Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Dokter Rey


__ADS_3

...Pahala itu mudah didapatkan..Hanya dengan melangkah menuju ketujuanmu, sekolah atau kerja, dan menyebutkan kata Basmala dan berniat dengan Niat Lillahita'allah saja sudah dapat pahala... Sekarang hanya niatnya saja yang harus ditampar bukan? NVS31......


PoV Dokter Rey


Dokter Rey menatap Rindu yany bercerita tentang kehiudpannya membuat ia cukup sedih dan ibah. Jujur saja, ketika melihat Rindu tersakiti seperti itu. ia mendengar semuanya tanpa memberi cela sedikitpun.


Ia tau betapa banyak musibah yang dilalui Rindu, Ingin sekali ia merangkul tubuh mungil itu kedalaman pelukannya dan mengucapkan banyak kata salah satunya "Tenanglah.. Semuanya akan baik baik saja.. " Namun apa daya, mereka bukan mahkrom dan itu membuat badan untuknya.


Iya... Sekarang ia sudah jauh lebih paham Agama. Karena memang selam ini ia menyerahkan rumah sakit kepada ayahnya terlebih dahulu untuk dikelola. ia meminta waktu selama 1tahun untuk belajar gama Islam lebih dalam dan mencari tau banyak tentang akidah yang ia tak ketahui.


Namun semuanya tak ada berujung sia sia.. Dulu awalnya ia melakukan semuanya memang untuk Rindu. Tapi ketika ia sudah mengetahui banyak hal tentang agama Islam dan bagaimana niatnya tujuan itu berubah sendiri. Yang awalnya untuk Rindu sekarang berubah menjadi Lillahi'ta'allah.


Tak ada yang lebih ia syukur lebih dari nikmat iman dan nikmat Islam yang ia rasakan saat ini, terlebih lagi bagaimana ia bisa mempelajari tidaklah Rosullullah dan kisah dari pada sahabat-sahabat Rosullullah membuat ia semakin bisa ia mengobrol akhlak dan sikapnya. sebagaimana seharusnya umat muslim...


Karena tak tahan menatap Rindu yang penuh luka membuat ia membawa Rindu makan ketempat lain terlebih dahulu lalu memberikan Rindu baju dan lainya yang baru untuk digantikan, ia cukup kasihan menatap Rindu yang masih basah, meskipun sudah cukup kering, baju itu pasti sudah tak enak lagi dipakai atau sudah tidak nyaman lagi.


Alhamdulillahnya Rindu dikalah itu mengangguk saja, lagipula ia belum melaksanakan sholat membuat ia menunggu dokter Rey sholat dan sebagainya. Dokter Ray sangat baik dan itu membuat Rindu kagum akan dirinya. Ternyata dokter Rey sudah jauh berubah, ia bahkan tak pernah melepas senyum lembunya pada siapapun. Jika ditanya ia akan menjawab ‘Senyum itu ibadah bukan? Masa pahala yang mudah dilakukan saya saya sia-siakan. Kan rugi’ Ujarya dan itu membuat Rindu terkekek.


Dokter Rey membawa Rindu menuju panti Asuhan dan bertemu dengan Ummi Ira dengan membawa beberapa makanan dan juga mainan, itu semua dokter Rey yang membelikanya karena memang Rindu tidak membawa uang dikalah itu.


“Ini panti yang dulu ditempati oleh Rian dan Rani kan? Kenapa nampaknya ada masalah tu?” Dokter Rey cukup terkejut dikalah panti asuhan itu sedang ramai dan ada dua pria berbadan kekar membanting pintu dan membat para pengurus panti dan Umii ira menangis. ada beberpaa anak juga yang menangis.


Rindu menggeleng tak tau.”Saya tidak tau. Coba kita lihat dari dekat dok..”Ujarnya membuat dokter Rey menganguk. Dengan cepat mereka memasuki panti asuhan dan mendekati umii Ira yang sedang dipeluk oleh anaknya Yusuf membuat Rindu tertegun.

__ADS_1


Mereka berpapasan dengan dua orang yang berbaju serbah hitam tadi membuat Rindu menunduk. Mereka nampak sangat seram dan juga kekar membuat Rindu cukup serem dibuatnya. Ia mendekati Ummi Ira dan Yusuf yang saling berpelukan itu dengan cepat.” Assalam’alaikum Ummi..”ujarnya dengan lembut.


Ummi Ira yang matanya memerah itu sekarang membuka matanya, ia yang ada dipelukan Yusuf itu bangkit dan mengusap pipinya. Ia tersenyum lembut dan langsung memeluk Rindu.”Wa’alaikum salam nak Hiks hiks.. kamu kemana aja? Ummi kangen banget sama kamu.”Ujarnya dengan piluh.


Rindu tau, ia bisa merasakan jika pelukan ini bukan pelukan rindu tapi ini pelukan pilu dan beban, ia bagaikan menumpahkan beban didekapan mereka membuat Rindu tertegun. Ada masalah apa dengan Ummi Ira? Ia membalas pelukan ummi Ira dengan lembut.” Maaf Ummi... Rindu beberapa minggu ini cukup sibuk, karenanya memang Rindu tidak diizinkan untuk izin oleh bos Rindu.”Ujarnya dengan jujur, bertemu dengan Rian dan Rani saja ia tidak bisa, apaagi kesini.


Ummi Ira melepaskan pelukanya lalu menghapus air matanya. Ia mengusap pipi Rindu membuat Rindu memejamkan matanya. Ummi Ira sudah menjadi ibunya. Tanganya halus dan lembut selalu mengayominya dan menuntunnya pada kenyamanan, ia bahkan merasakan kehangatan sangat dalam dari Ummi Ira. Ia merindukan Umminya dikampung. “nggak apa-apa. Yang penting kamu udah dateng kesini.. hehe. Umi kangen banget sama kamu soalnya. Anak-anak juga kangen loh. Ya kan Suf.. katanya mereka kangen berlati beladiri sama kamu.”Ujarnya kepada Rindu dengan melirik Yusuf.


Rindu terkekeh dibuatnya. Ia membuka matanya. Menatap mata Ummi Ira dengan sendu.”Rindu juga kangen banget sama Ummi dan anak anak. Maaf ya Rindu jarang banget kesini lagi. Semua ini karena tuntutan pekerjaan.”Ujarnya. ia mengangkat tanganya dan jari-jarinya mengusap pipi Umi Ira lembut.”Umi jangan nangis. Ummi jelek kalo lagi nangis.. keriputnya kelihatan tak.”Ujar Rindu terkekeh membat Umi Ira malah tertawa lembut.


Dokter Rey menatap Rindu yang sudah lembut menatap Umi Ira itu tersenyum ia bahagia dikalah Rindu sekarang bisa tersenyum lagi. Ia tak tau apa yang ia lakukan ini berguna atau tidak, tapi yang pasti dia adalah pria yang bukan manis dalam kata-kata saja.


“duh.. Ummi. Kalo kangen diajakin kedalem atuh Rindunya. Masa berdiri disini terus.. lihat tuh. Rindunya pegel.” Ujar Yusuf tersenyum kepada Uminya. Apakah Rindu pernah bercerita Yusuf? Pernah. Itu ada dibab Zina sebelum nya. Suara Yusuf sangat lembut membuat siapapun tennag mendengarkanya loh. Sungguh.


Rindu menahan tangan Umi Ira sebentar.”Tunggu ummi. Rindu tadi sama temen, dia nggak diajak masuk apa?” Tanya Rindu kepadanya membuat Ummi Ira menatap dokter Rey dibelakangnya cukup jauh sekitar dua meter. Yusuf bahkan tak sadar dibuatnya. Karena memang bisanya Rindu datang sendiri dirumah panti ini.


Mata Ummi Ira berbinar dibuatnya.”Yampun. Ini temen atau temen tuh Rindu? aduh.. ganteng banget Rindu..”Ujarnya dengan menggoda kepada Rindu. ia bahkan mencolet dagunya Rindu dengan gaya centil bagaikan anak ketahuan pacaran sama ibunya.


Rindu mengggeleng dibuatnya senangkan dokter Rey salting. Yusuf menatap dokter Rey dengan tatapan sulit diartikan. “Temen atauh Ummi.. Dia itu dokter yang bantuin Rindu buat Rindu berobat. Dia yang dulu nganterin Rian dan Rani jga kesini loh, cuma ya dia enggak mampir Ummi.. dia dokter yang ngobatin sakitnya Rindu.”Ujar Rindu jujur.


Ummi Ira memainkan bibirnya menatap Rindu.”Ummi percaya deh sama Rindu hehe.”Ujarnya mengangguk.”Kan Rindu tau kalo pacaran itu harram hukumnya ya.”Ujarnya mengangguk.”kalo bukan pacar kayaknya calon suami nih. Iyakan? Betul?” Tanya Ummi Ira dengan semangat kepada Rindu.


Rindu bisa melihat jika sebenarnya Umi Ira itu menutupkan kesedihanya saja dengan Rindu membuat ia diam dengan tersenyum.”Ammin.. Doain saja ya Umi.. Insyallah ..’'Itu bukan jawaban dari Rindu tap dokter Rey membuat Rindu menatap dokter Rey.

__ADS_1


“Ahkk.. Allhamdulillah. Ditunggu undangannya ya na Rey.. Ummi seneng banget dengernya..”Ujarnya dengan lembut.”Jika begitu yok kita masuk dan bicarakan didalam umah saja. Umi capek berdiri dari tadi. masuknya nggak jadi-jadi ini.”lanjutnya membuat mereka masuk kedalam rumah.


Yusuf membawa beberap anak yang mau bertemu dengan Rindu membuat Rindu bermin dengan mereka. Meskipun sebenarnya Rindu ingin bertanya ada masalah apa ummi Ira tadi. namn seperti nya Ummi Ira tidak mau ditanya sebab dikalah Rindu bertanya tadi Umi Ira nampak mengelak dengan pertanyaan lain. seperti bertanya dokter Rey bekerja dimana dan apa pekerjaanya.


Begitu juga Yusuf. Ia tadi bicara dengan dokter Rey cukup lama membuat ia main dan mengajarkan anak-anak bela diri. Ia tak tau harus apa. Karena memang bukan haknya jika seseorang tak mau menjawab pertanyanya bukan? Ia hanya tamu, yang hanya datang untuk kepentingan bukan untuk mengorek musibah orang lain ya akan?


Sedangkan Yusuf dan dokter Rey yang sekarang berada diruangan depan itu saling tatap. Yusuf menatap dokter Rey dengan tatapan bingungnya.”kamu islam ya? Tapi kok mukanya kek non muslim hehe kan muka non muslim agak beda gitu.”Ujarnya dengan kekehan. Ya.. jika dilihat memang beda loh, kentara sekali biasanya, mulai dari bentuk wajah, minyak wajah dan juga mata.


Dokter Rey tersenyum lembut.”Iya saya non islam.. saya atheis.”Akunya membuat wajah Yusuf menegang disana, ia menatap dokter Rey dengan tatapan bingung. dokter Rey malah tertawa.”Iya.. tapi sebelum saya mengenal Rindu. tapi sekarang saya sudah memasuki agama islam.. dan itu insyalah sudah seiman dan satu kiblat.”Ujarnya dengan senyumnya.


Yusuf menghela nafas.”Kirain tadi masih.. “Katanya dengan menganguk.” Tapi btw selamat ya. Semoga istoiqoma Ammiin..”Ujarnya dnegan senyumnya membuat dokter Rey bergumam dan menjawab Amiin..


“Kamu tau dokter Rey?” Itu Yusuf yang mengatakan membuat dokter Rey menatapnya dengan tatapan sulit diartikan dengan alis terangkat.”Saya tidak pernah dekat dnegan Rindu.. saya bahkan hanya berpapasan satu kali dengannya hehe.”Ujarnya mengangguk membuat dokter Rey mendengarkan sajaa.” tapi entah kenapa saya tau jika ia adalah orang yang rapuh dan baik, Ummi saya bahkan sering memuji akan Rindu membat saya sangat penasaran dengan sosok Rndu. Tapi karena saya tau kita berbeda membuat saya tak mau menindak lanjuti perasaan saya.”Ujarnya lagi.


Dokter Rey hanya menyimak saja dengan lembut menatap Yusuf. Apa Yusuf juga mencintai Rindu batinnya? Yusuf menatap dokter Rey “ Saya tidak mencinta dia kok tenang saja.. dan insyallah saya akan menikah satu bulan lagi dengan cari saya hehe. Jangan tegang begitu mukanya haha.’Ujarnya lagi membuat doker Rey menghela nafas.


yuduf mengangkat bahu acuh.” Saya bukan siapa-siapanya Rindu. hanya saya karena Ummi Saya sudah menjadi Uminya dia, saya pikir dia sudah menjadi adik saya. kerena itu saya mau bicara pribadi sama kamu. Bolehkan?” Tanyanya membuat dokter Rey mengangguk.


“Apa kamu masuk gama silam karena mau menikahi Rindu saja? Dan seberapa dalam cinta kamu terhadap Rindu sampai masih bertahan meski dilingkupi dengan kekurangan?” tanyanya engan tegas.


Dokter Rey menjawab.” Iya saya masuk agama islam karena Rindu.”Ujarnya membuat Yusuf mau menjawab tapi dokter Rey sudah menyelah.”Tapi itu dulu, sebelum saya tau artinya Islam sebenarnya dan paham akan apa tujuan Dalam hidup saya. Sekarang tujuan saya bukan lagi Rindu. tapi Allah Swt dan mencintai Rasull saya. Nabi Muhamad saw.”Lanjutnya membuat Yusuf menatapnya kagum.”Dan lagi, jika abang bertanya sedalam mana saya mencinta Rindu maka saya akan menjawab. Mungkin cinta saya tak bisa saya utarakan, saya bahkan kesulitan untuk menentukan untuk mengungkapkanya. tapi yang saya ketahui, cinta saya bukan hanya sekedar jalinan hubungan. Tapi menju kesarana perikahan. Ikatan dunia dan juga Akhirat.”Ujarnya lagi membuat Yusuf menatapnya kagum.


“Saya memang tak memiliki darah dengan Rindu, tapi saya bisa merasakan rasa kamu untuk rindu,.”Ia menghela nafas membuat dokter Rey tercekat. Apa ia salah bicara batinnya.” Cintailah Rindu sayangi dia dan bantu dia berdiri. Saya mau Rindu bahagia dan juga merasakan pelukan ketulusan. “Ia menjeda sebentar.”Jika suatu saat nanti Rindu melakukan kelahan jangan ditampar ya, jangan dibentak, sebab hati perempuan itu sangatlah halus, kau bentak maka selama kalian menjalani hubungan perempuan akan ingat dan maish terasa sakit. Jika kau pukul maka air matanya mampu membawa kamu keneraka. Dan satu lagi. sakitnya batin dan fisik mampu memudarkan rasa cinta antara pasangan. Jadi jaga Rindu sebaik mungkin, “ Ujarnya dengan lembut.

__ADS_1


Dokter Rey menatap sang Yusuf dengan bingung "Pulangkan ia nanti jika berbuat salah.. Jangan wanita dia.. karena jika kamu. menyakiti dia, tandanya kamu ssdangnkenyakiti kami. Karena kami keluarganya... "


__ADS_2