Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Fitnah


__ADS_3


Ada yang menyalami takdir ketika kehendaknya tak dipenuhi. Tapi adakah yang menyalahkan diri sendiri ketika tak mampu memperbaiki atau mengubah takdir?-NVs31



Hijrah bukan tentang apa yang kamu bungkam. tapi tentang bagaimana kamu bisa bertahan meskipun ujian sedang menghantammu. - Kep strong pejuang ajannah...


Aku punya beberapa kata kata mutiara, boleh ya kasih superman sebelum ini tamat, soalnya ini udah mau aku tamatan huaaahhh sedih ha tau?


.....


Sudah satu minggu setelah pertemuan itu membuat Rindu menjadi lebih penidam, ia selalu melakukan suatu hal. Untuk dirinya dan juga Tuhannya saj, sebab ia ingin menghabsikan bulan ini baru nanti.


Ia akan menghabiskan bulan ini untuk bekerja dengan Habib karena akhir bulan nanti ia akan pulang kepada ayah dan ibunya. Ia harus pulang dan menecium telapak kaki ibunya. Orang yang sudah membesarkan sedari kecil.


Baru kali ini Rindu bersyukur dikalah ia diusir dan dicaci oleh orang lain. setidaknya karena dicaci dan diusir membuat ia sadar dan kembali kejalan yang benar.


Memang benar. -Tuhan memikiki cara yang terbaik untuk hambanya, dan apapun yang sudah dipilihnya itu adalah yang terbaik untuk hamba hambanya.


Dalam sebuah riawayat, Rasul pernah mewanti-wanti agar jangan sampai dicabut nyawa kita kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah SWT. Artinya, karena kita tidak tahu kapan nyawa kita akan dicabut, maka sepanjang hidup, kita harus berpikiran positif kepada Allah, jangan sekali-kali pernah punya prasangka jelek kepada Tuhan, apa pun kondisi kita.


Nah, mari kita mengenali sejak dini, gejala penyakit suuddzon billah(prasangka buruk kepada Allah) 


Dalam sebuah riawayat, Rasul pernah mewanti-wanti agar jangan sampai dicabut nyawa kita kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah SWT. Artinya, karena kita tidak tahu kapan nyawa kita akan dicabut, maka sepanjang hidup, kita harus berpikiran positif kepada Allah, jangan sekali-kali pernah punya prasangka jelek kepada Tuhan, apa pun kondisi kita.


Nah, mari kita mengenali sejak dini, gejala penyakit suuddzon billah(prasangka buruk kepada Allah) 


Berprasangka buruk pada Alloh merupakan bentuk cemooh atau ingkar pada takdir Alloh, Misalnya dengan mengatakan “Seharusnya kejadiannya begini dan begitu.” Atau ucapan, “Kok rejeki saya akhir-akhir ini seret terus ya? Lagi apes memang…” serta bentuk ucapan-ucapan yang lain. Banyak orang berprasangka buruk pada Alloh baik yang berkaitan dengan dirinya sendiri maupun orang lain. Tidak ada yang dapat menghindar dari prasangka buruk ini kecuali bagi orang-orang yang memahami nama dan sifat Alloh. Maka sudah selayaknya bagi orang yang berakal dan mau membenahi diri, hendaklah ia memperhatikan permasalahan ini dan mau bertobat serta memohon ampun terhadap prasangka buruk yang telah ia lakukan.


Rahasia di Balik Musibah


Para pembaca yang budiman, tidaklah Alloh menimpakan suatu musibah kepada para hambaNya yang mu’min kecuali untuk tiga hal:


Mengangkat derajat bagi orang yang tertimpa musibah, karena kesabarannya terhadap musibah yang telah Alloh tetapkan.


Sebagai cobaan bagi dirinya.


Sebagai pelebur dosa, atas dosanya yang telah lalu.


... "Jadi untuk kita mari berprasangkalah selalu baik kepada Allah, sebab Alka maha segala galanya. Jangan sampai kita termasuk kedalaman sikap tercela tersebut ya..


....


Hari ini Habis dan Rindu memasuki kantor dengan tenang, sebab Filos sedang tidak bisa mengantar Habis katanya ia kesiabgan, jadilah Habis membawa mobil sendiri untuk mereka berdua.


Awalnya Rindu menolak sebab takut akan terjadinya fitnah atau semua hal yang bersangkutan dengan itu dan sebagainya Rindu abaikan, sebab Rindu sosok yang tak mau lagi berurusan dengan dunia.


Tapi lagi lagi Habib menolak dengan alasan nanti Rindu bisa telat dan sebagainya. Rindu yang sebagai karyawan biasasaja itu harus menurut saja.


" Hati hati..! " Habib menahan Rindu yang hampir jatuh katena hujan itu. sekarang musim hujan membuat lantai yang awalnya b aja menjadi licin.


Rindu yang ditahan dan jadi tatapan sinis dari orangs aekitarpun dengan mengindaro Habib dan menunduk saja sebab ia cukup kaget tadi.


" Kamu tidak apa apa? " Buian Habib yang bicara tapi sosok sosok yang dibelakangnya Membuat ia menatap kebelakang.


Diaana ada sosok Dimas yang mengenakan baju jas abu abu dengan tampannya mmebuat ia tertegun " Nggak apa apa.. "Gumam Rindu tak jelas.


Habib menatap Dimas dengan datar karena merasa kenal. " Ayo masuk... Kita sudah telat.. " ujar Habin melirik Rindu.


Dimas mebayap Habib dengan tatapan bossynya. :#" Selamat pagi pak.. Maaf pak, saya kesini-"


" Saya tidak menanyakan identitas kamu. Jadi silahkan pergi secepatnya dari sini.. "Potobg Habib dengan arogannya.

__ADS_1


" Tapi pak saya anak dari pak Bram Wicaksono untuk menghandel kerja sama yang sudah di buat oleh pihak kantor anda dan juga kantor kami pak... " ujar Dimas tak kalah arogan.


" Perusahaan mana? Batalkan saja. " Dengusnya Habib dengan sinis menatap Dimas. Dimas si mantannya Rindu... cih menyebutkan nya saja Habib jijay apalagi mata yg sudah dititupi oleh amarah dan juga kecemburuan wkwwk...


Diamas menatap Habib dengan arogannya " pak, kontrak kerja kita sudah ditandatangani, bapak yakin mau membatalkan nya pak? Bapak yau kan kosequensinya jika perusahaan bapak harus membayar denda lima dua kali. Lipat dari uang yang sudah kami serahkan diproyek kami.?" Tanyanys dengan sinisnya.


Habib. Menatapnya geram, sebab saat ini sama saja ia sedang ditekan dan oa bagaikan kucing yang ta dapat bergerak. "Bagaimana pak.? Jadi pembatalan kontrak?" Tanya Dimas memancing dikalah melihay habib diam.


Habib mendengus lalu masuk tanpa kata lagi" Rindu.. Kamu karyawan saya. jadi masuk sekarang juga..! " Ujarnya dingin lalu masuk tanpa ada kata apa apa lagi.


Rindi yang dilibatkan pun hanya menghela nafas kesal saja. Ia. Kdnayap Dimas yanh. Menatapnya dengan rindu. " Saya masuk duli.." Ujarnya lalu pergi meninggalkan pria itu sendirian.


Tak tinggal diam saja, Rindu masuk Dimas ikut masuk dong. Ia bahkan mengiringi Rindi dari belakang.


Sebenarnya ada yanganrh dikalah Rindu memasuki kantor itu. Hawanya beda dengan hari hari hari bisanya. Dimas yang bukan siapa siapa saja bisa merasakannya


" Ini kenapa mereka ngeliat kamu kayak lihat apa gitu ya Rin... " Gumamnya dengan bingung kepada Rindu yang disampingnya itu.


Rindu menggeleng " Nggak tau, nggak biasanya mereka ngeliatin aku kek gitu banget sii.. "Jawab Rindu jujur. Sebab ia memang tak banyak kenal dengan orang kantor sini, sebab orang kantor lebih banyak menghindari nya dan tidak mau berkenalan dengannya.


"Aneh. " Gumamnya Dimas bingung menatap mereka semua tajam.


'Hiss... Ini Rindu itu? Astaga.... Nggk nyangkah sii kok bisa ya cewek kayak dia biaa jadi lacur..! '


'Iyaa... Pakannya boleh nutupin kek. Manusia paling suci sedunia saja, eh nggak taunya jual diri.. "


'Ya mungkin bajunya cuma buat nutupin semua kejelekannya aja kali ya... '


'Yaa.. Munafik. Emang.. '


'Isss... Jijik gue, mending gue yang meakipun pakek baju ketat sekalipun seenggaknya gue nggak jual diri dan sok suci'


'Iya bener... Mending gue yang makek baju kek gini tapi akhlak baik. " Ujar lainnya.


Rindu yakin mereka sedang membicarakan dirinya, sebab ia biaa Melihat dari sorot mata mereka.


" Rindu...! Rindu... " Suara itu mengagetkan Rindu yang melamun. Ia menatap kesamping dimana Dimas memanggilnya.


" Ada apa? " Tanya Rindu sendunya.


"Liat... " Ia mengarahkan pandangannya kepada lantai dimana Rindu pijaki Rindu.


Rindu mengangkat kakinya dengan tenang, menatap kertas putih sepetak itu. Namun ketika ia mau. Mengambil kertas itu Habib dan Filos terlebih dahulu menahan tangan Rindu membuat Rindu mundur.


" Apa itu? " tanya Rindu dengan bingungnya.


Namun Habib malah menyobeknya dan membuangnya metong sumpah menatap Rindu tajam. " Jala*ng he... " Ujarnya sinis menatap Rindu.


Rindu yang dibilang begitupun mengernyit "Loe bilang siapa jalan*?"Tanya Dimas tak terima.


" Dia..! Sok suci, nyuru saya nghafalin Al-Qur'an supaya biaa nikah sama dia. Tapi nyatanya dia cuma perempuab sok polos dan sok baik... Cuh.. "Ujarnya berteriak.


Rindu diam seribu bahasa, ia belum bicara apa apa membuat ia menatap habib dengan tatapan takpercaya..maksudnya apa coba?


" Kenapa diem? Jawab..! " Bentaknya keraskepada Rindu.


" Ini ada apa? Coba jelaskan dulu, saya tidak paham. " ujar Rindu.


" Kamu manusia terburuk yang pernah saya kenal. .!" Ujar habib menunjukkan wajah Rindu.


Bugh....


" Jaga bicara kamu..! " Dimas tak tahan melihat Rindu dihina seperti itu membuat ia turun tangan kepada Habib.

__ADS_1


Bugh....


" Jangan sentuh Habib..! "Teriak Filos menerjang Dimas yang sudah memukul Habib.


Semua karyawan melihat mereka dengan gibahnya yang berjalan. Mereka menatap Rindu dengan tatapan jijik membuat Rindu bingung. Ada aalah aoa dirinya?


Namun matanya rertuju dituang infirmasi untuk karyawan. Ia tertegun menatap hal didepannya.


Ia berjalan meninggalkan Dimas dan Filos yang saling pukul disana. Ia seakan tak peduli, bukan tak peduli tapi ia kepo dengan masalah sebenarnya saja...


Disana ia melihat hal yang tak ia duga. Disana ada dirinya. Tanpa mengenakan hujan membuat tahannya gemetar ketakutan.


Ketakutan? Iya... Takut san marah.. Marah karena ia yang selama ini selalu menutupi auratnya tapi dengan mudahnya orang lain menyebarkannya.


Tangannya mengepal dengan gigi yang bergemuru, ia sudah mengenakan hujan sedari SMP dan ia bahkan tidak pernah membuka nya dihadapkan keluarganya sekalipun membuat nyawanya sekarang mengubur.


Tak sampai disita... Disana ada foto dirinya dan Arga yang sedang berciuman merah siapa kasur...


Rindu ingat itu, dimana dirinya hampir diperkosa dulu, dibantu oleh kawan kawannya yang sudah menjadi lawannya itu.


Ia menarik foto itu dan menggenggamnya erat. Air matanya tak jatuh tapi bisa dipastikan hatinya hancur. " Rindu.. " Gumam Dimas sisipan Rindu yang tak kalah kaget menatap dirinya Rindu Disana.


Tak hanya itu, Disana juga ada Foto Rindu yang ada dihotel san masuk keruangan polisi saat iamembangu Diva dan Meme seminggu yang lalu membuat ia kembali tertegun.


" Siapa yang sudah fitnah saya? " Tanya Rindu dengan sendu nya.


Semua orang menatap Rindu sinis, ada beberapa yang tidak dan juga nampak tak peduli. " enggak usah ngelak deh Rin.. Itu elo kan? " Tanya salah satu karyawan menor.


" Saya bilang siapa yang sudah benar foto saya disini san fitnah saya..! " Bentak Rindu keras dengan menggema dikantor itu keras. ia tak terima di beginikan.


" Itu kamu kan? " Tanya Habis dengan dinginnya.


"Iya itu saya... " Jawab Rindu membuat yang lainnya kembali berbisik bisik. " Tapi itu bukan kayak yang kalian fikirkan tentang saya... Itu bukan yang kayak kalian dikirakan kalian.. " Ujar Rindu menggeleng dengan lemahnya. Ia sadar, sebesar apa ja mengelak ia masih akan tetap dikatakan lain nanti.


" Dan menurut loe kita percaya? Ngapaioe merem pas dicium gitu ha? Menurut moe itu ngapain ha? "Tanyanya dengan sinis. Dia adalah karyawan yang menyukai Habib.


Rindu memutihkan air matanya tanpa keraguan ataupun lainnya. Karena memang air mata itu sudah membendung " Demi Tuhan itu bukan seperti yang kalian pikirkan," Ujar Rindu tenang. " Iya saya aku itu saya tapi bukan kesengajaan. Gue dikenal.. " Ujar Rindu sendu pada mereka semua.


Brakk... " Les aja kalianoe. Malu gue liatnya sumpah..!" Tanpa babibu salah satu dari mereka melemparkan Rindu dengan kotak tisu membuat Rindu tertegun.


" Dasar murahan... " Banyak lagicacian yang Rindu dapatkan membuat ia menghela nafas sesaknya. Ia diam memegang sisi bajunya.


"Saat itu saya hampir diperkosa. Man.gkanya saya merem pas dicium. saya Disana sedang tidur... Saya tidak tau sungguh..! " Ujar Rindu dengan tegasnya.


" Maling mana ada yang ngaku..! " Suara lain lagi membuat semuanya menatap kerah lift. Disana ada sosok yang bersama Rindu difoto membuat Rindu tertegun.


Disana ada Arga yang datang bersama Mise membuat Rindu mengepalkan tangannya. Arga mendekati Rindu dan tersenyum sinis. " Akun aja lah Rin kalo sebenarnya kita memang udah biasa tidur bersama kek gitu.." Ujarnya dengan sinis kepada Rindu dan menarik turunkan alasnya beberapa kali.


"Diam Arga..! Jangan asal bicara Arga..! Jangan fitnah gue..! " Ujar Rindu berteriak karena amarahnya.


Arga menaikkan bahunya acuh. " Gue punya bukti kalo kita pernah pacaran... Mau liat? " Tanyanya kepada semua Karyawan membuat semua mendekatinya. Disana Arga memberikan foto dirinya dan Rindu yang suka makanan bersama. Nampak Rindu tersenyum paksa namun nampak manis. membuat yang lain mulai berbisik lagi menatap rindu.


" Arga cukup gue bilang cukup..! Fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan Ar... Kita memang pernah pacaran tapi kita nggak pernah kajian zina kek tangkis fitnah..! " Teriak Rindu.


Par...


Rindu banting HP miliknya Arga keras membuat yang lain terkejut menatap Rindu.


" Udah sih. udah ketahuan aja masih muda gelak lagi... Dasar munafik.." ujarnya sinis.


" Saya tidak menyangka Rindu sama kamu.. Saya selam ini berusaha tak mendengar kabar burung tentang kamu. Tapi nyatanya kamu kayak gini.. Wajar saja ketika saya bilang kamu wanita murahan kamu diam saja, ternyata kamu memang murahan...! "Ujar Habib menggeleng tak percaya.


"Hanoi Rindu... sini sayang balik sama gue Yuk.. gue kangen sama Loe.! " Ujar Dari Arga yang Diva tiba datang dan mau memeluk Rindu.

__ADS_1


" Uhkkk... Menjijikkan banget iww. ini cewek yang diperjuangkan sama kamu habis? Ijuk memalukan... " Mise yang sedari tadi numpang senyum sinis sekarang angkat bicara sok nya.... Ia melipatkan tangan diatas dada menatap Rindu.


__ADS_2