Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Reno


__ADS_3

Reno sangat mengenal Rindu bagaimana orangnya.. ia sangat tau akan Rindu yang keras dan juga bererinsip tegu.. ia orang yang bisa mengikuti kita dengan caranya namun tidak akan menjerumuskannya kedunia orang lain. Ia hanya tinggal namun hanya tentang tinggal bukan menyamankan dunianya kepada dunia orang lain..


Reno menatyap Habib yang masih tak menyangkah disana dengan mengangkat bahu acuh.”Meskipun sampai saat ini saya menjadi orang yang masih berharap kepadanya kenyataan dan berharap kepada Rindu supaya dia bisa menerima saya kembali.. tapi saya yakin.. jika dunia saya akan ada bintang baru yang membuat langit saya indah sebagaimana yang Rindu katakana kepada saya.. “ Ujarnya namun Habib diam tak menjawab barang sedikitpun.


“ Yasudah kalo kamu enggak mau dengerin orang lain.. bukan masalah bagi saya.. hehe… selamat berjuang pejuang hati yang tak dirindukan..”Ujar Reno terkelkeh lalu pergi dari sana meningalkan Habib seorang diri..


"Assalamu'alaikum.. pulanglah... dan ikhalskan dia.."Seruynya sembari berjalan menjauhi Habib yang ada disana.


Habib diam disana tanpa manjawab.. ia menatap kedepan dengan tatapan gelisanya, hatinya seperti tak menentu arah bagaikan kapal yang sedang diterjang laut besar dan badai.. ia bagaikan rakit ditengah laut.. bimbang dan tak terarah.. ia mengusap dan meremas kepalanya sendiri “ Yatuhan.. apa salah saya sampai bisa mencintai seseorang sedalam ini?” Gumamnya dengan nanarnya.


Lalu menatap kedepan dan menatap langit..”RINDU.. Maafkan saya rindu.. saya mencintai kamu.. demi Tuhan saya tidak pernah mempermainkan kamu… Tolong bantu saya…”Teriaknya frustasi mengundang beberapa orang menatapnya tak jelas.. ia menghela nafas dan meremas dadanya karena tak kuat dengan hatinya yang selalu memaki dan memarahi sikap konyolnya. Sikap kejamnya terhadap Keyna.. ia bagaikan sedang dihakimi oleh dirinya sendiri.. ia sedang dimarahi oleh dunianya sendiri.. dan ia sedang diusir dari jiwanya sendiri..


Lalu kepada siapa ia harus berserah jika jiwanya saja sudah mengusirnya? Dirinya sudah mengutuknya? Dimana lagi ia mencurahkan, bahkan fikirannya sekarang sudah diam dengan dendam meredam membenci dirinya dengan ketuka kata kasar yang tak pernah dilontarkannya.. Oh hati. Oh Jiwa.. Oh fikiran.. mengapa sekarang mengkhianati saya yang seorang pemilik tubuh? Apakah ini adalah efek cinta yang sebenarnya? Saya piker tak mungk5ins segila ini bukan? Namun nyatanya samar…


Habib frsutasi....


Semangat Habib..!


Sedangkan Reno masih menyusuri jalan raya menuju rumah sakit untuk menjenguk Rindu.. entah apa yang merasukinya namun ia tak bisa memungkiri dan juga menghindari satu kata.. bahwasannya dia merindukan sosok Rindu membuat dadanya maish bergemuru sampai detik ini.. bahkan banya dengan menyebut namanya saja ia bisa merasakan detak jantungnya berdetak cepat dan berdetak hebat.. meski tak sehebat dan sehangat dulu..


Namun sekarang detaknya beda. Detak yang rindu dan penyesalan itu menjadi rasa haus akan masa lalu,, ia bahkan merasa tak lagi mau melihat wajah Rindu karena Rindu akan senyum semanis gulali dipasar malam.. ya.. karena ia selalu menjuluki Rindu gulali dipasar malam, tampilanya biasa saja namun jika dimakan maka akan membuat mulutnya penuh dengan rasa manis yang membuat kalbunya menjadi candu dan gila akan rasa manis dan harumnya.. Ohh.. sudah cocok belum Authuttr bikin pusi guuuys wkwkwk..


Mobilya sudah terparkir sempurna dirumah sakit.. ia mengenakan mobil nya karena tadi setelah memngurusi semua urusan Keyna ia langsung pulang.. sedangkan Gevan? Ia masih mengurus beberapa berkas Rindu dibantud engan ayah dan ibunya.. mereka orang tua Gevan sangat marah kepada Gervan karena dibodohi.. faktanya Gevan menhatakan jika ia pergi keluar kota kemarin.. Hanya unytuk main kerumah teman… namun faktanya bukan, Gevan malah tidak memberi tahu jika Rindu tersandung kasus dan ia berusaha mencari bukti sendiri tanpa meminta bantuan mereka. Mangkanya mereka sekarang turun tangan untuk membantu membersihkan nama Rindu…


Reno mengambil serangkaian bunga mawar hitam itu.. bunga yangl selalu membuat Rindu kagum akan warnanya.. kata Rindu ia kagum dengan bunga mawar hitam, meski pun gelap namun sangat indah. Apalagi bunga mawar hitam mengajarkan bentuk yang gelap membuat banyak lebah takut. meski begitu masih ada yang mendekati bukan?


Sama halnya dengan wnaita. Sebagaimana bentuknya mereka tetap cantik dengan porsinya, meski hitam maupun putih, ada yang bilang jelek? Tapi nyatanya akan masih ada jodoh yang mendekatinya.. karena apa? Karena Tuhan menciptakan manusia tanpa ada pilih kasih.. Allah maha adil.. tergantung kitanya saja menganggap sesuatu itu berkah atau bukan…


Reno memasuki rumah sakit lalu bertanya kepada beberapa suster yang lewat untuk keruangan Rindu, ia sudah diberi tahu oleh Gevan tapi ia tak tau dimana pisisi ruangan itu membuat ia bertanya supaya tak tersesat. Ia menganutazaz malu bertanya sesat dijalan okey... biarkan dibilang katrok yang penting dia tampan.. hehe.. iya.. dia tampan membuat beberapa orang baik muda maupun tua menatapnya dengan terang terangan.


Mantan pacar Rindu memang tidak ada yang gagak meski Rindu banyak mantannya.. maaf.. jangan sla6ahkan Rindu yang banyak mantan pacar. Karena orang yang berpacaran bukanlah sampah atau apapun itu.. karena manusia memanglah pembuat dosa bukan?

__ADS_1


Pintu diruangan Rindu dibuka oleh suster membuat ia tersenyum dan mengucapkan terimakasih meski belum juga masuk.. ia harus meredamkan detak jantungnya terlebih dahulu untuk melihat Rindu… ia masih gugup dan juga malu..


“Assalamu’alaikum..”Ujarnya membuat dirinya serileks mungkin dan memberikans enyum terhangatnya. Tak lupa mengenggam bunga mawar itu dengan erat supaya mentranfer rasa gugup miliknya.


“Waalaukum salam..”Jawab Rindu dengan sendunya.. dan ternyata disana tidak ada orang membuat dokter Rey tertegun.. sepi dan ia tak melihat siapapun disini.. ia masuk dengan santaynya menuju tempat Rindu berada sekarang yaitu diatas brankarnya…


Rindu dildalam yang memang tidak bisa tidur karenba memikirkan Habib itu terkejut dikalah ada seseorang mengucapkan salam, ia tak kenal suara itu. Ia taunya itu bukan dokter Rey karena ia sangat mengenali suara dokter Rey.. yap bagaimana tidak kenal jika setiap harinya dia mendengar suara itu.. ia mengambil cadar disisinya yang disiapkan oleh keluarga dokter Rey tadi dan mengikatnya dikepalanya cepat… padahal ia masih belum boleh mengenakannnya karena pernafasannya masih belum pulih.. tapi Rindu tidak peduli, cukup tadi saja wajahnya dilihat oleh Habib dan keluarganya dokter Rey. Tadi ia ingin mengenakanya namun dilarang fey yang seorang dokter itu membuat ia mengangguk demi kesehatannya.


Reno datang dengan menyibakkan tirai dikalah Rindu telah selesai mengenakan cadarnya itu. Mata mereka bertemu membuat Reno semakin gugup membuat ia menatap kearah lain saja. “ Ha Hay Rin..|" Ujarnya gugup.


Rindu melihat sang Reno pun tersenyum, entahlah itu senyum apa.yang pastis enyum bahagia dan rindu..”Hay kak.. apa kabar?” Tanyanya Rindu dengan riangnya.” Ayoo duduk.. “Ujarnya kepada Reno. Bukan.. bukan karena ia genit tapi Rindu sangat merindukan sosok Reno..


Reno terkekeh, “Sayabfikir kamu akan mengusir saya Rindu hehe.”Ujar Reno menggaruk tengkuknya tak gatal. “ Betewe alhamdulillah aku baik Rindu.. kamu gimana sekarang? Udah baikkan? Sakit banget ya tanparan cowok tadi sampek kamu pingsan?” Tanyanya dengan meringis kepada Rindu sembari duduk.


Rindu terkekeh dibuatnya. “Ngapain aku ngusir kakak, memangnya aku sebenci itu apa sama kamu kak?”Ujar Rindu terkekeh.” Alhamduliilah udah mendingan kok sekarang.. kalo masalah tampatnya itu bukan kemukanya yang sakit, tapi dikepercayannya aja yang nyelekit.. membunuh empedu yang menuliskan namanya direlung jiwa..” ujar Rindu lebay kepada Reno.


Itu membuat Reno terkekeh kepada Rindu.”Bisa bisanya masih tetep lebay ya hahaha..”Ujarnya tergelak .”Betewe ini aku bawain bunga sama beberapa makanan yang kamu suka.. dimakan ya..”Ujarnya memberikan bunganya itu dan buah diselah tanganya itu.


Reno menatap Rindu yang mengenakan cadar itupun tersenyum dengan sendunya.. Ia merindukan lesung pipi Rindu. merindukan manisnya senyum rindu. Tapi sekarang sudah tertutup semua hanya ada matanya saja membuat ia riindu semuanya. Bolehkah ia meminta Rindu membuka cadarnya? Namun nyalinya tak sebesar itu.. “Iya.. saya belom bisa move on Rindu.”Jawabnya dengan gumaman yang hanya didengar olehnya dan didengar samar samar oleh Rindu, namun Rindu berusaha bersikap biasa saja tak mau mengapikkannya sekan mengangap itu angin lalu karena tak mau menambah suasana hitam yang ditutup awan gelap...


"Kamu Datang kesini bagaimana caranya.? Dan makasih ya Kak udah bantu Rindu tadi sewaktu persidangan dan membenarkan yang harus dibenarkan.. "Ujar Rindu kepada Reno.


"Kamu memang benar..! Hai wajar saja saya membantu kamu untuk memberi tau yang mana yang benar dan yang mana yang salah..! "Ujarnya dengan tenang. "Dan yang memberi tahu saya masalah kamu adakah Keyan... Bahkan dia yang menjemput saya dibandara.. "Ujarnya jujur.


Rindu yang mendengarnyapun semakin yakin akan pilihannya terhadap Dokter Rey. Ia yakin dan ia semakin merasa Rey memang yang tepat... "Terimakasih Kak... "Gunanya dengan sendu membuat Reno mengangguk saja kepada Rindu..


“ Yang lain mana? Kok Kamu sendirian disini? Rey dimana?” Tanyanya kepada Rindu lalu menatap ke sekeliling dengan kening mengerutnya melihat itu semuanya.. disini sangat sepi… “Kamu enggak takut Rindu? Nanti ada suter jadi jadian gimana?” Tanya Reno seram. Sebab ia orang yang penakut.


Rindu terkekeh.”Tadi ada ayahnya Rey tapi sekarang dia pergi kekantin katanya mau beli makanan dia laper.. kalo Rey nya lagi pulang karena mau mandi dan juga bersih bersih.. jadinya sekarang aku sendirian kak…”Ujarnya dengan santainyaa..


Reno mengangguk dengan canggungnya.. “Ibu sama ayah kamu dimana? Kakak Rasyid dimana? Adik kamu Caca?” tanyanya dengan sendunya kepada Rindu, ia dulu pernah kerumah Rindu karena tak mau putus, hujan hujanan namun ketemu orang tua Rindu. Orang tua Rindu sanghatlah baik dan ramah, ia diberi banyak makanan dan minuman, ia diberi handuk dan baju ganti milik Rasyid.. ia diberi ruang untuk bicara dengan Rindu..

__ADS_1


Rinbdu tertegun disana.. ia menghela nafas karena tak tau harus jawab apa, rasanya sangat berat menjawab jika orang tuanya tak ada disini membuat Reno diam disana dengan tatapan bingungnya dan juga sedihnya.. “Masalah lagi sama mereka?” Tanya Reno dengan sendunya.


Rindu menghela nafas ketika Reno tau, sebab mereka memamng sedekat itu dulu dan Reno banyak tau tentang dirinya. Ia mengerjab menatap lalu memberis enyum manisnya.”Enggak kok..”Jawab Rindu tersenyum manis kepadanya.” Abi dan Umi enggak tau kalo Rindu sedang disini.. mereka sedang tidak tau…”Jawabnya Rindu jujur lagi.. ia yakin jika Abbi dan Umminya tau jika ia sakit dan dalam kesusahan pasti mereka akan datang.. tapi kenapa sampai sekarang orang tuanya tak mencarinya? Apakah orang tuanya tak lagi menginginkannya.


Ia ingat kata abinya jika nanti ia akan menghubungi Rindu jika ia sudah membebaskan Rindu untuk kembali.. tapi sampai detik ini Abinya dan Umminya tak kunjung juga datang kesini dan menelponnya,. mencarinya ataupun hanya sebatas menanyakan kabar.


Reno tau jika Rindu menyembunyikan sesuatu dengannya.. “kak Rasyid? Kamu enggak kasih tau juga? Nanti dia marah loe kalo kamu enggak kasih tau.. secarakan dia fosesiv banget sama kamu Rin. ”Ujarnya dengans endunya. Bagaimana hisa ia tak kenal dengan Rasyid seorang kakaknya Rindu yang pernah memukulnya dikalah ia ketahuan pacaran dengan Rindu.. ia bahkan pernah disidang dan diberi wawancara..


Rindu menghela nafas dan kembali tersenyum.” Kakak juga enggak tau.. soalnya aku lupa nomornya dia hehe. Enggak apa-apa kok.. kan aku juga enggak apa-apa.. ngapain ngehubungin mereka nanti ngerepotin lagi..”Ujar rindu dengan lembut nya kepada Reno yang bertanya kepadanya itu sendu namun masih Nampak cerita meski bibirnya bergetar.


Reno tersneyum kepada Rindu lalu menatap kepala Rindu ingat jika dulu ia suka mengusap kepala Rindu jika ia sedang bersedih, namun sekarang ia tak lagi bisa..


” Saya makan ya makanannya, soalnya saya lapar hehe.”Rindu mengalihkan pandangan Reno membuat Reno mengangguk kaku menyuru Rindu makan makanan yang ia bawa tadi. Bolehkah jujur? Reno bisa merasakan jika Rindu hanya menghindari pertanyaan pertanyaannya yang lain..


Sedangkan disisi lain ada sosok Rasyid yang menangis memandang foto adik tercintanya yang sedang digendongannya itu. gadis lecil yang mengenakan hijab hijau tuanya itu tersenyum menampilkann gigi gigi kecilnya itu ditangannya ada es Kul-kul yang dibuat dari buah bengkoang yang ditanam sendiri oleh mereka.. ya.. ayah dan ibu Rindu suka menanam buah sendiri. Bahkan dibelakang rumah Rindu penuh dengan pohon buah-buahan, ada pohon rambutan, kelapa, durian.. manggis, nangka. Banyak lainnya.


Rasyid mengelus poto adiknya itu meremas dadanya karena rasa rindu dan rasa sesak yang membunca. Ia merindukan adiknya.. Adiknya yang sekaligus menjadi teman berkelahi.. karena sesama anak silat, teman curhat karena adiknya jauh lebih dewasa darinya, teman balapan karena sama sama suka mototr.. dan yang terakhir teman nya untuk pulang jika sudah larut malam. rindu adalah sosok pertama yang ia bangunkan, semenjak tak ada Rindu sudah tak ada yang membukakan pintunya.


“Kamu dimana si Rindu? Kakak udah nyari kamu kemana-mana.. kamu masih hidupkan dek..” Gumanya memeluk foto itu piluh,, ia piluh dan ia rindu akan adiknya itu, ia memang cuek pada adiknya tapi ia sangat menyayangi adiknya.


Rasyid juga pernah mencari Rindu dikosannya Rindu dulu.. tapi ia tak menemukannya, ia mendapatkan Meme dan Diva disana.. namun apa daya mereka bilang jika Rindu sudah pergi ditambah ia kaget ketika barang barang milik Rindu sudah ada dirumah. Ia piker Rindu pulang dikalah itu membuat ia bahagia.. namun betapa kagetnya ia dikalah tau jika Rindu tidak pulang hanya barang barangnya saja yang datang.. ia tkaget akan hal itu membuat ia tak tau harus apa dikalah itu.. bukan hanya satu atau dua tempat ia mencari Rindu… tapi sudah berbagai tempat.. dikampus.. dimana-mana tapi Rindu tetap bagaikan hilang ditelan alam.. ia juga mencari dengan foto Rindu namun tetap saja ia tak menemukan Rindu sampai sekarang.


Kalian menanyakan apakah Abi dan Ummi Rindu mencari? Maka jawabannya tidak.


.


.


.


.

__ADS_1


Udah mau ketemu aja Rindu sama orang tuanya...


__ADS_2