sebenarnya ia masuk islam hanya sebagai masuk supaya bisa masuk kekeluarga Holmas saja, lagipula keluarganya memaksanya supaya masuk agama silam. Sebab memang kelarganya tak pernah menentang agama apapun ,sebab mereka selalu mendukung yang terbaik untuk anaknya. Apalagi Gevan adalah anak satu-satunya sekarang.. apapun akan diberi dengan mereka.
Filos yang menatap Rindu yang fokus pada berkas itu diam-diam melirik, sebab ia sedari tadi gelisah entah kenapa. Rindu yang dilirikpun menjadi bertanya, sebenarnya ia sadar dari tadi dilirik oleh Filos yang duduknya disamping dirinya itu. Karena penasaran dia menatap kesamping.” Kenapa sii kak?” Rindu memang memanggil Filos dengan sebutan kak supaya menghoramatinya saja karena Filoskan memang lebih tua.
Filos menghela nafas menatap Rindu. “Anuh Rin.. gimana ya jelasinya.”Gumamnya dengan tak jelas. Ia menggaruk tengkuknya. “ Diluar ada Mbak Mise yang cari pak Habib. soalnya sii dia nyarinya dari kemarin. Tapi hari ini dia malah bawa bodyguard jadi mereka berantem dibawah.” Ujarnya dengan gugup.
Rindu menernyit. Mise? Kalian ingat Mise? Gadis yang dijodohkan dengan Habib itu? Oh kenapa juga kalian tak ingat bukan? Jika tidak buka bab sebelumnya saja oke.. “Iya terus kalo dia kek gitu kenapa? Scuritynya nggak sangup buat lawan atau kek gimana? Atau bawa senjata tajam?” Tanya Rindu dengan bingung. masa hanya bawa mereka saja scrity disini tak bisa lawan.
__ADS_1
“Yahhh..” Filos mendesah bingung.” Soalnya mereka meresahkan. Barang dipecah semua dibawah itu... Mbak Mise mau ketemu Habib jika tidak dia akan menghancurkan semuanya.” Ujarnya dengan gemes pada Rindu..
Rindu menghela nafas. “ Bilangin aja napa. Takut amat sii kak, kek mau ketemu malaikat maut aja.. iya sii Habib serem, tapi enggak segitunya juga kali..” Ujarnya santay lalu kembali memfokuskan matanya pada layar montor itu. Bukan urusannya juga batinya kan.
“Siapa yang maaikat maut Rin? Siapa yang seram?” Suara bariton itu ditelinganya Rindu membuat jari lentiknya bertenti diatas Keyboard. Bulu romanya tegak seketika sebab ia ingat Arga yang dulu meniup samping telinganya. Jantungnya berdegub. Mungkin ini yang dinamakan Trouma gumamnya dengan gugup didadalam hati.
“Tuan.. Ada nona Mise diluar... jadi Tuan gimana ini?” Filos menyelamatkan Rindu membuat Rindu melirik Filos karena ingin berterimakasih. Ia tak tau harus bicara pada pada Habib dengan sedekat itu. Bisa-bisa ia pukul wajah Habib nanti. Ia menghela nafas dalam karenanya.
Namun saat Habib menghela nafas.
Brak...
Pintunya dibuka lebar oleh sosok badan kekar disana. Membuat pintu yang tidak dikunci itu hampir rusak seketika. Padahal bisa didorong baik-baik kenapa harus dengan cara kasar segala? Nggak sayang sama tangan apa tu manusia ya? Ini yang dinamakan, ommanusia yang hidup pakek otot bukan pakek otak membuat semua orang disana menatap arah pintu dengan tatapan terkejut.
.
__ADS_1
.