Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak
Habib?


__ADS_3

Hari ini musibah yang paling besar dan paling nyata, langit mendadak mendung, air mata bercucuran karena kita sudah kehilangan salah satu ulama besar dan ulama yang membuat jiwa kita terpanggil dan bergetar karena kehilangan beliau.. jujur saja, ketika makanpun terasa tak kenyang ketika mendengar kematian beliau dipagi hari Ini.. Syeh Alli Jaber. Siapa yang tak mengenali sosok beliau? Sosok yang berdakwa dnegan penuh kelembutan dan berjuang menjadi tegas apabila agamanya diinjak... ?


Dijelaskan oleh para Shalaf.” Kematian seribu orang itu jauh lebih baik dari pada kematian seorang ulama, bahkan dikatakan pula, kematian seribu orang ahli ibadah jauh lebih baik dari pada kematian orang-orang ulama.


Rosullullah bersabda.


Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menggengam ilmu dengan sekali pencabutan, mencabutnya dari para hamba-Nya. Namun Dia menggengam ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sehingga, jika tidak disisakan seorang ulama, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. Maka mereka tersesat dan menyesatkan. (Riwayat Al Bukhari)


من لم يحزن بموت العالم فهو منافق


"Siapa yang tidak bersedih dengan kematian seorang ulama maka ia termasuk munafiq"


Innailaihi wainnalilaihi Rojiunn..


Al-Fatiha untuk ulama kita..


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Langit biru membuat Habib semakin hari semakin dingin, tak seperti dulu yang dinginya masih dibawah rata rata jika bersama keluarga. sekarang ia dingin kepada semua orang membuat keluarganya itu hanya diam dan tak bisa berbuat banyak. Mereka juga sudah mencari Rindu namun tak bertemu, bahkan mereka juga mencari Rey, hanya saja karena Rey belakangan ini sibuk dengan mengurus pernikahan dan mencari Rindu membuat mnereka tak juga bertemu.


Naylla yang melihat kakaknya begitupun menghela nafas, ia menatap Gevan dengan tatapan tajamnya.”Tu liat. Katanya temen kamu mau datang dipernikahan kita, gagal deh rencana kita buat nyatuin kak Habib sama Rindu..”Ujarnya merajuk. Yah, mereka sudah menikah hanya saja Rindu tidak datang.


Padahal mereka sudah menyiapkan banyak hal untuk menyatuhkan Habib dan Rindu, dan yah.. mereka ingin melamar Rindu, hanya saja Author berkehendak lain, Rindu disekap membuat ia tidak bisa pergi kemanapun..


Karenanya, jodoh sudah ada yang mengatur. Bagaimanapun kita ingin merencaakan kehidupan kita, jika Tuhan berkehendak lain. Maka semuanya akan sia-sia..


“Yak kok nyalahin aku si?” Tanya Gevan disana kepada Nayyla dengan tatapan tajamnya.”Ya aku mana tau, memangnya aku ekornya Rindu yang ikut kemanapun dia pergi.. kamu ngacok kalo jadi orang.”Ujarnya menjuliti Nayyla. ingat, mereka menikah hanya suatu perjodohan belaka bukan karena cinta. Lagian mereka membuat kontrak dalam perkawainan. Ralat, bukan kontrak, lebih kesuatu perjanjian...


“Ya kan memang kamu yang tau dan temenan sama dia.. Rindu bohongin kita dan liatlah, kakak makin hari makin jadi. Kerja terus sampek lupa makan..”Gumam Nayla disana menghela nafas kepada suaminya itu.


Gevan yang disana menghela nafas dibuatnya klalu melirik Habib.” Ya itu salah sendiri namanya.. Mangkanya jadi cowok tu yang tegas dan kalo berbuat harus difikir dulu.. Kata Rindu, kalo seorang laki-laki udah main tangan sama dia, udah main fisik, sampek matipun dia enggak bakal sama-sama. Karena imam itu buat membimbing bukan buat nyakitin. Jadi jangan terlalu berharap Rindu sama Kak Habib nikah deh. Soalnya kalo enggak salah, Rindu udah nikah sama Rey kemarin.”Ujarnya membuat Nayya tertegun.

__ADS_1


“Kam kamu tau?” Tanya Nayyla disana membuat Gavin mengangguk.


” Yah aku si taunya juga mendadak dari Mama sama papa tadi subuh., mereka kenikahanya mereka dan ada sedikit tragedy.. kan Mommy sama Rindu deket pastinya mereka ngundanglah.”Ujarnya disana.


Ya.. Momynya Gevankan memang dekat dengan Rindu, dan lagi yang mengundangnya itu bukan Rindu, tapi Rey. Ia mengundang atas dasar permintaan Rindu, namun Rindu juga meminta untuk tidak mengundang satupun keluarga Habib,baik dari kakek sampai kepamannya dan Habib. Karena apa? Karena Riundu tau, memberi undangan sama saja memberikan luka.


“Siapa udah nikah? Dan siapa yang deket? Rindu?!!”Pertanyaan itu membuat mereka tertegun lalu menatap kedepan, yang nyatanyaadalah kakaknya Nayyla yang duduk dikursinnya. Nyatanya ia mendengar semuanya membuat. Ia angkat bicara. “ Bisa kalian jelaskan? Aku seidkit tidak mendengarnya..”Ujarnya Habib lagi disana membuat Nayla memijak kakinya Gevan kuat karena marah dan juga kesal.


Gevan meringis dibuatnya mengusap kakinya dan menatap Nayyyla tajam.”Bu bukan.. ehh iy eentah deng. Aku engak tau. Aku mau kebelakang aja ya kak. Kami mau bikin anak bay..”Ujarnya Nayyla takut menarik Gevan itu pergi setelah asal bicara tadi.


“Siapa yang menikah tadi Nayyla, kakak nanya sama kamu..”!Ujarnya Habib membentak membuat dua orang itu terkejut dan juga terdiam.” Siiapa?!!!” Tanya Habib membentak, menekan bolpein ditanganya hilnga patah.


“Rindu.. yah, dia sudah menikkah dengan Rey..!”ujarnya Gevan gugup membuat Nayyla diam dan meringis. Hal itu membuat Habib disan tertegun dan menatap nanar Foto Rindu yang diatas mejanya. Rindu yang sedang Bukit Azzza dengan banyaknya balon dan juga ilalang membuat ia terasa terenyah. Rindu sudah menikah yang artinya mereka tidak dapat bersama kan?


Habib bangkit dibuatnya dan keluar.”Kak.. kakak mau kemana?!!”teriak Nayyla namun tak diindahkan oleh Habib. Ia memilih pergi kesuatu tempat membuat semua orang diam menatapnya takut dan juga gugup.. Habib memilih pergi menuju suatu tenpat yang mampu membuat dadanya meredam dan juga dingin.


Air mata itu jatuh namun tak ia usap, dan kembali teringat kata terakhir Rindu. “Bencana apa lagi yang lebih mengerihkan selain kau mencintai seseorang namun seseorang tersebut mencintai orang lain? Dan bencana paling besar apa lagi selain kamu yang masih mengharapkan orang tersebut sedangkan orang tersebut sudah dimiliki orang lain?” inilah bencana terbesar yang ada dipercintaan.


Katanya ada bencana lain, dan itu bencana mencintai orang yang berada didunia lain karena ia telah pergi, namun dengan tegas Rindu menjawab.


Kata kata Rindu membuat Habib mengusap dadanya yang sesak, entah racun apa yang Rindu beri sampai ia sesesak ini mendengar kabar pernikahan. Kenapa harus tak diundang? Jika ia diundang memangnya ia akan kuat? Namun intinya kenapa Rindu pergi dan menjauh, menghilang bagaikan ditelan alam? Apakah Rindu membenci dirinya?


Apakah Rindu sedang menghukumnya karena suatu kesalahan yang sudah ia perbuat? Benar katanya,. Jika kamu satu kali menyakiti seorang perempuan, maka kamu akan mendapatkan kesakitan berkali kali lipat..


Habib memilih pergi kekampung halaman kakeknya , dimana tempat ia berjanji untuk berubah untuk Rindu, dimana bukit Azza?.. pejalanan yang seharusnya empat jam ia lalui hanya menjadi dua jam dengan derai air mata dan dada yang membara bagaikan tsunami telah tiba,, semua ia lewati dijalan tol sampai membuat semua orang memaki dan berteriak.. ia mendadak tuli dan peka seakan gelora rasa amarah menyekik dan menyesuk menggulung diempedu basah..


Dan berenti dibukit Azzza ketika disenja hamper tiba mmebuat ia diam dan duduk disana... Ini bukan bukit membuat ia pergi dimana tempat melihat kuda, Kuda disewa dan memilih kuda putih yang dinaiki Rindu terakhir kali dan ia yang mengayomi.. akh.. kembali jatuh airmatanya... Ia masih ingat ketika Rindu mengatakan menyukai kuda putih Karena melambangkan pangeran baik dan juga bisa mengajaknya keinstananya.. akhh Habib benci ingatanya sekarang.


Memilih menaiki bukit itu meski hari hampir tiba malam sampai dipuncak ia memilih duduk diatas kuda dan menatap kedepan, dimana ada langit jingga yang hamper gelap. Mungkin alur hidupnya sesingkat ini membuat ia mengusap air matanya yang sedari tadi jatuh. Bahkan pendaki yang melihatnya heran, ini hanya bukit bukan gunung, jadi hanya butuh lima belas menit untuk sampai dipuncak bawah jika dipuncak atas tidak bisa jika bukan didaki secara manual yah..


Namun disini ia masih tetap ingat dimana Rindu mengatakan ia suka senja, diusana ia bahkan dapat melihat ribuan rumah dan pepohonan..”Akhhh.....”Teriaknya tak kuat disana membuat kudanya meringik dan juga memiring. Habib terkulai diatas kudanya dan menangis pilu..” Kebapa sesakit ini Tuhan?” Gumamnya disana perih.

__ADS_1


Seketika ingat jika dirinya sekarang sudah jauh dari Tuhannnya membuyat ia mentap langit... namun seseorang berbisik kepadanya. “Kau tau? Hidup itu bagaikan Hujan dan pelangi, karena setelah hujan akan ada pelangi maka setelah ada air mata maka akan ada kebahagiaan, namun ketika tidak ada pelangi, maka akan ada matahari yang lebih cerah... Jangan salahkan Tuhan ketika kamu disakiti. Tapi salahkan diri kamu, karena kamu terlalu lemah.. Iya terlalu lemah, lemah untuk menerima takdir...!”


itu kata kata yang Rindu pernah ucapkan membuat ia mengusap matanya yang basah dan menghela nafas.”Nyatanya saya harus mukai melupakan kamu Rindu, meski berat.. dan maaf jika saya slelau menyakiti kamu selama ini.. maaf.”Gumamnya sendiri ditemani kudanya. Disekitarnya sudh4a meredup dan menggelap menyisahkan banyaknya tenda tenda anak kuliahan yang sedang mengadakan makrab dan juga kema disana. Habib diam ditempat tak bergerak, ia malah memilih duduk diatas batu dan bersandar dibawah pohon, dimana rindu mengambil ranting membuat ia menatap Ranting dan ingat kata Rindu. ”Tak bisa bersentu setidaknya kita tetap pernah bersama..”Hal itu membuat ia menghela nafas.


“Kak mau minum?” Sosok perempuan berbaju tebal menghampirinya memberikanya kopi hitam membuat Habib mendongak., sosok itu tersenyum hangat meski tadi ia sudah melihat jika Habib bagaikan orang gola. Bahkan teman nya saja tadi sudah melarangnya untuk membantu Habib, karena takut jika habib adalah orang gila dan orang jahat,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dilain sisi Rindu tersenyum melihat anak anaknya bersama Rey mengaji dan menghafal membuat ia diam menatap mereka, ia masih diatas ranjang membuat ia hanya menyimak dengan diamnya dan Rey disana belajar dan juga menyimak bacaan anak anaknya. Kan Rey mualaf jadi belum terlalu lihai....


“Hmm Rian sama Rani sekarang sudah hafal berapa Just?” pertanyaan Rindu ia luntarkan ketika anak anaknya menyalaminya membuat ia kepo. Jika dilihat dan didengar mungkin anaknya sudah menghafal lebih dari seusia mereka..


Nampak disana Rian menatap Rani yang mendadak menjadi murung dan mata yang berkaca kaca. Rindu disana menatap anaknya dengan helaan nafas,.”Rani kenapa hm? kok bunda Tanya kamu nangis? Bunda salah ya?” Tanyanya disana membuat Rian disana menghela nafas menatap sang adik.


Rani disana menggeleng.”Bunda enggak salah kok. Yang salah tu Rani bund.. hiks hiks..”Ujarnya menangis disana membuat Rey disana mengusap kepala Rani dan Rindu yang menghela nafas,” Ran Rani enggak bisa kayak abang, abang udah hafal Sepuluh Jus sedangkan Rani Cuma bisa tujuh just. Ranii bodoh udah enggak bisa bahagiaan bunda dan enggak bisa nepatin janji Rani.. Ran Rani hiks hiks. Rani enggak bisa..”Tangis Rani membuat Rindu piluh dan meringis.


Rindu disana menghela nafas dibatnya.”Rani memang salah. Kan abang udah bilang kalo enggak boleh mandi air hujan supaya tidak sakit dan bisa menghafal, tapi kamu tidak mendengarkanya dan sibuk mandi ujan sampo sakit dua mingguan , dan kamu bermalas malasan hanya karena capek dan juga bersantai ria,. Yah abang turut berduka saja.”Ujar Rian disana. Karena ia sudah kesal kepada adiknya ini, Rani disana hanya menangis dibuatnya.


Rani tau dirinya salah membuat ia mendongak.”Maafin Rani bunda, Rani belum bisa menghafal dengan baik, Rani... rani tau Rani salah., Rani janji Rani enggak gitu lagi..”Ujarnya disana memelas layaknya anak anak biasa diusianya,


Rindu mengusap pipi anaknya lembut dan tersenyum.”Rani kenapa minta maaf sama bunda? Kan itu bukan salahnya Rani kebunda..”Ujarnya rindu membuat Rani mengerjab polos. Rindu mengusap dada anaknya dan berkata.”Yang seharusnya Rani minta maaf itu adalah kepada diri Rani sendiri, karena Rani bersalah pada diri Rani sendiri. Coba Rani Tanya pada diri Rani sendiri kesalahan apa yang Rani perbuat dan dampaknya apa? Lalu alasan Rani melakukan kesalahan itu apa.,. dan kembali Tanya pada hati Rani.. apa yang harus Rani lakukan untuk supaya tidak terjatuh pada lubang yang sama.”Ujar Rindu membuat Rani disana terdiam.


“Bunda enggak marah kok, kalian kan masih kecil. Rian jaga adiknya yah, bunda enggak mau Rani membangkang sama abang dan jatuh sakit karena hal yang tidak bermamfaat. Bunda enggak marah Rani tidak seperti Rian yang mampu menghafal sepuluh Jus dalam tiga bulan, tapi bunda marah kalo Rani mengabaikan kewajiban dan membangkang pada abangnya.. Jadi Rani harus minta maaf sama abangnya. Karena Rani tau? Abang Rani marah itu untuk kebaikan Rani..”Ujaran itu membuat Rian disana menatap adiknya dengan mata yang memerah, benar kata Rindu, ia mencintai adiknya melebihi nyawanya.


“Dan masalah hafalan, itu bukan untuk bunda, tapi untuk diri kalian sendiri. Kalian harus tetep semangat yah, supaya nanti kita kumpul dirumah yang kalian susun disyurga.. bunda yakin kalian bisa..”Ujarnya membuat Randu dan Rian tersenyum dan memeluknya."Semangat...! "Gumam Rindu Disana tulus.


” Rani minta maaf ya bang.”Gumam Rani membuat Rian mengangguk dan mengecup pipi adiknya sayang,


"Jangan ulangi ya... Abang ayang Rani..! "Usir Rian tulus memeluknya.


hal itu membuat Rey menatap arah lain dengan air mata yang jatuh. Kenapa wanita sebaik Rindu sangat berat cobaannya?

__ADS_1


Apasalahnya?


jangan salahkan author kwwkwk


__ADS_2